NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Kuat

Hanya lima menit, mereka tiba di rumah sakit. Aaron bersama dengan Angel dan kedua orangtua juga susternya Ethan yang sekarang akan mengurus adek Ethan.

Angel langsung dibawa ke ruang tindakan. Dia sudah mengenakan baju melahirkan normal. Aaron juga di ijinkan menemani istrinya. Mami dan papi juga suster tunggu di luar bersama Rido. Dion juga terbang dari Jakarta ke Bali membawa berkas- berkas.

Pembukaan sudah sempurna, sudah sepuluh. Terjadi kontraksi hebat. Dokter meminta Angel menarik nafas dan mengeluarkan, Angel berteriak Aaron menangis melihat betapa sengsara istrinya menahan sakit untuk mengeluarkan buah cinta mereka. Terdengar tangisan bayi. Suaranya menggelegar memenuhi ruangan ini.

"Selamat ibu dan bapak, bayinya laki - laki."

"Puji Tuhan."

Aaron mengucap syukur karena bayi laki - laki yang di lahirkan sehat dan seluruh organ tubuhnya sempurna. Sekarang bayi berada dalam pelukan Angel. Kemudian setelah dibersihkan dan di ukur semua . Bayi laki - laki itu di letakan di dada Aaron. Terjadi skin to skin antar bayi dan papinya. Aaron menangis karena waktu Ethan lahir dia tidak di tempat. Tangisannya semakin menjadi waktu melihat Ethan anak pertamanya di balik kaca yang sedang antusias menanti adiknya. Mami yang berada di ruangan yang sama langsung memeluk anaknya.

"Aaron merasa bersalah kepada Ethan mi."

"Tidak ada kata terlambat. Ethan dan adiknya masih membutuhkan kamu. Cintailah keluarga kecilmu sayang."

"Terima kasih mi."

Anak kedua mereka sudah dibawa keluar ke ruangan yang sudah disiapkan bagi Angel dan anaknya, juga kami sekeluarga. Ruangan VIP yang di urus oleh Rido. Fasilitasnya seperti berada di hotel bintang lima. Aaron kembali menemui istrinya yang sedang dirapikan oleh dokter kandungan.

"Dokter Angel pintar melahirkan, tidak ada yang robek, sehingga tidak perlu di jahit."

"Terima kasih sayang bayi laki - laki hebat lagi yang kamu beri buat keluarga Baruk. I love you."

"I love you too."

Angel sudah di dorong ke ruangan VIP. Sedangkan papi sudah kerumah menanam ari - ari cucu keduanya dengan di antar Rido. Sedangkan Dion sudah di rumah sakit.

Aaron sedang memberi makan Angel istrinya. Sedangkan bayi laki - laki sedang di susui oleh mami dengan botol. Tetapi itu berisi Asi yang tadi di pompa oleh Angel dan Aaron. Papi sudah balik membawa buah dan juga roti gandum buat Angel anak perempuannya. Papi Paul langsung mencium anak perempuannya yang dia rawat dengan cinta dari umur delapan tahun waktu dia ambil dari sebuah panti asuhan.

"Terima kasih papi sudah temani Angel."

"Terima kasih sayangku. Kamu berikan papi cucu yang sehat dan ganteng."

"Siapa namanya ade Aaron??"

"Matteo Jonatan Baruk."

"Adik Teo nama panggilannya."

"Terima kasih jagoan mami yang pertama. Mami love you."

"Ethan love mami too."

"Bisa mami peluk??"

"Bisa dong. Mami princes di keluarga kita. Papi Ethan dan Teo akan menjaga mami."

"Betul, mami adalah ratu dalam rumah kita." Aaron langsung memeluk Angel dan Ethan bersamaan. Terdengar suara tangisan Teo.

"Apa adek juga mau bergabung oma."

"Menurut oma, sepertinya iya."

Waktu Teo berada dalam pelukan maminya dan dipeluk oleh kakak dan papinya, dia langsung tenang. Malam harinya Angel merasa bahagia karena tidak dia sendiri dengan suster namun ada orangtua dan suami.

Angel sudah turun jalan dan makan di meja makan bersama keluarganya. Meskipun jalannya masih lambat. Sehingga di dibantu oleh Aaron suaminya bahkan juga si kecil Ethan yang sudah berusia delapan tahun. Selesai makan Teo akan makan langsung dari pabriknya. Setelah dia kenyang dia akan tidur. Nanti dua jam sekali. Akan diberi Asi lagi yang sudah di pompa dan diletakkan di kantong - kantong asi disimpan di lemari pendingin.

"Mami, ade sudah bobo."

"Iya sayang."

"Mami bisa gendong Ethan."

"Ethan, papi yang gendong ya."

"Ethan mau mami, papi please."

"Mami belum bisa gendong berdiri, hanya bisa duduk."

"Iya ngak masalah mami."

Aaron hanya memperhatikan. Sekarang dia mengerti, bahwa anak pertamanya sedang cemburu. Karena semuan perhatian hanya kepada Teo adiknya. Aaron langsung memeluk anak laki - lakinya dan menciumnya.

"Papi sayang jagoan papi ini."

"Opa juga sayang."

"Oma juga. I love you cucu pertama oma."

"I love you oma, opa, papi dan mami. Ethan senang sekali."

Malam ini, Ethan bobo bersama opa dan oma sedangkan suster di kasur kecil. Aaron seranjang dengan istrinya. Mami sudah menyiapkan susu formula untuk bayi yang bagus. Karena ini anak kedua, produksi asinya sedikit berkurang.

"Mami, asinya Angel sedikit."

"Sayang itu hal yang biasa, kan ini anak kedua sayang."

"Kasihan Teo mami."

"Tidak masalah ini mami sudah siapkan susu yang bagus. Tadi sengaja mami meminta Dion membawa langsung dari Jakarta."

"Dek jangan sedih. Kamu sudah jadi mami yang hebat buat Ethan dan Teo. I love you."

"I love you too."

Angel harus menerima kenyataan bahwa produksi asinya sangat sedikit. Akhirnya Teo minum susu formula. Besok hari setelah diperiksa dokter kandungan dan dokter anak, Angel dan Teo sudah boleh pulang.

Di rumah bukan hanya penyambutan buat Teo tetapi juga Ethan yang sudah menjadi abang yang baik. Hadiah buat Ethan sangat banyak. Hal ini dilakukan Angel dan Aaron, agar Ethan tetap merasa di hargai sebagai seorang kakak. Dan akhirnya hadiah yang dia buka ketika ada dua, maka dia akan memberikan satu buat adiknya.

Angel masih cuti, setiap pagi dia bersama Aaron mengantar Ethan bersama adiknya. Kalau pulang biasanya opanya yang menjemput. Sekarang dia sudah tidak cemburu kepada adiknya lagi.Bahkan setiap pulang sekolah dia langsung mandi kemudian datang mencium adiknya, bahkan bisa mereka berdua tertidur di kasur opa dan omanya. Akhirnya opa harus mengalah bobo siang di sofa bed.

Angel sangat senang sekali, dia tidak merasa sendiri karena ada orangtuanya yang membantu dia.

"Terima kasih mami, papi. Angel sayang kelian. Jangan kemana - mana lagi ya. Biarlah hari tua mami dan papi, selalu bersama Angel dan Aaron juga Ethan dan Teo."

"Angel sudah jadi ibu buat dua anak hebat ini, masa masih manja sama papinya."

"Angel tetap jadi anaknya papi dan mami kan."

"Sampai papi tutup usia kamu tetap anak papi."

"Lihat itu, akan papi yang mana sih??"

"Kak, masa cemburu pada istrinya."

"Iya ya opa paling sayang mami dari pada papi."

"Papi kamu kan anak laki - laki, anak laki - laki itu harus kuat. Sedangkan mami seorang perempuan yang harus disayangi."

"Apa malam ini kita semua harus bobo di kamar opa dan oma?"

"Ethan mau, please mami, papi."

"Mami juga mau."

"Berarti suster, malam ini kamu istirahat nanti kami yang urusi Teo."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!