NovelToon NovelToon
DI KUASAI MAFIA

DI KUASAI MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Penyelamat
Popularitas:442
Nilai: 5
Nama Author: Yourbee Lebah

Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.

Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 22 : Rencana penculikan

"Apa kau tidak menyadari sesuatu?" Tanya yuki.

"Tentang apa?"

"Cara nona jaeyi memperlakukanmu" Ujar yuki.

"Jadi apa maksudmu?"

"Dia terlihat menyukaimu, jika kau tidak menyadarinya maka aku anggap kau hanya berpura pura, itu sudah sangat jelas" Ujar yuki.

"Kenapa kau menanyakan ini padaku? apa ini terlihat membebanimu?"

"Tidak, aku hanya ingin tau jawabanmu saja, kau harus ingat dengan siapa kau berurusan, tuan han sangat menyayangi nona jaeyi, dia melakukan apapun untuk gadis itu, jika kau mempermainkan nya dia pasti akan memastikan bahwa nyawamu akan berada di tangan nya"

"Aku sudah datang kesini yuki, aku memang meyakini bahwa hidupku ada di tangannya, lalu apa masalahnya?"

"Tidak ada, aku berharap kau tidak berniat buruk pada jaeyi, walaupun dia anak seorang penjahat tapi dia tidak pernah terlihat pada sesuatu yang ayahnya rencanakan, tidak pernah" Ujar yuki.

"Kau sangat mengenalnya ya?"

"Aku di sini menjaganya, itu sebenarnya tugas utamaku, hanya saja akhir akhir ini dia tidak ingin di temani dan merasa aman sendiri" ungkap yuki.

Seo-joon tampak menganggukan kepalanya mengerti dengan ucapan yuki.

"Apa kau sudah bertemu tuan muda?"

"Doo-yoon?"

"Ya, ku lihat dia memang tidak datang hari ini, dia pasti sedang sibuk"

"Jika kau tau kenapa harus bertanya"

"Hanya berbasa basi, doo-yoon adalah hyunjin di rumah ini, status mereka sama, aku harap kau tidak lupa cara menghormati hyunjin"

"Jangan menyamakan mereka berdua"

"Mereka sama, aku hanya memperingatimu karena aku peduli padamu, hyunjin dan doo-yoon memiliki sifat yang sama, mereka tidak peduli dengan kita, mereka hanya berkerja sesuai dengan perintah ayahnya dan bersikap semena mena"

"Apa doo-yoon juga menyimpan wanita di rumah ini?"

"Wanita?" Yuki menautkan alisnya seolah bertanya.

"Sudah kubilang mereka tidak sama yuki" Balas seo-joon singkat.

Yuki menghela napasnya pelan sebelum seseorang masuk tanpa permisi.

"Oh maaf, kau tidak menutup pintunya, apa kalian sedang berbicara penting?" Tanya jaeyi.

"Tidak nona, aku hanya mengajak seo-joon untuk sarapan tadi" Kata yuki.

"Ah begitu" Balasnya.

"Aku permisi dulu nona" Pamit yuki lalu keluar kamar.

"Baiklah sampai jumpa!"

Jaeyi tersenyum memandang seo-joon didepan nya, seo-joon pun membalas senyuman jaeyi seramah mungkin.

"Ada apa jaeyi?"

"Aku punya kabar yang baik" Katanya.

"Kabar apa?"

"Ayahku setuju dengan rencanamu" Katanya.

"Benarkah?"

"Ya, dia bilang dia akan melakukan nya, dan mempercayakan nya padamu"

"Itu terdengar bagus, aku sangat berterimakasih padamu!"

Seo-joon tampak bersemangat dan tidak sadar meraih kedua tangan jaeyi hingga gadis itu bersemu malu.

"Oh maaf!" Ujarnya sembari melepaskan genggaman tangan nya.

"Aku tidak masalah" Ujar jaeyi.

"Aku tidak sengaja"

"Lagipula seo-joon ah, seharusnya ayahku lah yang berterimakasih berkat idemu, kenapa kau tampak sangat senang?" Tanyanya pelan.

"Apa aku terlihat begitu?"

"Ya, kau terlihat bersemangat sekali" Jaeyi meringis kaku.

"Aku berhutang banyak padamu, kau membantuku, aku memiliki hutang budi dan aku akan membalasnya sekarang, dengan membantu ayahmu" ujar seo-joon.

"Kau tidak perlu merasa berhutang budi, cukup bekerjalah dengan baik, aku dan ayah pasti akan mengerti, tapi aku berterimakasih karena kau memiliki ide ini, ayahku pasti senang"

Seo-joon mengangguk, dalam hatinya ia merasa sangat bersalah pada jaeyi, ia memanfaatkan gadis ini untuk membalaskan dendam nya pada eunbi.

"Maafkan aku jaeyi" Batin seo-joon.

"Siang nanti kakak ku akan pulang, kau dan dia akan datang ke ruangan ayah secara bersamaan, kalian butuh merencanakan nya, bersemangatlah!"

"Terimakasih jaeyi, yuki bilang kau sama sekali tak pernah terlibat dengan rencana ayahmu, tapi kali ini kau terlihat bersemangat" Katanya.

Jaeyi tersenyum dengan kepala yang sedikit menunduk.

"Ada sesuatu yang mendorongku melakukan nya, sesuatu yang spesial" Ujarnya malu malu.

Seo-joon tersenyum getir, ia tak ingin melanjutkan percakapan ini, ia tak bisa memberikan harapan apapun pada jaeyi karena hatinya sudah menjadi milik orang lain.

"Itu bagus" Balasnya.

"Kenapa tidak bertanya apa yang spesial?" Jaeyi membatin.

"Bagaimana kalau kita sarapan?" Ajak seo-joon.

"Ah baiklah, ayo!" Balas jaeyi.

Sementara itu....

Yuki berjalan dengan wajah yang tertekuk, ia terlihat sedang dalam suasana hati yang buruk.

"Ada apa denganmu? kau bilang akan sarapan? kenapa cepat sekali?" Tanya salah satu rekan nya.

"Tidak apa apa"

"Jadi kau sudah sarapan?"

"Aku tidak lapar"

"Dia sedang patah hati, wanita kesayangan nya menyukai orang lain" Sahut salah satunya.

"Siapa? seo-joon?"

"Seo-joon bilang dia hanya bekerja" Balas yuki.

"Seo-joon kan yang bilang, kenapa tidak bertanya dengan nonamu itu?"

"Jaeyi sudah bosan bicara padanya" Canda salah satu rekan nya.

"Yuki lupakan lah dia, lagipula tuan han tidak akan mau memiliki menantu keturunan Jepang, dia akan menikah dengan orang Korea asli"

"Aku tidak peduli dengan itu, aku hanya ingin memastikan bahwa dia tidak macam macam dengan jaeyi"

"Terserah kau saja"

Siang pukul 13.00

"Kau seo-joon?" Tanya seorang pria muda dengan setelan jas hitamnya.

"Benar" Jawab seo-joon ramah.

Seo-joon memang tidak pernah bertemu dengan orang didepan nya ini, namun ia tau betul siapa pria ini.

"Aku doo-yoon" Balasnya.

Seo-joon mengangguk mengerti.

"Ayahku memanggilmu kan? ayo masuk!" Ajak doo-yoon sembari membuka pintu ruangan tuan han.

"Kalian sudah datang?" Tanya tuan han.

"Ayah? apa kau merindukanku?" Tanya doo-yoon.

"Jangan bercanda, cepatlah duduk!" Perintah tuan han.

"Apa ayah sedang merencanakan hal besar?" Tanya doo-yoon.

"Duduklah dulu" Katanya lagi.

Seo-joon dan doo-yoon sama sama duduk di bangku yang berada di depan tuan han.

"Kau sudah mengenal seo-joon?" Tanya tuan han.

"Pacar jaeyi kan?"

"Aku bukan" Jawab seo-joon.

Doo-yoon tampak terkekeh mendengar seo-joon menjawab pertanyaan nya.

"Cepat sekali kau menyangkalnya, apa kau tidak benar benar tertarik dengan adikku?"

"Maafkan aku, hanya saja aku takut kalian menganggapku tidak sopan" Jawab seo-joon pelan.

"Jangan hiraukan dia seo-joon, dia memang asal bicara" Balas tuan han.

"Ada apa ayah?"

"Alasan ayah memanggilmu adalah karena kami memiliki sebuah rencana baru untuk menghancurkan hwang" Katanya.

"Cara apa?"

"Menculik tunangannya"

"Apa aku tidak salah dengar?" Kekeh doo-yoon.

"Kau tidak salah dengar, ini benar" Balas tuan han.

"Ada apa ini ayah? kau terlihat tidak main main, laki laki seperti hyunjin kan maksudmu? apa menurutmu dia akan lemah karena wanita?"

"Tapi begitulah kenyataan nya" Balas seo-joon.

Doo-yoon menoleh pada seo-joon, ia mengangkat sebelah alisnya sebentar.

"Apa yang kau ketahui?" Tanya doo-yoon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!