Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Korban kebun jagung
Lama Alia menunggu kedatangan Imron yang kata dia sedang ingin buang air kecil tapi sampai saat ini mereka belum juga bertemu kembali, sementara itu Alia sudah mulai merasakan takut yang tidak terkira karena suasana yang ada di kebun jagung memang terasa begitu mencekam untuk orang baru seperti mereka saat ini.
Alia rasa ingin turun dari mobil untuk mencari keberadaan Imron karena dia tidak tahan untuk terus menunggu saja, rasa takut di dalam hati tidak terkendali sehingga Alia masih bingung antara ingin turun atau tetap menunggu di dalam mobil saja, sudah dia usahakan untuk memberikan klakson agar Imron segera masuk lagi ke dalam mobil ini untuk melanjutkan perjalanan.
Tapi sama sekali tidak ada reaksi dari Imron sehingga Alia semakin geram saja kepada sang suami, pada pikiran mereka memang sedang panas karena masalah yang sedang mereka hadapi akibat kebangkrutan ini sehingga ada gejala sedikit saja pasti akan langsung menyala emosi di dalam diri.
Alia juga sebenarnya tidak setuju untuk pulang ke desa ini karena mereka pun ingin menumpang di rumah saudara, tapi mau bagaimana lagi karena mereka memang sudah tidak memiliki rumah yang ada di kota sehingga mau tidak mau maka Alia harus setuju untuk pulang ke desa ini untuk menumpang di rumah sepupu Imron.
"Dia ini kencing apa sih kok lama sekali tak kunjung datang?!" geram Alia.
"Tidak tahu istri di dalam mobil sudah takut seperti ini tapi dia malah asik kencing saja!" kesal Alia semakin menjadi.
"Tujuan belum sampai dan juga ini ada di daerah mana tapi dia lebih mengutamakan yang lain." sambung Alia.
Grosaaaak.
Grosaaaak.
Mata Alia melihat sendiri ketika kebun jagung itu mulai bergerak ke sana kemari tertiup oleh angin, rasa takut itu semakin besar Karena Dia mengira mungkin saja ada babi yang sedang memakan jagung itu sehingga batang jagung bergerak kencang, ini kalau saja Imron ada di sini maka pasti dia akan marah.
"Aku doa kan kau akan kena serodok oleh babi itu bila tak kunjung masuk ke dalam mobil ini, Mas!" sumpah Alia.
"Kencing dari tadi tidak juga selesai, atau dia bertemu seseorang dan bertanya ya?" Alia mengintip karena siapa tahu saja memang ada orang lain di kebun ini.
Dengan perut yang mulai membuncit karena saat ini Alia memang tengah mengandung, maka Alia memutuskan untuk turun saja dari mobil untuk mencari keberadaan Imron yang entah di mana, sebab Dia mulai kepikiran bahwa mungkin saja ada orang lain di sini dan mereka sedang ngobrol sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.
Tanpa Alia sadari bahwa keputusan dia untuk turun dari mobil ini adalah hal yang begitu salah, dengan kedatangan mereka memasuki kebun jagung ini saja sudah menjadi kesalahan yang begitu besar, mereka orang kota sehingga wajar saja tidak mengetahui bagaimana kebun jagung telah di hindari oleh para warga di sini.
"Mas Imron, kamu ada di sebelah mana?" Alia agak berteriak agar sang suami bisa mendengar.
Tapi sama sekali tidak ada jawaban dari Imron, maka kaki alias segera melangkah untuk mencari keberadaan sang suami dan untuk pergi dari tempat ini sekarang juga, ketika sedang berjalan serius untuk mencari Imron maka mata Alia menangkap sebuah cahaya.
"Oh itu ada obor di bagian sana, asli dia pasti sedang ngobrol dengan orang ini sehingga lupa dengan aku!" ucap Alia ketika dia melihat cahaya.
"Awas saja nanti kau ya kalau aku sudah menemukan dirimu, enak sekali dia ngobrol dengan orang dan meninggalkan aku sendirian di dalam mobil." rutuk Alia segera menuju cahaya itu.
Padahal dengan mendatangi obor itu maka Aliya sudah masuk ke dalam kebun jagung dan dia akan bertemu dengan sesuatu yang tidak pernah dia harapkan, terasa memang begitu mencekam namun Alia tetap berpikir bahwa ada orang lain di kebun ini dan nanti dia bisa berbicara dengan orang tersebut.
"Kok obor itu semakin jauh saja sih rasanya?" batin Alia ketika dia tak kunjung sampai.
"Dari keluar tadi seperti hanya beberapa langkah tapi aku sudah masuk sejauh ini dan tidak sampai juga." Alia menoleh ke belakang untuk memastikan.
Duuuuuk.
"Aduh!" Alia menjerit karena kaki dia tersandung sesuatu dan membuat dia jatuh telungkup.
Dengan cepat wanita ini segera bangkit berdiri karena dia takut nanti kena pijak oleh sesuatu, bau amis menusuk hidung wanita cantik itu karena memang yang barusan dia sandung seperti manusia, Alia kebingungan karena tidak memiliki sesuatu untuk melihat apa yang telah dia sandung tadi.
"Manusia!" pekik Alia setelah dia agak mendekat.
"Lailahaillallah!" Alia sama sekali tidak menduga bahwa yang dia sandung adalah tubuh manusia.
"Tolong aku, Ya allah! apa ini, Kenapa ada manusia yang pingsan di sekitar kebun jagung ini." Alia sangat panik dan dia gemetar sembari memegang perut yang terasa kram.
Rasa ingin lari terbirit-birit dari tempat ini dan menuju obor yang tadi namun kaki Alia terasa gemetar dan tidak sanggup untuk bergerak, setelah cukup menenangkan diri maka dia sedikit menyadari bahwa sosok manusia yang tengah berbaring tak bernyawa itu sedikit dia kenali sehingga Alia memutuskan untuk mendekat kembali.
"M...mas Imron!" gugup Alia karena dia pasti mengenali sang suami walau saat ini dalam keadaan gelap.
"Tidak, ini pasti bukan kamu kok." Alia menggeleng karena dia tidak percaya dengan hal itu.
"Hei bangun lah, kau bukan Mas Imron kan?" Alia mengguncang tubuh tersebut dan dia menyadari tangan terasa basah.
Setelah dia perhatikan dengan seksama maka Alia baru menyadari bahwa pria itu memang sudah meninggal dunia dalam keadaan tubuh habis tertusuk, entah tertusuk apa tapi yang jelas seluruh tubuh Imron telah penuh dengan darah dan kemungkinan besar pelaku sengaja menusuk tubuh dia dari ujung kaki hingga kepala.
"Tidak mungkin!" Alia menutup mulut karena tidak percaya dengan hal ini.
"Tidak, Mas bangun lah! Ayo kita pergi dari sini sekarang juga." Alia menangis karena dia sangat ketakutan.
Jleeeeeep.
"Eeeeghhkkk, eeeghkkk!"
"Hihihiiiiii.....
"Aaaaghh!" Alia masih mengorok ketika mulut dia di tusuk oleh benda yang sangat tajam dari belakang.
Pada bagian leher belakang telah tertusuk oleh kayu untuk penyangga orang-orang-orangan sawah, tusukan tersebut tembus pada bagian mulut sehingga Alia pasti akan meninggal dunia bila di sakiti dengan cara seperti ini, darah mengucur deras dari mulut dan dia masih sempat merasakan sakit di tengah rasa sekarat yang sedang dia hadapi saat ini.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen kalian ya.
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...