NovelToon NovelToon
Trading Thrones (Bertukar Tahta)

Trading Thrones (Bertukar Tahta)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Perjodohan
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: DearlyBoa

​Di papan catur Leone, Nora hanyalah sebuah bidak yang dipahat untuk menahan badai, sementara Stella adalah permata yang disembunyikan di balik sutra. Selama lima tahun, Nora berdiri sebagai tameng, meredam peluru dengan detak jantungnya sendiri demi pria yang tak pernah benar-benar melihatnya kecuali sebagai pelindung bagi cintanya yang sejati.
​Namun, setiap baja memiliki titik retak.
​Ketika takdir menyajikan dua cawan beracun di atas meja jati, Nora memilih untuk meminum rahasia yang paling kelam. Dia menukar tahta di pesisir California dengan mahkota berduri di ranjang hantu New York. Di kota yang tak pernah tidur, dia tidak datang untuk menjadi perawat bagi jiwa yang koma, melainkan untuk membangun kekaisaran dari sisa-sisa pengkhianatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DearlyBoa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota yang Luruh di Atas Beludru

​Kemewahan di mansion Thorne bukan lagi sekadar fasad; bagi Nora, itu telah menjadi bahasa cinta yang absolut. Setiap benda berkilau yang melingkar di tubuhnya adalah kalimat afirmasi yang tidak pernah ia dapatkan dari ayahnya. Adrian Thorne tidak hanya memberinya tempat tinggal; ia membangunkan sebuah altar untuk Nora, dan di atas altar itu, Nora merasa seperti satu-satunya wanita yang ada di dunia ini.

​Koleksi gelang emas di pergelangan tangan Nora kini telah bertambah menjadi tujuh untai. Setiap kali Adrian pulang dari misi berbahaya atau pertemuan bisnis yang menegangkan di luar kota, ia akan membawa sebuah kotak beludru kecil. Gelang-gelang itu bukan sekadar perhiasan pasar; masing-masing memiliki ukiran halus, beberapa bertahtakan safir biru yang sewarna dengan samudera, yang lain polos namun berat dengan emas murni 24 karat.

​"Kenapa kau selalu memberiku gelang, Adrian?" tanya Nora suatu malam, saat mereka duduk di balkon kamar Adrian yang luas. Angin malam bertiup kencang, membawa aroma garam dan kebebasan.

​Adrian, yang sedang menyesap wiskinya, menatap pergelangan tangan Nora yang ramping. Ia meraih tangan itu, jemarinya yang kasar karena sering menggenggam senjata kini menyentuh kulit Nora dengan kelembutan yang mematikan.

​"Karena pergelangan tanganmu adalah bagian yang paling rapuh sekaligus paling kuat," bisik Adrian. Suaranya rendah, bergetar di udara malam. "Gelang-gelang ini adalah rantai perlindungan. Selama kau memakainya, kau adalah milikku, dan tidak ada satu pun bajingan di dunia ini yang boleh menyentuhmu."

​Nora merasakan desir panas merambat dari ujung jarinya hingga ke jantung. Milikku. Kata itu terdengar begitu manis di telinga seorang gadis yang baru saja dibuang oleh keluarganya sendiri. Ia tidak melihat kegelapan di balik mata Adrian; ia hanya melihat seorang penyelamat.

​Puncak dari keyakinan Nora terjadi pada malam perayaan tahun kelima ia tinggal di sana. Adrian telah menyiapkan makan malam privat di tepi tebing, hanya mereka berdua di bawah kanopi bintang. Malam itu, Adrian memberikan hadiah yang paling megah: sebuah tiara kecil dari emas putih dengan satu mutiara hitam besar di tengahnya.

​"Kau bukan lagi gadis kecil yang kutemukan di tengah hujan, Nora," ucap Adrian sambil memakaikan tiara itu di kepala Nora. "Kau adalah ratu di rumah ini. Dan kau pantas mendapatkan mahkota."

​Malam itu, adrenalin di antara mereka terasa kental. Aura Adrian yang biasanya terkendali tampak retak oleh keinginan yang tak terucapkan. Nora bisa merasakan ketegangan di setiap otot pria itu saat mereka berdansa perlahan tanpa musik. Bagi Nora, cintanya sudah meluap. Ia ingin membuktikan kesetiaannya, ingin menyerahkan satu-satunya harta yang masih ia miliki—dirinya sendiri.

​Saat mereka kembali ke dalam kamar, suasana berubah menjadi lebih gelap dan intim. Nora menatap Adrian dengan mata cokelatnya yang penuh pemujaan. Ia mendekat, meletakkan tangannya di dada Adrian, merasakan detak jantung pria itu yang kuat dan cepat.

​"Adrian," bisik Nora, suaranya nyaris hilang di antara deru napas mereka. "Aku ingin memberikan segalanya padamu. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi jarak."

​Adrian membeku. Matanya menatap Nora dengan tatapan yang sulit diartikan—sebuah campuran antara rasa lapar yang purba dan keraguan yang mendalam. Ia tahu persis apa yang ditawarkan Nora. Keperawanan gadis itu adalah sesuatu yang suci di dunia mereka yang kotor, sebuah simbol kemurnian yang jarang ditemui.

​"Nora... kau tidak mengerti apa yang kau tawarkan," gumam Adrian, suaranya serak. Ia sempat menjauhkan wajahnya, seolah ada suara di dalam kepalanya yang menyuruhnya berhenti. "Kau masih sangat muda. Kau memiliki masa depan yang panjang."

​Namun, penolakan halus itu justru memicu sesuatu di dalam diri Nora. Ia merasa tertantang. "Masa depanku adalah kau, Adrian. Kau yang menyelamatkanku. Kau yang memberiku hidup. Kenapa kau ragu?"

​Adrian menatap Nora lebih dalam. Adrenalin yang biasanya ia gunakan untuk menghadapi musuh-musuh berdarah dingin di lorong-lorong gelap California kini bergejolak karena alasan yang berbeda. Ia adalah seorang pria yang terbiasa mengambil apa pun yang ia inginkan, dan di hadapannya, godaan yang paling murni sedang menyerahkan diri secara sukarela.

​Nora melepaskan kaitan gaun sutranya, membiarkan kain mahal itu jatuh ke lantai tanpa suara, menyisakan dirinya dalam keindahan yang paling rentan.

​Keraguan Adrian runtuh. Keinginan untuk menaklukkan, untuk menandai, dan untuk merasakan kehangatan yang tulus dari wanita yang begitu memujanya, mengalahkan segala logika yang tersisa. Dengan gerakan yang tiba-tiba namun penuh kendali, Adrian menarik Nora ke dalam dekapannya.

​Ciuman mereka malam itu terasa seperti perang—panas, mendesak, dan penuh dengan emosi yang tertahan selama bertahun-tahun. Adrian menggendong Nora menuju tempat tidur besar yang sudah menunggu. Di atas seprai sutra abu-abu yang dingin, mereka menjadi satu.

​Nora merasakan sakit yang tajam untuk sekejap, namun rasa itu segera tenggelam dalam gelombang kenikmatan dan rasa memiliki yang luar biasa. Ia merasa akhirnya ia telah "sampai." Ia menyerahkan kesuciannya dengan keyakinan penuh bahwa pria yang berada di atasnya ini adalah pelindung abadi jiwanya.

​Di tengah keintiman yang menyesakkan itu, Nora memejamkan mata, membayangkan masa depan yang indah bersama Adrian. Ia tidak melihat ekspresi wajah Adrian yang terkadang mengeras, seolah sedang menahan beban yang sangat berat. Ia tidak menyadari bahwa di balik setiap sentuhan Adrian, ada sebuah rahasia yang terkunci rapat—sebuah kebenaran yang sengaja disembunyikan di balik gairah malam itu.

​Bagi Adrian, tindakan ini bukan sekadar pemuasan nafsu. Itu adalah sebuah langkah yang tidak bisa ditarik kembali dalam sebuah rencana besar yang jauh lebih rumit daripada sekadar cinta. Ada kegelapan yang mengintai di sudut matanya bahkan saat ia membisikkan kata-kata manis di telinga Nora.

​Setelah badai gairah itu mereda, Nora berbaring di dada Adrian, mendengarkan detak jantungnya yang mulai melambat. Ia merasa sempurna. Ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

​"Aku mencintaimu, Adrian," bisik Nora dengan tulus.

​Adrian hanya terdiam, tangannya mengelus rambut cokelat berombak Nora dengan perlahan. Ia tidak membalas kata-kata itu dengan ucapan yang sama. Ia hanya mengecup dahi Nora dan menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.

​"Tidurlah, Nora," katanya lirih. "Besok, dunia akan terasa berbeda."

​Nora tertidur dengan senyuman di bibirnya, tidak menyadari bahwa malam yang ia anggap sebagai awal dari kebahagiaan abadinya, sebenarnya adalah langkah pertama menuju pengkhianatan terbesar yang akan menghancurkan hatinya berkeping-keping di masa depan. Di balik pintu kamar yang tertutup, malam terus berlanjut, menyimpan rahasia Adrian tetap aman dalam kegelapan, jauh dari jangkauan Nora yang sedang bermimpi indah tentang cinta yang palsu.

1
Arieee
tetep goblok di Adrian 🤣
Arieee
wow👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!