NovelToon NovelToon
PEWARIS NAGA EMAS

PEWARIS NAGA EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: suryadharma

Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Badai Pertama dan Ikatan yang Semakin Kuat

Badai pertama datang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Armada Paviliun Naga Emas baru saja memasuki perairan Laut Timur ketika langit mendadak gelap. Awan hitam pekat bergulung-gulung seperti naga raksasa yang marah. Hujan deras turun disertai petir menyambar-nyambar, dan ombak tinggi menghantam lambung kapal. Di tengah badai itu, armada Naga Hitam muncul dari balik kabut — 15 kapal perang hitam dengan bendera naga melingkar taring.

Arkan Wijaya berdiri tegar di haluan kapal utama. Tubuh kekarnya basah kuyup oleh hujan, baju hitam menempel di otot-ototnya yang semakin terdefinisi. Pedang Raja Naga sudah terhunus di tangan kanannya, berkilau emas meski diterpa air hujan.

“Semua pasukan siap tempur!” teriaknya dengan suara yang menggelegar mengalahkan gemuruh badai. “Ini adalah badai pertama kita! Tunjukkan pada mereka kekuatan Paviliun Naga Emas!”

Sela Juanda berdiri di sampingnya, rambut panjangnya basah dan menempel di wajah cantiknya. Tubuh seksi yang dibalut pakaian tempur ketat terlihat semakin tegas di tengah hujan. “Aku di sisi kananmu,” katanya tegas, meski matanya polos penuh kekhawatiran.

Pertempuran laut meledak di tengah badai.

Kapal-kapal musuh meluncurkan ratusan panah Qi dan bola api hitam. Arkan melompat tinggi ke udara, Foundation Establishment Tingkat 3 akhir-nya membuat gerakannya seperti naga terbang. **Naga Emas Menghancurkan Langit!** Satu ayunan pedangnya menciptakan gelombang energi emas raksasa yang memotong tiga kapal musuh sekaligus. Kayu pecah, jerit kesakitan terdengar di tengah deru ombak.

Sela memimpin tim pertahanan di deck. Ia mengaktifkan **Formasi Pelindung Naga Lembut** versi besar, menciptakan perisai emas tipis yang melindungi kapal utama dari serangan berat. Setiap kali perisai retak, Sela langsung memperbaikinya dengan Qi-nya sendiri. Tubuhnya bergerak lincah, menyerang musuh yang mendekat dengan serangan energi tajam.

“Jangan biarkan mereka mendekat!” teriak Sela pada timnya. Suaranya lembut tapi penuh otoritas.

Arkan mendarat di kapal musuh terdekat. Pedang Raja Naga berputar ganas. Dalam hitungan detik, belasan kultivator Naga Hitam tewas dengan tubuh terpotong rapi. Darah mereka bercampur air hujan dan mengalir ke laut. Arkan seperti mesin pembunuh — setiap gerakannya efisien, dominan, dan mematikan.

Seorang elder Core Formation Tingkat 6 dari Naga Hitam menyerangnya dari belakang. Arkan berbalik cepat menggunakan Naga Step. “Kau terlalu lambat.” Satu tinju penuh kekuatan Tubuh Naga menghantam dada elder tersebut hingga tulang rusuknya hancur. Elder itu terpental ke laut dan tenggelam.

Badai semakin ganas. Petir menyambar kapal-kapal. Arkan menggunakan petir itu sebagai tambahan energi, menyerap sebagian kecilnya ke dantiannya melalui Teknik Tubuh Naga. Kekuatannya semakin meningkat di tengah pertempuran.

Di kapal utama, Sela terdesak oleh dua elder sekaligus. Ia bertahan dengan gagah, tapi luka kecil mulai muncul di lengannya. “Arkan!” teriaknya tanpa takut.

Arkan mendengar panggilan itu. Ia melompat kembali ke kapal utama seperti bayangan. Pedangnya menebas kedua elder tersebut dalam satu gerakan mematikan. Kemudian ia menarik Sela ke pelukannya sebentar, menyembuhkan lukanya dengan Teknik Penyembuhan Naga.

“Kamu baik-baik saja?” tanya Arkan di tengah deru badai.

Sela tersenyum meski wajahnya pucat. “Selama kamu ada, aku selalu baik.”

Mereka bertarung bahu membahu. Arkan di depan menebas musuh, Sela di belakang memberi dukungan dan formasi. Kombinasi mereka sempurna — kekuatan dominan Arkan dan kecerdasan serta ketegasan Sela.

Pertempuran berlangsung hampir tiga jam. Akhirnya, armada Naga Hitam mundur dengan kerugian besar. Delapan kapal mereka tenggelam, ratusan kultivator tewas. Arkan kehilangan 27 orang, tapi itu jauh lebih sedikit dibandingkan musuh.

Setelah badai mereda, Arkan mengumpulkan pasukan di deck kapal utama. Tubuhnya penuh darah, tapi auranya semakin kuat. Ia berhasil naik ke Foundation Establishment Tingkat 4 awal setelah menyerap energi pertempuran.

“Kita menang badai pertama!” serunya. Sorak sorai membahana di seluruh armada.

Malam harinya, di kabin kapal yang sudah dibersihkan, Arkan dan Sela membersihkan diri bersama. Air hangat dari bak mandi kecil mengalir di tubuh mereka. Arkan menyabuni tubuh Sela dengan lembut, tangan kekarnya menyentuh setiap lekuk gadis itu dengan penuh kasih sayang.

“Kamu terluka karena melindungi kapal,” kata Arkan pelan. “Jangan lakukan itu lagi sendirian.”

Sela berbalik, memeluk leher Arkan. Tubuh telanjang mereka saling menempel. “Aku ingin selalu berguna untukmu. Bukan hanya sebagai kekasih, tapi sebagai pasanganmu di medan perang.”

Mereka berciuman di bawah air hangat. Hasrat yang tertahan selama pertempuran meledak. Arkan mengangkat Sela dan menyatukan tubuh mereka di dinding kabin. Gerakan mereka penuh gairah, penuh kepemilikan, dan penuh cinta. Naga Qi mengalir deras di antara mereka, menyembuhkan luka kecil dan memperkuat ikatan jiwa.

Sesi itu berlangsung lama. Di akhir, Arkan dan Sela berbaring di ranjang sempit, saling peluk. Sela menyusuri dada Arkan dengan jari.

“Aku mencintaimu,” bisiknya polos.

“Aku juga mencintaimu,” jawab Arkan sambil mencium keningnya. “Kamu adalah ratuku.”

Keesokan paginya, armada tiba di dekat Pulau Hitam. Pulau itu masih jauh, tapi kabut hitamnya sudah terlihat. Arkan mengumpulkan pasukan lagi untuk rapat strategi akhir.

“Kita istirahat satu hari di pulau kecil terdekat. Pulihkan tenaga, perbaiki kapal, dan buat pil tambahan,” perintahnya.

Selama istirahat, Arkan melatih pasukan secara intensif. Ia membagikan pil-pil baru yang dibuatnya di kapal. Semua anggota merasakan peningkatan kekuatan.

Sela juga melatih tim khususnya. Gadis itu semakin dihormati sebagai komandan yang tegas tapi penyayang.

Malam sebelum serangan besar, Arkan dan Sela duduk di pantai pulau kecil, memandang laut yang tenang. Bulan purnama menerangi wajah mereka.

“Apapun yang terjadi di Pulau Hitam nanti,” kata Arkan, “janji kamu akan tetap hidup. Aku tidak bisa bayangkan dunia tanpa kamu.”

Sela menyandarkan kepala di bahunya. “Aku janji. Tapi kamu juga harus janji hal yang sama.”

Mereka berpelukan lama di bawah bulan. Ikatan mereka semakin kuat — bukan hanya fisik, tapi juga jiwa dan takdir.

Badai pertama sudah dilewati. Badai yang lebih besar menanti di Pulau Hitam.

Arkan berdiri, menatap ke arah pulau musuh di kejauhan.

“Aku datang,” gumamnya dingin. “Dan aku akan mengakhiri semuanya.”

1
Manusia Ikan 🫪
pembukaan yang menarik/Chuckle/
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak
total 1 replies
T28J
aku suka 👍
T28J: jangan lupa mampir ketempat syaa juga kak👍
total 2 replies
Tarmin Dono
bagus sih ni,smngat yaa thor nulisnya,,,,💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
Nur Mohammad Rahman Arif: makasih kak, siap🙏🏻😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!