NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PASANGAN SERASI

Tak lama kemudian, pintu aula kembali terbuka. Nero masuk bersama dua orang pelayan yang membawa nampan berisi teko teh dan beberapa piring camilan hangat.

Aroma teh herbal yang pekat langsung menyeruak, sedikit mengusir ketegangan yang sempat menggantung di udara.

Setelah para pelayan menuangkan teh ke cangkir masing-masing dan undur diri, Arkan berdeham pelan, dia mengangkat cangkirnya, mencoba mencairkan suasana yang terasa kaku.

"Teh yang luar biasa, wilayah Magnus ternyata memiliki cita rasa yang tidak kalah dengan ibu kota," puji Arkan, meskipun sebenarnya dia bahkan belum meminumnya sama sekali.

"Tentu saja, Pangeran, teh di sini disajikan dengan kejujuran, tidak seperti di istana kekaisaran, di mana setiap cangkir teh harus diperiksa tiga kali hanya untuk memastikan tidak ada racun di dalamnya," jawab Anastasia, tersenyum.

Arkan yang baru saja hendak menyesap tehnya mendadak membeku, kalimat Anastasia barusan terdengar sangat menyindir, mengingat pada penyusup kirimannya yang mati mengenaskan di kamar wanita itu.

"Ah... kamu benar-benar sudah banyak berubah, Anastasia, dulu kamu tidak pernah berbicara tentang hal-hal mengerikan seperti racun atau politik," ucap Arkan, meletakkan kembali cangkirnya dengan tawa hambar.

"Manusia harus beradaptasi untuk bertahan hidup, Pangeran, jika aku tetap menjadi gadis bodoh yang menangis saat dicampakkan, mungkin hari ini Anda tidak akan melihatku duduk di kursi ini," jawab Anastasia santai, lalu meminum tehnya dengan gerakan yang sangat anggun.

Alessandro yang duduk di sebelah Anastasia hanya memperhatikan interaksi itu dengan tatapan terhibur, dia bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Arkan perlahan-lahan berubah menjadi tidak nyaman karena terus-menerus diserang oleh Anastasia.

"Kudengar perjalananmu ke Magnus dikawal oleh ratusan prajurit kekaisaran. Apakah jalanan menuju wilayahku sekarang dianggap se bahaya itu oleh ayahmu?" tanya Alessandro dengan nada meremehkan yang sangat kentara.

Arkan menegakkan posisi duduknya, mencoba mengembalikan wibawanya yang mulai terkikis.

"Kaisar hanya mengkhawatirkan keselamatan saya, Grand Duke, apa lagi akhir-akhir ini, banyak laporan tentang pergerakan bandit di perbatasan luar Magnus. Sebagai Pangeran Mahkota, saya harus tetap waspada," jawab Arkan, se santai mungkin.

"Bandit?" ulang Alessandro terkekeh pendek, suara tawanya terdengar rendah dan serak.

"Di wilayahku, tikus yang mencuri satu butir gandum saja akan ku potong tangannya, jika ada bandit yang berani menginjakkan kaki di tanah Magnus, kepala mereka sudah berjejer di sepanjang tiang pembatas jalan sebelum mereka sempat mendirikan tenda," ucap Alessandro, tersenyum miring.

Nero yang berdiri di belakang Alessandro menahan senyumnya, kalimat sang Grand Duke bukan sekadar gertakan, melainkan fakta yang sangat dipahami oleh seluruh kekaisaran.

Glek

Sementara Arkan, dia menelan ludah nya kasar, merasa tersindir sekaligus terintimidasi, dia tahu betul bahwa bandit yang dia maksud sebenarnya adalah mata-mata dan penyusup yang sering dikirim oleh pihak kekaisaran, termasuk orang suruhannya sendiri yang baru saja tewas.

"Tentu saja, reputasi pasukan Magnus dalam menjaga keamanan memang tidak perlu diragukan lagi," ucap Arkan, buru-buru mengalihkan topik agar tidak terjebak dalam pembicaraan yang menyudutkannya.

Arkan kemudian kembali menatap Anastasia, memasang senyum licik yang dia sembunyikan di balik wajah ramahnya.

"Anastasia, setelah makan siang nanti, apakah kamu bersedia menemaniku berjalan-jalan di taman kediaman ini? Ada beberapa pesan dari ayahmu, Count Starling, yang harus ku sampaikan secara pribadi kepadamu," ucap Arkan, tersenyum pada Anastasia.

Anastasia melirik Alessandro, yang juga sedang menatapnya dengan sebelah alis terangkat, seolah menyerahkan keputusan itu sepenuhnya kepada sang istri.

"Pesan dari ayah?" tanya Anastasia berpura-pura terkejut, menyentuh pipinya dengan ekspresi yang dibuat-bua cemas.

"Tentu saja, Pangeran, aku sangat merindukan kabar dari rumah. Ale, apakah kamu keberatan jika aku menemani Pangeran Arkan berjalan-jalan sebentar nanti?" tanya Anastasia, menoleh ke arah suaminya dengan tatapan memohon yang terlihat sangat polos.

Alessandro menatap mata biru Anastasia yang berkilat penuh rencana licik, pria itu langsung paham bahwa istrinya sedang bermain peran untuk menjebak sang Pangeran Mahkota.

"Aku tidak keberatan, Anastasia. Pergilah jika itu membuatmu senang," jawab Alessandro, suaranya melembut, ikut masuk ke dalam permainan yang dibuat istrinya.

"Namun, pastikan kamu memakai jubah yang tebal. Angin siang di magnus bisa menjadi sangat tajam untuk orang yang belum terbiasa," lanjut Alessandro, sembari mengulurkan tangan untuk merapikan sedikit anak rambut Anastasia yang jatuh di dahinya.

Sentuhan yang tak terduga dari Alessandro membuat Anastasia sempat tertegun sesaat, namun dia dengan cepat menguasai diri dan tersenyum manis.

Di seberang meja, pemandangan itu membuat rahang Arkan mengetat karena cemburu dan kesal.

Arkan tidak menyangka bahwa Alessandro, sang monster berdarah dingin yang terkenal sangat kejam dan benci dengan seorang wanita, bisa bersikap selembut itu pada Anastasia.

Di dalam hatinya, Arkan semakin bertekad untuk segera merebut apa yang dia inginkan dan menghancurkan kebahagiaan sepasang suami istri di depannya ini.

"Terima kasih atas kebaikanmu, Grand Duke. Kalau begitu, saya akan menunggu Anda di halaman setelah makan siang, Anastasia," ucap Arkan, tersenyum miring, merasa rencananya untuk mendekati Anastasia berjalan dengan lancar.

"Sama-sama, Pangeran, aku juga sudah tidak sabar untuk mendengar pesan dari ayahku," jawab Anastasia, membalas senyuman Arkan dengan senyuman yang tidak kalah lebar, namun penuh dengan niat membunuh yang tersembunyi.

"Oh ya, bagaimana dengan kabar Elena?" tanya Anastasia suaranya terdengar penasaran, namun matanya tidak menunjukkan sedikit pun rasa peduli.

"Dengar-dengar dia sangat menikmati posisinya sebagai istri mu sekarang. Apa dia masih suka menangis jika permintaannya tidak dituruti?"

"Elena berbeda denganmu, Anastasia, dia jauh lebih penurut dan lembut, dia tidak banyak menuntut seperti yang sering kau lakukan dulu," jawab Arkan mendengus, mencoba terlihat tidak peduli.

"Menuntut? Menarik sekali mendengar kata itu keluar dari mulut seorang pria yang bahkan tidak bisa menjaga martabat wanita di sisinya," ucap Alessandro, menyesap teh nya dengan seringai dingin di wajah nya.

"Apa maksud Anda, Grand Duke?" tanya Arkan mengerutkan kening, merasa tersinggung.

"Hanya pengamatan sederhana," jawab Alessandro menyeringai tipis, matanya menatap Arkan dengan tajam.

"Seorang pria yang bijak akan membanggakan istrinya karena kemampuannya, bukan karena dia mudah diatur atau penurut. Memelihara wanita yang hanya bisa menangis mungkin memang selera rendahan," lanjut Alessandro, tersenyum miring.

Wajah Arkan memerah padam, tangannya yang berada di bawah meja mengepal kuat hingga kuku-kuku jarinya memutih.

"Anda sangat percaya diri dengan pendapat Anda, Grand Duke. Sayangnya, dunia politik di ibu kota tidak sesederhana permainan kata-kata di wilayah terpencil ini," jawab Arkan, tersinggung.

"Politik ibu kota memang rumit, Pangeran. Tapi bukankah Anda sendiri yang bilang kalau Anda datang ke sini untuk tujuan yang penting? Jika hanya untuk membahas tentang Elena atau membandingkan kami, saya rasa Anda membuang waktu perjalanan yang sangat jauh," ucap Anastasia tertawa kecil, suara tawanya memecah ketegangan.

Arkan terpaksa menahan emosinya kembali, dia menarik napas panjang, mencoba mengembalikan kontrol pada dirinya sendiri. Dia harus tetap pada tujuannya.

"kamu benar, Anastasia, aku terlalu terbawa suasana," ucap Arkan dengan nada yang berusaha ditenangkan.

1
Atik Kiswati
mantsap bgt alurnya.....👍👍👍
renjani
wah seru nih..jadi penasaran dgn Hugo..tapi yg pasti Hugo akan bertekuk lutut samatasia...
Noey Aprilia
Psangn idiot....pntsn jodoh.....😛😛😛....
imel
aku gak sabar dengan gebrakanmu Anastasia buat jinakkan serigala liar🤭
renjani
bagaimana rasanya tamparan tasia Arkan..makyos👍👍👍🤭🤣🤣
Fajar Fathur rizky
kaisar felix siap siap aja takhta di ambil oleh Alessandro
Anandita Syifa Malika
Semangat kakkk!!!!
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
😍😍😍😍
kaylla salsabella
semangat
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut
Eka Putri Handayani
gak sabar nunggu kelanjutannya, cepat up ya kak🥰
ryuka
sukurin kamu nenek lampirrr
miss blue 💙💙💙
kayak nya yg paling dendam sama arkan itu nina ya 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙: kasih kontak dukun online kak, biar dia bisa santet online si arka 🤣🤣🤣
total 2 replies
kaylla salsabella
cie.. cie
letslalaviena
BAGUSSS BGTTT
IG : hofi03_skrniii: thank you sayanggggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
idih mimpi tuh kaisar🤭🤭
Atik Kiswati
lnjt....
IG : hofi03_skrniii: stay tuned ya kakkkk🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
cie ada yg mulai terpesona nih sm ana🤣🤭ditunggu kebucinannya ale
Eka Putri Handayani
pokoknya minta imbalan wilayah yg paling subur yg memiliki hasil bumi berlimpah dan separuh kekuatan militer Kekaisaran jd kaisar dan putra mahkota idiotnya semakin takut dngn ale klo bisa jg nnt buat aja ale dan anatastasia jd pemimpin kekaisaran🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!