NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:823
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

"Kenapa harus berteriak sih?" tanya Vince dengan ke dua bola mata yang memerah, baru saja satu jam tidur. Tiba tiba ia terbangun dengan suara keras.

"Lo apain Maura?" tanya Daniel dengan suara terkejut.

"Kenapa lo itu harus balik kesini? Tidur aja sono di apartemen!" sahut Vince dengan wajah keasal. Bukanya menjawab pertanyaan dari Daniel, Vince malah baik bertanya.

"Hehe, ternyata selain pakai kunci. Apartemen elo juga pakai sandi, gue tidak tahu sandinya apa. Dari tadi gue udah melakukan panggilan berakali kali ke nomor elo, tapi hasilnya nihil. Jadi gue memutuskan untuk balik ke sini, eh saat baru masuk, gue malah lihat lo asyik asyik memeluk Maura," jelas Daniel dengan wajah mengejek.

"Tadi itu lampunya konslet, Maura ketakutan. Makanya aku itu memeluk nya," sahut Vince mencoba mencari pembenaran.

"Halah alasan!" Daniel mengeluarkan senyuman mengejek seraya terus menggoda sahabatnya yang sekarang pipinya sudah semerah tomat itu.

Vince terlihat bangkit berdiri, lalu menjauhkan tubuhnya dari tubuh Maura secara perlahan. Karena takut jika muridnya itu akan bangun, walaupun Vince tahu itu adalah hal yang sangat mustahil. Karena sekarang ini, Maura tidur dengan sangat nyenyak, saking nyenyaknya sampai terdengar dengkuran halus yang keluar dari bibir manis maura.

Vince hanya diam, tidak menanggapi godaan Daniel.

"Ngapain lo itu berjalan ke arah gue, kenapa gak lo peluk peluk lagi tuh, Maura?" tanya Daniel dengan nada suara yang terdengar sok polos.

"Diam lo!" sahut Vince dengan dengan suara kesal.

Ceklek!

Pintu ruangan inap Maura pun di buka dari arah luar, menampilkan seorang dokter dan beberapa suster datang dengan alat medis lengkap yang ada di atas troli.

"Maaf Pak Vince, untuk ketidaknyamanannya. Kami semua baru selesai dengan para pasien yang kecelakaan. Biar kami periksa pasien atas nama Maura," ujar dokter yang baru datang.

"Hmm, okey," sahut Vince dengan deheman malas, lalu setelah itu ia terlihat menguap.

Wajah Vince terlihat begitu malas, karena rasa kantuk sekarang ini benar benar menguasai dirinya.

Para dokter itu terlihat memeriksa Maura dengan teliti, bahkan seorang suster terlihat mengambil sampel darah Maura.

Maura tetap tertidur dengan sangat nyenyak, walaupun darahnya itu diambil.

"Dia itu tidur apa pingsan sih?" tanya Daniel penasaran, bahkan ia juga terlihat menguap beberapa kali.

Vince hanya menjawab Daniel dengan mengedikkan bahunya, bahkan ia juga ikut menguap karena tertular uapan Daniel.

Tak berselang lama, para rombongan tenaga medis itu terlihat pamit untuk meninggalkan ruangan inap Maura.

Maura tetap tertidur dengan sangat tenang dan juga nyenyak.

"Sekarang apa?" tanya Daniel polos dengan wajah yang terlihat begitu lelah.

Vince terlihat langsung memukul kepala sahabatnya, kalaaa mendengar pertanyaan konyol yang baru saja keluar dari mulut sahabatnya.

"Astaga, emangnya lo itu maunya apa?" tanya Vince geram.

"Gue cuman mau tidur," sahut Daniel dengan ke dua bola mata yang hampir tertutup.

"Ya udah kalau mau tidur, ya tidur aja! Ngapain lo itu tanya sama gue," sahut Vince kesal.

Akhirnya baik Vince maupun Daniel memilih untuk tidur di atas sofa yang ada di dalam kamar inap Maura.

Keduanya benar benar tertidur dengan sangat pulas.

****

***

*

Di pagi buta, sepasang suami istri terlihat membawa barang yang lumayan banyak ke rumah sakit.

"Astaga Mih! Apakah perlu untuk membawa barang sebanyak ini ke rumah sakit?" tanya Aron dengan nada suara bingung, kala di ke dua tangannya maupun ke dua tangan istrinya itu membawa banyak sekali paperbag.

"Gak papa Pih, ini semua makanan baju dan beberapa barang yang di butuhkan oleh Maura selama di rumah sakit. Mamih gak mau, kalau Maura itu kesusahan dengan barang terbatas."

Cherly nampak menjeda ucapannya, ia terlihat mengambil nafasnya dalam dalam, lalu menghembuskan nafasnya itu secara perlahan.

"Aku itu tahu, Pih! Stela itu sangat pelit dengan Maura, anak secantik Maura tidak pernah diberikan makanan atau pun pakaian yang layak. Bahkan barang barang yang dibelikan oleh Stela untuk Maura selalu murahan," imbuh Cherly dengan nada suara yang terdengar sedih.

Padahal semua harta yang di kuasai oleh Stela sekarang ini adalah milik Maura seorang, semua itu atas wasiat dari Liliana nenek Maura.

Jika di masa lalu, saat Cherly muda. Ia adalah tipe gadis yang dingin, pendiam dan juga tidak tersentuh. Apalagi sejak bayi yang ada di dalam kandungannya bersama Daniel meninggal dunia. Sosok Cherly semakin menjadi es.

Tapi sejak meninggalnya Naura dan lahirnya Maura, semuanya seakan benar benar mengubah hidupnya.

Sekarang Cherly menjadi sosok yang rempong, cerewet, bawel dan juga ricuh dalam hal Maura. Hidupnya hanya tentang Maura, apalagi Maura juga anak yang sangat yang sangat asyik dan dengan mudah menjadikan hidupnya semakin berwarna.

Ceklek! Pintu ruangan inap Maura pun di buka dari arah luar, Cherly maupun Aron pun masuk.

Keduanya melongo, kala melihat Vince dan juga Daniel tidur dengan posisi saling memeluk dan juga saling berhadapan.

Sedangkan Maura sendiri sekarang ini sedang tertidur begitu nyenyak di atas ranjangnya dengan posisi meringkuk.

Cherly dan juga suaminya terlihat saling pandang satu sama lain.

"Ternyata mantan suami mu itu tidak normal," sindir Aron sembari menggeleng gelengkan kepalanya.

"Yang tidak normal itu Vince, dulu mendiang Naura pernah bercerita jika Vince itu ciuman dengan Ronald. Naura melihatnya dengan ke dua bola matanya sendiri," sahut Cherly dengan ekspresi wajah tidak terima, ia mengucapkan itu pada suaminya secara tidak sadar.

"Cie, membela mantan suami," cibir Aron dengan suara datar. Mati matian ia berusaha untuk menyembunyikan rasa cemburunya.

Seketika cibiran suaminya pun menyadarkan Cherly. Ia pun memilih diam dan tidak memperpanjang masalah.

Cherly melirik ke arah suaminya yang memasang ekspresi wajah datar, seketika sebuah rasa bersalah pun menghampiri Cherly. Tapi, ia yang mau meminta maaf pun merasa malu, akhirnya ia memilih untuk mengeluarkan hape yang ada di saku celananya, untuk memfoto Daniel dan juga Vince yang mirip seperti adegan jeruk makan jeruk.

Awalnya Aron terlihat sedikit kecewa, bagiamana pun dulu istrinya pernah menjalin hubungan yang baik dengan mantan suaminya. Ada rasa takut jika istrinya itu masih menyimpan rasa pada Daniel.

Namun, setelah Aron melihat istrinya yang memvideokan dan memfoto mantan suaminya lalu berkata akan menyebarkannya di geng sosialitanya. Seketika Aron menyungging seulas senyum.

"Aku pos ada foto keduanya di grup para Mamah Mamah cantik," celetuk Cherly dengan senyuman devil.

Aron sendiri terlihat mendekat ke arah Maura.

"Jangan ... Jangan cambuk .... Ini sakit," gumam Maura dengan suara yang terdengar begitu lirih.

Aron mengernyit kan dahinya, di masa lalu ia juga ikut berjanji pada mendiang Naura untuk menjaga anaknya.

"Tolong aku ayah, sakit .... Mamih ... Papih," gumam Maura lagi, namun keringat terlihat bercucuran dari pelipisnya.

Aron bukanlah orang yang bodoh, bahkan tiba tiba instingnya mengatakan jika ada yang tidak beres dengan anak angkatnya itu.

"Dari kemarin aku perhatikan, Maura terus tidur dalam posisi miring. Dan sekarang, dia bilang cambuk?" gumam Aron.

Lantas dengan wajah yang terlihat penasaran, Aron pun membuka dengan pelan kain yang menutup bagian belakang tubuh anak angkatnya itu.

"Astaga!" Teriak Cherly, lalu tiba tiba ia menangis terisak.

Aron sedari tadi tidak sadar, jika istrinya itu sudah berdiri di sampingnya.

"Maura, kenapa punggung mu bisa ...?" Cherly tidak mampu melanjutkan kata katanya, ia menangis sembari berteriak sehingga membuat Daniel dan Vince bangun serentak dari tidurnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!