NovelToon NovelToon
Posesif

Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Lasti Handayani

Kupikir setelah Dev sadar dari koma, dia sudah berubah menjadi seseorang yang tidak lagi mengekangku.
Namun justru, perubahan sikapnya menjadi lebih gila...

"Kita akan menikah hari ini."

"Aku tidak mau!"

"Jika kamu tidak mau, aku akan mengakhiri hidupku sekarang juga."

NB: Season 2 dari Obsession

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lasti Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

POV: Devandra

"Nara," aku membuka pintu kamarnya, kulihat dia tengah berdandan di depan cermin. "Aku tunggu di luar, jangan terlalu lama, kita sudah terlambat." Aku menutup pintu lalu duduk menunggunya di ruang tamu.

Dering ponsel bergetar di saku celanaku,

“Pak Devandra, perwakilan perusahaan dari Prancis sudah tiba. Saat ini mereka sedang berkeliling melihat suasana restoran dan ingin meninjau langsung pelayanan hari ini sebelum membahas kontrak kerja sama.”

“Pastikan tidak ada kesalahan sekecil apa pun.”

“Baik, Pak.”

"Saya segera ke sana." Kemudian menutup telepon.

Pintu kamar yang sedari tadi ku tunggu akhirnya terbuka. Perempuan yang baru keluar dari sana terlihat sangat anggun. Dress yang membentuk lekuk tubuhnya terlihat sempurna, rambutnya dibiarkan terurai tetap mempertahankan ciri khas seorang Nara.

Aku langsung berdiri dari dudukku, memperhatikan setiap langkah perempuan itu yang menghampiriku dengan tergesa.

"Aku siap, ayo," ucapnya dengan wajah cemas.

"Kamu cantik." Aku tersenyum melihatnya.

"Karena aku perempuan." Setelah mengatakan itu dia berjalan lebih dulu ke luar, aku hanya tersenyum melihatnya.

"Selama di sana, aku harus berbuat apa? Bersikap seperti apa?" tanyanya sambil terlihat cemas.

Mataku memandang ke jalan, "tidak harus berbuat apa-apa."

"Cih... kalau begitu kenapa aku harus ikut?" gumamnya kesal.

"Karena aku ingin memamerkan pada klien pentingku, bahwa aku memiliki istri yang sangat sempurna." Mataku masih fokus menyetir.

Dia memonyongkan bibirnya, "gimana kalau salah satu dari mereka ada yang diam-diam mengedipkan matanya padaku?"

"Mudah... aku akan pastikan hidupnya tidak tenang."

"Dasar sikopat," gumamnya lirih tapi aku masih bisa mendengar samar.

"Kamu bilang apa?"

"Nggak."

Aku tersenyum tipis melihat tingkahnya yang mencoba menggodaku.

...***...

POV: Nara

Setelah mobil selesai terparkir, aku mengikuti langkah Dev masuk ke dalam restoran mewah itu. Ia memberikan isyarat agar aku menggandeng lengannya. Setelah itu kami di sambut oleh beberapa orang di sana,

"Selamat siang, Pak. Klien kita sudah menunggu di ruang VIP." Manager restoran itu sedikit membungkuk pada Devandra sebelum mempersilakan kami masuk lebih dalam ke area restoran.

Suasana siang itu terlihat jauh lebih sibuk dari biasanya. Beberapa pelayan berlalu-lalang membawa makanan dan minuman dengan gerakan cepat. Aroma masakan bercampur wangi wine memenuhi udara, menciptakan kesan mewah yang entah kenapa selalu cocok dengan dunia Devandra.

Aku berjalan di sampingnya sambil berusaha menyesuaikan langkah. Tanganku sempat terasa dingin karena gugup. Ini pertama kalinya Devandra mengajakku menghadiri pertemuan bisnis penting seperti ini.

Saat pintu ruang VIP dibuka, tiga orang asing yang duduk di dalam langsung berdiri menyambut kami. Dua pria dan satu wanita dengan penampilan formal khas pebisnis luar negeri.

“Mr. Devandra, finally we meet in person.”

Salah satu pria berusia sekitar empat puluhan mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah.

Devandra membalas jabatan tangan itu dengan tenang. “Welcome to Indonesia. I hope our restaurant meets your expectations.”

Mereka mulai berbincang mengenai restoran, konsep kerja sama, hingga rencana distribusi yang sebenarnya terlalu rumit untuk kupahami. Aku hanya duduk diam sambil sesekali memperhatikan Devandra yang terlihat jauh berbeda saat bekerja. Terlihat tenang, tegas, dan sangat percaya diri.

Hingga tiba-tiba salah satu wanita di sana menoleh ke arahku sambil tersenyum hangat.

“And this beautiful lady?” tanyanya penasaran.

Devandra langsung menoleh padaku sebentar sebelum menjawab dengan nada datar khasnya.

“My wife. Nara.”

Seketika ketiga orang itu terlihat sedikit terkejut. “Your wife?”

Wanita itu tersenyum lebar sambil menatapku kagum. “She’s absolutely gorgeous.”

Aku langsung tersenyum canggung mendengar pujian itu. “Thank you...” jawabku pelan.

“Now I understand why you always refused dinner invitations before,” goda salah satu pria sambil tertawa kecil.

Setelah cukup lama, aku permisi pada Dev untuk ke toilet. Sesampainya, aku hanya duduk di atas toilet sambil menghembuskan nafas lega, ruangan tadi sebenarnya membuatku terasa sesak dan membosankan. Aku meraih ponselku di dalam tas, membuka ikon pesan dan mencari nama salah seorang—Leon.

[Kamu lagi apa?] pesan itu ku kirim padanya.

Ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk menunggu pesanku dibalas.

[Lagi kangen sama kamu.]

Aku tertawa kecil melihat balasannya.

[Aku lagi di restoran bersama Dev, tapi aku bosan.]

[Mau datang ke studio?]

[Entahlah, aku harus menghadapi Dev dulu]

[Yaudah nggak usah dipaksakan, tapi seandainya bisa, datang saja.]

Aku ingin, sangat ingin. Tapi pasti Dev tidak akan mengizinkan. Aku langsung menghapus pesan itu sebelum Dev melihatnya. Lalu kembali ke kantor menemuinya.

Saat masuk ke ruang VIP, aku justru tidak melihat siapa pun di sana. Tidak ada para klien asing itu. Hanya ada Devandra yang duduk sendirian sambil menatap layar laptop di depannya.

Aku mengernyit bingung. “Loh, para bulenya ke mana?” tanyaku spontan.

Devandra mengalihkan pandangannya dari laptop lalu menatapku sebentar.

“Nara... kayaknya aku bakal pulang malam. Masih ada beberapa urusan sama mereka.”

Ia menutup laptopnya pelan sebelum melanjutkan, “Kamu pulang duluan aja.”

Yes.

Yes, yes, yes.

Rasanya seperti baru saja memenangkan undian keberuntungan. Akhirnya semesta sedikit berpihak padaku.

“Tapi... kamu nggak apa-apa aku tinggal?” tanyaku, berusaha terdengar biasa saja meski dalam hati sudah bersiap merayakan kebebasan kecilku.

“It’s okay,” jawabnya santai. “Nanti aku suruh Bagas jemput kamu.”

Senyumku langsung memudar.

Yah, sial. Baru juga merasa melayang, sekarang sudah dijatuhkan lagi ke tanah.

Kalau Bagas yang mengantar, berarti aku tetap tidak bisa pergi ke mana-mana sesuka hati. Aku langsung menjatuhkan diri duduk di sofa dengan wajah kecewa tanpa berusaha menyembunyikannya lagi.

Beberapa menit kemudian, Bagas datang menjemputku. Mau tidak mau aku hanya bisa menurut dan pulang ke rumah seperti perintah Devandra. Sepanjang perjalanan, kepalaku sibuk berpikir. Hingga akhirnya aku memberanikan diri membuka suara.

“Bagas...”

Pria itu melirikku lewat kaca spion.

“Bisa ke studio tato dulu nggak?” tanyaku sedikit gugup.

Bagas langsung terlihat serba salah. “Maaf, Non... bapak nyuruh saya langsung antar Non pulang. Nggak boleh ke mana-mana lagi.”

Aku langsung mendengus kesal sambil menyandarkan tubuh ke kursi mobil, menyebalkan. Rasanya seperti hidup dengan bodyguard sekaligus sipir pribadi.

Sesampainya di rumah, aku langsung berjalan cepat menuju kamar. Tasku kulempar kasar ke sofa, lalu tubuhku kuhempaskan ke atas ranjang dengan frustrasi.

“Argh...”

Aku menutupi wajah dengan bantal sambil menggerutu kesal sendirian. Namun beberapa detik kemudian, tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalaku. Aku langsung bangkit pelan dari posisi tidur.

[Leon, aku tidak bisa ke studio. Aku sudah di rumah. Bisa kamu kesini? sebelum aku mati bosan]

Setelah mengirim pesan itu aku langsung menghapusnya. Sial, ponsel sialan. Aku tidak memiliki privasi karena ponsel ini sudah di sadap.

Tiga puluh menit kemudian, suara pintu kamarku di ketuk. Aku bangun dari tidur dan membukanya.

"Leon," teriakku tak percaya bahwa pria itu sudah berdiri di depan pintu kamarku. Aku langsung memeluknya dengan erat.

Leon menatapku dari bawah hingga atas, "kamu cantik banget."

"Karena aku..." kataku lantang, kemudian melanjutkannya dengan bisikan di telinganya, "perempuan."

Leon tertawa kecil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!