NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 17

Ting "bianca.."

Ting "kemana aja si kok ga pernah ngabarin aku.."

Ting "kamu gapapa kan?.."

Ting "gimana dengan devan.."

Jonathan mengernyitkan dahinya setalah ia membaca notif yang muncul di ponsel bianca.

Ia tau betul devan adalah mantan kekasih bianca yang beberapa kali mengganggu pikirannya,

Jonathan memang sudah menyuruh orang untuk mengawasi pria itu.

Tapi ia masih ragu untuk bertindak.

"Maaf lama.." ucap bianca yang baru saja muncul dari toilet.

"Bianca.." ucap jonathan dengan suara datar yang membuat bianca langsung menatapnya dengan diam.

"Kita udah nikah secara resmi..aku ingin kita ada kemajuan dalam hubungan ini.."

"Kamu harus tau batasan-batasan apa saja yang harus diperhatikan.."

Bak sambaran petir disiang bolong,

Bianca termangu mendengarkan ucapan dari jonathan.

Bisa saja ia menjawab untuk tak menurutinya,tapi setelah kejadian semalam bianca menjadi sosok yang penurut.

Ia mengiyakan permintaan jonathan.

"Tapi aku masih ada syarat..jangan berbuat hal bodoh di kantor!.." ucap bianca lalu bersandar dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya.

Jonathan hanya mengangguk,tapi tidak dengan bathinnya.

"Soal apartemen..benar kata mama.."

"Aku akan menjual apartemen milikmu..sebagai gantinya aku akan mengganti hak atas nama apartemenku menjadi namamu.."

"Tapi.."

"Ga ada tapi-tapian lagi bianca..seutuhnya kamu sudah jadi milikku.."

"Aku belum mau punya anak..titik.."

Kali ini Jonathan terkejut dengan ucapan bianca tapi langsung ia sambut dengan gelak tawa.

"Aku tidak akan memaksamu untuk itu.."

"Yaudah ayo kita cari toko obat tertentu.."

"Aku ga mau kalau sampai hamil.."

"Obat?.."

"Apa itu artinya kamu sudah siap melakukannya lagi.." bisik jonathan di telinga bianca dan sedikit mengecupnya.

Ddrrrddtt ddrrddtt

"Devan.." bathin bianca.

Bianca beranjak meninggalkan caffe setelah melihat nama di panggilan ponselnya.

Ia mengamati ke sekeliling,setelah ia yakin bahwa jonathan masih di toilet barulah berani mengangkat telfon dari devan.

"Iyaa hallo.."

"Aku kira kamu ga mau angkat telfonku bi.."

"Hmm lagi dimana?.." terdengar suara pelan dari ponsel bianca.

"Ah aku sedang keluar..kenapa?.."

"Besok aku ada janji ketemu client dekat apartemenmu.."

"Boleh ketemu.."

"Telfon dari siapa.." suara jonathan mengejutkan bianca.

Ia tidak menyadari kehadiran jonathan yang tiba-tiba berdiri di belakang bianca.

Sesaat jonathan mampu membaca nama yang tertera di panggilan masuk bianca.

Lalu tanpa ragu dia berbisik tepat di dekat ponsel bianca.

"Aku merindukanmu sayang.."

Bianca buru-buru mematikan ponselnya lalu mengejar langkah kaki jonathan.

"Jangan seperti itu.." ucap bianca sedikit berteriak.

Jonathan merapihkan barang bawaan yang mereka beli lalu beranjak pergi.

"Kita bicara di rumah.."

"Aku ga mau ke apartemenmu.."

"Aku mau ketempatku sendiri.." ucap bianca di dalam mobil yang tengah melaju cepat.

Jonathan menuruti permintaan bianca,ia membawakan belanjaan bianca lalu memencet tombol lift ke apartemen bianca.

Tapi bukannya pergi,kini jonathan mengambil akses apartemen yang berada di dalam tas bianca.

"Kamu mau kesini kan..yaudah masuk.." ucap jonathan dengan suara tegas.

"aku mau sendiri!.."

"Untuk apa sendiri?.."

"Agar kamu bisa bebas telfon dengan cowok itu.."

"Yaudah telfon aja,aku ga ganggu kok.."

"Jo.." pekik bianca penuh kesal.

"Besok aku harus ke surabaya.aku ga tau cara menahannya seperti apa.."

"Yang pasti ini sekarang menjadi candu bagiku.." ucap jonathan lalu menarik tubuh bianca ke dalam pelukannya lalu melumat bibir merah bianca.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!