NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

003~ Semakin Kejam

Kaki Lin Xia Mei berhenti di taman belakang rumah. Kebun mini dengan beberapa tumbuhan sayuran dan bunga-bunga yang indah.

"Bao, Lin Xia Mei di Novel, orangnya feminim sekali ya?"

Bao muncul dengan menampakkan dirinya yang berwujud kucing lucu.

"Benar. Lin Xia Mei di dunia ini orangnya feminim, lembut, dan sangat mencintai tokoh utama pria."

Lin Xia Mei menghela napas, ia berjalan menyusuri bunga-bunga segar itu.

"Inang, sedih?" tanya Bao.

"Sedikit. Aku juga suka bunga, Bao. Tetapi demi misi ini, aku harus melihat bunga-bunga ini perlahan mulai rusak tidak terawat."

"Inang, kerusakan pada kelopak bunga hanya 5 persen saja. Tidak terlalu parah dan terlihat jelas." kata Bao menenangkan.

"Hmm bukan masalah bunganya, Bao."

"Lalu?"

"Yang aku sedihkan adalah diriku saat ini. Kau tahu? Sebenarnya aku merasa bersalah telah menyakiti hati Wei Zhu Chen. Tidak hanya tuannya, aku pun harus menyakiti tanaman yang ku suka."

"Inang, Bao mengerti perasaanmu. Memang tidak mudah, tetapi ini adalah jalan yang kau pilih sendiri. Mau tidak mau, kau harus bertanggung jawab menjalankan dan menerima risiko."

Lin Xia Mei menghela napas, ia memijit pelipisnya sebab kepalanya mulai berdenyut dan muncul rasa sakit.

"Inang, kau harus makan."

"Bao, kau perhatian sekali. Tapi... Aku malu."

"Tadi aku sudah marah-marah dan membuang makanan dari Wei Zhu Chen, rasanya malu sekali kalau saat ini aku pergi ke dapur dan memakan masakan Bibi Yu Si." lanjutnya.

"Kau harus makan, Inang. Setelah gizimu terpenuhi, nanti pasti akan muncul ide untuk berbuat jahat lagi. Lebih cepat lebih baik."

Perkataan Bao menyentuh logika Lin Xia Mei.

"Benar juga!"

Lin Xia Mei melangkah masuk ke dalam rumah dengan wajah tegasnya. Ia berjalan ke dapur dan berdehem tatkala melihat Bibi Yu Si sedang memasak ulang makanan untuknya. Hati kecilnya tentu merasa iba dan bersalah namun ia tidak bisa melunak untuk saat ini.

"Nyonya." Bibi Yu Si gugup dan merasa takut pada tatapan tegas Lin Xia Mei.

"Lama sekali masaknya, sudah tidak mau bekerja?!" bentak Lin Xia Mei, Bibi Yu Si gelapan dan buru-buru mengangkat udang pedas dalam wajan, bahkan api pun sampai lupa dimatikan.

"Maaf, Nyonya. Ini makanannya sudah siap."

"Bawa ke meja!" titah Lin Xia Mei, ia berjalan mendahului Bibi Yu Si.

Dengan sedikit bergemetar, Bibi Yu Si menyajikan makanan untuk Lin Xia Mei. Pedas, Gurih dan lezat.

"Nyonya, nasinya sedikit atau banyak?" tanya Bibi Yu Si.

"Sedang." jawab Lin Xia Mei dengan sangat singkat.

Bibi Yu Si mengambil satu centong nasi.

"Tambah lagi." titah Lin Xia Mei.

Lin Xia Mei mengambil sesendok nasi bersama satu udang utuh yang berbumbu, baru saja udang itu masuk ke mulutnya, Lin Xia Mei menyatukan alis. Tanpa lanjut mengunyah, Lin Xia Mei melepeh makanan tersebut ke lantai.

"Bisa masak, tidak?! Rasanya aneh!"

Bibi Yu Si terisak pelan, ia menunduk tidak berani menatap majikannya. Satu minggu terakhir Bibi Yu Si selalu serba salah, tidak ada satu hari tanpa omelan dari Lin Xia Mei.

Lin Xia Mei mencoba sesuap lagi namun kembali berekspresi sama seperti barusan, ia melepeh makanan dimulutnya ke atas piring yang masih dipenuhi nasi dan lauk.

"Kamu pikir dengan menangis Bisa memperbaiki rasa masakan busukmu ini?!" bentaknya lagi.

Bibi Yu Si langsung berlutut dengan kepala yang masih tertunduk.

"Nyonya, maafkan saya. Tolong jangan pecat saya." Bibi Yu Si memohon dengan air mata yang mengalir deras.

Lin Xia Mei berdiri, ia membawa piring di meja, berjongkok dihadapan Bibi Yu Si samBil meletakkan piring di lantai.

Tangan indahnya mengeruk nasi di piring, tangan kirinya mengangkat dagu Bibi Yu Si secara paksa dan kasar.

"Buka mulutmu." titah Lin Xia Mei dengan sorot mata penuh amarah.

Dengan masih menangis, Bibi Yu Si menelan ludah dan hendak menolak namun tatapan tajam yang ia dapat.

"BUKA MULUT!!!"

"Nyonya, ampun..." rintih Bibi Yu Si.

Kesal karena Bibi Yu Si enggan menuruti perintahnya, Lin Xia Mei langsung menyumpalkan nasi itu ke mulut Bibi Yu Si dengan sangat kasar.

Nasi bercampur sambal udang itu mengotori area mulut dan hidung Bibi Yu Si, Lin Xia Mei melempar sisa nasi ditangannya yang tidak berhasil masuk ke mulut Bibi Yu Si.

Tentu Bibi Yu Si menangis merasakan sensasi pedih dan panas di saluran pernapasan dan juga tenggorokannya. Matanya sangat merah karena merasa tidak nyaman.

"Pergi sana!" usir Lin Xia Mei samBil menunjuk ke arah dapur, Bibi Yu Si lekas berdiri dengan susah payah kemudian segera berlari ke dapur.

Lin Xia Mei berdiri, tiba-tiba Wei Zhu Chen sudah berdiri di pintu, Lin Xia Mei tidak terkejut, ia hanya menghela napas kasar, bahkan matanya enggan melihat ke arah Wei Zhu Chen sekalipun pria itu kini sedang berjalan ke arahnya.

"Lin Xia Mei, tidak sepantasnya kamu berbuat seperti itu kepadanya." tegur Wei Zhu Chen dengan suara pelan dan sabar.

Lin Xia Mei membuang napas lalu menoleh sekilas ke arah Wei Zhu Chen yang berdiri disampingnya.

"Aku membayarnya, jadi terserah mau diperlakukan seperti apa. Itu sudah nasib pelayan." balas Lin Xia Mei dengan angkuh.

Wei Zhu Chen menatap Lin Xia Mei dengan tatapan sedih, ia menarik bahu Lin Xia Mei agar berdiri berhadapan. Tubuh mereka memang berhadapan namun Lin Xia Mei enggan melihat wajah suaminya.

"Kenapa kamu berubah seperti ini, sayang? Apa karena aku melarangmu berbelanja saat itu?" tanya Wei Zhu Chen dengan nada soft spoken. Umumnya wanita akan mudah luluh, namun tidak dengan Lin Xia Mei.

"Kau telah merenggut kebebasan hidupku, Wei Zhu Chen. Aku sudah muak." ucap Lin Xia Mei ketus sembari menepis tangan Wei Zhu Chen di bahunya.

"Maafkan aku... Aku hanya tidak ingin kamu terluka."

"Hm, sudahlah. Aku malas Bicara denganmu. Tinggalkan aku sendiri sebelum aku semakin membencimu."

"Sayang, aku minta maaf."

"Wei Zhu Chen, SEKARANG!!" Lin Xia Mei tiba-tiba membentak.

Dengan mata berkaca-kaca, Wei Zhu Chen mengangguk dan perlahan mundur, ia menuruti permintaan Lin Xia Mei, tidak ingin membuat pujaan hatinya semakin marah, Wei Zhu Chen segera pergi dari ruang makan.

Mata Lin Xia Mei bergerak kesana kemari memastikan Wei Zhu Chen benar-benar pergi, suara keran air di kamar mandi terdengar, tanda Bibi Yu Si sedang didalam sana.

Buru-buru Lin Xia Mei mengamBil piring baru lalu menyendok lauk serta nasi, ia segera pergi ke kamarnya dengan langkat secepat kilat sebelum ada yang melihatnya.

"Aman, aman." ucapnya pelan, ia menaiki anak tangga dengan sangat cepat, khawatir Wei Zhu Chen belum benar-benar pergi.

Sebelum menutup pintu kamar, kepalanya muncul di luar pintu untuk memastikan situasi benar-benar aman, setelah itu ia baru Bisa tenang. Lin Xia Mei segera menutup dan mengunci pintu kamarnya. Tidak lupa ia menutup jendela yang tersambung dengan balkon.

"Nah, aku sudah bisa makan dengan tenang." ucapnya dengan senang.

Lin Xia Mei duduk di atas tempat tidur, tangan kirinya menopang piring berisi nasi dan udang pedas yang menggugah selera.

"Bao," panggil Lin Xia Mei dengan suara pelan, Bao pun muncul di hadapan Lin Xia Mei.

"Bao disini."

"Bao, temani aku makan ya." pinta Lin Xia Mei.

"Baik, Inang. Bao akan menemanimu sarapan."

"Selamat makan, hihi." ucap Lin Xia Mei pada Bao.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!