NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 : Kedatangan Azima

Dubai.

Vano mengantar Valira kembali ke proyek. Niat hati mengantar pulang, tapi ia tidak punya alasan yang tepat agar niat nya itu terwujud. Valira membawa kendaraan sendiri.

Namun, sebelum berpisah, mereka sempat melakukan janji temu ke suatu tempat. Ya, desert safari . Itu semacam safari gurun pasir yang sangat populer dan menawarkan pengalaman berkendara off-road di bukit pasir dengan mengendarai mobil 4x4 atau bisa juga menggunakan hewan khas gurun pasir berpunuk. Sudah bisa di bayangkan seromantis apa, bukan?

Vano memarkir mobil di basement mansion mewah A. Sembari bersenandung kecil, Vano masuk ke dalam lift menuju lantai tiga .

Tok tok tok..

Vano mengetuk pintu kamar A. Tidak ada jawaban.

" Tuan..tuan muda..." Panggilnya.

Masih belum ada respon.

Lelah berdiri , akhirnya ia membuka pintu pelan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membuat A mengutuk nya karena masuk tanpa permisi.

Vano melangkah perlahan mendekati A. Pria kulkas itu nampak berbaring menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal , menyisakan kepala dan wajahnya yang memerah.

" Tuan masih demam?" Vano meletakkan punggung tangannya di atas kepala A.

Alangkah terkejut nya sang asisten pribadi ketika ia mendapati bos nya dalam keadaan demam tinggi.

" Astagfirullah."

Vano panik. Ia menggeledah kamar A,mencari kotak p3k yang mungkin bisa membantu meredakan kepanikannya.

Tidak menemukan apa yang ia cari, Vano menghubungi pelayan menyuruhnya ke lantai 3.

" Apa kamu tau di mana tuan A menyimpan kotak p3k nya?"

" Tunggu tuan, akan saya ambilkan."

Keributan kecil itu membangunkan A.

" Van.." Panggil A , suara nya serak.

" Iya , tuan."

" Aku mau minta tolong."

" Katakan saja , tuan. Dokter akan segera tiba dan memeriksa anda."

" Tidak perlu, telpon balik dan katakan padanya tidak usah datang. Aku hanya demam biasa saja."

" Tapi, tuan ...."

" Tolong jemput Zizi di bandara, sekarang."

" Nona Azima?"

" Mmmm.."

" Baik , tuan A."

Berat meninggalkan A yang sedang tidak baik baik saja, tapi apa boleh buat. Bos meminta tolong untuk menjemput adik kesayangannya yang tiba tiba saja datang ke Dubai.

Meski sudah di minta untuk segera berangkat, Vano tetap saja berdiam diri sementara waktu. Ia harus memastikan kekhawatiran nya tidak berdasar. Hingga, A terpaksa harus mengulang perintahnya karena Vano tidak bergeming sedikit pun.

Vano akhirnya tiba di bandara. Hanya butuh 30 menit dari mansion A di Emirates Hills ke Dubai airport.

Azima berdiri di depan sebuah toko roti dan terlihat sibuk dengan ponselnya.

Vano tak langsung menghampiri, ia menunggu sampai panggilan penting itu berakhir. Lima menit kemudian, Azima mengakhiri panggilan dan menyimpan telpon genggam ke dalam tas.

" Assalamualaikum, nona muda." Sapa Vano hormat.

" Hai, waalaikumsalam. Kak Vano sudah lama?" Masih seperti dulu, selalu ceria dan tersenyum manis.

" Saya baru datang, nona."

" Aku minta maaf karena membuat kak Vano kerepotan sampai harus menjemput ku . Mas A mana?" Azima celingak-celinguk mencari keberadaan A.

" Tuan sedang sakit."

" Sakit apa? Ooo,,ternyata batu gunung bisa sakit juga, ya..." Seloroh Azima mengukir senyum di wajah Vano.

" Tuan demam tinggi, nona." Vano menunjukkan ekspresi khawatir.

" Jangan khawatir begitu, hanya demam kan? Tenang. Antara kepala dan jantung jaraknya masih jauh, ayo pulang. "

Azima berjalan di depan sementara Vano menyeret koper sembari terkekeh geli dengan semua kalimat kalimat nyeleneh nona muda Brawijaya.

( Ia sama sekali tidak terlihat khawatir, apa mungkin karena profesi nya yang hampir setiap hari melihat yang lebih parah dari hanya sekedar demam ? ) Batin Vano.

Sejak bekerja dengan A, Vano selalu di buat terpukau dan terkesima jika sedang bersama Azima. Nona muda Brawijaya itu memiliki energi positif yang bisa membuat siapa saja yang berada di dekatnya merasa tenang dan nyaman. Pun Vano demikian. Terkadang ia suka curi curi pandang memandangi wajah bidadari surga bermata amber itu. Cantik, bahkan sangat cantik. Ia tidak akan pernah bosan berjam jam menatap Azima.

Vano benar benar mengagumi seluruh keluarga Brawijaya. Andai pernah melihat taman surga, mungkin seperti inilah orang orang di dalam nya, berakhlak baik di tambah dengan paras yang cantik dan tampan.

Di perjalanan.

" Mobil baru, ya.." Azima memindai mobil super car milik A.

" Tidak juga, nona. "

" Harga berapa?"

" Mmmm...lumayan mahal, nona."

" Satu m, dua m..." Azima terus memancing Vano.

" Delapan , nona."

" Wow....ternyata batu gunung itu sudah punya banyak uang. " Azima memindai setiap jengkal mobil super car itu.

" Bagaimana kabar tuan Zayn dan nyonya Aretha , nona?" Untuk mengurangi rasa gugup, Vano mencoba berbasa basi.

" Alhamdulillah Abi dan umi sehat."

" Alhamdulillah. Tumben beliau tidak ikut. Biasanya jika tidak sedang terkepung di kamar operasi , tuan dan nyonya akan datang mengunjungi tuan A."

" Harusnya sih, tapi aku tidak berangkat dari Indonesia."

" Jadi..."

" Ya. Penerbangan ku dari Athena . Seminggu lalu aku berangkat ke sana . "

" Ohh..nona liburan?"

Azima tertawa. " Dokter sepertiku mana ada waktu liburan. Ada kongres tahunan Kardiolog. Dari pada aku langsung pulang, mending ke sini dulu , menghabiskan uang mas A sebelum ia di ambil orang..hahahaha."

Renyah sekali tawa Azima , hingga ia pun turut tertawa.

Tak terasa perjalanan 30 menit yang sangat menyenangkan berakhir ketika kendaraan roda empat milik A masuk ke basement.

" Silahkan, nona." Ajak Vano yang sudah berdiri di depan lift.

" Kak Vano lupa, ya. Sejak mansion ini di buat, aku belum pernah naik ini. Kak Vano pikir aku sudah jompo apa. Kita naik tangga saja! "

Vano melongo. Dia sampai lupa kebiasaan Azima.

Terpaksa lah ia mengikuti keinginan nona muda. Aneh juga kan nona muda naik tangga lalu dia ambil cara instan tanpa harus berlelah lelah.

" Jangan jadi malas. Umur kak Vano kan masih muda." Tegur Azima di sela langkah menapaki anak tangga satu persatu.

" Iya , nona. " Vano pasrah pasrah saja.

" Naik tangga seperti ini adalah olahraga kardio efisien yang bisa memperkuat otot jantung, melancarkan aliran darah dan oksigen, meningkatkan kebugaran, mengurangi resiko stroke dan melatih paru paru. Manfaat nya banyak, kan?"

" Iya nona, akan saya ingat."

" Bukan cuma di ingat, tapi harus di praktekkan. Kalau perlu, lantai 70 Sagara pun bisa kak Vano coba."

" Apa?" Wajah Vano pucat.

" Bercanda..." Azima cekikikan.

Mereka akhirnya tiba di depan kamar A.

Vano sudah bersiap mengetuk, lalu tiba tiba Azima memegangi handle pintu dan membukanya.

" Eh...." Vano melongo.

Mau bagaimana lagi. Pintu sudah terbuka dan Azima sudah melenggang masuk menghampiri A yang masih terlelap. Vano menggeleng. Beda cerita jika ia yang langsung nyelonong masuk.

(Untung adik nya, kalau aku , pasti sudah di PHK tanpa pesangon pula). Vano membatin.

" Mas..." Nada Azima pelan . Punggung tangannya menempel di kening A. " Masih demam." Gumam Azima.

" Mas...mas..ini Zizi." Zizi mengguncang pelan bahu A.

A membuka mata perlahan . Kepalanya terasa pening. " Mmm...Kamu sudah datang?"

" Iya."

" Minta tolong bibi siapkan makanan, kamu pasti lapar."

" Sebentar. Baru juga tiba. Mas sudah minum obat?" Azima duduk di pinggiran tempat tidur, memegangi tangan A yang terasa dingin,

" Sudah, tapi tidak mempan."

" Aku bantu kompres, nanti jika demamnya naik lagi, kita ke rumah sakit."

" Iya..."

Selesai sholat Maghrib, tubuh A semakin panas.

" Sebaiknya kita ke rumah sakit, mas."

" Mmmm...seluruh tulang ku rasanya ngilu." Suara A serak di sela rintihan.

Vano yang juga tinggal di mansion A mulai waspada. Baru kali ini ia melihat A demam sampai merintih kesakitan.

" Kak Van, ayo kita ke rumah sakit."

" Baik nona."

Akhirnya, sebuah infus terpasang di tangan kanan A. Sementara diagnosa dokter adalah infeksi bakteri, kemungkinan besar itu adalah salmonella typhi, sejenis bakteri gram negatif penyebab demam tifoid. Namun , butuh 3 atau 4 hari setelah demam untuk mendeteksi bakteri tersebut. Jadi, dokter berinisiatif mendeteksi lewat kultur darah, yang memungkinkan penetapan diagnosa lebih cepat dari seharusnya dan penanganan akan lebih akurat .

Kondisi A sekarang membaik setelah di beri cairan dan obat lewat infus. Demam nya berangsur turun .

" Zi.."

" Iya.."

" Aku mau pulang."

" Tunggu dulu, mas. Kita juga baru 2 jam di sini."

" Tapi aku sudah tidak apa apa."

Azima menghela nafas. Di atas meja, ada macbook yang biasa di pakai A bekerja. Tanpa ragu, Azima meraih benda itu dan membawa ke pangkuan A yang sedang berada dalam posisi setengah duduk.

" Ini..."

A melongo.

" Kamu mau pulang karena ini, kan? Kerjakan di sini saja!"

Vano yang duduk di sofa mengunyah buah tersenyum simpul melihat ketegasan Azima.

" Kak Van.."

Vano mengangkat kepala. " Iya.."

" Ayo kita cari makan."

" Iya , nona."

Vano mengikuti langkah Azima tanpa sedikitpun menoleh ke arah A.

Di lobby rumah sakit.

" Mau makan apa, ya.." Gumam Azima.

Jujur , ia tidak banyak mengenal tempat di kota Dubai , apalagi restoran. Mau makan ke resto milik A, tempatnya lumayan jauh dari rumah sakit. Azima tentu takut meninggalkan A terlalu lama.

" Di ujung jalan , ada kafetaria, nona. Selain minuman, ada beberapa jenis makanan yang di jual di sana."

" Ya sudah kita ke sana saja."

Karena tidak begitu jauh, kedua nya memilih berjalan kaki. Sepanjang jalan, Vano dan Azima terus bercengkrama. Mereka terlihat sangat akrab bak sepasang kekasih. Terkadang tertawa bersama, terkadang juga nampak serius bercerita.

Mereka tak menyadari jika ada seorang pengintai yang mengikuti mereka sejak meninggalkan rumah sakit.

Pengintai tak berpengalaman itu mulai resah dan gelisah.

Di mata nya, kedekatan itu adalah kemesraan . Sorot mata dan tutur kata menjadi kunci jawaban dari indra penglihatannya. Seharusnya, ia menghampiri, atau setidaknya nya bertanya.

Sayang, ia lebih memilih jalan yang bisa menghancurkan perasaan positif terkuat di lubuk hati terdalam dan mengubah perasaan itu menjadi sebalik nya.

" Dia tidak pernah bilang kalau ternyata , dia sudah punya tambatan hati."

...****************...

1
Novita Sari
lanjut thor..
Novita Sari
Alhamdulillah yg ditunggu akhirnya selesai juga... lanjut thor..
Uyi Adiraja
👍👍👍👍👍
Novita Sari
penasaran pertemuan zayn n ayyazh.lanjut thor..
Novita Sari
semangat zizi..
Novita Sari
lanjut thor...
viellia
dasar si A 🤦‍♀️
Nata Abas
tonjok aja aku rela banget azima buat mewakili annasya
Novita Sari
lanjut thor n semangat...
Novita Sari
zizi titisan umi grandma n marwa hhhhh
Novita Sari
aduh tambah seru lanjut thor
Novita Sari
Azam nikah sama anas besti zizi
sweet escape
🤌🤌🤌🤌🤌astogeh kekw
sweet escape
Wkkww kalau mas arga dulu memang pergi brp minggu setekah nikah dgn shafa tapi masih ada yg diminta utk mengawasi shafa , tapi kl ini bener bener d lupain istriny😂
sweet escape
Waaah ini sih nanti bucin beneran kayak opa grandpa
Fittar
marahin aja tuh si A zi biar sadar, jangan lupa suamimu juga dicerewetin ya
sweet escape
Ayazh ini nggk suka sama zizi karena cemburu atau karena ada huhunganny sama desaigner restoranny A
sweet escape
Wkkw dari awal zizi tuh udah buat popa suka kan sama dia🥰🥰🥰waktu di novelnya shafa kan ya
Novita Sari
Alhamdulillah cerita yang ditunggu ceritanya bagus
Novita Sari
baru hadir.semangat besti.... cerita yg di tunggu akhirnya update..
3 dhi: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!