Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RAHASIA DIBALIK KAMPUNG YANG TENTRAM
Setelah para preman itu pergi Bima mulai bertanya kepada Bu ayu dan pak Doni
"Paman sebenarnya apa yang terjadi di kampung ini?
"sepertinya ada yang tidak beres, bisa paman ceritakan kepada saya.
Pak Doni menjawab.
"Empat tahun yang lalu mereka datang ke kampung ini, awalnya mereka datang dengan ramah mereka pun di terima baik di ini.
"Mereka membantu warga kampung, seperti ada maling masuk kampung mereka yang bantu atasi.
"*Saat kampung di serang oleh warga kampung seberang mereka yang membantu melawan merek**a*.
"Tapi lambat lau mereka mulai semena-mena, Mereka meminta uang pajak keamanan.
"Warga kampung terpaksa mengikuti perintah mereka, karena di kampung kita tidak ada yang bisa ilmu beladiri.
"Pada suatu hari ada seorang pemuda mendengar percakapan mereka, dia mendengar semua rahasia para preman itu.
"Ternyata maling saat itu yang meresahkan warga setiap hari, orang-orang yang di atur oleh mereka maling itu adalah anggota mereka
"mereka sengaja melakukan itu agar warga kampung bergantung kepada Mereka.
"Bahkan warga dari kampung seberang yang datang menyerang itu, ternyata mereka duluan yang memancing supaya mereka menyerang kampung kita.
"Anak muda yang mendengar itu sontak kaget langsung melarikan diri, na'as nya dia ketauan dan dia di kejar.
Saat berlari dia berteriak sambil membongkar kebohongan para preman itu, setelah mendengar teriakan dari anak muda itu semua warga berkumpul.
"Tapi di situ para preman itu bukannya takut atau pun meminta maaf kepada warga kampung, Mereka malah mengancam semua warga dan menangkap anak muda yang mendengar semua rahasia mereka.
"Lalu menghajarnya hingga babak belur, setelah menghajar anak muda itu Mereka memberi tau semua penduduk kampung benar mereka yang mengatur semua itu.
"sini maju kalau berani hahahahahah..
"kalian hanyalah sekumpulan orang lemah
"Kalau kalian mau nasib kalian sama seperti dia, maju sini
"Didepan mata semua warga mereka munusuknya beberapa kali, hingga tidak berdaya.
Warga kampung melihatnya hanya bisa menangis dan tidak bisa menolong anak muda itu.
"Siapapun yang maju kalian akan merasakan seperti yang dirasakan anak muda ini.
Orang tua anak itu baru pulang dari sawah, mereka datang bersamaan dengan perginya para preman itu.
Mereka mendatangi kerumunan warga.
"Ada apa ini kenapa ramai sekali,
Saat orang tuanya melihat anaknya sudah terbujur kaku dengan bersimbah darah, mereka langsung syok.
Setelah kejadian itu Mereke berdua ikut menyusul anaknya dengan bunuh diri, tapi ada yang bilang mereka sebenarnya di bunuh.
Tapi sampai saat ini tidak ada kepastian mengenai kasus itu, makanya kami sampai saat ini tidak ada yang berani melawan para pereman itu nak bima.
"Jadi mulai saat ini nak bima harus berhati-hati
"Tenang Bi, paman aku berencana membuka latihan beladiri di kampung ini.
"Tapi nak, pasti mereka tidak akan terima apalagi kamu membuka tempat latihan beladiri.
"Aku sudah sepenuhnya siap Bi melawan mereka.
"Kamu sendiria nak, sedangkan mereka sangat banyak
"Bibi sama paman tenang aja.
Dengan senyuman tipisnya Bima memenangkan pak Doni dan Bu ayu.
"Aku lanjut makan dulu bi.
"Mai bibi Tambahkan lagi nasinya nak.
"Boleh bi, kebetulan aku masih agak lapar.
Dengan wajah yang ceriah bima terus bercanda dengan pak Doni dan bi ayu.
Seakan-akan mereka lupa dengan kejadian yang terjadi barusan.
mereka seperti di hipnotis oleh keceriaan Bima,
Setelah makan bima berniat kembali ke rumahnya, tapi saat itu dia melihat pereman lainnya sedang mengganggu anak-anak muda yang baru pulang sekolah.
Mereka berniat memalak anak-anak itu
Kedua pemuda itu baru pulang dari kota, sehari-harinya kecuali hari libur mereka bolak-balik dari kampung ke kota demi menuntut ilmu karna di kampung mereka tidak ada sekolah khusus SMA.
Tapi sialnya setiap hari mereka selalu di tunggu para preman itu, anak-anak lain jadi takut pergi sekolah akibat ulah para preman-preman itu.
"Dek mana uang ke aman untuk hari ini.
"Maaf om hari ini aku tidak ada bawa uang lebih.
"Aaah Alasan kamu, cepat kasih atau ku hajar kamu
"Kami benar-benar nggak bawa uang lebih om, hari ini banyak tugas si sekolah
"Saya tidak mau tau, atau sini tas sama sepatu kalian lumayan untuk di jual lagi
Sepertinya masih baru
"Jangan Om ini hasil keringat ku sendiri, aku menabungnya cukup lama untuk membeli ini
"Jangan Om, kasian ibu dan ayahku mereka rela tidak beli beras demi membeli tas sama sepatu ku.
Kedua pemuda itu terus memohon.
Tapi preman-preman itu sama sekali tidak ada rasa empati,mereka menarik paksa tas anak-anak muda itu.
Bima yang melihatnya sangat geram dengan kelakuan para preman itu.
"Berhenti...
Kata bima
Mereka semua menoleh ke ara Bima..