NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta yang terbalik.

Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Delana. Banyak yang ingin dia jelaskan, tapi semuanya akan terasa percuma, Rex akan berpikir jika Delana hanya sedang beralasan, pikirnya.

“Kamu tahu hal yang paling aku benci adalah pengkhianat dan korupsi.”

Delana mengangguk.

“Lalu kenapa kamu melakukannya, Lana? Apa karena kamu tahu bagaimana perasaanku sampai kamu merasa apapun yang kamu lakukan akan mendapatkan kata maaf?”

“Jangan pernah memaafkanku, Pak.”

Rex semakin marah mendengar ucapan Delana. Dia berharap wanita itu akan memohon untuk dimaafkan, maka dia akan memaafkan.

“Angga. Antarkan dia pulang ke kediaman Sharga.”

“Baik.”

Delana dengan tangan gemetar dan air mata yang menetes, berjalan mengikuti Angga.

Hatinya terasa sakit saat dia melirik sekilas pada Rex yang matanya merah dan basah.

“Delana, kenapa kamu tega sekali berbuat seperti ini?”

“Mba Tias, di dunia ini ada yang namanya sebab dan akibat. Tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa sebuah alasan.”

“Kalau begitu, katakan apa alasannya pada Pak Rex.”

“Dan tidak semua alasan harus dijelaskan.”

“Delana ….”

“Mba, titip Pak Rex ya. Dia memang sangat kuat dan angkuh, tapi dia juga sangat kesepian. Kalia jangan berpikir bahwa dia memberi batasan sampai kalian merasa segan. Sungguh, dia senang kalau kalian bersikap akrab padanya.”

Tias menganggukkan kepala. Wanita itu tahu ada alasan yang besar sampai Delana berani melakukan itu pada Rex, meski sebenarnya Rex pun sengaja menjebak Delana.

Saat hendak masuk ke dalam mobil, Delana mendengar suara benda pecah berkali-kali dari atas sana. Tidak hanya Delana, Angga, Tias dan yang lain nya pun ikut menoleh dan menatap.

“Delana, ayo masuk.”

Angga dan Tias mengantarkan Delana ke rumah Sharga.

“Delana ….” Dara berlari menghampiri adik yang tidak lahir dari rahim yang sama.

Baik Dara maupun Delana adalah anak yang diambil oleh Sharga dari orang-orang pinggiran.

Mereka dijanjikan kehidupan yang layak, pendidikan yang tinggi. Namun, siapa sangka, kedua gadis itu hanya dijadikan alat sebagai jaminan pinjaman Sharga pada para konglomerat yang gila wanita.

“Kenapa kamu balik lagi ke rumah? Apa Pak Rex berbuat jahat sama kamu?”

Delana menggelengkan kepala. Dia memeluk kakak nya, lalu menangis sejadinya. Dara terkejut melihat adiknya menangis. Hal yang baru Dara lihat seumur hidupnya.

“Delana ….” Dara memeluk erat dan mengusap kepala adiknya dengan lembut. Dia bisa merasakan betapa sakit dan sedihnya Delana saat ini, meski dia tidak tahu apa alasannya.

Akhirnya gadis itu tidur terlelap di kamar dara.

Pagi menjelang, baik dara maupun Delana bangun, mandi lalu berpakaian rapi. Mereka bersiap untuk pergi sarapan.

Sharga menghela nafas begitu melihat Delana ada di rumahnya.

“Apa kamu ketahuan?”

“Iya, Pah.”

“Beruntung lah tubuhmu masih utuh.”

Delana hanya diam, dia tahu Rex tidak akan menyakiti dirinya. itulah yang membuat Delana semakin merasa bersalah.

“Duduklah, kali ini aku berikan kalian sarapan enak. Delana sudah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Papa akan transfer sejumlah uang untukmu. Pakailah belanja dan jalan-jalan.”

“Makasih, Pah.”

Dengan tangan yang masih gemetar, Delana mengambil sarapannya, pun dengan Dara.

Tidak ada yang terjadi, semua berjalan seperti biasanya. Data pergi kerja, Delana pergi kuliah. Semua belalu seperi hari-hari biasanya.

Saat itu Delana dan Dara sedang berbincang di dalam kamar. Mereka terlihat bahagia karena Sharga sudah hampir dua pekan ini tidak marah-marah.

Namun, suara teriakan itu tiba-tiba kembali terdengar.

“Delanaaaaa!!!”

...***...

Di tempat lain, Angga terlihat berkaldu kencang di sebuah loby hotel. Wajahnya terlihat sangat pucat dengan nafas ngos-ngosan. Sesekali dia mencoba menghubungi seseorang namun nampaknya tak kunjung terhubung. Dia mencoba lagi dan lagi.

Brakkkkkk!

“Angga? Kau tau apa yang—“

“Pak, maaf mengganggu meetingnya tapi ada hal penting harus saya sampaikan.”

“Masalah apa sampai kamu bersikap tidak beretika seperti ini, Anggayuda? Jelaskan.”

“Pak, berkas yang hilang sepertinya telah berubah.”

“Maksudmu?”

“Delana tidak mengkhianati kita, tapi mengkhianati Sharga.” Bahkan Angga terdengar gemetar mengatakan hal tersebut karena dia tahu pasti jika Sharga mengetahuinya, maka nasib Delana sipertaruhkan.

Tanpa basa-basi, Rex langsung berlari. Angga menyusul.

“Tias, suruh anak-anak pergi ke rumah Sharga. Sekarang!” Ujar Angga di telpon.

Dwisasono membawa mobil itu dengan kecepatan paling tinggi, dia menyalip kendaraan lain tanpa melihat rambu-rambu lalu lintas yang ada.

Dalam perjalanan, Rex terlihat sangat gusar. Berkali-kali dia mengacak rambutnya kasar. Kakinya terus bergerak seperti ketukan, jika bisa terbang maka dia ingin sekali terbang menuju rumah Sharga.

Brakkkkk!

Dwisasono bahkan mengerti jika bos nya tidak akan marah dia merusak satu mobil mewah nya itu untuk menabrak gerbang pagar rumah Sharga.

Mobil belum melaju pun, Rex sudah membuka pintu. Dengan tangkas dia keluar lalu berlari tanpa oleng sedikitpun.

“Delana …. Delana!”

Rex berlari ke sana ke mari mencari sosok wanita kecil yang sangat dia khawatirkan saat ini.

Sepi.

“Angga!”

“Sebentar, Pak.”

Angga menelpon seseorang.

“Oke, baik.”

Setelah menutup telpon itu, Angga mengajak Rex pergi ke tempat lain.

Mobil kembali melaju, sementara Angga kembali menelpon Tias agar mereka pindah tujuan, bukan lagi ke rumah tapi ke gudang penyimpan milik Sharga.

Di tengah perjalanan, Rex bertemu dengan rombongan kendaraan anak buahnya. Mobil itu melaju dengan sangat cepat.

“Itu, Pak.”

“Dwi, kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?”

“Siap, Pak.”

Angga dan Rex berpegang kuat, dan ….

Brakkkk!

Mobil itu kembali menghantam sebuah pintu gerbang. Hancur, sudah tidak bisa tertolong. Mobil jeep hitam Rex sudah rusak parah.

Anak buah Rex berpencar memacari keberadaan Delana.

“Woiiiii.”

Dari arah kiri, terdengar anak buah Rex berteriak, disusul dengan suara perkelahian. Semua orang berlari ke arah sumber suara dan benar. Rupanya di sana lah mereka berada.

Darah Rex mendidih melihat kondisi Delana.

“Dwi, jangan sisakan satu orang pun dari mereka. Buat mereka cacat seumur hidupnya!!!!”

Rex berjalan lurus. Matanya tertuju pada Delana yang sudah bersimbah darah di atas lantai. Tangannya terikat ke belakang, kedua kaki nya pun terikat. Banyak luka di wajahnya hingga gadis itu sudah sulit dikenali karena lebam, bengkak, dan tertutup warna merah darah. Sementara anak buahnya membuka jalan, melindungi Rex agar tidak ada yang bisa menyentuhnya.

“Lana ….” Rex segera merangkul gadis itu. Dia memeluknya erat sambil mencoba membangunkan Delana.

“Tidak, Lana. Jangan begini, bangun.”

Delana tidak berkutik.

“Delanaaaaaa.” Rex berteriak histeris.

Angga dan yang lain nya menoleh, melihat Bos nya berteriak dalam ketidakberdayaan membuat mereka semakin naik darah lalu kembali menghajar orang-orang yang berjaga di sana.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!