hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. rumah baru
Satu hari setelah malam itu kita mendaftarkan pernikahan ke kantor catatan sipil dan aku setuju untuk tinggal di rumahnya dengan alasan selama 3 bulan sebelum bercerai,
Baiklah hari ini setelah merubah statusku kini aku bahkan di tuntut kewajiban seorang istri,
aku tidak membawa semua barangku untuk pindah ke rumah yanqi hanya 3 koper berukuran sedang yang ku bawa,
1 koper ber isi pakaian dan satu lainnya barang² yang ku gunakan untuk bekerja karna dari apartemenku cukup jauh ke studio,
Jadi tinggal di sini cukup mempersingkat perjalanan karna berada di pusat kota,
"bisakah aku tinggal di kamar tamu mulai sekarang,,," putus ku blak blakan di depan para asisten rumah tangga yanqi,
"tidak, bawa kopernya dan pindahkan ke kamar utama" ujar nya santai kepada asisten pribadi nya,
Mungkin dia mengalah tinggal di kamar tamu dan kamar utamanya di serahkan padaku pikirku saat itu yang lantas mengekori suami istri yang menjadi asistan yanqi ,
Setibanya di kamar yui chan asisten perempuan pengurus rumahnya hendak membongkar koperku dan merapikannya,
Tentu aku menolaknya "maaf yui chan aku akan membereskan barangku sendiri" ujarku yang tidak suka barangku di atur² orang,
ya tentu saja karna akan membuatku mencari barang itu nanti bila di butuhkan,
"kau harus istirahat biarkan mereka membereskannya" yanqi meyakinkanku,
"tidak usah aku akan melakukannya sendiri" jelasku yang lantas membuka koperku sendiri dan mulai merapikan pakaian ke dalam lemari yang sudah di siapkan,
Sebenarnya bukan di siapkan lebih tepatnya itu lemari pakaian yanqi dan kini sebelahnya di kosongkan untuk pakaianku begitu,
2 asisten itu turun dan yanqi masih belum keluar juga pikirku, dan apa gilanya dia malam membuka kaos oblong yang di kenakannya melenggang mengambil handuk dari lemari,
"aya yang kau lakukan?,,," anehku seketika menghentikan acara beberes,
"aku akan mandi,,," ujarnya sambil melenggang begitu saja masuk ke kamar mandi,
Baiklah mungkin dia hanya menumpang mandi dan setelah itu kembali ke kamar tamu pikirku,
aku hanya kembali berberes sambil sesekali melihat ponsel karna sedang membalas Dm kerjaan yang belum selesai,
Dredddd,,,dreddddd,,,,
Dring ponselku berbunyi dan di layar tertulis 'sis becca' yah itu sahabatku yang ada di china,
"hallo nona sun,,, kau tampaknya begitu melupakan sahabatmu ini" ujarnya terdengar nyaring di ponsel,
"apa yang membuatmu begitu bersemangat,,," tanyaku ya dari suaranya tampaknya ia akan menyampaikan kabar gembira,
"mulai bulan depan aku akan tinggal di sana, suamiku akan comeback dan membuat beberapa projek dengan rekan² grup nya" jelas dia yang selalu begitu cerewet,
"ya bagus lah, mungkin kita tidak akan berjumpa?" ujarku santai membuatnya teriakkk,
"yaaaaaa sun sarang kai gilaaaaa,,, kali ini kau mau memutuskan untuk kabur kemana lagi" ujarnya begitu nyaring yang membuatku menjauhkan ponselku dari telinga,
Aku tidak sadar kalau yanqi sudah keluar dari kamar mandi, entah lah sejak kapan pria itu berdiri di belakangku dan kini mengambil ponselku,
"apa kau akan menghindar ke luar negri?,,," ujarnya dengan tatapan yang mengintimidasi,
Sexy,,,, itulah satu kata yang kini tergambar di kepalaku, hanya handuk yang melilit di pinggangnya,
Rambutnya basah, bahkan sebagian tubuhnya yang tidak tertutup handuk masih menyisakan buliran² air,
Otot perutnya yang seperti roti sebek benar² membuat satu persatu lekuk tubuhnya nampak jelas,
"apa kau terpesona,,," ujarnya dengan senyuman menggoda dan menyentuh sebelah pipiku,
Rasa dingin tangannya menyadarkanku, eummm shittt untuk saat ini aku tidak boleh tergoda apapun yang terjadi,
Aku merebut ponselku dan memicingkan sebelah mataku dengan tatapan wajah datar "kau yang terlalu percaya diri" ujarku santai sambil menjauhinya dan pura² menyibukan diri dengan koper²ku yang sudah kosong.