NovelToon NovelToon
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Annisa rela meninggalkan statusnya sebagai putri tunggal keluarga terpandang demi menikahi Haikal, pria yang ia cintai. Bahkan, ia menolak perjodohan dengan Emran Richard, pria sukses yang sejak lama berjanji akan membahagiakannya.

Namun, setelah menikah, hidup Annisa berubah menjadi penderitaan. Dihina ibu mertua, divonis mandul, hingga akhirnya ditalak tiga oleh Haikal di malam hujan saat suaminya berada di puncak karier. Haikal merasa semua keberhasilannya hasil kerja kerasnya sendiri. Padahal, tanpa ia sadari, karier dan hidup mewahnya berdiri di atas satu nama, Annisa Wijaya.

Saat kebenaran terungkap dan penyesalan datang, Annisa sudah berubah. Akankah, Annisa kembali pada suaminya, atau justru menghancurkan suaminya tanpa ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Mobil Haikal akhirnya berhenti di depan rumah. Belum juga tenaga Annisa pulih sepenuhnya, Haikal sudah membuka pintu mobil dengan wajah lelah dan kesal.

“Ayo turun,”

Annisa mencoba bergerak perlahan, namun tubuhnya masih terasa lemas dan kepalanya pusing.

“Mas … pelan sedikit…”

Haikal justru menarik lengan Annisa paksa hingga wanita itu hampir terjatuh. Lasmi yang berjalan di belakang mereka langsung mengomel tanpa henti.

“Baru sakit sedikit saja bikin repot.”

Annisa menggigit bibir menahan sakit. Tubuhnya masih dingin dan napasnya belum sepenuhnya lega. Namun, tak ada sedikit pun perhatian yang dia dapatkan.

Saat berbalik, mereka melihat Dokter Emeli di teras rumah. Wanita itu mengenakan pakaian rapi dengan senyum lembut di wajahnya. Dan di belakangnya, tumpukan bingkisan besar memenuhi teras.

Hingga beberapa kotak hadiah eksklusif berlogo Erlangga Group. Mata Lasmi langsung berbinar melihat semuanya.

“Ya ampun…”

Haikal pun tampak terkejut. “Emeli? Kamu ngapain di sini?”

Emeli tersenyum manis. “Tadi ada orang kantor Erlangga datang.”

Wanita itu menunjuk tumpukan bingkisan di belakangnya.

“Mereka bilang ini untuk kamu.”

Haikal langsung tersenyum puas. Egonnya kembali terangkat tinggi. Dirinya merasa benar-benar menjadi orang penting sekarang.

“Banyak sekali…” gumamnya kagum.

Lasmi bahkan langsung menghampiri bingkisan-bingkisan itu dengan mata berbinar seperti mendapat harta karun.

“Anak Ibu memang hebat!” katanya bangga.

Sementara, Annisa berdiri diam di dekat pintu. Tatapannya perlahan jatuh pada logo perusahaan milik ayahnya.

Ayahnya diam-diam sedang memperhatikannya dari jauh. Haikal berjalan mendekati tumpukan bingkisan dengan wajah penuh kepuasan. Tangannya membuka salah satu kotak buah impor sambil tersenyum bangga.

“Aku bilang juga apa,” katanya sambil melirik ibunya. “Perusahaan sekarang benar-benar memperhatikanku.”

Lasmi langsung mengangguk antusias. “Tentu saja! Anak Ibu sekarang manajer!”

Emeli berdiri dengan senyum tipis penuh kemenangan. Lalu, Haikal kembali berkata dengan nada sombong,

“Lagipula…” pria itu melirik Emeli sekilas. “Ayah Emeli itu dewan direksi di Erlangga Group.”

Annisa yang sejak tadi diam langsung mengangkat pandangannya perlahan.

“Dan beliau dekat dengan CEO Erlangga,” lanjut Haikal penuh percaya diri. “Kalau aku bisa menikah dengan Emeli…” Pria itu tersenyum bangga.

“Aku yakin jabatan aku bakal naik lagi jadi direktur,”

Annisa tersenyum kecil, senyum tipis penuh ejekan dan ironi. Haikal sibuk bermimpi naik jabatan karena keluarga Emeli. Padahal, seluruh kemudahan hidup pria itu selama ini datang dari dirinya. Dari keluarga yang terus Haikal hina tanpa tahu siapa sebenarnya Annisa.

Melihat senyum itu, wajah Haikal langsung berubah tidak suka.

“Kamu senyum apa?”

Sebelum Annisa menjawab, Lasmi lebih dulu salah paham. Wanita tua itu langsung berdiri dengan wajah marah.

“Oh jadi sekarang kamu mengejek anak saya?!”

Annisa langsung menoleh cepat. “Aku nggak—”

“Dasar perempuan nggak tahu diri!” bentak Lasmi keras. “Suami kamu mau sukses malah kamu sinisin!”

Air mata Annisa hampir jatuh lagi. Tubuhnya masih lemah, bahkan dirinya baru saja pulang dari puskesmas.

Lasmi terus memakinya tanpa henti. “Kamu itu pembawa sial!”

“Bu, aku cuma—”

“Diam!” bentak Lasmi lagi. “Kalau bukan karena anak ku kasihan, perempuan kayak kamu sudah lama dibuang!”

Haikal yang berdiri di sana hanya diam sambil memandang Annisa dingin. Tak ada niat sedikit pun membela istrinya. Dan itu membuat hati Annisa perlahan benar-benar mati. Lasmi masih terus mendumel kesal sambil membereskan beberapa bingkisan di meja. Tatapannya lalu jatuh tajam pada Annisa yang masih berdiri diam dengan wajah pucat.

“Kamu masih bengong saja?”

Annisa tersentak kecil.

“Masuk sana!” bentak Lasmi. “Siapkan makan malam yang enak!”

“Bu … badan aku masih—”

“Sakit sedikit saja banyak alasan!” potong Lasmi sinis. “Cepat masak!”

Annisa menunduk pelan.

Tubuhnya memang masih terasa lemah, namun dirinya tahu tidak ada gunanya membantah. Wanita itu akhirnya berjalan perlahan menuju dapur.

Sementara, di ruang tamu, suasana berubah jauh lebih hangat. Dokter Emeli tersenyum lembut lalu berkata,

“Hari ini aku libur kerja.”

Lasmi langsung menoleh antusias. “Benarkah?”

Emeli mengangguk kecil sambil melirik Haikal sekilas.

“Jadi … kalau nggak mengganggu, aku mau di sini sampai makan malam.”

Wajah Lasmi langsung berbinar senang.

“Ya ampun, tentu saja nggak ganggu!” katanya cepat. “Ibu malah senang!”

Wanita tua itu langsung menarik Emeli duduk lebih dekat dengannya.

“Ayo sini, kita makan buah impor ini.”

Lasmi buru-buru membuka salah satu kotak berisi anggur premium dan stroberi besar yang tampak segar.

“Wah mahal sekali ini,” pujinya kagum.

Haikal ikut duduk sambil tersenyum puas melihat ibunya begitu menyukai Emeli.

Sementara dari dapur, Annisa bisa mendengar suara tawa mereka samar-samar. Tangannya perlahan mengepal saat mencuci bahan makanan. Sedangkan, Emeli perlahan sudah diperlakukan seperti nyonya rumah baru.

Suara minyak mendesis memenuhi dapur. Annisa berdiri di depan kompor sambil menahan tubuhnya yang masih lemas. Sesekali dirinya harus berpegangan pada meja karena kepalanya masih terasa pusing.

Dari ruang tamu, suara tawa terdengar begitu jelas. Haikal, Lasmi, dan Dokter Emeli terlihat mengobrol sangat akrab seolah mereka benar-benar keluarga harmonis.

“Aduh, Emeli ini cocok sekali jadi menantu Ibu,” puji Lasmi terang-terangan.

Emeli tersenyum malu-malu. “Tante, jangan begitu…”

“Kenapa nggak?” Lasmi malah semakin semangat. “Cantik, dokter lagi, keluarganya terpandang.”

Haikal tersenyum kecil sambil memakan buah impor di meja. Sementara di dapur, tangan Annisa berhenti sesaat mendengar semuanya. Lalu tanpa rasa bersalah sedikit pun, Lasmi mulai berbicara soal masa depan mereka.

“Nanti kalau Haikal sudah cerai sama Annisa…” katanya santai. “Kita langsung urus pernikahan kalian saja.”

Annisa langsung membeku di depan kompor. Sendok di tangannya hampir jatuh. Sedangkan, di ruang tamu, Emeli pura-pura terkejut.

“Tante…”

“Lho kenapa malu?” Lasmi malah tertawa kecil. “Ibu sudah nggak sabar punya menantu seperti kamu.”

Haikal tidak membantah. Dan diamnya pria itu kembali menjadi jawaban paling menyakitkan untuk Annisa.

“Kalau bisa cepat-cepat kasih cucu buat Ibu,” lanjut Lasmi penuh harapan. “Rumah ini pasti jadi lebih hidup.”

Emeli menunduk sambil tersenyum kecil. “Kalau Haikal memang serius…”

“Tentu serius!” potong Lasmi cepat sebelum melirik anaknya penuh arti. “Iya kan?”

Haikal akhirnya tersenyum tipis. “Lihat nanti saja, Bu.”

Kalimat itu membuat hati Annisa benar-benar runtuh. Tangannya gemetar pelan di atas meja dapur. Lima tahun dirinya mempertahankan rumah tangga itu, hingga kini mereka bahkan sudah mulai merencanakan pernikahan baru tepat di depan dirinya sendiri.

Beberapa menit kemudian, gelas-gelas di meja ruang tamu mulai kosong. Dokter Emeli langsung berdiri sambil membawa nampan dengan senyum manis.

“Biar aku saja yang bawa ke dapur, Tante.”

Lasmi langsung tersenyum puas. “Ya ampun, baik sekali kamu.”

Haikal pun memandang Emeli dengan tatapan kagum.

Sementara, itu di dapur, Annisa masih sibuk memasak dengan tubuh lemah. Uap panas memenuhi ruangan sempit itu sementara tangannya terus bergerak menyiapkan makanan. Langkah kaki Emeli perlahan masuk ke dapur.

Wanita itu meletakkan nampan di meja sambil melirik Annisa dari atas sampai bawah. Penampilan Annisa memang berantakan sekarang. Tubuh kurus karena terlalu lelah mengurus rumah.

Annisa tetap menatap Emeli dingin.

“Bukankah dokter bilang nggak akan datang lagi menggoda suami orang?”

Tangan Emeli langsung mengerat pada nampan. Sorot matanya berubah tajam sesaat. Namun, beberapa detik kemudian, wanita itu kembali tersenyum tipis.

“Setelah ku pikir-pikir…” ucapnya santai sambil menyilangkan tangan di dada, “sepertinya aku memang lebih cocok sama Haikal dibanding kamu.”

Annisa diam menatapnya. Emeli lalu mendekat perlahan.

“Lihat saja dirimu sekarang.” Tatapannya penuh hinaan. “Lusuh.”

“Dan lagi…” bibir wanita itu melengkung tipis penuh ejekan. “Kamu mandul,”

Kalimat itu menghantam Annisa tepat di hati. Selama ini dirinya terus dihina soal itu. Namun, mendengar itu langsung dari wanita yang ingin merebut suaminya membuat seluruh emosinya akhirnya pecah.

Annisa langsung membalikkan tubuhnya cepat.

Plak!

Tamparan keras mendarat di pipi Emeli. Nampan di tangan wanita itu jatuh berdenting ke lantai. Emeli membelalak tidak percaya sambil memegang pipinya. Annisa berdiri dengan napas memburu dan mata penuh air mata.

“Kata-katamu nggak mencerminkan seorang dokter!” bentaknya penuh emosi.

1
Ita rahmawati
sekarang aja blg gtu tdinya kn kmu juga iya iya aja SM semua yg dikatakan SM ibumu kal Haikal 🙄
Ita rahmawati
dih ibu mertua 🙄🤣
Ita rahmawati
mantab
Ita rahmawati
habislah kalian 🤣
Ita rahmawati
Haikal 🤦🙄
ken darsihk
Karena Emran masih memendam rasa sama kamu Anissa 😍😍
ken darsihk
Nggak sabar melihat kejatuhan nya Haikal 😂😂😂
ken darsihk
Anjayyy mertua toxic merasa paling hebat 😠😠😠
ken darsihk
Ho oh syedihhh
ken darsihk
Mimpi lo kejauhan Haikal 😂😂😂s
ngatun Lestari
rasain lu..makanya jangan Maruk jadi laki
Ass Yfa
puas bngt....hhh aku...liat mereka hancur tak bersisa...yg paling berat sanksi sosial...bisa2 jadi gila
Ass Yfa
modar ra kowe...😒
Ass Yfa
heh..Haikal bidoh apa oon ..nempermalukan diri sendiri
Ratih Tupperware Denpasar
haikal ini juga aneh wkt ibunya menghina anisa dia malqh mendukung ibunya bahkan menerima dr gadungan itu.. skr baru nyalahin ibunya. kalo kamu cinta beneran sama anisa harusnya bela thu istrimu bukan malak mengikuti permainan ibumi dan menalak anisa....dasar kamunya aja yg plinplan
Sri Widiyarti
puas banget bacanya....
Sri Widiyarti
makasih banyak kak up-nya 🥰
Les Tary
lasmi gaya gayaan...kyk dia sendiri kaya sampai merendahkan annisa
iqha_24
penyesalan datang belakangan yaa kan Haikal wkwkwk
爾妮
lanjutkan tor🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!