NovelToon NovelToon
Wasiat Tanpa Cinta

Wasiat Tanpa Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ndo' Anha

Demi menyelamatkan hak waris adiknya dari keserakahan sang kakak tiri, seorang CEO wanita yang berhati dingin terpaksa terjebak dalam pernikahan kontrak. Ia harus bersanding dengan pengacara mendiang ayahnya—pria yang memandangnya dengan kebencian, namun memegang kunci kekuatan hukum yang ia butuhkan.

Tempaan hidup yang keras telah membentuknya menjadi sosok yang tegas dan tak kenal lelah. Di bawah atap yang sama, tak ada ruang bagi cinta, hanya ada dendam yang membara di hati sang suami. Demi ambisi masing-masing, keduanya terpaksa memerankan sandiwara rumah tangga yang sempurna di mata dunia.

Akankah benih cinta tumbuh di sela-sela permusuhan mereka, ataukah perpisahan pahit yang menjadi akhir dari kesepakatan ini?

Mau tahu kelanjutan ceritanya? Jangan lupa baca di sini, ya. 🤗

Jangan lupa, like dan komentarnya sebagai penyemangat Author. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ndo' Anha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. WATACI

Malam semakin larut, dan suasana rumah sudah sangat sunyi. Adnan berbaring di kamar tamu, namun matanya menatap langit-langit dengan gelisah. Bayangan wajah Nika dan kecupan singkat di kantor tadi terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

Dengan tekad bulat, Adnan bangkit. Ia membuka pintu kamar tamu perlahan, melangkah berjinjit melewati kamar Elano yang tertutup rapat, dan berhenti di depan pintu kamar Nika.

Tok ... tok ...

Nika yang sedang membaca buku di atas ranjang tersentak. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu siapa yang berdiri di balik pintu itu. Dengan ragu, ia beranjak dan membukanya sedikit.

"Adnan? Kenapa ke sini? Nanti Elano bangun," bisik Nika cemas.

Adnan tidak menjawab, ia justru menyelinap masuk dan menutup pintu dengan cepat. Ia berdiri di depan Nika, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Suasana mendadak menjadi sangat manis sekaligus canggung.

"Soal yang di kantor tadi ..." Adnan membuka suara, suaranya rendah dan serak. "Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud lancang atau ... atau membuatmu bingung."

Nika menunduk, meremas ujung piyamanya. "Kenapa kamu melakukannya? Bukankah ada Vivian?"

Adnan terdiam sejenak. Ia melangkah satu tapak lebih dekat, membuat Nika bisa mencium aroma sabun dari tubuh suaminya. "Jujur, aku juga bingung, Nika. Aku tidak tahu kenapa tubuhku bergerak sendiri. Tapi saat melihatmu tadi, aku hanya merasa ... aku harus melakukan itu."

Adnan menatap lekat ke dalam mata Nika. "Aku minta maaf karena aku pengecut yang bahkan belum paham dengan perasaanku sendiri. Tapi aku sungguh-sungguh ingin minta maaf."

Melihat sisi rapuh Adnan, tembok pertahanan Nika perlahan mencair. Ia mendongak, membalas tatapan Adnan.

Adnan mengulurkan tangan, jemarinya hampir menyentuh pipi Nika yang merona. Jarak di antara mereka semakin terkikis, hingga napas mereka kembali bersatu dalam keheningan malam.

Tepat saat dahi mereka hampir bersentuhan ...

"Kaaaaak Nikaaaaa! Kakak belum tidur, kan?"

Suara cempreng Elano disertai gedoran pintu yang keras seketika menghancurkan suasana romantis itu.

Deg!

Adnan dan Nika meloncat mundur seolah baru saja tersengat listrik. Adnan panik, matanya liar mencari tempat bersembunyi.

"A-adnan, cepat! Di bawah kolong meja!" bisik Nika panik.

"Mana muat, Nika! Badan kuli begini disuruh masuk kolong!" protes Adnan sambil berbisik histeris.

"Kak Nika? Aku masuk ya? Aku mimpi buruk!" seru Elano lagi dari balik pintu, terdengar suara kunci yang mulai diputar.

Adnan tidak punya pilihan. Dengan gerakan kilat, ia langsung melompat ke atas tempat tidur Nika dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal, meringkuk seperti gundukan kain yang tidak mencurigakan.

Nika buru-buru duduk di pinggir ranjang, tepat di samping "gundukan" Adnan, dan mencoba mengatur napasnya yang tidak beraturan saat pintu terbuka.

Pintu terbuka lebar, menampakkan Elano yang berdiri dengan wajah bantal dan mata yang sedikit sembab. Tanpa aba-aba, ia langsung menghambur ke arah Nika dan duduk di sisi ranjang yang kosong, tepat di sebelah selimut yang sebenarnya adalah Adnan yang sedang menahan napas.

"Kak ... aku mimpi buruk banget," adu Elano dengan suara serak. Ia memeluk bantal guling Nika dengan erat.

"Aku mimpi Kak Adnan jahat lagi sama Kakak. Aku takut banget kalau nanti dia buat kakak sakit hati. Aku nggak mau Kakak sedih terus."

Nika tertegun. Di satu sisi, hatinya tersentuh oleh kekhawatiran adiknya. Di sisi lain, ia bisa merasakan tubuh Adnan di balik selimut itu menegang mendengar namanya disebut sebagai sosok antagonis dalam mimpi Elano.

Nika mengusap bahu Elano dengan lembut, mencoba menenangkan adiknya sekaligus memberi sinyal pada Adnan agar tetap diam.

"El, dengerin Kakak," ucap Nika tenang. "Kakak hargai banget kamu mau jagain Kakak. Kamu sekarang udah jauh lebih berani dan bijak, El. Kakak bangga punya adik kayak kamu yang selalu pasang badan buat kakaknya."

Elano mendongak, matanya berkaca-kaca. "Tapi aku takut dia cuma pura-pura baik, Kak."

"Manusia bisa berubah, El. Kita harus waspada, tapi jangan sampai ketakutan itu bikin kita jadi orang yang penuh benci. Kalaupun nanti ada yang nggak beres, Kakak janji akan lebih kuat. Karena sekarang ada kamu yang jagain Kakak, kan?"

Di bawah selimut, Adnan merasa seperti berada di dalam sauna. Oksigen mulai menipis, dan debu halus dari serat kain selimut mulai menggelitik hidungnya.

Hatchii—!

Hampir saja suara itu meledak. Adnan sudah mengambil ancang-ancang untuk bersin, namun dengan gerakan refleks yang luar biasa cepat, Nika langsung menekan gundukan selimut itu, sambil berpura-pura menguap sangat lebar.

"Haaa-aaa-uuummm! Duh, El ... Kakak juga udah ngantuk banget ternyata," ujar Nika dengan nada yang dibuat-buat.

Elano mengucek matanya, tidak menaruh curiga. "Oh, Kakak capek ya? Ya udah, aku balik ke kamar. Tapi Kakak janji ya, jangan terlalu percaya sama orang kayak kak Adnan."

"Iya, El. Janji. Sekarang tidur ya, udah malem banget," tutup Nika sambil mengantar adiknya dengan pandangan mata hingga pintu tertutup rapat dan suara kunci berbunyi klik.

Nika menyandarkan punggungnya di pintu, mengembuskan napas lega yang sangat panjang.

"Adnan, keluar! Elano sudah pergi," bisiknya setengah berteriak.

Nika melangkah mendekati ranjang dan menyibak selimut tebal itu dengan kasar. Bersiap mengomelinya. Namun, kalimat yang sudah di ujung lidah itu mendadak hilang.

Adnan masih di sana, meringkuk miring. Matanya terpejam rapat, napasnya teratur dan dalam. Ternyata rasa pengap, ketegangan, dan kelelahan emosional malam itu justru membawanya ke alam mimpi.

"Bisa-bisanya dia tidur setelah bikin jantung orang mau copot," gumam Nika pelan.

Nika urung membangunkannya. Ia hanya bisa menatap suaminya itu dengan perasaan campur aduk.

Akhirnya, Nika hanya mengambil selimut lain dan duduk di kursi belajar, memutuskan untuk terjaga.

1
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
mampuss luu🤣🤣
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: bahagianya ibuk🤣
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wahh ada niat terselubung apa lagi si vivian ini
Resa05
novelnya keren thor, semoga makin rame semangat up terus!
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Aamiin,. makasih kak🙏
total 1 replies
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
aduhh ibuk... 🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lahh kenapa nggak tidur bareng aja nika🤣🤣
Aldinakbar
bangun Elano jangan hanya berlindung dibalik kakakmu Bangun dan lindungi kakakmu selayaknya pria sejati
Aldinakbar
17 tahun udah bukan anak anak lagi harusnya udah ngerti,kebanyakan dimanja sih
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Iya kadang karena dia anak laki" perhatiannya dengan anak perempuan berbeda.
total 1 replies
Raine
nika yg badas kenapa jodohnya adnan sih, coba ceo kaya juga biar otaknya setara
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂: Jodoh gak ada yg tau ya kak🤭
total 1 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
cieee udah mulai naksir🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: wkwkwk iya yi🤣🤣
total 2 replies
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
iyalah.. nika istri nya, kmu cuma mantan/Tongue//Tongue//Tongue/
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
syukurin🤣🤣🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hayo lohh Adnan, kmu pilih siapa?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐: harus nya istri lahh🤭🤭
total 4 replies
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Violin≛⃝⃕|ℙ$☘𝓡𝓳
Astaga belum juga kering makamnya udah sibuk masalah warisan
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©иαвιℓℓαˢ⍣⃟ₛ☕︎⃝❥
wahhh salut sama Nika wanita yg gak gampang ditindas, tapii ituu yg kenaa vas siapaa yaa?🤔🤭
༄ℒ⃟ouಡ≛⃝⃕ʸᵢ✧꧂
Jawabannya ada di bab selanjutnya ya buk.. sumpah aku bener" keteteran ini buk nulisnya🤣
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
apa Adnan ya yg menyelamatkan nika?
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika🥺🥺🥺
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian nika
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
wkwkwkwk kesian adnan🤭🤭
🟡Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
jngn bilang gaby kenap2 ya thor🥺🥺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!