Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.
Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.
Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.
Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.
“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18
.
Adrian keluar dari ruangan kerjanya yang megah setelah memberi perintah pada asisten Kendra untuk meng-handle pekerjaan. Pria itu mengendarai mobil sport yang kon telah berganti warna merah menuju Mall besar yang baru saja dilaporkan oleh orang suruhannya.
Senyum tipis terukir di bibir Adrian membayangkan dia akan bertemu kembali dengan pujaan hatinya. Jika menuruti kata hati, ingin rasanya Adrian membuat Raditya bangkrut dalam sekejap, tapi hal itu tak ia lakukan karena ia melihat sepertinya Anin sedang menikmati bermain-main.
Sesampainya di area parkiran Mall yang luas,, Adrian mematikan mesin mobilnya, lalu seperti sebelumnya,, merubah penampilan menjadi berantakan sebelum kemudian Ia membuka pintu mobil dan melangkah keluar.
Berjalan bersiul dengan menyimpan satu tangan di saku celana, sementara tangan lainnya memutar-mutar kunci mobil di ujung jari telunjuk dengan santai. Penampilannya yang berubah dari CEO keren menjadi bad boy macho dan berwibawa itu seketika menyedot perhatian semua orang berpapasan dengannya.
Para pengunjung mall, terutama kaum hawa, sontak berhenti berjalan. Mata mereka terpaku tak berkedip, dan tak lama berjalan sampai dengan suara teriakan kecil dan desahan kagum.
"Astaga... ganteng banget sih..."
"Lihat tangannya… mau dong dipeluk..."
"Kayak bukan orang biasa deh, aura nya beda banget..."
Adrian tak peduli dengan keributan kecil yang dia buat. Dia terus berjalan santai sambil bersiul pelan.
"Baby honey… I'm coming," gumamnya sambil tersenyum misterius.
Berkat laporan real-time dari orang yang ia perintahkan untuk menjaga Anindya, ia tahu persis di mana posisi "Putri Kecil"nya berada saat ini. Langsung saja pria itu menuju lokasi.
Hingga apa yang ia cari terlihat. Punggung dua orang wanita yang sedang bergerak mengintai mangsa. Adrian melangkah mendekat dari arah belakang. Mengatur langkah kakinya agar tidak terdengar. Sampai di jarak yang cukup dekat, pria itu berhenti sejenak, mengatur napas, lalu dengan tangannya yang besar ia menepuk bahu Anindya pelan namun cukup terasa.
TAP!
"Eh?!"
Anindya dan Zaskia sama-sama melompat kaget, seolah baru ketahuan mencuri. Mereka berdua memutar badan secara bersamaan dengan wajah panik.
"Siapa yang...?"
Kalimat Anindya terhenti di tenggorokan saat matanya bertemu langsung dengan sepasang mata tajam milik Adrian. Wajah pria itu tampak sangat gagah dengan kemeja putih yang lengannya digulung, memperlihatkan urat-urat tangan yang kekar dan maskulin. Rambutnya yang agak berantakan justru menambah kesan bad boy yang sangat mematikan.
"Kak Rian?!" seru Anindya tak percaya, matanya membelalak lebar, sementara jantungnya berdegup kencang tak karuan. "Kakak... ngapain ada di sini?"
Adrian tersenyum sambil menyimpan tangannya di saku celana, lalu mengangkat bahu santai.
"Kakak lagi jalan aja, terus gak sengaja lihat kamu. Kalian ngapain sih, kok kayak maling gitu? Siapa yang lagi kalian intai itu?"
"Sst… jangan keras-keras, Kak." Anin secara spontan membungkam mulut Rian dengan telapak tangannya. Khawatir ayah mertua yang sedang ia buntuti mendengar dan mengetahui keberadaan nya.
Adrian menahan nafas. Aroma harum dari telapak tangan Anin membuatnya mabuk kepayang.
"Yah… ilang deh… " ucap Anin dengan wajah cemberut saat kembali menatap ke depan dan ternyata ayah mertua bersama dengan selingkuhannya sudah tak lagi berada di sana. Tangannya yang membekap mulut Adrian seketika terlepas dan bahunya luruh ke bawah.
"Maaf... Kakak kan tidak tahu... " ucap Adrian sambil menggaruk tengkuknya merasa bersalah karena telah membuat Putri kecilnya kecewa.
Di samping mereka, Zaskia benar-benar terpaku diam. Mulutnya sedikit terbuka menatap penampilan Adrian yang begitu sempurna dan berwibawa. Aura pria ini benar-benar berbeda level, sangat kaya, sangat tampan, dan sangat... berbahaya bagi hati wanita.
"Anin..." Zaskia menyenggol pelan lengan Anindya, suaranya berbisik takut-takut. "Ini siapa?"
Mendengar itu, Anindya langsung tersenyum sangat bangga. Ia berdiri tegak di samping Adrian lalu memperkenalkan dengan gaya yang sangat percaya diri.
"Zas, kenalin ya. Ini Kak Rian. Kakak dari panti yang dulu sering aku ceritain sama kamu."
Zaskia mengerutkan kening mencoba mengingat-ingat, hingga kemudian matanya terbelalak sambil memetik jari. "Oh... yang dulu fotonya ada di album kamu?"
"Nah iya benar," seru Anindya membenarkan ingatan Zaskia, lalu menoleh ke arah Adrian. "Kak, ini Zaskia, sahabat yang paling baik yang selalu nemenin aku dari dulu. "
Dalam hatinya Adrian bertanya-tanya, foto Apa yang dimaksud oleh Zaskia? Namun pria itu mengulurkan tangannya ke arah Zaskia dengan sopan.
"Halo Zaskia. Salam kenal. Makasih ya udah selalu jagain dan temenin Anindya," sapanya ramah.
"I-iya... Halo Kak! Salam kenal juga!" jawab Zaskia sedikit gugup. Pasalnya aura Adrian benar-benar berbeda dari orang kebanyakan.
Namun, dengan jahilnya Anindya mendekatkan wajahnya ke telinga Zaskia, berbisik namun dengan suara yang tidak dikecilkan sehingga Adrian pun bisa mendengarnya. "Kakakku ini masih jomblo loh!"
Zaskia seketika mengerutkan keningnya mendengar perkataan Anindya. Memangnya kenapa kalau Kak Rian masih single? Sedangkan Anindya tahu Zaskia sudah memiliki suami. Ya walaupun saat ini suami Zaskia sedang berada di luar negeri.
"Auw… !" Anin terpekik dan meringis saat tiba-tiba keningnya disentil oleh Adrian. "Kakak… sakit tahu?!" gerutunya dengan wajah cemberut.
"Sukurin. Jahil sih. Kakak sendiri mau diobral. Dah ah, yuk, kita cari makan dulu. Perut Kakak udah keroncongan banget nih. Dari tadi pagi sibuk kerja, belum sempat masuk makanan sama sekali," keluh Adrian sambil mengelus perutnya yang rata, menampilkan wajah memelas yang sangat jarang dilihat orang lain.
Anindya dan Zaskia pun langsung setuju.
"Boleh banget! Aku juga lagi lapar nih," sahut Anindya antusias. Ia lalu menunjuk dada Adrian dengan jarinya. "Tapi Kakak yang traktir, ya?"
Adrian memasang wajahnya yang manyun. "Kamu ini, apa nggak kebalik, kamu itu wakil presiden yang kaya raya, malah minta traktir sama aku yang cuma karyawan biasa," ucap Adrian yang memang tidak mengungkap identitas aslinya di depan Anin.
"Gak mau tahu. Pokoknya Kakak yang traktir!" seru Anin lalu menggandeng tangan Zaskia dan mendahului berjalan.
Adrian pura-pura menghela nafas lemah, padahal dalam hatinya senang. Kapan lagi dia bisa makan bersama dengan Putri kecilnya, walaupun ada sahabatnya, tapi Adrian tidak merasa keberatan karena dia tahu Zaskia adalah satu-satunya orang yang paling baik pada Anindya.
Mereka bertiga pun berjalan menuju salah satu restoran paling eksklusif dan mewah di lantai atas mall tersebut. Anin dan Zaskia mengerutkan kening melihat pelayan restoran tampak sangat hormat menyambut kedatangan mereka terutama pada Adrian, seolah mereka sudah mengenal pria itu dengan sangat baik. Namun, Adrian yang ditanya hanya mengangkat kedua bahunya seolah benar-benar tidak tahu.
Sesampainya di meja makan yang cukup luas dan privat, mereka pun duduk berhadapan. Adrian duduk di tengah, sementara Anindya dan Zaskia duduk bersebelahan di hadapannya.
Saat mereka sedang asyik melihat-lihat menu dan bercanda, tiba-tiba ekspresi Zaskia berubah. Wanita itu mengerutkan keningnya dalam-dalam, matanya tak lepas menatap wajah Adrian yang sedang tertawa lebar.
"Kok aku kayak pernah lihat wajah ini ya? Rasanya familiar banget," batin Zaskia mulai penasaran. "Apa di album fotonya Anin, ya? Kayaknya bukan deh. Foto Anin kan foto remaja. Tapi ini… rasanya baru beberapa bulan lalu lihat wajah ini? Tapi di mana?"
apa lgi yg lbih mnyedihkn slain nsibnya s pcundang....udh pd tngkat dewa bkln dpt tender,taunya zonk...😛😛😛....
smntra anin,dia udh bngkit plus dpt dkungn dr bnyak orng yg pduli sm dia....ga sbr nunggu s pcundang hncur.....