Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berlatih
Waktu terus berjalan, tak terasa Jaka sudah hidup berdua dengan Elang itam penolongnya selama setahun Kini ia lebih memahami Elang itu
Keaaak
Elang itu berteriak dan mndorong Jaka masuk lebih dalam, biasanya ia hanya mengajak seperti biasa , dan Jaka menolak karena melihat goa bagian dalam itu sangat gelap, namun kini Elang itu terus mendorongnya
" Kak Elang di sana gelap, aku takut" seru Jaka saat Elang itu kembali mendorongnya
Keaaak
elang itu kembali berteriak, seakan mengatakan jangan takut aku ada di sini, karena terus di paksa Jaka mengangguk
" aku masuk tapi temani" ucap Jaka
"Keaaak"
elang itu berteriak dan manggut manggut
Dengan pelan Jaka melangkah kian dalam
" Pyar" saat ia menginjak batu secara tak sengaja ruangan goa itu menjadi terang , Jaka melihat ternyata ada sebuah mutiara bercahaya di tengah ruangan bagian dalam itu, dan tadi secara tak sengaja menginjak batu yang menjadi kunci membuka penutup Mutiara itu
" Indah sekali" gumam Jaka saat melihat ruangan bagian dalam itu sangat bagus, sebuah batu yang indah di papas rapi membentuk seperti ranjang batu, di dinding goa , beberapa lukisan orang dengan posisi silat tergambar rapi dan berurutan
Walau masih kecil, otak Jaka sangat pintar, ia juga sudah bisa membaca sejak berusia 4 tahun , jadi ia bisa membaca semua keterangan yang ada di gambar itu
" Aku harus mempelajarinya agar bisa mencari ibuku lagi!" gumam Jaka , ia mulai berlatih dari dasar, untuk makanannya ia tak perlu khawatir kakak elangnya selalu membawakan buah buahan yang segar dan manis
Ia berlatih dengan panduan Elang Hitam Besar itu, Elang hitam ternyata bisa melakukan gerakan jurus dengan kaki paruh dan sayapnya
Jaka tak menyadari jika gerakan Elang jurus silat, ia hanya terkadang meniru gerakan Elang itu karena tak jauh beda dengan gambar yang ada di dinding goa
" Keaaaak
Saat selesai berlatih tiba tiba Elang itu berteriak dan membungkukkan badannya,
" Ada apa kakak Elang?" Tanya Jaka bingung melihat Elang hitam merendahkan tubuhnya
" Keaaaak"
Elang itu berteriak dan menunjuk punggung nya dengan paruh
" Kau ingin aku naik? "Tanya Jaka
Keaaaak
Elang manggut,
" Tidak kakak Elang, kau lebih tua dariku aku tak boleh naik ke punggungmu itu tak sopan " Seru Jaka menolak, ia di besarkan dalam lingkungan yang baik, harus menghargai orang yang lebih tua apalagi Elang itu adalah penolongnya
Keaaaak
Namun Elang itu malah memaksa Jaka naik, ia mendorong tubuh Jaka ke punggungnya
" Maafkan aku kakak elang" Ucap Jaka ia mulai naik ke atas punggung Elang itu
" Wush"
" Aaaa"
Jaka berteriak kaget karena tiba tiba Elang Hitam langsung melesat ke atas padahal ia baru saja duduk
" Kaaak"
" Kaaaak
Elang Hitam bersuara seperti menertawakan Jaka
" Kakak Elang kau jahil!" Gerutu Jaka
Elang hitam itu membawa Jaka berkeliling di atas puncak Bukit, selama setahun ini, selain berlatih di goa baru kali ini ia keluar
" Kak Elang turun kesana!" Teriak Jaka saat ia melihat satu kereta kuda yang ia ingat, walau keadaan kereta kuda itu sudah rusak parah, ia masih mengenali simbol yang ada di dinding kereta kuda itu.
Elang hitam menukik dan turun dengan cepat kearah yang di maksud Jaka
Jaka turun dari punggung Elang, dan mulai memeriksa, kini ia yakin ini kereta kuda orang tuanya, simbol matahari tak bisa lagi di pungkiri
" Ayah ibu, kalian di mana? "Tanya Jaka entah pada siapa, ia masuk ke dalam kereta kuda dan memeriksa beberpa tempat yang di jadikan tempat rahasia untuk menyimpan barang berharga
Tok
Tok
Sraaak
Saat ia mengetuk sisi kanan meja satu kotak berukuran 20 centi jatuh
" Dengan cepat ia mengambil kotak itu dan memeriksa isinya
Di dalam Kotak, ia melihat kalung dan gelang emas yang sering di pakai ibunya, selain itu ada juga beberapa keping emas dan juga satu cap yang terbuat dari batu Giok.
Ia menaruh kembali semua ke dalam kotak, dan mulai mencari petunjuk, lambat laun ia teringat kembali ia dan ibunya disuruh lari menyelamatkan diri. Mereka berlari ke arah timur, Jaka segera melesat ke arah sana
Namun ia tak mendapat petunjuk Apapun
" Aku terjatuh ke dalam jurang, dan saat itu ibu sedang di ganggu oleh Macan Hitam, apa ibu selamat?" Gumam nya dalam hati
" Macan Hitam lihat pembalasanku nanti!" geram Jaka, Ia bertekad akan giat berlatih ia segera kembali ke dalam jurang bersama Elang Hitam
Pagi harinya Jaka berlatih ilmu meringankan tubuh, ia melompat dari satu pohon ke pohon yang lain di dasar jurang
sekarang tenaga dalamnya sudah cukup tinggi, kibasan tangannya mampu mengeluarkan angin kencang seperti sayap Elang, dan mampu menghancurkan batu berukuran sedang jika di fokuskan, di depannya Elang hitam juga melompat dari satu pohon ke pohon yang lain, ternyata Jaka mengikuti gerakan Elang itu,
Hiaaaaat
saat di pohon terakhir yang lebih jauh Jaka mengempos tenaganya dan melompat ke sisi Elang Hitam yang telah menunggunya
Tap
dengan indah Jaka berhasil mendarat di sisi elang Hitam.
KHwaaaak
Elang Hitam berseru senang melihat Jaka berhasil mendarat dengan tepat dengan jangkauan yang lebuh jauh
" Kak Elang, kita cari buah, aku haus dan lapar" ucap Jaka sambil memeluk sayap elang hitam
Kwaaaak
Elang Hitam mengangguk dan menyuruh Jaka naik ke punggungnya, Jaka mengira jika ia akan di bawa mencari buah ternyata Elang hitam menurunkannya di dalam goa, ia lalu melesat pergi
" Ah kakak Elang mengapa kau tak mengajak aku" gerutu Jaka, selepas Elang Hitam pergi ia masuk dan berlatih pernapasan mengumpulkan tenaga Dalam
Kwaaaak
entah berapa lama Elang Hitam kembali , di paruhnya satu jamur berwarna putih sedangkan di kedua kakinya ia membawa buah kelapa dan beberapa buah hutan lainnya
" Kakak Elang kau sudah kembali" seru Jaka senang , ia mengulurkan tangan ingin mengambil buah kelapa namun Elang hitam mencegahnya dan memberikan Jamur putih itu padanya
" Kak elang kau menyuruhku memakan jamur ini?" tanya Jaka
Elang Hitam manggut manggut
Jaka mengambil jamur itu, warna putihnya seperti salju dan dingin sat di pegang, dengan perlahan ia memakan jamur itu
saat Jamur itu habis di makannya , ia merasa udara terasa dingin, ia mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengusir hawa dingin .
buum
hawa murni di tubuh Jaka meledak membuat debu di sekitarnya berterbangan, rupanya Jamur Salju itu berkhasiat meningkatkan tenaga dalamnya kini tenaga dalamnya berlipat ganda, jika berlatih biasa ia akan membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai tingkatan tenaga dalam nya seperti sekarang