Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
[Papamu sudah memberitahuku tentang rencana kalian, bahwa suatu saat nanti kamu akan berpisah dengan Abian. Aku pasti akan membantu kamu agar segera lepas dari dia. Karena itu, aku ingin bertemu denganmu sekarang, Dev.]
Devina terdiam saat membaca pesan dari Eliano. Dia memang sangat berharap suatu hari nanti bisa terlepas dari Abian. Tapi dia tahu Abian seperti apa, dia tidak ingin Eliano berada dalam masalah besar karena dirinya.
Sehingga dia nampak bimbang, apakah dia harus menemui mantan kekasihnya itu atau tidak.
...****************...
Sementara itu, di sebuah kamar hotel, terlihat Jihan yang sedang memeluk Eliano dari belakang, mereka sama-sama dalam keadaan telanjang, tubuh mereka hanya ditutupi selimut.
"Kamu sedang mengirim pesan pada siapa?" tanya Jihan dengan nada manja sambil membenamkan wajahnya di punggung Eliano.
Eliano menjawab dengan jujur, "Aku mengirim pesan pada Devina. Aku harus tetap berhubungan dengannya, jika tidak ingin usaha kita sia-sia. Kebetulan aku memiliki beberapa kenalan pengusaha, aku harus mencari investor baru, agar Abian tidak lagi menjadi investor di Buana Group."
Jihan pun tersenyum. "Aku harap kamu secepatnya mendapatkan investor itu, yang bisa menguntungkan posisi kita."
Eliano menjawab. "Tentu saja. Aku sudah memikirkannya."
Jihan berkata dengan nada serius, "Setelah kita dapat investor baru, lalu Devina bercerai dengan Abian, kamu harus langsung menikahinya. Baru setelah itu kita susun rencana untuk menyingkirkan Devina, agar kita secepatnya menguasai Buana Group. "
Eliano hanya tersenyum samar tanpa menoleh. Sepertinya dia memiliki rencana yang berbeda. Mungkin karena dia sudah jatuh cinta pada Devina, dia tidak bisa membunuhnya. Setelah dia berhasil menguasai Buana Group, dia akan membuat Devina selalu tunduk dan patuh padanya.
Jihan berkata lagi. "Tapi, bagaimana jika Abian tidak melepaskan Devina."
Eliano menjawab dengan nada dingin. "Aku akan menyingkirkannya."
Jihan terkejut mendengarkan jawaban dari Eliano. Mungkin dia sangat menyayangkan jika pria setampan Abian harus disingkirkan. "Sepertinya sangat sulit untuk menyingkirkannya."
Eliano tersenyum smirk. "Apa kamu lupa apa yang telah aku lakukan pada Fanny dulu?"
Jihan langsung memucat. "Sttt... jangan membahas itu lagi."
Eliano tersenyum penuh rasa bangga. "Dulu aku bisa menyingkirkan seseorang dengan mudah, lalu menghilangkan semua bukti. Bebas dari kecurigaan polisi. Aku juga akan melakukannya pada Abian, dia sudah berani mengusik hidupku."
Sejujurnya Eliano sangat merasa tidak tenang. Dia sangat merasa gelisah, tidak rela jika sampai Devina disentuh oleh Abian. Dia tidak akan pernah membiarkannya. Devina hanya miliknya.
Karena itu dia ingin bertemu dengan Devina hari ini. Dia melakukan cara apapun agar bisa memiliki Devina seutuhnya.
Beep...
Beep...
Beep....
Ponsel pun berdering. Dia mendapat balasan pesan dari Devina.
[Oke, mari kita bertemu.]
Eliano pun tersenyum licik. "Aku tahu status kamu telah menjadi istri orang, Devina. Tapi sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milikku."
...****************...
Malam ini, Eliano sedang menunggu kedatangan Devina di sebuah ruangan VVIP. Sebelum Devina datang, dia sengaja menuangkan obat perangsang ke dalam gelas minuman yang disiapkan khusus untuk gadis itu
"Devina memang istrimu, Abian. tapi hati dan tubuhnya tetap milikku," ucap Eliano sambil menyeringai tajam.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
Ceklek...
Eliano pun tersenyum, ingin menyambut kedatangan gadis itu.
"Dev..."
Namun, dia berhenti bicara, senyumannya seketika memudar saat melihat siapa yang datang.
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡