NovelToon NovelToon
My Husband Brondong

My Husband Brondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Dunia Maya jungkir balik saat ia terbangun dan menyadari bahwa ia telah terikat pernikahan dengan adik tingkatnya yang paling populer di kampus. Perbedaan usia lima tahun membuat Maya merasa seperti sedang mengasuh seorang adik daripada melayani seorang suami.

​Lucunya, sang suami justru bersikeras ingin membuktikan bahwa dirinya adalah pria dewasa yang bisa diandalkan. Mulai dari kecanggungan di dapur hingga usaha-usaha romantis yang berakhir gagal total, Maya mulai melihat sisi lain dari si "brondong" yang membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Menikahi pria yang lebih muda ternyata bukan tentang mengajari, tapi tentang belajar mencintai kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18 - MHB

Badai yang sesungguhnya ternyata tidak datang di kampus Arka, melainkan di dalam gedung kaca yang selama ini Maya anggap sebagai bentengnya sendiri. Pagi itu, Maya disambut oleh keheningan yang janggal saat ia melangkah masuk ke ruang divisi. Tatapan rekan-rekan kerjanya yang biasanya penuh rasa hormat kini terasa dingin, seolah-olah ia adalah pesakitan yang sedang menunggu vonis.

​Proyek kampanye besar milik klien utama mereka bocor ke perusahaan saingan. Strategi harga, desain visual, hingga daftar target pasar mereka diketahui lawan hanya beberapa jam sebelum peluncuran. Kerugiannya mencapai miliaran, dan perusahaan sedang dalam kondisi darurat.

​Puncaknya adalah saat Maya dipanggil ke ruang Direksi. Di sana, di atas meja mahoni yang besar, tergeletak beberapa foto hasil jepretan kamera jarak jauh. Foto-foto itu menunjukkan Maya sedang bersama Arka di depan apartemen, di kampus, dan di restoran sate Tempo hari.

​"Ada laporan anonim, Maya," ujar sang CEO dengan nada berat. "Kamu sering terlihat bersama pria muda yang tidak teridentifikasi di data karyawan maupun keluarga inti. Kebocoran data terjadi secara konsisten sejak kamu mulai terlihat bersamanya. Dewan Direksi mencurigai ada kebocoran informasi melalui jalur pribadi."

​Maya keluar dari ruangan itu dengan lutut gemetar. Ia merasa dikhianati. Selama sepuluh tahun ia memberikan hidupnya untuk perusahaan ini, namun mereka begitu mudah menuduhnya hanya karena ia memiliki kehidupan pribadi yang tidak mereka pahami.

​Sesampainya di rumah, Maya tidak lagi menangis. Ia hanya duduk terdiam di sofa, menatap kosong ke arah jendela. Rasa lelahnya sudah sampai ke tulang. Saat Arka pulang, ia melihat istrinya seperti raga tanpa jiwa.

​"Kak? Ada apa?" Arka segera mendekat, merasakan aura kegelapan yang menyelimuti Maya.

​Maya menceritakan semuanya dengan suara datar. Tentang kebocoran data, tentang tuduhan mata-mata, dan tentang foto-foto mereka yang dijadikan bukti. "Mungkin mereka benar, Arka. Sejak kamu datang, hidupku memang jadi penuh drama. Sekarang karirku berakhir karena aku tidak bisa menjelaskan siapa kamu sebenarnya tanpa menghancurkan rahasia kita."

​Arka terdiam. Rahangnya mengeras. Ia tidak suka melihat Maya menyerah. Ia tidak suka melihat wanita tangguh itu patah arang karena fitnah murahan.

​"Siapa perusahaan saingannya?" tanya Arka pendek.

​"PT Megantara. Kenapa?"

​Arka tidak menjawab. Ia hanya mengusap bahu Maya lembut. "Istirahatlah, Kak. Biar aku yang urus makan malam. Jangan pikirkan kantor dulu malam ini."

​Malam itu, saat Maya sudah tertidur karena kelelahan emosional, Arka masuk ke kamarnya sendiri dan mengunci pintu. Ia menyalakan laptop dengan monitor gandanya. Cahaya biru dari layar menyinari wajahnya yang kini tampak sangat serius.

​Arka bukan sekadar mahasiswa basket. Ia adalah Grey-Hat Hacker yang sudah lama menjadi incaran firma keamanan siber internasional. Baginya, menembus sistem keamanan menengah seperti milik kantor Maya adalah tugas yang tidak sampai memakan waktu satu jam.

​Jarinya menari di atas papan ketik dengan kecepatan yang luar biasa. Ia melakukan digital forensic pada log akses server perusahaan Maya. Ia mencari pola yang tidak wajar—siapa yang mengunduh data proyek pada jam-jam tidak lazim?

​Ketemu, batin Arka.

​Seseorang dengan akun manajer junior telah mengakses file tersebut pada pukul tiga pagi melalui VPN terenkripsi. Namun, Arka tidak berhenti di sana. Ia melacak alamat IP asal dan melakukan cross-reference dengan data pribadi karyawan.

​Selama empat jam penuh, Arka bekerja seperti hantu di dalam jaringan. Ia menyusup ke server email perusahaan saingan, PT Megantara, mencari korespondensi gelap. Hingga akhirnya, ia menemukan sebuah percakapan di aplikasi pesan terenkripsi yang berhasil ia pecahkan kodenya.

​Ada bukti transfer bank dalam jumlah besar ke rekening luar negeri milik seseorang yang sangat dekat dengan Maya di kantor. Seseorang yang selama ini selalu bersikap manis dan paling vokal membela Maya di depan rapat.

​Arka menyeringai dingin. "Ternyata musuh dalam selimut."

​Pagi harinya, Maya terbangun dengan mata sembab. Ia bersiap untuk mengemasi barang-barangnya, yakin bahwa hari ini ia akan dipecat secara tidak hormat. Namun, saat ia menuju meja makan, ia menemukan sebuah flashdisk berwarna perak di samping cangkir kopinya.

​Di bawahnya ada secarik kertas:

"Bawa ini ke rapat jam 9 nanti. Buka folder 'Evidence'. Jangan tanya gimana aku dapetnya. Cukup tahu kalau istrimu eh, suamimu ini nggak akan biarkan kamu jatuh sendirian."

​Di kantor, suasana rapat Direksi sudah sangat panas. Maya diminta memberikan pembelaan terakhir. Dengan tangan gemetar, ia memasang flashdisk tersebut ke laptop proyektor.

​Layar menampilkan percakapan antara Dian—junior yang selama ini Maya percayai—dengan pihak PT Megantara. Ada foto bukti transfer, catatan waktu pengunduhan data, hingga rekaman audio singkat dari mikrofon laptop Dian yang berhasil Arka aktifkan secara jarak jauh.

​Seluruh ruangan terdiam. Dian, yang duduk di pojok ruangan, wajahnya mendadak pucat seperti kertas.

​"Ini... ini fitnah! Maya meretas akun saya!" teriak Dian histeris.

​"Sistem tidak berbohong, Dian," ucap CEO setelah melihat bukti digital yang begitu rapi dan detail, bahkan menyertakan sidik jari digital (metadata) yang tidak bisa dipalsukan. "Semua bukti ini menunjukkan bahwa kamu telah menjual rahasia kita selama enam bulan terakhir."

​Sore itu, Maya pulang dengan status yang dibersihkan sepenuhnya. Nama baiknya dipulihkan, dan Dian langsung diproses secara hukum. Perusahaan bahkan menawarkan kompensasi atas tuduhan yang salah.

​Maya masuk ke apartemen dan menemukan Arka sedang asyik bermain game online di sofa, seolah-olah ia tidak baru saja mengguncang konspirasi korporat sebesar itu semalam.

​Maya berjalan perlahan dan duduk di samping Arka. Ia mengambil controller dari tangan pria itu, memaksanya untuk menoleh.

​"Arka... bagaimana kamu melakukannya?" bisik Maya. "Bukti itu sangat mendalam. Bahkan tim IT kantorku tidak bisa menemukannya."

​Arka menyandarkan kepalanya ke sofa, menatap Maya dengan senyum tipis. "Sudah kubilang kan, Kak? Aku mungkin belum punya jabatan, tapi aku punya cara sendiri buat jaga apa yang jadi milikku. Lagipula, aku nggak mau 'Tante Girang'-ku ini kehilangan sumber penghasilannya, nanti siapa yang mau traktir aku sate?"

​Maya tertawa kecil, kali ini disertai dengan air mata haru. Ia memeluk Arka dengan sangat erat, menyembunyikan wajahnya di perpotongan leher pria itu. Ia menyadari bahwa Arka adalah paradoks yang indah—seorang bocah yang suka bercanda, namun memiliki kekuatan raksasa yang siap meledak demi melindunginya.

​"Kamu bukan sekadar mahasiswa, ya kan?" gumam Maya.

​"Aku cuma Arka, Kak. Suamimu yang kebetulan agak pintar main komputer," Arka mengecup kening Maya.

​Maya tersenyum dalam pelukan itu.

Bersambung.....

1
Teh Fufah
keren bingits bukan lumayan keren mayaaaa
Ari Atik
ingat maya egoisnu akan membuat pecahnya bahtera samudra rumah tanggamu.😡
Teh Fufah
karena aku senang, aku kasih mvote nya hari ini buat maya 😍 arkaaaa
Naelong: makasi kak udah mampir😍🙏
total 1 replies
Teh Fufah
klw dah cemburu kayak gini mah otw unboxing hihi
Teh Fufah
otw bucin loe may...
Ari Atik
yap betul sekali.....

karena satu kebohongan,akan muncul seribu kebohongan lagi untuk menutupinya......

rumit hidupmu maya,tak tenang karena sebuah kebohongan....🤔
Teh Fufah
hadeh..... maya oh arka
Teh Fufah
senengnya hati ku
thanks neng otor... ku tunggu up ny lsgi
Ari Atik
mulai memahami satu sama lain....

good...😊
Ari Atik
arkanya gk jadi memperkenalkn diri,di kantornya maya kah?

memperjelas status pernikahan mereka...
Naelong: jadi tapi bukan sekarang ya😍
total 1 replies
Ari Atik
ya.. betul sekali langkah arka..
lebih baik blak2kan daripada di sembunyikn,biar gk jadi fitnah...
Ari Atik
kan...
setelah tau kebenarannya...
makanya jadi wanita jangan egois,merasa di atas,eh taunya kalah start....😡

lanjut thor....😊
Naelong: makasi udah mampir kak😍
total 1 replies
Ari Atik
muak dg egonya maya.....
Ari Atik
maya ...
jangan sok,terlalu egois dn merasa paling hebat....

ingat maya kesabaran sezeorang ada batasnya,jangan mandang susmimu sebelah mata,kalau gk nau menyesal kemudian....😡
Ari Atik
akting,sekaligus memanfaatkn keadaan....🤭😊😊
Ari Atik
ya sakitlah jadi arka....
suami yg tk di akui..😡
Ari Atik
sampai kapan maya bisa mempertahankn egonya....?
Naelong
makasi udah mampir kak🙏
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu, nggak pake lama... Semangat
Teh Fufah
mari kita berpetualang dengan kisah cinta ny sang berondong
Naelong: makasi udah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!