NovelToon NovelToon
Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Ketiga Kakak Angkatku Adalah Tokoh Utama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Katarina terjebak dalam raga seorang gadis malang yang tinggal di panti asuhan, Karina Putri.

Namun sebuah takdir mempertemukannya dengan seorang wanita kaya raya yang tiba-tiba mengangkat Karina sebagai putri angkatnya.

Tetapi bukan itu masalahnya, melainkan tiga kakak angkat Karina yang ternyata adalah tokoh utama dalam novel yang pernah dibacanya. Lalu takdir ketiga kakak angkatnya tidaklah baik, mereka akan mati ditangan tokoh utama wanita.

Namun, Karina tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mengubah takdir ketiga kakak angkatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

“Mama!” Seru Karina saat keluar dari mobil Jevan

Lesa memang sudah menunggu kepulangannya, bahkan wanita paruh baya itu langsung memeluk putrinya dengan erat.

“Kamu baik-baik saja ‘kan? Kak Jevan tidak berbuat macam-macam kepadamu?” Tanya Lesa sambil melepaskan pelukannya.

Jevan masih memasukkan mobilnya ke garasi, karena besok hari Sabtu dan perusahaan libur. Jadi, besok Jevan akan beristirahat seharian.

“Tidak, Kak Jevan tidak berbuat macam-macam kepadaku. Justru Kak Jevan sangat baik,” jawab Karina yang mengingat kejadian saat jemarinya terkena cipratan minyak panas dan juga saat Jevan menawarkan diri untuk mencuci piring.

Andai saja gadis itu tahu apa yang dilakukan Jevan saat dirinya tertidur di ruang tengah, pasti ia tidak akan menjawab begitu.

“Mama tidak mempercayaiku?” Tanya Jevan yang baru kembali dari garasi.

Lesa menatap putra ketiganya dengan sangat tajam. “Karena kamu sering membuat masalah! Mama sampai heran, padahal umurmu sudah dua puluh lima tahun, tapi sifat nakalmu masih belum hilang!”

Karina menahan senyumannya, saat melihat wajah masam kakak ketiganya saat dimarahi oleh sang mama.

“Sayang, kamu sudah makan?” Lesa merubah nada suaranya, saat bertanya kepada sang putri.

Jevan mendengus pelan, sebelum masuk ke dalam Mansion untuk segera beristirahat di kamarnya. Hari ini pria itu menyelesaikan banyak sekali dokumen penting, bahkan juga ikut meeting bersama papanya. Sehingga Jevan begitu lelah dan ingin cepat tidur, kebetulan perutnya sudah kenyang.

“Sudah, tadi aku masak di apartemen Kak Jevan… soalnya Kak Jevan belum makan malam dan bilang sangat lapar,” jawab Karina yang mengejutkan mamanya.

“Benarkah? Jevan mengizinkanmu masuk ke dalam apartemennya?” Lesa seakan tidak percaya kalau putra ketiganya itu mengundang Karina ke apartemennya.

“Iya, tadi aku masak di sana. Ini aku bawain ayam rica-rica untuk Mama!” Karina mengangkat tangan yang membawa sebuah lunch bag.

Lesa baru menyadarinya, pantas saja tadi sang putri hanya membalas pelukannya dengan satu tangan.

“Mama masih belum tahu seenak apa masakan kamu, ayo kita masuk! Kak Jemian juga menunggumu!” Ajak Lesa sambil menarik tangan sang putri dengan lembut.

Jemian yang berada di ruang tengah, menoleh saat mendengar suara lembut dari adik perempuannya.

“Kenapa baru pulang?” Tanya pria itu yang memang menunggu kepulangan sang adik.

Jemian sudah terbiasa ditemani Karina selama di rumah sakit, jadi pria itu tidak bisa tenang kalau belum melihat wajah cantik Karina yang memang sangat menenangkan.

“Itu si Jevan main culik Karina ke apartemennya,” Lesa yang menjawab.

Tatapan Jemian langsung menajam. “Karina, Jevan tidak melakukan hal buruk kepadamu ‘kan?” Tanyanya.

Karina menggeleng. “Kak Jevan baik kok.”

Jawaban itu membuat Jemian sedikit tenang, karena ia sangat tahu sifat nakal Jevan yang masih belum hilang sampai sekarang.

“Aku masakin ayam rica-rica untuk Mama dan Kak Jemian!” Karina duduk di sebelah Jemian yang kakinya masih di gips.

“Untuk Kak Jo mana?” Suara lain terdengar.

Karina menoleh dan tersenyum senang saat melihat kakak kesayangannya juga ada di Mansion, padahal dari kemarin Joshua sangat sibuk di rumah sakit dan tidak sempat untuk pulang walau sebentar.

“Untuk Papa? Apa Papa tidak dibawakan ayam rica-rica buatan putri cantik Papa?” Xander juga ada, pria paruh baya itu menunjukkan ekspresi sedihnya.

Karina meringis pelan, ia mengira Xander dan Joshua tidak ada di Mansion. Jadi, tadi dirinya tidak memasak banyak.

“Aku bawa empat, jadi pas satu-satu!” Gadis itu menarik kedua sudut bibirnya.

“Tidak apa-apa, setidaknya kami bisa merasakan masakan lezat Karina. Masa cuma Jevan aja yang bisa rasain?” Lesa langsung mengambil satu potong ayam rica-rica yang terlihat menggoda itu.

Yang lain juga mulai memakannya, membuat Karina menunggu reaksi dari keluarga angkatnya tentang masakannya.

“Enak, putri cantik Mama sangat pintar memasak!” Puji Lesa yang tidak berbohong.

Karina tersenyum senang mendengarnya, masakannya diterima dengan baik oleh mereka semua. Bahkan mereka ingin di masakan lagi besok.

Sedangkan di lantai atas, terlihat sosok Jevan yang ternyata masih belum tidur. Pria itu menatap lurus ke bawah dan samar-samar mendengar percakapan keluarganya.

Jevan senang melihat Karina diterima dengan baik di keluarga Adhitama, apalagi kedua orang tuanya terlihat begitu menyayangi Karina… begitu pun dengan kedua kakak kembarnya.

Namun yang membuat Jevan merasa tidak senang, adalah perasaan yang seharusnya tidak pernah datang itu. Jevan tidak ingin menghancurkan kebahagiaan keluarganya, tetapi ia tidak ingin melepaskan Karina.

“Aku harus mencari cara, agar mereka merestuiku dengan Karina.”

...***...

Karina masih belum tidur, karena tadi dirinya sempat tertidur. Jadi, gadis itu memutuskan untuk menemui Jemian yang kebetulan juga masih belum tidur.

“Kenapa Karina?” Tanya Jemian saat tidak sengaja melihat Karina berdiri di depan kamarnya.

Pintu kamar Jemian memang tidak ditutup, karena akan memudahkan perawat untuk masuk ke dalam dan membantunya.

“Apa aku mengganggu waktu Kak Jemian?” Tanya gadis itu yang kini sudah masuk ke dalam kamar kakak pertamanya.

“Tidak. Kakak juga belum mengantuk. Duduk di sini!” Pria itu menepuk sisi ranjang, meminta sang adik untuk duduk didekatnya.

“Ada sesuatu yang ingin kamu katakan?” Tanya Jemian yang mengerti tatapan sang adik.

Karina menganggukkan kepalanya, ia mengeluarkan ponselnya dan mengeluarkan rekaman suara yang tadi diambilnya.

Jemian membeku, saat mengenali suara tersebut. Tangannya terkepal kuat, ia tidak menyangka kalau Serana begitu tega kepadanya… bahkan sampai berselingkuh darinya.

“Maaf, aku tidak bermaksud untuk ikut campur. Tapi tadi aku tidak sengaja bertemu dengan Kak Serana, waktu bermain ke Cafe bersama temanku.” Karina merasa tidak enak kepada kakak pertamanya.

Jemian tersenyum tipis, tangannya terangkat untuk mengusap puncak kepala sang adik.

“Boleh kirimkan rekaman tadi ke nomor Kakak?” Pinta Jemian yang diangguki sang adik.

Karina mengirim rekaman suara tersebut, ia juga mengirim foto yang sempat diambilnya tadi.

“Benar, ini Serana dan teman dekatnya,” kekeh Jemian saat melihat foto yang dikirim sang adik.

“Terima kasih, Karina. Kakak mendapatkan bukti pengkhianatan Serana berkatmu,” pria itu menatap lembut adiknya.

Karina tersenyum tipis. “Aku akan selalu berada dipihak Kak Jemian, karena aku tidak ingin Kakak dimanfaatkan.”

Jemian menganggukkan kepalanya. Rasa cintanya kepada Serana sedikit demi sedikit menjadi perasaan benci, karena perlakuan dan pengkhianatan yang dilakukan oleh wanita itu.

“Biarkan dia bersenang-senang dulu, sebelum Kakak membuatnya menderita!”

Karina sedikit takut dengan tatapan mengerikan Jemian saat marah.

“Maaf sudah membuatmu takut,” kekeh pria itu saat menyadari ketakutan di mata cokelat sang adik.

“Kakak kalau membutuhkan bantuanku, aku selalu siap!” Kata Karina

Jemian tersenyum tipis, “Kalau begitu, apa Kakak boleh memelukmu? Sekarang Kakak membutuhkan sebuah pelukan penenang.”

Karina tidak menolak, ia langsung memeluk kakak pertamanya yang saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun di depan kamar Jemian, terlihat sosok Jevan yang memang ingin menemui kakak pertamanya… tetapi Jevan malah disuguhkan pemandangan yang membuat dadanya terasa panas.

“Ini yang namanya cemburu?”

Bersambung!

1
vew
ini mksdnya gimana thor ,, ada pria lain kah yg di cintai karina ?? 🤔🙏🙏

semangat thor 💪💪
vew: ok thor ,, semangat upnya thor 💪💪
total 2 replies
Wulan
jawab van " OTW "
Wulan
agak agak salting ya van ☺️
Dewiendahsetiowati
Karina pakai gaya batu
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Ayy: selamat datang dan semoga suka sama ceritanya 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!