NovelToon NovelToon
Alvaro

Alvaro

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia
Popularitas:925
Nilai: 5
Nama Author: Patmandari Nugraheni

Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...

Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18 Alvaro Menyembunyikan Rasa Sakitnya

Pada hari senin pagi, di dalam kamar Alvaro dengan nuansa biru langit dan udara yang sangat dingin karena AC di dalam kamarnya belum dimatikan dan juga pemilik kamar yang belum bangun dari dalam mimpinya.

[Kamar Alvaro - Pukul 05.30 WIB]

Di luar kamar terdengar suara ketukan yang memanggil sedang namanya dengan cukup keras dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah uncle Sam yang sedang membangunkannya.

"Varo apakah kamu sudah bangun?" Ucap Uncle Sam.

"Ya sudah, tapi uncle aku masih ngantuk 5 menit lagi ya" jawab Alvaro dean nada serak sekaligus malasnya tapi dengan mata yang masih tertutup rapat.

"Tidak boleh gitu Varo kamu harus bangun untuk sekolah" ucap uncle Sam.

"Iya uncle sabar" ujarnya.

Ia pun memaksa kedua matanya untuk membuka matanya, saat ia membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamarnya yang berwarna biru langit dan selama beberapa menit ia pun mengumpulkan nyawanya dan membuang rasa malasnya itu. Dengan menghela nafas panjang kasar ia pun menyibakkan selimutnya dan ingin pergi bersiap-siap, sesampainya di depan kamar mandi ia pun merasa badannya sangat berat dan lemas.

"Huh sudah lah berangkat aja dulu kalau beneran demam bisa di uks" batinnya

Ia pun dengan cepat membersihkan dirinya menurutnya hari ini itu udaranya sangat dingin dan juga lembab membuat tubuhnya menjadi menggigil dan tambah lemas.

ia pun membutuhkan waktu dua puluh menit untuk menyelesaikan ritual mandinya, ia pun keluar dengan handuk yang sudah melingkar rapi di area pinggangnya dan ia juga mengalungkan handuk kecil di bagian leher dan juga ia meninggalkan sedikit tetesan air yang ada di ujung rambutnya. Langkah kakinya pun menuju ke arah walk in closet untuk memilih baju seragam sekolah untuk jadwal hari senin yaitu putih abu dan hari ini tentunya tidak ada upacara.

"Huh untung gak ada upacara, kalau ada bisa mati aku tubuh ku udah sangat lemas ini" batin Alvaro lagi.

Setelah ia menyelesaikan menggunakan seragamnya dan merapikan rambutnya tentunya tidak lupa memakai parfum favoritnya yaitu antara perpaduan aroma laut yang segar dan juga buah-buahan yang manis ini adalag parfum favoritnya jika ia pakai saat mau berangkat kesekolah.

Ia pun keluar dari walk in closet untuk mengambil hp yang ada di nangkasnya dan tas sekolahnya yang ada di kursi meja belajarnya.

Setelah itu ia pun keluar dari kamar dan di depan kamar sudah terdapat uncle Sam yang sudah menunggunya dari tadi.

"Maaf ya uncle lama" ucapnya

"Gak papa Varo, kamu sakit ya Varo kok mukamu pucet gitu?" tanya uncle Sam.

"Enggak kok uncle aku gak papa tenang aja" jawab Alvaro mencoba tidak lemas di depan uncle Sam.

"Ya sudah uncle ayo ke bawah" ucapnya dan di angguki oleh uncle Sam.

Mereka pun turun kelantai satu menggunakan lift, sesampainya di lantai satu seperti biasanya sudah ada ketiga saudaranya dan juga sang papah yang sudah duduk di meja makan.

"Maaf pah lama" ucap Alvaro.

"Gak papa Varo" ujar sang papah.

"Oh iya Varo, kamu sakit kah kok muka mu pucat?" tanya Arlan kepada Alvaro.

"E-ehh, e-enggak kok bang aku gak papa" jawab Alvaro sedikit gugup.

"Bener Varo?" tanya Erlan memastikan.

"Iya kak aku tu gak papa tenang aja" jawabnya sekali lagi.

"Ya sudah kalau begitu kalian cepat makan" ucap sang papah menengahi tapi ada sedikit rasa khawatir kepada anak ke tiganya itu dan di beri anggukan oleh mereka berempat sebagai jawaban.

"Ayo, El aku dah selesai" ajaknya kepada Elvano.

"Iya ayo aku juga sudah" ucap Elvano.

"Ya sudah pah, bang, kak kita berangkat dulu ya" ujar Elvano kepada mereka.

"Iya hati-hati ya" ucap sang papah kepada kedua anak kembarnya.

"Assalamualaikum" ucap mereka berdua serentak.

"Waalaikumsalam" jawab papah dan kedua kakaknya.

Sesampainya di depan pintu mansion Alexander yang besar dan juga megah itu, mereka berdua pun berjalan menuju ke arah parkiran montor mansion.

"Ok kan Var?" tanya Elvano.

"Ok kok" jawab Alvaro dengan nada lemas.

"Kok kamu lemes gitu" ucap Elvano lagi.

"Aku gak papa Van" ujar Alvaro sekali lagi.

"Ya sudah nih pakai jaketku, nanti kalau sakit bilang loh ya" ucap Elvano perhatian dan sambil memberikan jaketnya kepada Alvaro.

"Makasih ya Van" ujar Alvaro lemah dan sambil menggunakan jaketnya.

Sesampainya di parkiran montor mansion

"Tunggu sini bentar, aku mau mundurin montor dulu" ucap Elvano ke pada Alvaro dan Alvaro pun hanya bisa mengangguk lemas.

"Sudah ayo naik, pelan-pelan" ujarnya lagi.

"Iya" jawab Alvaro singkat dan dengan nada yang lemas.

Lima belas menit kemudian, mereka berdua pun sampai di parkiran sekolah suasana di parkiran tersebut cukup ramai dan ternyata sudah ada teman-temannya Elvano yang baru saja sampai.

"Eh Van dah nyampai aja nih biasanya masih nanti" ucap Bara dan hanya di balas deheman oleh Elvano.

"Eh Van itu Varo kenapa? Kok pucet dan pakai jaket lo?" tanya Vian.

"Tadi pas di parkiran mansion dia itu lemes dan aku tanya katanya gak papa" jawab Elvano dengan nada khawatir.

"Ya sudah kalau begitu, ayo ke kelas Varo kasian itu" ucap Rion dan di angguki oleh yang lain.

Mereka bertujuh pun berjalab menuju ke arah kelas Alvaro dan dengan Elvano yang sedikit menompang tubuh Alvaro yang sedikit lemas.

Sesampainya di kelas Alvaro dan di depan kelasnya sudah ada teman-teman Alvaro yang menunggu mereka.

"Kenapa itu Van Varonya?" tanya Elena.

"Lemes Len ini anaknya" jawab Elvano singkat.

"Ya sudah, ayo Var masuk kelas" ajak Ervon sambil mengganti Elvano untuk menopang Alvaro.

"Ya sudah kita ke kelas dulu, nanti seperti biasanya kita jemput oh ya titip Alvaro ya kalau dia sakit telfon aja" ucap Elvano dan di angguki oleh teman-teman Alvaro.

Sesampainya di tempat duduk Alvaro dan Alan, Ervon pun mendudukkan Alvaro secara hati-hati.

"Ya sudah Var tidur dulu aja, nanti kita bangunin kalau udah bel" ucap Clara dan di angguki oleh Alvaro dengan lemas.

Beberapa menit kemudia Alvaro pun tertidur tidak pulas tapi cukup tenang.

"Guys jangan berisik ya Alvaro baru agak gak enak dia tidur bentar" ucap Clara pelan pada teman-teman kelasnya dan semua pun melihat ke arah Alvaro dan mengangguk mengerti.

"Ya sudah kita duduk dulu sambil nunggu bel yang masih agak lama, lumayan buat Al istirahat" ujar Alan dan di angguki oleh teman-temannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!