NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Egois

Hari ini, Ria kembali di antar oleh Suaminya bekerja. Dia belum dapat pembagian tugas dari siang ke malam dan malam ke subuh. Ria masih bekerja jam normal, karena di polinya dokter Riana Timothy adalah dokter senior. Setelah istrinya masuk ke tempat kerjanya Davin langsung pamit pergi ke tempat kerjanya.

Di area parkir dosen, Davin melihat ketiga mahasiswinya sudah menanti. Waktu mereka melihat Davin turun dari mobil mereka mengikuti belakangnya.

"Kalian tunggu di depan ruangan saya."

"Siap pak."

Davin langsung masuk mengajar mahasiswanya yang ada pada semester awal atau di tingkat pertama. Satu jam setengah Davin mengajar mereka. Dan tentu dalam waktu satu jam setengah Lidya dan genknya menunggu Davin dosen pembimbingnya.

Davin sengaja mengajak dosen pembimbing dua dan tiga ikut dalam bimbingan ini bagi mereka bertiga. Karena di angkatan mereka sisa mereka bertiga yang belum ujian skripsi. Lidya bukan mahasiswi yang bodoh, dia pintar hanya ahklaknya yang jelek. Rasa cinta kepada dosennya membuat dia menjadi orang jahat.

Pak Arman dan Ibu Airini juga hadir. Jelas pembimbingan ini membuat mereka bertiga keringat dingin. Di akhir bimbingan yang hampir satu jam itu. Ketiga dosen memberikan ijin mereka ujian dengan membubuhkan tanda tangan.

"Kalian sebenarnya tidak bodoh, hanya ahklak saja yang bodoh. Ingat perempuan itu harus punya prilaku yang baik, biar dinilai berkelas. Mengerti kalian."

"Iya bu."

"Lidya sekali lagi saya katakan saya sudah mempunyai istri dan anak. Saya tahu kamu sudah cari tahu semua tentang istriku. Dan kamu juga selalu mencoba mau menyakiti bahkan mencelakai istri saya. Saya hanya minta kamu stop."

Lidya hanya tertunduk malu. Dia tidak mampu mengangkat mukanya. Karena dia yakin citranya akan hancur. Pal Arman dan Bu Airini tahu kejelekannya.

"Satu lagi istri saya itu kakak kelas saya, sahabat kakak saya juga. Waktu saya nebak dia untuk jadi pacarnya kelas sepuluh ditolak sama dia. Dan nebak yang kedua, memang saya tinggalkan jejak cinta saya. Setelah saya kembali dari Amerika. Hubungan saya dengan orangtua istri saya, terutama mama mertua saya tidak baik. Sampai sekarang dia belum menerima kami."

"Maafkan saya pak."

"Kamu daftar ujian, perbaiki yang belum tepat dan siapkan diri kamu buat ujian."

"Terima kasih pak."

Lidya dan dua temannya meninggalkan ruangan pak Davin. Dan sekarang yang kepo malah ibu Airini.

"Benar Vin kamu menikahi sahabat kakak kamu."

"Iya istriku itu sahabat kakakku. Kakak kelasku."

"Gila kamu, kelamaan tinggal di luar negeri."

"Aku mantapkan di sana. "

"Iya ya gilanya kan dari kelas sepuluh."

Davin masih ada satu kelas praktek di laboratorium. Mahasiswa dan mahasiswi akan di dampingi oleh asistennya. Dia hanya masuk memberi arahan.

Davin baru keluar dari ruangan mengajarnya, di parkiran sudah ada seorang wanita yang mencarinya. Davin kesana ternyata itu adalah mama mertuanya.

"Saya mau berbicara dengan kamu. Ikut saya."

"Tetapi saya harua menjemput istri saya ma."

"Saya tidak mau tahu, sekarang juga kita bertemu."

Davin langsung menghubungi kakaknya dan meminta tolong menjemput Ria, dan menceritakan semua alasan dia tidak bisa menjemput istrinya. Namun dia minta jangan beritahu Ria.

"Kamu mau ditemani???"

"Tudak usah kak. Tolong jemput istri saya, jangan beri tahu Ria bahwa aku di ajak bertemu dengan mamanya."

Ria menghubungi handphone suaminya namun sibuk. Dan dari pintu masuk gerbang dia melihat mobil Stella iparnya.

"Aku diperintahkan tuan muda Andreas menjemput istrinya." Ria tersenyum

"Bisa ya dia perintahkan kakaknya."

"Istrinya kurang beri pelajaran kali."

"Bagaimana istrinya mau memberi pelajaran, sedangkan dia klingi banget sama suaminya." Ria tertawa melihat muka asem sahabat sekaligus iparnya.

Sampai dirumah seperti biasa Tuan Rajanya keluarga Andreas meminta jatah langsung dari pabrik. Dia mulai terbiasa menunggu maminya selesai mandi.

"Kok kamu yang jemput maminya El kak, papinya mana??"

"Ada urusan??!!"

"Urusan apa??"

"Mertuanya menemuinya di kampus. Ssssttttssss diam Ria tudak tahu, adek minta jangan kasih tahu, takut dia stress ASInya El berkurang."

"Oke. Tetapi kamu cek adek."

"Siap."

Ria selesai mandi, dia mencoba menghubungi handphone suaminya namun tidak di angkat. Dia sedikit kuatir. Namun dia percaya suaminya baik - baik saja.

Sementara itu, Davin sedang berada di sebuah restoran bersama mertuanya. Disana mama mertuanya memarahi dia seperti dia sedang melakukan kesalahan besar. Davin hanya meminta maaf.

"Gara - gara kamu, suamiku anak - anakku tidak menghargai aku. Memang kamu harus di lenyapkan."

"Tante, Ria itu tetap sayang sama tante."

"Kalau dia sayang, dia tidak membantah saya memilih menikah dengan kamu."

"Kami saling mencintai tante."

"Kamu tidak selevel dengan Riana anak saya. Dia harus menikah anak - anak konglomerat buka anak orang miskin seperti kalian." Davin sudah mau marah, namun emosinya dia kontrol agar tidak kurang ajar.

"Saya mencintai Ria dan tidak akan melepaskannya, karena dia mami dari anak saya."

"Kamu perebut kebahagiaan kami." Tiba - tiba mamanya sesak. Dan ketika Davin mau menolong dia di tolak. Semua mata memandang. Davin langsung menghubungi rumah sakit meminta ambulans dan menghubungi papa mertuanya. Memberitahukan bahwa dia sedang membawa mama ke rumah sakit.

Di rumah Ria sedang di hubungi oleh pihak rumah sakit bahwa ada pasien darurat. Ria sudah memberitahukan penanggulangan pertama yang harus mereka lakukan. Papa sudah di rumah sakit bersama Davin, Ria menggunakan taksi ke rumah sakit. Sampai di IGD dia kaget karena ada suami dan papanya. Ternyata pasiennya adalah mama.

"Maafkan aku sayang."

"Mas bertemu mama, sampai tidak bisa jemput saya."

"Iya mama ke kampus tadi."

"Papanya hanya mengeleng - gelengkan kepala menyaksikan vidio yang di rekam oleh Davin."

"Papa tidak tahu harus bagaimana dengan mamamu nak."

"Mama begini karena Davin dan Ria pa."

"Davin mohon maaf."

"Mamamu terlalu egois. Bagaimana keadaan mamamu??"

"Mama hanya mengalami syok papa."

"Kalau mama sudah di ruangan, kalian pulanglah kasihan El."

"Davin dan Ria akan temani papa menjaga mama."

"El aman sama oma dan opanya pa."

"Mestinya di usia papa seperti ini, papa bisa menjadi kakek yang berbahagia mengendong El. Kita bisa bergantian menjaganya."

Ria dan Davin langsung memeluk papanya. Dan mamanya Ria yang sudah sadar menyaksikan itu semua. Dia menangis bukan karena sadar akan keegoisannya, namun karena sakit hati melihat suaminya berpelukan dengan menantu yang tidak dia mau. Ria yang tahu mamanya sudah sadar, langsung memeriksa dan memerintahkan mamanya dibawa ke ruangan.

"Kalian pulanglah, sedikit lagi orang kerja datang membawa baju mama. Kasihan cucu papa pasti mencari kalian."

"Pa, Davin dan Ria pamit ya. Jika ada apa - apa papa telepon kami saja."

"Iya nak, papa titip Ria dan El cucu papa." Davin memeluk papa mertuanya, sedangkan Ria sedang merapikan selimut mamanya. Kemudian dia mencium papanya dan pulang bersama suaminya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!