NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Panggilan Sayang dan Insiden "Salah Pegang"

Setelah Tabib memberikan ramuan pemulih dan memastikan paru-paru Lia bersih dari sisa air kolam, suasana kamar menjadi sangat tenang. Cahaya lilin yang temaram memantul di wajah Alistair yang sejak tadi tidak beranjak satu senti pun dari sisi ranjang. Ia telah berganti pakaian kering, namun matanya yang lelah tetap terjaga, mengawasi setiap tarikan napas Lia.

Perlahan, kelopak mata Lia bergerak. Ia mengerang pelan, merasakan sisa-sisa dingin yang masih menempel di kulitnya. Begitu matanya terbuka sempurna, wajah tampan Alistair adalah hal pertama yang ia tangkap.

Ya Allah, gue pikir sehabis adegan tenggelam tadi gue bakal bangun di kamar tercinta sambil meluk bantal guling, eh ternyata masih di dunia novel, batin Lia sambil menghela napas pasrah.

Tapi ya sudahlah, di sini gue permaisuri kaya raya, kalau balik ke Jakarta gue cuma remahan rengginang yang cicilan motornya masih nunggak. Emas-emas gue masih menunggu untuk dinikmati!

"Kamu sudah sadar?" tanya Alistair lembut.

Suaranya terdengar begitu rendah dan menenangkan, jauh dari kesan dingin yang biasanya ia tunjukkan.

Alistair meraih cangkir berisi teh hangat dan membantu Lia duduk dengan sangat hati-hati.

Tangannya menyangga punggung Lia seolah-olah ia sedang memegang benda paling berharga di dunia. Sisi hangat Alistair yang selama ini terkunci rapat kini tumpah begitu saja, membuat Lia merasa seperti sedang diterjang ombak kenyamanan.

"Minumlah perlahan," ucap Alistair sambil menyodorkan cangkir ke bibir Lia.

Duh, jantung... tolong dikondisikan. Jangan jedag-jedug begini, malu-maluin aja, batin Lia sambil menyeruput tehnya dengan wajah merah padam.

Lia benar-benar salah tingkah diperlakukan bak ratu sejagad.

Namun, suasana manis itu mendadak mendingin saat Alistair menaruh kembali cangkirnya dan menatap Lia dengan sorot mata menyelidik.

"Aurellia... saat kamu pingsan tadi, kamu terus-menerus menyebut satu nama," ujar Alistair pelan.

"Siapa itu Ali?"

DEG!

Lia hampir saja tersedak liurnya sendiri.

Mampus gue! Kenapa juga mulut gue lemes banget pake nyebut nama Ali pacar gue tercinta! Padahal di sini Ali-nya udah berubah jadi Alistair si Pangeran Agung!

"Ali?"

Lia tertawa canggung, otaknya berputar dengan kecepatan cahaya untuk mencari alasan.

"Oh! Itu... itu panggilan sayang dariku untuk kamu, Pangeran! Alistair... Ali... iya, kan mirip? Biar lebih akrab gitu, boleh kan?"

Alistair tertegun sejenak. Ia menatap Lia dengan tatapan tak percaya, namun perlahan senyum tipis, jenis senyum yang bisa membuat seluruh gadis di kerajaan pingsan massal muncul di bibirnya. Ia mengelus lembut pucuk kepala Lia.

"Ali? Panggilan yang aneh. Tapi... karena itu dari kamu, tentu saja boleh," jawabnya pelan.

Lia mengembuskan napas lega.

Alhamdulillah, selamat! Pinter juga gue kalau lagi kepepet.

Merasa sudah lebih kuat, Lia mencoba bangkit dari tempat tidur.

"Aku mau coba jalan sebentar, Pangeran. Capek tiduran terus."

"Jangan, tubuhmu masih lemah," cegah Alistair sambil refleks menahan bahu Lia agar kembali berbaring.

Namun, karena gerakan yang terlalu cepat dan posisi Lia yang agak miring, tangan Alistair yang seharusnya menahan bahu justru meleset ke arah yang sama sekali tidak terduga.

SLUP.

Tangan Alistair mendarat tepat di area dada Lia.

Hening.

Dunia seolah berhenti berputar. Keduanya mematung seperti patung lilin. Mata Lia membelalak lebar sampai hampir keluar dari rongganya, sementara Alistair langsung membeku dengan telapak tangan yang masih menempel di sana.

Satu detik... dua detik... tiga detik...

"Eee... P-pangeran?" cicit Lia dengan suara super tipis.

Alistair tersentak seolah baru saja menyentuh bara api. Ia langsung menarik tangannya dengan gerakan sangat kaku, wajahnya yang putih bersih berubah menjadi merah padam sampai ke telinga. Ia berbalik membelakangi Lia, bingung harus menaruh tangannya di mana.

"Maaf! Aku... aku tidak sengaja! Aku hanya ingin menahanmu!" ucap Alistair dengan nada bicara yang mendadak gagap, sangat jauh dari wibawa sang Pangeran Agung.

Lia menarik selimut sampai ke dagu, wajahnya sudah selevel dengan warna saus sambal ekstra pedas.

"I-iya... tahu kok. Nggak apa-apa... namanya juga kecelakaan kerja," gumam Lia sambil menahan tawa sekaligus malu setengah mati.

Suasana romantis yang dibangun sejak tadi langsung hancur berkeping-keping oleh kecanggungan luar biasa. Pangeran Agung yang gagah berani itu sekarang malah terlihat seperti remaja puber yang ketahuan curi pandang, sementara Lia sibuk menggigit bantal menahan tawa melihat tingkah konyol suaminya.

Ternyata selain jago manah, suami gue jago juga dalam hal manuver tangan ya, batin Lia jahil.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!