Rumah mewah di tengah hutan yang di akui kepemilikan nya oleh sepasang suami istri , karena rumah mewah itu memiliki banyak kamar dan dekat dengan tempat wisata akhir nya mereka sewakan untuk para wisatawan yang ingin menginap dengan harga murah tapi pemandangan alam sekitar mampu memanjakan mata .
Tanpa di sadari sepasang suami istri itu jika tak gratis untuk bisa memiliki rumah mewah itu .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zulia Almanshur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18 Kecelakaan
" Bu .. " .
" Iya pak " . Bu Wati yang baru cuci tangan pun kembali duduk di samping pak Soni .
Pak Soni tidak membiarkan bu Wati mengembalikan piring bekas makan ke dapur apalagi usai melihat bu Wati berbicara sendiri .
" Ibu jangan sering melamun dan jangan lupa mengawali pekerjaan apapun dengan mengucapkan bismillah " .
" Iya pak , tadi ibu memang melihat Cakrakanti berdiri di samping kasur " .
" Ya sudah ibu istirahat saja sekarang , bapak mau membersihkan dapur tadi habis masak belum bapak bereskan " .
" Ibu bantu pak , ibu juga takut kalau di tinggal bapak sendirian di sini " .
Bu Wati mengikuti pak Soni keluar kamar dan berjalan ke arah dapur . Satu persatu perkakas yang di gunakan untuk memasak sudah selesai di cuci bu Wati sementara pak Soni membereskan sampah dan menyapu lantai nya .
" Pak .. apa bapak nggak percaya sama ibu kalau ibu memang berbicara dengan Candrakanti ? " .
" Bapak percaya bu , tapi ibu harus banyak beristighfar " .
Bu Wati menarik napas dalam - dalam kemudian menghempaskan nya kasar .
" Bapak pasti melihat ibu seperti orang aneh atau orang gila ya pak ? , ibu bermimpi dan bertemu dengan Candrakanti tapi Candrakanti juga bisa berada di alam nyata pak " .
" Iya bu " .
" Apa itu arti nya bapak juga melihat nya tadi pak ? " .
Pak Soni tidak menjawab akan tetapi hanya tersenyum pada bu Wati . Pak Soni merasa mungkin bu Wati memang benar - benar telah melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh nya .
" Ayu kan pak ? " .
" Kita kembali ke kamar yuk bu , bapak sudah mulai mengantuk " .
" Jawab dulu tho pak " .
Pak Soni menatap istri nya dengan penuh kasih , ada rasa iba tapi ada rasa takut menyinggung perasaan istri nya juga .
" Pak " .
" Iya bu " .
" Bapak belum jawab loh " .
" Gini bu , bapak tadi nggak memperhatikan teman ibu , bapak cuma tau kalau ibu lah yang paling cantik " .
" Jadi bapak nggak bener - bener melihat nya tadi ? " .
Pak Soni mengangguk dan tersenyum lega , yang penting bu Soni tidak tersinggung atau ngambek .
" Sudah larut sebaik nya kita ke kamar sholat isya biar bisa segera beristirahat bu " .
Bu Wati menurut saja berjalan mengikuti pak Soni ke kamar , akan tetapi sebelum sempat masuk ke dalam kamar terdengar suara benturan keras di depan rumah .
BRAKK BRAAKK BRAAAAKKKKK !!
" Suara apa itu pak ? " .
Pak Soni pun menghentikan langkah nya dan menoleh sejenak pada bu Wati .
" Kita lihat bu ada apa di luar " . Pak Soni menggandeng tangan bu Wati kemudian berjalan ke arah depan .
Pak Soni bisa merasakan jika tubuh bu Wati sedang gemetaran . Sebelum mendekat ke arah jendela dan membuka pintu pak Soni memilih berhenti dulu untuk memastikan keadaan bu Wati .
" Ibu takut ? " .
Bu Wati hanya mengangguk pelan .
" Biar bapak saja yang melihat keadaan di luar bu " .
" Ibu ikut saja pak , ibu justru takut kalau bapak tinggal sendirian di sini '' .
Pak Soni kembali menggandeng tangan bu Wati dan membuka pintu . Di luar ternyata hujan dan di jalan ada beberapa orang yang berkumpul seperti nya sedang menolong korban kecelakaan .
Meskipun hujan dan tanpa payung , pak Soni dan bu Wati tetap menghampiri kejadian tabrakan tersebut .
" Ada apa ini kang ? " . Tanya pak Soni pada seorang pemuda yang berdiri di pinggir jalan dengan keadaan basah kuyup terkena hujan dan menggigil kedinginan .