NovelToon NovelToon
Si Jenius Pasar Saham

Si Jenius Pasar Saham

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: (Rahu)l

Theo, seorang bocah jenius dengan pemahaman luar biasa tentang pasar modal, lahir di keluarga yang serba kekurangan. Kehidupannya yang sederhana berbanding terbalik dengan kecemerlangannya dalam menganalisis grafik saham dan memprediksi tren pasar. Suatu ketika, sebuah kesempatan tak terduga datang saat ia menemukan sebuah buku tua berisi strategi investasi legendaris. Dengan modal nekat dan kecerdasannya yang tak tertandingi, Theo mulai merintis jalan dari nol. Ia bertekad membuktikan bahwa kecerdasan finansial dapat mengubah nasib, bahkan bagi anak dari keluarga miskin sekalipun, dan membawa keluarganya keluar dari jurang kemiskinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon (Rahu)l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Ambisi Ratna

Di sebuah kantor kecil yang tertata rapi, Ratna tengah disibukkan dengan pekerjaannya. Kantornya bergerak di bidang konsultan bisnis, sebuah bidang yang ia geluti dengan penuh dedikasi. Sekilas, melihat wajahnya yang lembut dan keibuan, orang mungkin hanya melihatnya sebagai seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, di balik penampilannya yang tenang, tersimpan kecerdasan dan ketajaman bisnis yang luar biasa.

Kesuksesan almarhum suaminya, Baskara, di masa lalu, tidak lepas dari peran penting Ratna sebagai konsultan pribadi. Ia adalah otak di balik banyak strategi brilian Baskara, namun ia memilih untuk tetap berada di balik layar, mendukung suaminya dengan sepenuh hati. Setelah kepergian Baskara, Ratna sempat terpuruk dalam kesedihan yang mendalam. Namun, seperti phoenix yang bangkit dari abu, ia kini telah menemukan kembali kekuatannya.

Ratna telah bangkit dari keterpurukannya. Ia tidak hanya membangun kembali kariernya, tetapi juga diam-diam mulai menyusun sebuah rencana besar. Rencana yang matang, penuh perhitungan, dan ditujukan untuk satu tujuan: menghancurkan Rendra. Rendra, pria yang ia yakini sebagai penghianat suaminya, yang telah merusak kehidupan Baskara dan keluarganya. Kemarahan dan keinginan untuk membalas dendam membara dalam hatinya, namun ia menyembunyikannya di balik ketenangan dan profesionalismenya. Ia tahu, ini akan menjadi pertarungan panjang, dan ia siap untuk memainkannya dengan sempurna.

...****************...

Di tengah kesibukannya menelaah laporan keuangan, asisten Ratna mengetuk pintu ruangannya dengan sopan. "Permisi, Bu Ratna," ujarnya. "Ada tamu yang ingin bertemu. Beliau mengatakan bernama Pak Wijaya."

Mendengar nama Pak Wijaya, Ratna langsung mengangkat kepalanya. Ada sedikit keterkejutan di matanya, namun ia segera mengendalikan diri. Pak Wijaya. Sosok yang sangat berarti baginya. Keluarga Wijaya adalah orang-orang yang telah banyak membantunya, terutama setelah kepergian Baskara. Mereka adalah orang-orang yang membukakan pintu kesempatan baginya untuk bangkit kembali, dan yang terpenting, mereka telah memberikan kesempatan emas bagi Theo untuk bersekolah di sekolah elit, Glory School.

"Pak Wijaya? Tentu, persilakan beliau masuk," ujar Ratna, nadanya tegas namun ramah. Ia segera merapikan mejanya, bersiap menyambut tamunya.

Tak lama kemudian, Pak Wijaya memasuki ruangan Ratna. Ia tersenyum hangat, dan Ratna membalasnya dengan senyum yang sama.

"Terima kasih sudah mau meluangkan waktu, Bu Ratna," sapa Pak Wijaya.

"Sama-sama, Pak Wijaya. Justru saya yang berterima kasih atas kedatangan Bapak," jawab Ratna. Ia mempersilakan Pak Wijaya duduk. "Ada angin apa Bapak datang kemari?" tanyanya, rasa ingin tahu mulai membuncah. Ia tahu Pak Wijaya tidak akan datang tanpa alasan penting.

Pak Wijaya duduk di kursi yang berhadapan dengan Ratna. Wajahnya tampak serius. "Saya datang kemari karena ada informasi penting mengenai Rendra," katanya, langsung ke pokok persoalan.

Mendengar nama Rendra disebut, seketika sorot mata Ratna berubah. Ketegangan terpancar dari raut wajahnya. Ia tahu, ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, siap mendengarkan setiap kata yang akan keluar dari mulut Pak Wijaya. "Rendra?" tanyanya,

...****************...

Mendengar nama Rendra disebut, seketika sorot mata Ratna berubah. Ketegangan terpancar dari raut wajahnya. Ia tahu, ini adalah momen yang ia tunggu-tunggu. Ia mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, siap mendengarkan setiap kata yang akan keluar dari mulut Pak Wijaya.

"Rendra?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar karena emosi yang tertahan. "Ada apa dengan Rendra?"

Pak Wijaya menghela napas. "Rendra berencana ingin mengakuisisi sebuah perusahaan kosmetik di luar negeri," jelasnya. "Namun, pihak perusahaan tersebut masih belum memberikan lampu hijau. Mereka sedang mempertimbangkan tawaran itu, dan berencana untuk mencari seorang konsultan bisnis yang handal untuk mengevaluasi proposal Rendra."

Ratna mendengarkan dengan seksama. Informasi ini sangat berharga. Ia bisa merasakan sebuah peluang mulai terbuka di hadapannya.

"Dan menurut informasi yang saya dapatkan," lanjut Pak Wijaya, menatap Ratna lekat-lekat, "mereka sedang mencari konsultan yang benar-benar mumpuni. Ini kesempatan bagus untuk Anda, Bu Ratna."

Ratna terdiam sejenak, memproses informasi tersebut. Wajahnya menunjukkan ketertarikan yang mendalam. "Hmm... menarik," gumamnya pelan, matanya menerawang, seolah sudah membayangkan langkah-langkah yang akan ia ambil. Peluang ini bukan hanya sekadar kesempatan bisnis, tetapi juga sebuah jalan untuk mendekati Rendra, untuk menguak lebih banyak kebusukannya, dan mungkin, untuk mulai menjalankan rencananya.

"Saya tahu Anda memiliki kemampuan yang luar biasa, Bu Ratna," ujar Pak Wijaya, seolah membaca pikiran Ratna. "Dan saya yakin, Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jika Anda tertarik, saya bisa membantu Anda untuk dihubungkan dengan pihak perusahaan tersebut."

Ratna tersenyum tipis, senyum yang penuh perhitungan. "Terima kasih banyak, Pak Wijaya. Saya sangat menghargai bantuan Anda." Ia menarik napas dalam,

...****************...

Tentu, ini kelanjutan Bab 20:

Bab 20: Ambisi Ratna (Lanjutan)

Ratna tersenyum tipis, senyum yang penuh perhitungan. "Terima kasih banyak, Pak Wijaya. Saya sangat menghargai bantuan Anda." Ia menarik napas dalam, keyakinan mulai terpancar dari sorot matanya. "Baiklah kalau begitu," katanya, nadanya mantap. "Nanti kita jadwalkan pertemuan dengan mereka."

Pak Wijaya mengangguk, merasa puas dengan respons Ratna. Ia tahu bahwa Ratna adalah wanita yang tepat untuk tugas ini. "Bagus," ujarnya. "Saya akan segera mengatur jadwalnya. Anda akan saya hubungi kembali."

Suasana di ruangan itu terasa sedikit lebih ringan, namun ketegangan yang menyelimuti Rendra masih terasa. Ratna memandang Pak Wijaya dengan tulus. "Saya tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa atas kebaikan keluarga Wijaya kepada saya dan anak saya," ucapnya, suara Ratna terdengar sedikit serak karena haru. "Bantuan Bapak dan keluarga telah sangat berarti bagi kami."

Pak Wijaya tersenyum menenangkan. "Tidak perlu sungkan, Bu Ratna. Kami hanya melakukan apa yang kami bisa. Theo adalah anak yang baik, dan ia pantas mendapatkan kesempatan yang terbaik. Dan Anda, Bu Ratna, adalah wanita yang kuat dan cerdas. Saya yakin Anda akan berhasil."

Percakapan mereka berlanjut sebentar, membahas detail kecil lainnya terkait rencana pertemuan. Setelah Pak Wijaya pamit, Ratna kembali duduk di kursinya, namun kini dengan energi yang berbeda. Pikirannya berputar cepat, merencanakan strategi. Rendra, ia akan segera berhadapan dengannya. Dan kali ini, Ratna tidak akan membiarkan Rendra lolos begitu saja.

...****************...

Setelah Pak Wijaya pamit, Ratna kembali duduk di kursinya, namun kini dengan energi yang berbeda. Pikirannya berputar cepat, merencanakan strategi. Rendra, ia akan segera berhadapan dengannya. Dan kali ini, Ratna tidak akan membiarkan Rendra lolos begitu saja.

Ia membuka laptopnya, jemarinya mulai menari di atas keyboard. Ia mulai mencari informasi tentang perusahaan kosmetik yang akan diakuisisi Rendra. Ia perlu memahami seluk-beluk bisnis tersebut, kekuatan dan kelemahan mereka, serta potensi pasar yang bisa dieksploitasi. Semakin banyak informasi yang ia kumpulkan, semakin jelas gambaran strategi yang bisa ia terapkan.

Ratna tahu, ini bukan hanya tentang bisnis. Ini adalah tentang keadilan bagi Baskara. Ini adalah tentang membalas pengkhianatan yang telah merenggut kebahagiaan keluarganya. Ia menarik napas dalam, merasakan tekad yang semakin menguat dalam dirinya. Ia akan menggunakan kecerdasan dan pengalamannya sebagai konsultan bisnis untuk menjegal Rendra. Ia akan memanfaatkan setiap celah, setiap kelemahan, untuk memastikan Rendra tidak akan pernah berhasil dalam rencananya.

Senyum tipis kembali terukir di bibirnya. Senyum seorang pejuang yang siap terjun ke medan perang. Pertarungan melawan Rendra telah dimulai, dan Ratna siap untuk memenangkan setiap pertempuran. Ia akan membuktikan bahwa ia tidak hanya sekadar seorang ibu rumah tangga, tetapi seorang wanita bisnis yang tangguh, yang mampu melindungi keluarganya dan menegakkan keadilan.

1
Tosari Agung
hati hati Rendra Theo dan anakmu yang belum tentu di pihakmu akan membuat serangan saham yang menukik 🤣🤣🤣🤣🤣
Rahul: aman, author akan membuat cerita semenarik mungkin🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!