NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18. Cerai

Suasana di dalam ruang sidang Pengadilan Negeri terasa begitu panas, saking tegangnya sampai-sampai AC ruangan pun terasa tidak berfungsi.

Hari ini adalah penentuan. Theo Falcon duduk dengan wajah sombongnya, menatap tajam ke arah Zarlin yang duduk teramat tenang seperti ratu tanpa dosa.

Begitu Hakim Ketua bersiap membacakan putusan, pengacara Theo tiba-tiba berdiri panik.

"Yang Mulia! Klien saya menolak perceraian ini! Semua bukti visum itu bisa saja rekayasa Penggugat untuk memeras harta Falcon Corp!"

"Cukup!" bentak Hakim Ketua sambil memukul palu sidang dengan keras, membuat pengacara Theo terdiam.

Hakim Ketua berkacamata itu menatap Theo dengan pandangan menghina.

"Menimbang bahwa seluruh bukti KDRT fisik, perselingkuhan, dan penelantaran finansial dari pihak Penggugat sangat akurat dan tidak bisa disanggah, maka Majelis Hakim menyatakan perkawinan antara Penggugat, Zarlin Rahesa dan Tergugat, Theo Falcon yang dilangsungkan pada hari ini sah putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya."

...TOK! TOK! TOK!...

"TIDAK BISA! SAYA TIDAK TERIMA!" Theo langsung berdiri dari kursinya hingga kursinya terjungkal ke belakang.

Wajahnya merah padam, urat lehernya menonjol tegang. "Zarlin! Berani-beraninya kau menjebakku, hah?! Kau sengaja mempermalukan aku!"

Di kursi penonton, Bianca ikut berdiri dan berteriak histeris, "Pak Hakim! Zarlin itu cuma wanita miskin matre! Dia tidak pantas menceraikan Theo—"

"Petugas! Tolong seret wanita di belakang itu keluar dari ruang sidang karena mengganggu ketertiban!" perintah Hakim Ketua dengan murka.

Dua satpam pengadilan langsung memegangi lengan Bianca dan menyeretnya keluar koridor sambil mencibir tak terima. Kehormatan simpanan Theo benar-benar habis di hari itu.

...****************...

Setelah sidang ditutup, Theo yang emosinya sudah di ubun-ubun langsung berlari mengejar Zarlin di koridor pengadilan.

Dia mencengkeram pundak Samuel Vaska agar minggir, lalu menghadang jalan Zarlin dengan napas tersengal-sengal.

"Zarlin! Tatap mataku!" bentak Theo, suaranya menggema di sepanjang koridor.

"Kau pikir kau menang?! Kau keluar dari rumahku sebagai janda miskin! Kau tidak akan dapat sepeser pun uang sepeser dari asetku! Kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan hidup sebelum akhirnya mengemis di depan kantorku!"

Bianca yang baru dilepas satpam langsung ikut berlari mendekat, wajahnya kusut tapi mulutnya tetap nyolot.

"Benar! Sudah jadi janda, miskin pula! Sadar diri sedikit, tanpa nama besar Falcon Corp di belakangmu, kamu itu bukan siapa-siapa lagi, Zarlin!"

Zarlin menghentikan langkahnya. Perlahan, dia menurunkan kacamata hitamnya. Alih-alih takut atau menangis seperti dulu, Zarlin justru menatap Theo dan Bianca dengan pandangan paling dingin, kosong, dan meremehkan.

Zarlin terkekeh pendek, sebuah tawa sinis yang langsung menyayat ego lelaki Theo.

"Mengemis uangmu, Theo?" Zarlin maju satu langkah, membuat Theo refleks mundur karena terintimidasi oleh aura kuat mantan istrinya.

"Jangankan hartamu yang tidak seberapa itu... perusahaanmu yang sekarat karena dipotong keuntungan lima belas persen oleh Avalanka Group pun, bisa kubeli dan kujadikan tempat sampah dalam sekejap mata kalau aku mau."

"Sombong kau! Kau itu cuma anak miskin yang kupungut dari jalanan!" teriak Theo, membalas dengan makian terakhirnya.

Mendengar hinaan Theo yang makin keterlaluan, Samuel Vaska langsung pasang badan dengan kokoh di depan Zarlin. Samuel merapikan jas mahalnya, lalu menatap Theo dengan senyuman formal yang penuh ancaman mematikan.

"Tuan Theo Falcon yang terhormat," ujar Samuel, suaranya terdengar begitu lantang hingga beberapa orang di koridor menengok.

"Tolong jaga mulut kotor Anda. Perlu saya ingatkan, detik ini juga status Anda sudah resmi menjadi MANTAN SUAMI. Anda tidak punya hak hukum atau hak apa pun lagi atas kehidupan klien saya!"

Samuel maju satu langkah, menatap Theo dengan mata mengintimidasi.

"Jika Anda atau wanita simpanan Anda ini terus mengganggu, mengancam, atau melakukan pelecehan verbal terhadap Nona Zarlin di luar ruang sidang, saya tidak akan ragu untuk langsung melaporkan Anda ke kepolisian atas pasal tindakan tidak menyenangkan, pengancaman, dan pelecehan. Paham?!"

Theo tersentak, tenggorokannya mendadak tercekat. Dia ingin mengamuk, tapi gertakan hukum dari pengacara mahal sekelas Samuel Vaska langsung membuat nyalinya ciut setengah mati. Dia sadar, posisi hukumnya sekarang sangat lemah.

Zarlin memutar bola matanya, lalu menaikkan kembali kacamata hitamnya dengan sangat anggun.

"Samuel, ayo pergi. Menghadapi orang-orang ini hanya mengotori sepatu saya," ujar Zarlin dengan nada santai namun sangat menusuk.

Zarlin membalikkan badannya. Dengan langkah kaki yang tegas, dagu terangkat, dan senyuman kemenangan di bibirnya, Zarlin berjalan pergi begitu saja meninggalkan koridor pengadilan bersama Samuel.

"Ayah, ibu... sekarang kalian tidak punya menantu kurang ajar lagi." batin Zarlin

Sementara Theo tercengang di tempat seperti patung, menatap punggung Zarlin yang kian menjauh dengan dada yang terasa begitu sesak dan gemetar karena amarah sekaligus rasa malu yang luar biasa.

1
Xlyzy
zarlin sekarang udah janda tan kayak ny udah bisa tuh kamu deketin
Xlyzy
bos mu lagi pusing itu
Xlyzy
udah balik ke keluarga nya udah g usah di cariin lagi
Filan
sampai kapan dirahasiakan? apa alasannya? ga jelas.
Filan
kalau udah beres harus nya kasih tau. gimana mau dapat jodoh lagi ? 😆
Aquarius97 🕊️
bener2 dendamnya zarlin dah diujung tuh,, niat banget ngehancurin Theo 🤭🤭
Mega Siregar
yah tapi orang tuamu dan Tristan kan perlu tahu🤔
Mega Siregar
kirain jus 🍹
Cimol krispy
rasain kau Bianca
Cimol krispy
Kalian para orang kaya itu, sekalinya bangkrut, semua bank pada nagih utang. artinya selama ini kalian berbisnis dengan memutar uang hasil ngutang sana sini. kok jadi lebih kaya petani ya, hidup seadanya tapi nggak ada bangkrutnya🤣🤣🤣
Ibu Rasyidd
bagus zarlin, hajar habis2an si theo
Cimol krispy
masuk akal kok pak. secara anakmu sudah membuang bekingan nya
-Thiea-
kamu gak sadar udah buang berlian demi tempat sampah busuk.😁 kalo tahu siapa Zarlin kejang-kejang kamu Theo.
-Thiea-
ya pak. seret aja keluar. gak ada hak dia buat ikut bicara
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 🤭🤭
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
buah jatuh tak jauh dari pohonnya pak
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
seorang ayah nggak mungkin bisa menerima anaknya disakiti oleh suaminya sendiri
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
memang laki laki tukang kibul si Theo itu pak
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
laporin aja pak si Theo itu biar tahu rasa
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
akhirnya papa zarlin tahu kl anaknya udah cerai dengan theo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!