NovelToon NovelToon
God Emperor Zhao Xuan

God Emperor Zhao Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mengubah Takdir / Perperangan
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah meninggalkan Planet Vermilion, Zhao Xuan, Long Chen & Gu Tianxue menginjakkan kaki di Planet Shenzue sebuah dunia yang menjadi pusat dari Tiga Puluh Tiga alam Immortal Kuno.

Planet Shenzue terbagi menjadi Empat Benua Utama (Timur, Barat, Selatan, dan Utara) yang dikuasai oleh berbagai sekte tingkat puncak, klan kuno, dan kekaisaran raksasa. Lautan Shenzue yang tak berujung dikuasai oleh Ras Laut yang arogan dan tertutup, dipimpin oleh Kaisar Laut dan para keturunan naga airnya. Permusuhan antara kultivator daratan yang serakah dan Ras Laut yang kejam telah berlangsung selama ribuan tahun, menciptakan batas wilayah yang dipenuhi peperangan dan intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Aliansi Keputusasaan

Di padang es yang telah hancur lebur, angin berhenti berhembus. Udara menjadi sangat kental, seolah dipenuhi oleh pasir besi yang mencekik paru-paru.

Han Ye, pembunuh bayangan yang telah kehilangan lengan kanannya, menatap Zhao Xuan dengan mata merah yang perlahan memancarkan api hitam. Di sampingnya, Avatar Patriark Iblis Darah yang tubuhnya penuh luka bakar petir mulai tertawa serak, tawa yang mengisyaratkan seseorang yang tidak lagi peduli pada kelangsungan hidupnya.

"Di dunia ini, Tiran," bisik Han Ye, suaranya terdengar seperti gema dari dasar jurang. "Tidak ada pertahanan yang tidak bisa ditembus jika harganya dibayar dengan jiwa yang setara."

"Teknik Klan Han: Pengorbanan Jiwa Rantai Kegelapan!"

Tubuh Han Ye tiba-tiba terbakar oleh api hitam pekat! Ia tidak membakar Qi atau Esensi Darah, melainkan Esensi Jiwa-nya sendiri! Bagi seorang kultivator, kehilangan darah bisa dipulihkan, kehilangan Qi bisa diserap kembali, namun membakar Esensi Jiwa berarti menghancurkan fondasi reinkarnasi dan memotong umur hingga tersisa hitungan menit.

Sebagai gantinya, kekuatan yang dilepaskan meledak melampaui batas Setengah Langkah God Emperor!

Api hitam dari tubuh Han Ye menyebar melalui tanah, mengunci setiap bayangan puing es, dan langsung merayap menuju bayangan Zhao Xuan.

Zhao Xuan menyipitkan matanya. Ia bermaksud menggunakan Langkah Ketiadaan untuk berpindah dimensi.

"Terlambat!" raung Han Ye. Ia menikamkan pedang bayangan di tangan kirinya langsung ke bayangan Zhao Xuan di tanah!

ZRAAAAAASH!

Seketika, Zhao Xuan merasakan tubuh fisiknya menegang hebat. Sembilan Roda Bintang di Dantiannya yang tadinya berputar lancar tiba-tiba melambat drastis. Rantai-rantai ilusi berwarna hitam pekat muncul dari udara kosong, mengikat tangan, kaki, dan leher Zhao Xuan.

Ini bukanlah rantai fisik, melainkan Rantai Jiwa yang secara langsung mengunci pemahaman Hukum Dao. Domain Ketiadaan milik Zhao Xuan, untuk pertama kalinya, tertahan di dalam tubuhnya dan tidak bisa dipancarkan keluar!

"Sekarang, Iblis Tua!" teriak Han Ye, darah hitam mengalir dari tujuh lubang di wajahnya akibat reaksi serangan balik teknik tersebut.

Avatar Patriark Iblis Darah tidak membuang waktu. Ia menyatukan kedua tangannya, menghancurkan seluruh sisa tulang dan organ di dalam Avatar nya sendiri untuk menciptakan satu serangan terkuat.

"Teknik Pemusnahan Kaisar Darah: Tombak Penembus Bintang!"

Tubuh Avatar Patriark meledak! Seluruh darah, daging, dan kultivasinya yang tersisa memadat menjadi sebuah tombak berwarna merah kehitaman sepanjang dua tombak. Tombak itu beresonansi dengan kutukan dari ras Iblis Kuno, membawa Niat Kehancuran yang mutlak.

SYUUUUT!

Tombak kutukan itu melesat membelah ruang hampa, meninggalkan jejak kekosongan di udara, mengarah lurus ke jantung Zhao Xuan yang tubuhnya masih terkunci oleh Rantai Jiwa Han Ye!

Di atas geladak kapal di kejauhan, Jian Zui dan Long Chen membelalakkan mata ngeri.

"BOS! MENGHINDAR!" teriak Long Chen dengan suara panik yang menggelegar.

Zhao Xuan menggertakkan giginya. Ia memaksakan otot fisiknya untuk bergerak melampaui batasan jiwa. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol hingga kulitnya retak, mengucurkan darah emas kemerahan.

KRAAAK!

Dengan kekuatan fisik murni Dewa Fana yang gila, Zhao Xuan berhasil menggeser bahunya sejauh tiga inci ke kiri di saat tombak itu tiba!

CRASSSSH!

Tombak Penembus Bintang Kutukan Merah itu gagal mengenai jantungnya, namun dengan telak menembus bahu kanan Zhao Xuan, menghancurkan tulang selangka dan menembus hingga ke punggungnya!

"ARGH!"

Sebuah erangan tertahan akhirnya keluar dari bibir Sang Tiran. Darah segar menyembur ke udara. Kutukan korosi dari tombak itu langsung merambat masuk, mencoba menghancurkan jaringan otot dan membusukkan urat nadinya dari dalam.

Gaya dorong dari tombak itu begitu kuat hingga melempar tubuh Zhao Xuan sejauh puluhan mil ke belakang.

BOOM! BOOM! BOOM!

Tubuh Zhao Xuan menghancurkan tiga puncak gunung es secara berturut-turut sebelum akhirnya terhempas ke dalam kawah es yang dalam, tertimbun oleh ribuan ton es dan batu hitam!

"Hahahaha! KENA KAU!" Han Ye tertawa terbahak-bahak, batuk darah di tengah tawanya. Api hitam perlahan menggerogoti tubuh pembunuh itu, namun ia merasa puas.

Dari sisa kabut darah Patriark, sebuah gumpalan kecil wajah sang Iblis Tua muncul. "Fisiknya terluka parah! Kutukanku telah masuk ke dalam sumsum tulangnya! Kejar dia! Jangan beri dia waktu untuk bernapas atau menggunakan Hukum Petirnya untuk memurnikan lukanya!"

Meskipun keduanya berada di ambang kematian, mereka tidak ragu. Han Ye melesat ke arah kawah tempat Zhao Xuan jatuh, diiringi oleh sisa gumpalan darah Patriark yang memadat menjadi ratusan jarum mematikan.

Di dasar kawah yang gelap, Zhao Xuan berlutut dengan satu kaki. Napasnya berat dan tersengal-sengal.

Ia mencabut paksa sisa tombak darah yang menancap di bahunya. Rasa sakit yang luar biasa menyengat sistem sarafnya. Darah terus mengalir, dan Dantiannya bergetar tidak stabil akibat kombinasi racun jiwa Han Ye dan kutukan darah Patriark. Qi-nya kini tersisa kurang dari lima persen.

BAM!

Han Ye mendarat di dasar kawah, tidak memberi Zhao Xuan kesempatan untuk berdiri. Kaki kiri pembunuh itu menghantam dada Zhao Xuan dengan Niat Malam yang pekat.

Zhao Xuan menyilangkan lengan kirinya untuk menangkis.

KRAAAK!

Tulang lengan kiri Zhao Xuan retak! Kekuatan fisik Han Ye yang diperkuat pembakaran jiwa setara dengan raksasa purba. Zhao Xuan terdorong mundur, punggungnya menabrak dinding kawah.

"Di mana kesombonganmu sekarang?!" ejek Han Ye. Pedang bayangannya menebas bertubi-tubi dalam kegelapan kawah.

SRASH! SRASH! SRASH!

Pertarungan jarak dekat yang sangat brutal, kasar, dan tanpa keindahan terjadi. Ini bukan lagi tarian pedang yang elegan, melainkan pertarungan jalanan untuk bertahan hidup. Zhao Xuan, dengan satu bahu yang hancur dan Qi yang terkuras, hanya bisa menggunakan kecepatan instingnya untuk menangkis dan menghindar.

Meski begitu, bilah bayangan Han Ye berhasil menyayat pipi, dada, dan paha Zhao Xuan. Darah Sang Tiran membasahi salju putih di dasar kawah menjadi warna ungu keemasan.

Gumpalan darah Patriark ikut menyergap dari sudut buta, menembakkan jarum-jarum darah yang menusuk betis dan punggung Zhao Xuan, memperparah efek kelumpuhannya.

"Mati... Mati... MATILAH!" Han Ye mengamuk, pedang bayangannya mengarah lurus ke leher Zhao Xuan.

Di ambang kematian dan tekanan yang luar biasa menyiksa ini, sebuah senyuman perlahan... terbentuk di wajah Zhao Xuan yang berlumuran darah.

Han Ye melihat senyuman itu dan seketika merasakan bulu kuduknya berdiri. Itu bukan senyuman orang gila yang pasrah, melainkan senyuman monster yang menemukan makanan favoritnya.

"Kultivator sejati..." suara Zhao Xuan bergema lirih, serak, namun mengandung Niat Tirani yang perlahan bangkit kembali, "...tidak terbentuk di atas singgasana batu giok."

Tangan kiri Zhao Xuan yang tulangnya retak tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang menentang nalar, langsung mencengkeram bilah pedang bayangan Han Ye dengan tangan kosong! Darah menetes dari telapak tangannya saat bilah itu memotong dagingnya, namun tangan Zhao Xuan tidak bergeser satu milimeter pun.

"Mereka terbentuk di ambang batas antara hidup dan mati," lanjut Zhao Xuan. Matanya yang tadinya meredup kini kembali menyala dengan keganasan primordial.

"K-Kau... dari mana kau masih memiliki tenaga?!" Han Ye panik, mencoba menarik pedangnya, namun cengkeraman Zhao Xuan sekeras catok kosmik.

"Rasa sakit ini," Zhao Xuan meludah darah ke tanah. "Adalah batu asah yang sudah lama kubutuhkan untuk mempertajam kembali Hati Dao-ku yang mulai menumpul karena kebosanan."

Zhao Xuan tidak peduli pada luka-lukanya. Ia membiarkan kutukan itu merambat. Sisa Qi lima persen di Dantiannya ia kumpulkan sepenuhnya ke kaki kanannya.

"Kau ingin bertarung dengan nyawa? Mari kita lihat siapa yang tulangnya lebih keras!"

BAM!

Zhao Xuan melepaskan tendangan lutut yang luar biasa brutal, menghantam tepat di ulu hati Han Ye!

Bunyi retakan tulang rusuk yang hancur berkeping-keping bergema di dasar kawah. Han Ye memuntahkan darah bercampur organ dalam, matanya nyaris melotot keluar.

Namun, sebelum Han Ye sempat terlempar, Zhao Xuan menarik kerah jubah pembunuh itu, menahannya di tempat, dan mengayunkan kepalanya ke depan!

PRAAAK!

Sebuah tandukan kepala ke kepala yang diisi oleh fondasi Dewa Fana mendarat telak di dahi Han Ye! Topeng bayangan pembunuh itu hancur berkeping-keping, bersamaan dengan retaknya tulang tengkoraknya.

Pertarungan tidak berjalan searah lagi. Meskipun terluka parah, Zhao Xuan kini melawan balik dengan kebiadaban yang membuat dua ahli raksasa itu menyadari satu hal yang mengerikan.

Menekan Zhao Xuan hingga terluka bukanlah jalan menuju kemenangan. Itu hanyalah cara untuk membangunkan Asura yang sesungguhnya di dalam dirinya.

1
eka suci
lama juga koma nya , cepat bangun lah , ya walaupun Zhao tetap mampu ,tapi si kakek pemabuk mati , eh dikelilingi para cewe lagi nih🤭
eka suci
buat jadi debu juga musnahkan 💪
eka suci
ngga rela iiihhhh😥
eka suci
duuuuhhh masa si kakek mati sih long Ceng bakal mewek😥
eka suci
makanan mewah 😥 udah lama Zhao xuan ngga berdarah " shenzu emang agak beda🤭
eka suci
si batu kemana tuh ada camilan gratis malah bobo cantik
eka suci
kakek pemabuk jangan kaget ya ,jantung aman kan😄
eka suci
bantu mengarahkan biar ngga mati
eka suci
panggung nya masih dibutuhkan jadi petir nya harus di serap kau kejam Zhao 🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
blarrrrrrrrrr..... sikatttttt epribadiiii...
Xiao Bar
lanjutin
Xiao Bar
lanjut thor
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.
Jika Kalian Suka dengan cerita ini mohon bantuan untuk beri rating bintang dan vote nya.. 🙏 Penilaian kalian sangat berharga bagi author tetap semangat untuk update cerita ini. TERIMA KASIH.... ✌️
Mahyuni Muhyar
Lanjuuuttttt thor 🦾👍🏻
Boo Ceng Li
💪💪💪🔥🔥🔥
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
eka suci
si batu itu mirip si kerak 🤭 udah si gembul tukang tidur, si burung suka main api sekarang si batu suka makan qi🤣🤣🤣
Sang_Imajinasi: tahan ya ingat sekerak🤭
total 1 replies
eka suci
arogan ngga akan kalah🤣🤣🤣
Agung Curvanord
jooos
Sang_Imajinasi: Terima Kasih Bintang 5 nya 🙏
total 1 replies
Nova Bustomi
lanjutkan update nya Thor
Sang_Imajinasi: siap kak💪💪
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
mantuaapp Thor😎
Sang_Imajinasi: mantap dong 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!