NovelToon NovelToon
Five Magic'S Girl

Five Magic'S Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Fantasi / Iblis
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: bsf10

5 perempuan dengan keturunan setengah Dewa Dewi yang sangat kuat dan darah mereka yang mengalir dengan kekuatan yang melumpuhkan dan petualangan yang akan mereka hadapi di negeri ajaib Euthopia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bsf10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Penghalang

Lantai alun-alun terbelah, menyingkap sebuah lubang cahaya yang sangat dalam—jalan menuju Inti Bumi Euthopia.

"Ayo masuk! Sekarang!" teriak Azzura.

Valerius yang berhasil lepas dari lilitan akar Olivia berteriak murka. "TIDAAAK!" Ia menukik tajam dengan kecepatan tinggi, mencoba meraih ujung jubah Azzura.

Namun, Vera dengan sigap menciptakan dinding batu setebal tiga meter tepat di atas lubang portal setelah mereka semua melompat masuk. Valerius menghantam dinding itu dengan keras tepat saat portal tertutup.

Menuju Inti Dunia

Mereka jatuh meluncur di dalam terowongan cahaya yang indah. Di bawah sana, mereka melihat sebuah bola kristal raksasa yang berdenyut lemah—jantung dari seluruh dunia Utopia.

"Kita sampai," bisik Luna dengan takjub. Ruangan itu begitu luas dan dipenuhi dengan aliran energi yang terlihat seperti pembuluh darah bercahaya.

Namun, meskipun mereka sudah di dalam, Gerhana Merah di atas sana mulai mencapai puncak totalnya. Kristal Inti itu mulai menghitam di bagian tepinya.

"Kita harus segera menancapkan Kunci Aether ke pusat kristal itu," ucap Azzura sambil berjalan mendekati Inti. "Tapi lihat... ada bayangan di dalam kristal."

Saat mereka meluncur turun ke dalam ruang Inti, gravitasi terasa menghilang, digantikan oleh tekanan energi yang sangat padat. Di tengah ruangan yang menyerupai katedral kristal raksasa itu, sebuah bola cahaya yang dikenal sebagai Inti Dunia berdenyut dengan ritme yang menyakitkan.

"Lihat! Bagian bawah Inti sudah mulai menghitam!" seru Olivia, suaranya bergema di antara pilar-pilar energi. "Kegelapan dari Gerhana Merah sudah mulai merayapi jantung dunia ini."

Azzura melangkah maju, tangannya gemetar memegang Kunci Mageia yang kini bersinar terang dengan lima warna elemen. Namun, saat ia mendekat, sebuah bayangan besar keluar dari dalam Kristal Inti. Sosok itu bukan Valerius, melainkan bayangan gelap yang menyerupai naga tanpa mata—manifestasi dari kebencian dan ambisi para penguasa kegelapan yang telah lama terkubur.

"Itu The Void Eater," bisik Xander, wajahnya pucat pasi. "Penjaga Inti yang telah terkorupsi oleh energi Gerhana. Jika kita ingin menanamkan kunci itu, kita harus menembus makhluk itu dulu."

Makhluk bayangan itu mengaum, mengeluarkan gelombang kejut yang membuat pilar-pilar kristal di sekeliling mereka bergetar hebat.

"Semuanya, posisi!" teriak Azzura. "Kita lakukan seperti latihan kita! Vera, Olivia, tahan pergerakannya!"

Vera menghantamkan kedua tangannya ke lantai kristal. "Rantai Bumi, bangkit!" Dari lantai bawah, rantai-rantai batu raksasa mencuat dan melilit kaki bayangan tersebut. Olivia segera menambahkan kekuatannya, menumbuhkan sulur-sulur cahaya dari dinding ruangan yang menjerat tubuh naga bayangan itu agar tidak bisa terbang.

Naga bayangan itu meronta, menyemburkan api hitam ke arah mereka.

"Luna, sekarang!" perintah Azzura.

Luna melangkah ke depan dengan tenang. Ia mengatupkan kedua tangannya, dan seketika itu juga suhu di ruangan itu turun drastis. "Dinding Es Abadi!" Sebuah perisai es setebal baja terbentuk di depan mereka, menahan semburan api hitam. Es itu mulai retak karena panasnya api kegelapan, namun Luna tetap bertahan dengan gigi terkatup.

"Rachel, beri aku dorongan!" seru Azzura.

Rachel menciptakan pusaran angin kencang di bawah kaki Azzura. "Terbanglah, Azzura!" Dengan bantuan angin Rachel, Azzura melesat ke udara seperti kilat, melewati kepalanya naga bayangan yang sedang terikat.

Konfrontasi Terakhir dengan Kegelapan

Tiba-tiba, suara tawa yang sangat dikenal bergema. Archmagus Valerius berhasil menembus segel di atas dan terjun bebas masuk ke ruangan Inti. "Kalian pikir bisa menyingkirkanku begitu saja?!"

Valerius melepaskan ledakan gravitasi yang sangat kuat, menghancurkan rantai batu Vera dan memutuskan sulur Olivia. Naga bayangan itu pun terlepas dan mengincar Azzura yang sedang melayang di udara.

"Azzura, awas!" teriak Xander. Xander melompat dan menggunakan pedang gravitasinya untuk menangkis serangan Valerius di udara. "Selesaikan tugasmu, Azzura! Biar aku yang menahan pria gila ini!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!