NovelToon NovelToon
DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan besar, berdiri seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun.
Tubuhnya ramping, kulitnya agak gelap karena sering terpapar sinar matahari, namun sorot matanya memancarkan keteguhan yang jarang dimiliki anak-anak muda seusianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Perintah Sang Pemilik

(Langkah Besar Dimulai)

Matahari baru saja menyingsing, menyelinap masuk lewat kaca jendela besar ruang rapat utama di gedung pusat PT RAKA KARYA UTAMA. Di dinding tergantung foto besar almarhum Raka, ayah Rian, mengawasi ruangan itu dengan tenang. Hari ini, suasana di ruangan itu berbeda, jauh lebih serius dan penuh beban.

Di kursi utama, tempat di mana dulu ayahnya duduk, kini duduk Rian. Dia sudah berpakaian rapi dengan kemeja kerja berlogo perusahaan, wajahnya tenang namun berwibawa luar biasa. Di atas meja besar dari kayu jati itu, terbentang denah raksasa yang baru saja kami selamatkan kemarin malam: cetak biru lengkap Proyek Pengamanan Sumber.

Semua kepala divisi, kepala proyek, dan arsitek senior duduk rapi di sekeliling meja. Mereka semua menunggu perintah dari pemimpin muda mereka.

Rian berdiri perlahan, seluruh mata tertuju padanya. Dia tidak lagi terlihat seperti pemuda yang pernah bingung memimpin perusahaan raksasa sendirian. Dia terlihat seperti pemimpin yang lahir untuk posisi ini.

"Selamat pagi," ucap Rian, suaranya tenang namun bergema memenuhi ruangan. "Kalian semua tahu saya memimpin perusahaan ini sejak masih muda, setelah Ayah meninggal dunia. Banyak yang meragukan kemampuanku, banyak yang berpikir saya cuma 'anak bos' yang mewarisi harta saja."

Dia menunjuk denah di meja.

"Tapi hari ini, saya buktikan bahwa saya memimpin perusahaan ini dengan hak dan tugas yang sah. Selama ini kita membangun gedung, jembatan, dan jalan raya. Itu semua proyek komersial untuk menjaga perusahaan tetap berjalan. Tapi itu bukan Karya Utama kita. Nama besar perusahaan kita: PT RAKA KARYA UTAMA, diambil dari satu tujuan utama yang tertunda selama ratusan tahun. Dan hari ini, saya umumkan: kita akan kerjakan tujuan itu."

Rian mulai menjelaskan detail teknis dengan percaya diri luar biasa, menjelaskan struktur bangunan, kedalaman pondasi, dan fungsi pengamanannya. Dia menjelaskan seolah dia sudah menghafal semua ini sejak lahir.

"Proyek Pengamanan Sumber bertujuan membangun struktur pelindung di atas situs bukit utara. Secara tampilan luar, ini akan berupa gedung dua lantai berfungsi sebagai pusat penelitian. Namun secara struktur bawah tanah, ini akan menjadi bangunan paling kokoh yang pernah kita buat. Kita akan menanam tiang pancang sedalam lima puluh meter, memasang sistem penyeimbang tekanan, dan mengunci segala aliran energi di bawah sana. Tujuannya mutlak: KESELAMATAN."

Seorang arsitek senior bertanya, "Pak Rian, apakah ada hambatan berarti? Mengapa harus secepat ini dieksekusi?"

Wajah Rian mengeras, sorot matanya tajam.

"Ada. Hambatannya adalah Paman Dika, saudara kandung almarhum Ayah. Dulu dia arsitek kita, tapi ayahku yang memecatnya karena dia ingin mengubah tempat ini menjadi alat kekuasaan berbahaya. Dia kembali, dan dia berniat menghancurkan lokasi itu. Dia ingin membalas dendam pada ayahku dengan cara menghancurkan warisan terbesar kita. Dia ingin melihat PT Raka Karya Utama runtuh."

Rian menatap semua orang satu per satu.

"Tapi dia salah. Dia lupa bahwa sekarang perusahaan ini ada di tanganku. Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun merusak apa yang ayahku lindungi sampai akhir hayatnya. Mulai hari ini, saya ambil alih langsung kendali lapangan. Arka dan Rina akan selalu ada di lokasi sebagai penasihat khusus saya. Segala perubahan sedikit pun harus dilaporkan langsung ke saya."

Rapat berlangsung berjam-jam. Semua peralatan, material, dan jadwal kerja sudah disusun. Tidak ada lagi keraguan, tidak ada lagi tanya jawab. Semua orang paham bahwa ini adalah proyek suci perusahaan mereka.

Selesai rapat, Rian mengajakku dan Rina ke teras belakang kantor, tempat kami bisa melihat cakrawala ke arah utara, ke arah bukit tempat reruntuhan itu berada. Angin pagi bertiup sejuk. Di sana, tergantung foto ayahnya, Rian menatapnya dengan pandangan lega.

"Akhirnya..." gumam Rian pelan. "Ayah... aku laksanakan apa yang kau tinggalkan. Aku bukan lagi anak kecil yang kau tinggalkan sendirian. Aku pemimpin PT Raka Karya Utama sekarang. Dan aku akan selesaikan Karya Utama kita."

Dia menoleh ke kami, senyum percaya diri mengembang di wajahnya.

"Apa yang aku bayangkan di akhir Bab 14 dulu, rencana yang cuma ada di kepalaku... besok akan mulai menjadi kenyataan. Aku benar-benar akan membangun sesuatu yang hebat, sesuatu yang bermakna, dan sesuatu yang akan membuat namaku dikenang layaknya ayah dan kakekku."

"Dan ingat," kataku sambil menepuk bahunya. "Ini baru permulaan. Tantangan terbesar bukan saat membangun, tapi saat menjaga proses pembangunan itu berjalan lancar. Paman Dika tidak akan diam saja melihatmu menyelesaikan apa yang dia gagalkan dulu, apalagi melihatmu memimpin perusahaan yang dia inginkan."

"Aku tahu," jawab Rian tegas. "Tapi aku tidak sendirian. Ada seluruh kekuatan PT Raka Karya Utama di belakangku, ada kalian berdua, ada Kakekmu yang menjaga dari bawah, dan ada semangat Ayah yang menuntunku. Dika cuma punya ambisi dan dendam. Dia tidak punya tim, tidak punya rencana benar, dan tidak punya hak. Hak ada di pihakku. Kekuatan ada di pihakku. Dan kemenangan pun akan ada di pihakku."

Rina menatap kami berdua bergantian.

"Besok pagi. Jam tujuh tepat. Sang pemimpin akan hadir di lokasi untuk penanaman patok pertama."

"Siap," jawab kami serentak.

Di kejauhan, di balik kabut tipis, bukit itu tampak tenang. Tapi kami tahu, di sana pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai. Pertempuran antara pembangun dan perusak, antara pewaris sah dan perampas, antara rencana suci dan ambisi kotor. Dan di tengah semua itu, berdiri kokoh nama besar: PT RAKA KARYA UTAMA, dipimpin oleh Rian sang pewaris tunggal.

1
Indra P.
lanjutkannnn
Indra P.
mantappp.....inspirasi yg hebatt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!