NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Fitra yang bandel

"Eeeeeh sakiiiit." Fitra merintih kesakitan karena dada dia terasa sangat panas.

"Bu ini luka parah, kenapa luka nya bisa begini?!" Ican saja sampai kaget tidak percaya.

"Ya Allah, kamu kenapa kok bisa dapat luka begini Fit? apa kamu bertengkar dengan teman mu!" Bu Indah juga kaget sekali melihat luka sang anak.

"Sakit sekali, panas terasa dada ku sekarang." rintih Fitra dengan mata terpejam.

"Ayo kita kerumah sakit saja untuk periksa, Bang." ajak Ican karena dia juga memiliki uang untuk membayar pengobatan itu.

"Tidak! Aku tidak mau ke rumah sakit." Fitra langsung menolak karena selama ini dia memang takut dengan jarum suntik.

Bu Indah mendekat untuk memeriksa luka sang anak apakah memang sangat parah karena sejak tadi Putra sulung dia terus saja merintis dan merasakan sakit tidak terkira, dan ketika dia melihat dengan seksama maka luka itu terlihat sangat mengerikan karena mengeluarkan darah serta cairan berwarna putih yang mirip sekali dengan nanah.

Kalau melihat keadaan yang seperti ini maka Bu Indah menduga bahwa luka tersebut sudah cukup lama namun Fitra menyembunyikan luka tersebut, padahal itu luka baru tadi malam Fitra dapatkan ketika dia bertemu dengan arwah dari calon istri yang telah dia sia-siakan selama ini, tapi tentu saja Bu Indah tidak akan percaya bila Fitra mengatakan apa adanya tentang pertemuan itu.

Ican juga merasa ngeri ketika melihat luka yang di alami oleh Fitra itu karena sudah menimbulkan aroma yang tidak sedap, ini sekitar luka sudah seminggu atau dua minggu yang lalu karena cukup mengerikan sekali dengan keadaan yang ada di bagian dada.

Namun bila luka ini memang sudah lama lalu mengapa fitrah baru sekarang merasakan sakit seperti itu dan dia baru merintih, selama ini Dia terlihat biasa saja dan tidak mengalami luka walau hanya sedikit dan itu tentu menjadi pertanyaan besar untuk mereka semua yang ada di dalam rumah ini sekarang.

Mengapa mendadak saja luka itu ada dan dia juga seolah tidak sanggup lagi untuk menahan rasa sakit yang ada di dalam tubuh ini, Bu Indah memang menjadi kebingungan namun dia masih berusaha keras untuk membawa Fitra ini ke rumah sakit agar mereka segera bisa mengobati penyakit pemuda ini sekarang.

Kalau untuk Pak Bujang sendiri maka dia pasti tidak akan pernah peduli dan beranggapan bahwa pemuda ini hanya akan menyusahkan keluarga mereka saja, orang tua itu memang sudah sangat muak dan tidak ingin memiliki urusan dengan Putra sulung dia sendiri, sebab selama ini kelakuan Fitra juga sangat keterlaluan kepada keluarga dia.

"Bang, ayolah kita berangkat sekarang ke rumah sakit." Ican berusaha untuk membujuk.

"Apa kau tidak punya telinga sama sekali? Aku bilang tidak mau ya tidak mau!" sentak Fitra yang sudah terlanjur emosi.

"Adik mau itu berusaha bersikap baik agar kau bisa mendapat pengobatan, Kamu ini kenapa kok selalu saja mudah emosi seperti itu." Bu Indah walau kesal namun tetap berusaha berkata lembut.

"Belikan aku sabu, setelah aku memakan barang itu maka aku tidak akan merasakan sakit lagi." Fitra masih saja teringat dengan barang haram itu.

"Gila ya kau, Bang!" Ican langsung marah karena dalam keadaan seperti ini dia masih saja teringat dengan barang seperti itu.

"Maka keluar dari kamarku sekarang bila kau tidak ingin membelikan aku itu!" Fitra mengusir sang adik keluar dari dalam kamar.

"Astaga, kapan kau akan berubah Nak?" Bu Indah sungguh frustasi dengan kelakuan anak sulung dia ini.

"Tutup mulut kalian semua dan jangan ikut campur urusan yang aku miliki." Fitra masih tetap saja menyala.

Ican yang mulai merasa muak segera keluar dari kamar karena dia juga tidak ingin melanjutkan perdebatan yang tidak ada faedahnya ini, yang penting dia tadi sudah berusaha menjadi adik yang baik dan mengajak Fitra berobat ke rumah sakit agar luka itu tidak semakin parah, tapi karena mendapat penolakan seperti itu maka dia juga tidak akan memaksa dan lebih baik untuk segera keluar saja.

"Huuuh ada saja masalah yang datang." keluh Ican sambil keluar rumah.

"Kenapa dengan Abang mu?" Pak Bujang masih bertanya karena dia juga mendengar keributan tadi.

"Abang mengalami luka pada bagian dada tapi dia mau aku ajak berobat malah menolak." Ican menjawab pelan.

"Obat dia tentu saja tidak ada di rumah sakit karena pikiran Fitra hanya akan pergi ke barang haram itu saja." Pak Bujang sudah sangat hafal dengan sang anak.

"Apa kita masukkan saja dia ke rehabilitas ya, Yah?" Ican meminta pendapat kepada Pak Bujang.

"Ah sudahlah tidak usah kau urus dia itu karena tidak akan ada guna juga, nanti hanya akan membuang uang." Pak Bujang menolak usul dari sang anak.

"Mau sampai kapan dia akan terus begitu sedangkan usia Abang saja sekarang sudah mau tiga puluh tahun." keluh Ican.

Pak Bujang juga hanya diam saja karena tidak tahu mau menjawab apa dan bagaimana untuk mengambil keputusan atas hidup Fitra ini, meski dirinya adalah seorang ayah namun tetap saja Dia tidak memiliki kuasa yang cukup berat karena itu adalah keputusan untuk Fitra sendiri saat dia akan menentukan hidup ini akan dia bawa kemana.

"Mumpung kau ada di sini, Ayah ingin minta tolong kepada dirimu." Pak Bujang berkata dengan sangat serius sehingga membuat Ican agak takut juga.

"Apa, Ayah?" Ican menoleh kepada Pak Bujang.

"Airin itu kan sekarang sedang dalam masa pencarian, Aldo juga sudah pulang ke desa ini jadi ayah mau agar kau bekerja sama dengan Aldo untuk mencari Airin." pinta Pak Bujang.

Ican menelan ludah dengan susah payah Karena sekarang dia malah harus mencari keberadaan calon kakak ipar dia yang entah ada di mana, agak ngeri juga namun mau bagaimana lagi karena dia juga harus membantu keluarga Airin untuk menemukan keberadaan gadis itu yang sampai sekarang masih belum diketahui ada di mana.

"Aldo ada di desa ini sekarang sehingga kau bisa bekerja sama dengan dia." ujar Pak Bujang kembali.

"Apa Kak Airin itu memang tidak ada kabar sedikit saja?" Ican bertanya dengan nada serius.

"Tidak, dan yang membuat Ayah resah adalah Fitra sama sekali tidak peduli dengan hal itu." jawab Pak Bujang.

Ican menarik nafas panjang Karena dia juga sudah mulai merasa curiga dan ada rasa takut di dalam hati bila nanti ternyata Fitra berhubungan dengan Airin yang hilang entah ke mana itu, jadi sekarang dia harus memantapkan hati untuk mencari tahu dan akan menemui Aldo terlebih dahulu agar mereka bisa membicarakan tentang masalah Airin ini.

Selamat pagi, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
Ayuk Witanto
lebih baik katakan saja yoga daripada kau merasa bersalah
Ayuk Witanto
tunggulah giliran mu
neni nuraeni
lnjuttt
Ayuk Witanto
salsa nya Davin
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
semoga dengan yoga mengaku nanti kamu aman dari kematian 🙏🙏
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!