"Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, selamanya kita akan tetap bersama" kata-kata itu terus terngiang dalam pikiran seorang gadis cantik yang berasal dari pinggiran kota.
Dan tempat itu menjadi saksi sejarah dari janji yang pria tampan itu ucapkan.
Dia yang sempat tinggal disana karena sebuah kecelakaan yang merenggut ingatannya, hingga ia ditampung oleh salah satu keluarga dengan kedua putri cantik yang selama ini selalu membantu kedua orang tuanya merawat pria yang entah berasal dari mana.
"Kalau penasaran silahkan ikuti kisahnya 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Tangan Fandi pun terulur mengusap lembut wajah cantik Dian yang kini juga membalas usapan lembut Fandi.
"Istirahat lah, agar kamu cepet pulih"ujar Dian.
"Kamu duluan saja, aku masih ingin melihat mu"ucap Fandi yang kini terlihat sangat lemah.
"Tidak aku akan menjaga mu disini fan, kamu harus bertahan demi aku dan keluarga. Aku tidak ingin menjadi janda yang bahkan belum menikmati keindahan bulan madu"ucap Dian sambil tersenyum mencoba mencairkan suasana.
"Aku akan berusaha jika aku bisa Diandra sayang, tapi sepertinya itu tidak mungkin."lirih Fandi.
"Fan, kamu bisa.... Aku yakin itu"ucap Dian.
Air mata Fandi pun kembali menetes, andaikan saja dia tidak meminum racun yang diberikan oleh para penjahat itu mungkin saat ini dia masih akan baik-baik saja meskipun tidak menjadi suami Diandra gadis yang selama ini dia puja dalam diamnya.
" Fan, aku mohon istirahat lah, jangan sampai semua semakin memburuk aku yakin akan ada jalan keluarnya. Jika perlu kita akan berobat ke luar negeri "ujar Dian yang kini berusaha untuk membujuk Fandi agar mau istirahat, tapi Fandi tetap kekeuh ingin menatap wajah Dian.
Hingga pukul satu dini hari akhirnya Fandi pun memejamkan matanya sambil menggenggam tangan Dian dengan erat nya, hingga pegangan itu memudar dan tangan kekar itu terkulai bersamaan dengan bunyi monitor EKG yang berbunyi nyaring terdengar satu hari horisontal.
Jeritan Dian membuat semua orang yang berjaga di luar ruang ICU itu pun langsung berhambur memasuki ruangan termasuk dokter jaga yang siaga selama dua puluh empat jam.
Dian terus memeluk Afandi setelah dokter menyatakan bahwa Afandi telah meninggal dunia.
"Tidak Fandi bangun sayang kamu bilang kamu bahagia bisa memiliki ku! Tapi apa kenapa kamu pergi tinggalkan aku!! Bangun fan, bangun! Kita akan berobat ke luar negeri bangun,,, hiks..... hiks bangun,"ujar Dian yang akhirnya jatuh tidak sadarkan diri.
Sementara semua orang kini tengah mengurus semuanya, termasuk proses kepulangan jenazah dan juga pemakaman.
Apa yang terjadi pada Fandi sampai saat ini sebenarnya masih menjadi misteri. Fandi yang pergi dengan temannya merantau ke negeri orang setelah musim panen berakhir dan disaat dia tengah berniat untuk menikah dan melamar wanita yang sangat ia cintai yang telah ditinggal pergi oleh kekasih terdahulunya itu. Tapi sayang dia terlibat perseteruan dengan para gangster yang akhirnya telah merenggut nyawanya secara pelan-pelan karena orang-orang itu memaksa Fandi untuk meminum racun yang kini telah menghancurkan organ dalam tubuh nya itu.
Langit mendung, hujan rintik-rintik membasahi bumi. seakan alam pun ikut berduka dengan kepergian Fandi.
Bersamaan dengan itu Alex pun dilarikan ke rumah sakit karena percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh nya saat dia tidak terima dengan kenyataan pahit bahwa gadis yang sangat ia cintai lebih memilih untuk menikahi pria lain ketimbang memilih menikah dengan dirinya.
Dian sendiri masih berada di dalam rumah duka, tepat setelah Afandi di mandikan. Dengan lantunan surah Yasin, Diandra terus bercucuran air mata sambil menjerit didalam hati untuk rasa sakit yang tidak bisa ia jabarkan saat ini.
Suaminya baru saja dimakamkan saat ini, asisten Alex datang menjemput Diandra yang awalnya sudah menolak keras jika saja ibu Afandi tidak meminta Dian untuk ikut serta dengan asisten pribadinya Alex dengan tujuan kemanusiaan.
Siapa juga yang akan pergi disaat suami sendiri baru meninggal dunia. Tapi nyatanya kenyataan pahit lainnya tetap harus Diandra hadapi saat ini.
Gadis cantik yang sudah berstatus sebagai janda kembang itu pun berangkat dengan diiringi oleh air mata, dan hujan lebat yang mengguyur jalanan yang tampak sepi itu.
Air mata Dian belum juga mengering kenangan indah bersama pandi saat mereka sedang bekerja keras untuk mencari uang bersama tidak peduli dengan cuaca yang silih berganti, terkadang panas terik matahari terkadang juga dingin karena hujan yang mengguyur tubuh mereka yang terkadang berteduh di bawah pohon rindang atau tetap menerjang badai untuk mencari sesuap nasi.
Dan saat itu, terkadang Fandi siap pasang badan untuk melindungi Diandra yang tengah mengalami kesulitan.
Bukan hanya itu kenangan berharga yang pernah ada diantara mereka berdua. Suatu hari mereka pernah terjebak di jalanan yang berlumpur dimana truk Fandi yang dikemukakan oleh Diandra terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam dan saat itu hanya ada mereka berdua, Dian yang sudah putus asa itu pun akhirnya hampir menangis dan menyerah karena sudah berjam-jam berusaha untuk mengeluarkan roda yang terjebak di sana. Tapi Fandi terus berusaha untuk menenangkan nya. Fandi juga bilang biar mereka ganti rugi atas keterlambatan waktu nya. Yang terpenting saat itu mereka selamat.
Fandi pun menurunkan berkarung-karung padi' yang menjadi beban di dalam mobil truk tersebut tanpa mengeluh sedikitpun sambil mencari solusi terbaiknya.
Hingga akhirnya mobil itu berhasil keluar dari jalanan berlumpur itu dan mereka pulang di tengah malam buta disaat semua orang sedang terlelap dalam tidurnya kecuali pak Hasan yang tidak pernah bisa tidur sebelum putrinya kembali pulang dalam keadaan selamat.
Fandi mengantar Dian hingga depan pintu dan berusaha untuk menjelaskan semuanya pada pak Hasan agar tidak terjadi salah faham.
Dan sejak saat itu Fandi selalu mengajarkan Diandra untuk mengemudikan mobilnya itu.
Pria yang selama ini selalu ada untuk nya itu kini telah pergi membawa kenangan terindah di akhir hidupnya dan meninggalkan status janda muda pada Diandra.
Setelah hampir empat jam berada di dalam mobil kini Diandra sudah berada di parkiran rumah sakit, dia keluar dari dalam mobil diikuti oleh asisten pribadinya Alex yang kini mengarahkan nya ke lantai teratas gedung rumah sakit tersebut.
Sesampainya di ruang ICU, langkah Dian terhenti saat melihat pria yang dua hari lalu bersamanya dan dia begitu terluka dengan keputusan yang Dian ambil.
Alex tampak terbaring lemah dengan semua peralatan medis yang kini menopang hidup nya.
Dian pun menatap lekat wajah tampan dan yang kini tidak memperlihatkan ada senyuman diwajahnya.
"Kenapa anda lakukan ini, tidakkah anda tau bahwa rasanya sungguh sangat menyakitkan saat kehilangan orang yang sangat kita cintai. Anda hanya kehilangan saya tinggal pergi bukan saya tinggal mati. Tapi anda sudah tidak bisa bertahan hidup, lalu bagaimana dengan saya yang sudah ditinggal mati oleh orang-orang yang sangat saya sayangi"ucap Dian yang kini kembali menangis sesenggukan.
"Cinta anda memang begitu besar untuk saya, tapi saya tidak punya kesempatan untuk berada di samping anda, kita terlalu jauh berbeda.
...******...
Setelah hampir satu jam terlelap dalam tidurnya, di posisi menunduk, Dian pun terjaga saat dia merasakan pergerakan tangan Alex.
Saat itu Dian mengucek matanya dan memijat pangkal hidung nya yang terasa pening.
Dian menatap kearah Alex yang kini membuka mata nya perlahan-lahan.
"Ah syukurlah anda sudah sadar, tolong jangan diulangi lagi. Saya tidak bisa terus berada disini karena suami saya juga membutuhkan saya saat ini"ucap Dian sambil bangkit dari tempat duduk nya.
"Diandra, selangkah saja kamu pergi aku tidak akan mau hidup lagi"ucap Alex.
"Kalau begitu biarkan saya mati saja agar anda bisa hidup dengan tenang bersamanya"ujar Dian yang kini menatap tajam kearah Alex.
"Coba saja kalau berani, kamu bahkan akan menyesali itu"ucap Alex.
"Tuan bisakah sekali saja jangan mengancam ku. Tidakkah anda merasa lelah dengan ini semua"ucap Dian yang kini hendak berbalik dan pergi.
"Apa aku terlalu buruk dimatamu hingga kamu tidak bisa memberikan ku kesempatan untuk bisa memiliki mu seperti dia? ucap Alex.
"Justru anda terlalu sempurna hingga saya tidak pantas untuk anda, bahkan hanya sekedar membayangkan saja saya tidak pernah berani"ucap Dian.
Alex langsung bangkit dan melepaskan semua peralatan medis yang ada di tubuh nya dan bergegas turun dari ranjang dan hal itu membuat dia shock lalu berteriak.
"Apa yang anda lakukan! Lihat anda berdarah"ucap Dian yang kini berbalik menghampiri Alex yang tidak peduli dengan darah yang bercucuran di tangan dan pergelangan tangannya karena luka yang di jahit itu hampir terbuka.
"Aku tidak peduli honey, aku lebih baik mati daripada harus kehilangan mu lagi"ucap Alex sambil memeluk erat Dian.
"Saya tidak pergi kemanapun tuan, anda bisa mencari saya kapan saja. Tapi please berikan saya waktu saat ini saya sedang berduka, saya akan sangat berdosa karena telah meninggalkan nya yang baru saja dikebumikan"ucap Dian.
"Baiklah aku akan mengantarmu kesana honey"ucap Alex.
" Tidak, tolong jangan buat mereka semakin terluka karena kehadiran anda disamping saya saat ini. Lagipula anda masih membutuhkan perawatan, please berikan saya waktu"ucap Diandra yang akhirnya dibalas anggukan kepala oleh Alex.
Diandra pun kembali pulang ke kampung halamannya tanpa Alex dan juga tanpa asisten pribadi Alex. Gadis cantik itu pulang dengan menggunakan bis kota hingga tiba tepat sore hari di kediaman Fandi dan Dian bergegas menuju makam suaminya itu.
Sesampainya di pemakaman yang luas itu, tepat disamping makam sang ayah Fandi dimakamkan. Diandra menangis sesenggukan sambil meminta maaf dan memeluk gundukan tanah yang masih basah itu.
"Fandi aku kira semua sudah berakhir, tapi nyatanya dia justru malah membuat ku merasa putus asa. Aku tau aku salah karena telah menemui nya disaat kamu baru saja pergi. Tapi aku tidak punya pilihan lain, hiks... kenapa ini harus terjadi fan, aku tidak sanggup"ucap Diandra yang kini dipaksa untuk bangkit oleh ari dan Dito.
"Kamu tidak boleh seperti ini Diandra, Fandi sudah tenang dialam sana jangan biarkan dia bersedih lagi dengan melihat mu yang terpuruk seperti ini. Lanjutkan hidupmu dengan baik seperti sebelumnya Fandi pun sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini. Kau wanita yang baik dan aku yakin Fandi pun bisa mengerti dengan keadaan mu saat ini" ucap Dito.
"Tapi mas, aku merasa sangat berdosa karena telah pergi tepat saat suamiku selesai dimakamkan. Tapi kalau aku tidak pergi mungkin Alex juga sudah pergi saat ini dan pertolongan ayah pun akan sia-sia karena penyebab kematiannya disebabkan oleh ku."ucap Diandra.
"Kamu tidak salah nak, semua yang terjadi juga bukan kehendak mu. Seharusnya ibu minta maaf padamu andaikan saja dulu ibu tidak pernah menghalangi cinta Fandi terhadap mu, mungkin saat ini dia masih ada dan ibu akan menjadi ibu paling bahagia di dunia karena kalian mungkin sudah memberi ibu cucu.
"Tapi karena hasutan ibu tirimu ibu bahkan telah membuat anak ibu menderita selama ini karena hanya bisa mengagumi mu dalam diam"ucap wanita paruh baya itu yang kini membuat semua teman-teman Fandi termasuk Dian.
"Dan pernikahan itu bukan permintaan Fandi, tapi keinginan ibu untuk bisa menebus dosa ibu padanya yang juga terlihat sangat bahagia meskipun sempat menolak karena dia tidak ingin membuat mu terpisah dengan tuan Alex."ucap wanita paruh baya yang kini juga ikut menangis sesenggukan sambil memeluk batu nisan itu.
"Tidak ibu tidak bersalah, justru Dian berterimakasih pada ibu setidaknya diakhir hidup nya, Dian bisa membuat dia bahagia, meskipun hanya untuk sesaat saja. Dian sangat menyayangi Fandi, mungkin tidak bisa dibilang cinta sejati tapi Dia segalanya untuk Dian... Dian sangat bahagia karena bisa menjadi istri dari pria baik hati seperti nya.... semoga Allah memberikan tempat terindah di sisinya"ucap Dian.
" Amin"balas yang lainnya.
Sementara itu di luar kota sana pertengkaran besar tengah terjadi antara Alex dengan istrinya Vivian yang saat ini tidak terima dengan keputusan Alex untuk menceraikan dirinya.
Vivian bahkan mengancam akan menghancurkan wanita manapun jika setelah ini Alex menjalin hubungan dengan wanita itu. namun Alex tidak menyerah begitu saja.
Pria tampan itu kembali mengancam akan menghancurkan perusahaan dan nama baik dari keluarga Vivian jika dia berani berbuat macam-macam.
"Kamu keterlaluan honey, aku akan adukan ini pada daddy mu."ancam Vivian yang merasa terpojok.
"Lakukanlah, jika terjadi sesuatu pada daddy maka aku akan pastikan tidak ada waktu lagi untuk keluarga mu menghirup udara segar"ancam Alex .
Pertengkaran itu pun berakhir begitu saja tanpa adanya kata damai Vivian pun langsung bergegas pergi meninggalkan Alex yang kini masih menatap lekat kearah jendela kaca yang kini memperlihatkan pantulan dirinya yang kini sedang berada di dalam dilema.
Alex pun menghubungi asisten pribadinya untuk menyiapkan keberangkatannya ke luar negeri karena saat dia harus mengurus bisnisnya yang ada di sana.
Dengan membawa serta putrinya, Alex pun akhirnya menghubungi Diandra dan memberitahu tentang keberangkatannya itu. tapi sayang Diandra tidak bisa dihubungi karena ponselnya mati.
Gadis cantik yang sudah dua hari ini mengurung diri di rumah pun tidak bisa dia temui karena Alex benar-benar terburu-buru untuk berangkat kesana.
Sementara itu di kediaman Dian, gadis cantik berstatus janda itu kini baru bangkit dari ranjang setelah hampir semalaman dia merasa tidak enak badan.
Diandra yang terlalu banyak menangis itu pun kini terlihat begitu lesu , dia pergi untuk menemui keluarga Afandi setelah membersihkan diri terlebih dahulu.