NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:959
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: TARUHAN NYAWA DI TENGAH KOBARAN API

Bab 20: Taruhan Nyawa di Tengah Kobaran Api

Lidah api menjilat langit-langit gudang dengan sangat cepat, melahap kayu-kayu tua dan tumpukan kain yang tersiram bensin. Suhu di dalam ruangan naik drastis dalam hitungan detik. Asap hitam pekat mulai memenuhi langit-langit, membuat pandangan menjadi kabur dan napas terasa mencekik.

"Siska! Kau gila! Aku masih di sini!" teriak Hendra panik. Wibawa pengusaha besar itu lenyap seketika, digantikan oleh ekspresi ketakutan seorang pria tua yang terjepit maut.

Siska tidak peduli. Di lantai dua, ia tertawa histeris sambil menatap kobaran api yang mulai mengepung Tyas. "Biar semuanya terbakar, Papa! Biar Aruna tahu rasanya kehilangan segalanya di depan matanya sendiri!"

"Raka, Bara! Amankan Hendra, jangan biarkan dia lari! Adrian, cari jalan keluar cadangan!" perintah Aruna sambil menutupi hidungnya dengan kerah jaket. "Aku akan mengambil Tyas!"

"Aruna, jangan! Apinya terlalu besar!" teriak Adrian, mencoba meraih tangan Aruna, namun Aruna sudah lebih dulu melesat menerjang panas.

Aruna berlari menembus tirai api yang mulai menutup jalan menuju tengah ruangan. Matanya perih terkena asap, namun ia melihat Tyas mulai tersadar karena panas yang menyengat kulitnya. Tyas meronta di kursinya, namun ikatannya terlalu kuat.

"Mama... Mama..." gumam Aruna pelan, membayangkan wajah Kenzo untuk memberinya kekuatan. Ia tidak boleh mati di sini.

Aruna sampai di depan Tyas. Ia mencabut pisau lipat yang diberikan Raka tadi dan mulai memotong tali pengikat Tyas dengan membabi buta. Tangan Aruna melepuh terkena hawa panas dari kursi besi itu, namun ia tidak berhenti.

Sreeet! Tali terakhir putus.

"Tyas, bangun! Kita harus lari!" Aruna memapah tubuh Tyas yang lemas.

Tiba-tiba, sebuah balok kayu besar yang terbakar jatuh dari atap, menghantam lantai tepat di samping mereka.

BRAAAK!

Api menyembur ke arah mereka. Aruna terlempar, namun ia segera bangkit dan menarik kerah baju Tyas.

Sementara itu, di lantai dua, Siska mencoba melarikan diri lewat jendela belakang. Namun, ia tidak menyadari bahwa struktur bangunan sudah mulai rapuh. Lantai kayu tempatnya berdiri berderak keras.

"Arunaaaaa!" Siska menjerit saat lantai itu runtuh.

Siska jatuh ke lantai bawah, tepat di area yang dikelilingi api. Kakinya tertindih reruntuhan, membuatnya tidak bisa bergerak. Ironisnya, ia kini terjebak di dalam neraka yang ia ciptakan sendiri.

"Papa! Tolong aku!" teriak Siska ke arah Hendra yang sedang diborgol oleh Raka di dekat pintu keluar.

Hendra menatap putrinya dengan tatapan nanar, namun Bara menariknya keluar tepat sebelum bagian atap lainnya ambruk. "Sudah terlambat, Pak. Polisi sudah di depan!"

Aruna, yang sudah berada dekat pintu keluar bersama Tyas, menoleh ke belakang. Ia melihat Siska yang meronta di tengah api. Untuk sesaat, hati Aruna goyah. Rasa kemanusiaannya bergejolak melihat wanita yang paling ia benci itu sedang meregang nyawa.

"Aruna! Ayo keluar! Gudang ini akan meledak!" teriak Adrian dari arah luar.

Aruna menatap Siska. Siska menatap Aruna dengan mata yang penuh kebencian sekaligus ketakutan yang luar biasa.

"Kau ingin aku menyelamatkanmu, Siska?" teriak Aruna di tengah deru api. "Sama seperti saat kau menyelamatkanku di klinik itu? Oh, aku lupa... kau tidak melakukannya!"

Aruna berbalik. Ia tidak akan mengotori tangannya dengan darah Siska, tapi ia juga tidak akan menjadi pahlawan bagi iblis. Ia memapah Tyas keluar dari pintu tepat saat suara ledakan tabung gas di belakang gudang terdengar.

BOOOOOMM!

Seluruh bangunan gudang itu berguncang hebat. Aruna dan Tyas terlempar ke aspal yang basah tepat saat petugas pemadam kebakaran dan polisi merangsek masuk ke area tersebut. Aruna terengah-engah, wajahnya hitam karena abu, tangannya luka bakar, tapi ia tersenyum.

Ia melihat Hendra digiring masuk ke mobil polisi dengan wajah hancur. Ia melihat ambulan membawa Tyas untuk segera mendapatkan perawatan. Dan ia melihat gudang itu runtuh sepenuhnya, mengubur Siska bersama semua rencana jahatnya.

Adrian menghampiri Aruna dan menyelimutinya dengan jaket tebal. "Kamu gila, Aruna. Kamu hampir mati."

"Aku sudah pernah mati sekali, Adrian. Malam ini, aku hanya memastikan bahwa hantu-hantu itu tidak akan kembali lagi," jawab Aruna dingin.

Namun, di tengah hiruk pikuk itu, ponsel Adrian berbunyi. Ada pesan singkat masuk dari tim pemantau fasilitas medis Bimo.

"Lapor, ada penyerangan di fasilitas medis. Bimo Pratama dilarikan oleh kelompok bersenjata tidak dikenal. Posisi: Menuju pelabuhan internasional."

Aruna yang mendengar hal itu langsung berdiri tegak. Matanya kembali menyala. Siska mungkin sudah tamat, tapi sang arsitek utama baru saja memulai pelarian besarnya.

"Siapkan helikopter, Adrian," ucap Aruna tanpa ragu sedikit pun. "Perburuan ini baru saja berpindah ke level internasional."

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bab 21: Pengejaran di Atas Samudra.

...Author Note:...

...Siska tamat (setidaknya itu yang kita kira), tapi Bimo kabur dengan bantuan organisasi misterius! Aruna nggak kasih kendor, dia langsung mau kejar pake helikopter! Makin gila, kan? ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!