hidup dibayang-bayang kekuasaan dan perebutan warisan membuat gadis mungil harus bertahan bersikap arogan dan sombong ini bukan kemauan tapi menjaga diri dari saudara kandung dari ayahnya yang ingin merebut hak milik gadis itu, tapi semuanya sia-sia karena perjanjian hak waris yang ditulis oleh sang kakek bahwa warisan itu berada ditangan seorang pria yang cukup memiliki kekuasaan, dan perjanjian yang mengharuskan sang gadis menikahi nya.
apakah pernikahan yang dijodohkan akan bahagia atau malah membawanya kelubang luka yang dalam.
yuk mulai baca biar gak penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khotimah04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. waktu yang terus berputar
Delisa masih asik di pinggir kolam menikmati dinginnya udara malam,ia sesekali bernyanyi mengikuti alunan lagu dari ponselnya menikmati setiap sudut rasa yang sepi tapi nyaman,tidak ada kebisingan semua hanya ada sunyi.
Alvaro yang sudah pulang datang perlahan kearah delisa ia sudah berganti pakaian dengan celana pendek dengan bertelanjang dada penampakan punggung tegap perut kotak kotaknya menghampiri delisa yang membelakanginya,
Bruyurr
Air yang semulanya tenang tiba-tiba bergoyang,dengan cipratan mengenai tubuh delisa,
" maaassss " teriak delisa penuh dengan kekesalan
Alvaro keluar dari air mengibaskan rambutnya, sungguh sangat mempesona delisa saja sampai bengong dibuatnya,
Alvaro yang melihat delisa bengong ia segera mencipratkan air ke wajah delisa sembari tertawa ringan.
" mas ih " ucap delisa kesal
" apa sayang " ucap alvaro
" kamu kapan pulang kok aku enggak sadar " ucap delisa menatap Alvaro yang mulai mendekatinya
" 30 menit yang lalu " ucap Alvaro didepan delisa
" kenapa berenang hm kamu masih kurang sehat sayang " ucap Alvaro lagi
"Aku enggak berenang cuman duduk duduk aja disini " ucap delisa dengan nada manja
" tapi dengan pakaian seperti itu malah buat kamu kedinginan" ucap Alvaro mengelus pelan paha delisa
" enggak kok anginnya buat aku nyaman " delisa tersenyum kecil
" sayang, mas mau tanya boleh?" ucap Alvaro masih didalam air
" tanya apa mas " ucap delisa menatap Alvaro dalam
" selama kita melakukan hubungan kita enggak gunain apa-apa bahkan tanpa pencegah kamu enggak takut kalau misalnya hamil " ucap Alvaro pelan menanti jawaban delisa,
" kenapa takut tandanya sang pencipta ngasih kita kepercayaan mas,delisa malah bersyukur. kenapa mas menanyakan itu?? " ucap delisa
" sayang mas sadar kamu masih sekolah apalagi kamu pasti memiliki cita-cita yang nantinya ingin kamu raih,mas enggak mau jadi penghalang kalau kamu hamil " ucap Alvaro
" mas anak bukan jadi penghalang untuk meraih tujuan, dan delisa tidak mempermasalahkan kalau delisa enggak jadi apapun karena bagi delisa kebahagiaan kecil yang kita punya adalah tujuan utama jadi apapun nanti kedepannya jangan berfikir kalau suatu saat dia datang hanya jadi penghalang" ucap delisa
" sayang pemikiran mu dewasa sekali " ucap Alvaro bangga sangatlah bangga pada istrinya
" karena aku belajar dari kamu " ucap delisa
" kenapa aku sayang ?? " ucap Alvaro
" mas yang buat aku sadar bahwa setiap kesabaran yang kita lakukan Adalah pengorbanan yang begitu nyata, aku pernah dengar dari mama Laili buat dapetin mas sangatlah susah dimana dia harus menanggung cemooh orang orang disekitarnya,dan papa Alvin yang selalu sabar menghadapi ketidak nyamanan mama pada semua orang,papa selalu dukung mama saat mama enggak baik baik aja,jadi aku pernah berjanji untuk selalu menerima takdir apapun itu makanya aku tidak menunda memiliki anak kalau memang segera di kasih " ucap delisa mengelus pipi Alvaro dan mata Alvaro yang memerah menahan sedih dan haru
" sayang mas gak bisa berkata-kata lagi sungguh " ucap Alvaro menitikkan air matanya
" ternyata seorang Alvaro bisa nangis ya " ucap delisa menggoda Alvaro
" ck.sayang " ucap manja Alvaro pada delisa
" udah sana mandi, ini udah malam kita perlu istirahat " ucap delisa pelan lalu berdiri Alvaro pun segera naik kepermukaan, memeluk tubuh ramping delisa membawanya masuk kedalam rumah.
" mas, Bayu ngabarin kalau besok bakal ada rapat pemegang saham di perusahaan artatama" ucap delisa sudah berganti pakaian menggunakan piyama tidur,Alvaro juga sudah selesai mandi dia menggunakan celana pendek serta kaos putih duduk di sandaran kasur,
Delisa merangkak naik dan duduk disebelah menyadarkan dirinya di dada bidang Alvaro,
" iya mas tau, besok kamu wajib hadir karena 70% saham milik mu " ucap Alvaro membawa tubuh delisa ke dekapannya
" jadi aku benar-benar jadi pemilik perusahaan " ucap delisa mendongak ke arah Alvaro,
" ya sayang sesuai prosedur perjanjian yang ditulis kakek artatama" ucap Alvaro
" Hm kalau aku serahkan tanggung jawab itu pada Bayu apa boleh " ucap delisa ragu
" boleh tapi kamu tetap menjadi penanggung jawab dalam perusahaan,dan lagi kamu pemilik sah dari semuanya serta properti yang nantinya akan atas nama kamu, ingat sayang bayu juga memilik saham sedikit banyak yaitu 10% beda dengan paman dan Melisa yang hanya memiliki 1% saham itu akan membuat Bayu tertekan jadi untuk saat ini biar mas dan kamu yang pegang kendali nanti kalau semua dirasa aman baru kita serahkan kepada Bayu kamu ngerti hm" ucap Alvaro
" iya mas delisa paham, mas aku curiga sesuatu " ucap delisa
" curiga apa sayang " ucap Alvaro serius
" aku curiga kalau Bayu bukan anak paman dan bibi " ucap delisa
" kenapa bicara seperti itu " ucap Alvaro
" entah,aku melihat paman selalu pilih kasih sama Bayu mereka selalu memanjakan Melisa daripada Bayu,lagi saat donor darah paman enggak mau begitupun bibi " ucap delisa
" donor darah " ucap Alvaro bingung
" iya waktu itu Bayu pernah jatuh dari motornya dia terluka parah sampai-sampai membutuhkan Katong darah yang cukup banyak dan aneh nya paman serta bibi dan Melisa menolak, untung waktu itu darah mama cocok sama Bayu " ucap delisa serius
" kamu curiga kalau Bayu anak mama hm " ucap Alvaro
" bukan aku malah curiga kalau Bayu anak Tante Ariani yang hilang " ucap delisa
" sayang kenapa kamu bisa terfikir sampai sana " ucap Alvaro
" enggak tau hanya saja wajah Bayu mirip om dewangga " ucap delisa
" tapi kenapa kamu bisa yakin " ucap Alvaro
" mama cerita kalau bibi Sinta pernah hilang lama dan paman tenang saja lalu setelah Tante Ariani melahirkan enggak berselang lama bibi datang dengan membawa bayi laki-laki katanya dia anaknya dan paman,tapi malah anak Tante Ariani yang hilang entah kemana,jadi dari cerita mama aku curiga kalau Bayu anak Tante Ariani dan om dewangga" ucap delisa Alvaro mendengar kan seksama
" sayang mas akan selidiki ini semua kalau benar Bayu bukan anak kadung paman dan bibi berarti ada sesuatu yang membuat Mereka nekat menculik anak Tante Ariani " ucap Alvaro
" tapi mas ada satu lagi " ucap delisa beranjak lalu membuka laci mengambil satu catatan kecil,
" ini sebelum kak Arsya pergi dia kasih ini katanya kunci di balik semua dalang yang terjadi tapi aku enggak tau maksud nya apa di kertas ini cuman ngasih satu nama Arga Abraham " ucap delisa
" Arga Abraham siapa dia " ucap Alvaro
" itu lah mas yang aku bingung kan siapa sosok orang yang bernama Arga Abraham ini kenapa kak Arsya bilang dia adalah kuncinya " ucap delisa
" sayang pasti ada teka teki yang kita lewatkan selama ini enggak mungkin sampai kakek dan almarhum Arsya memberikan petunjuk kepada kita yang sangat rumit kita pecahkan " ucap Alvaro
" jadi mas kita harus gimana " ucap delisa
" mengulang waktu yang awalnya terus berputar di mana kamu menemukan Arsya disini " ucap Alvaro menunjuk hati delisa
" jadi ada yang terlewat tapi apa?? " ucap delisa
" sudahlah kita pikirkan pelan-pelan sekarang mari tidur " ucap Alvaro tersenyum
" ya mas mari pasti kamu sangat lelah " ucap delisa
Mereka membaringkan tubuh saling memeluk, lama-lama tertidur sembari berpelukan.