NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Tubuh Baja dan Utusan Bayangan

​Angin malam berhembus dingin melintasi Puncak Alkimia, namun suasana di dalam Paviliun Daun Hijau terasa tegang.

​Su Yue duduk bersila di kursi utamanya, menatap Lin Chen yang berdiri santai di hadapannya. Tidak ada lagi senyum ramah di wajah gadis cantik itu. Yang ada hanyalah rasa ingin tahu yang sangat dalam dan sedikit kewaspadaan.

​"Di Kamar Es Kristal tadi, kau menyerap seluruh Racun Es Bawaan yang bahkan membuat elemen apiku nyaris beku," Su Yue memulai interogasinya. Suaranya ditekan serendah mungkin agar tidak terdengar ke luar. "Lalu, Puncak Pandai Besi... Hilangnya inti urat Api Bumi tepat di saat kau menjadi Penjaga Api. Dan Bunga Bulan Biruku yang tiba-tiba sembuh dari Racun Api Hitam."

​Su Yue menghela napas panjang, menatap lurus ke mata Lin Chen. "Aku mungkin naif, Lin Chen, tapi aku tidak bodoh. Semua kebetulan aneh ini selalu berpusat padamu. Siapa kau sebenarnya? Manusia fana tidak mungkin melakukan semua ini tanpa Dantian."

​Lin Chen terdiam sejenak. Ia tahu cepat atau lambat Su Yue akan menyadari kejanggalan ini. Akting sebagai pelayan bodoh sudah tidak relevan lagi di tahap ini.

​Sudut bibir Lin Chen perlahan melengkung ke atas, menampilkan senyum tenang namun memancarkan aura dominasi yang membuat jantung Su Yue berdegup kencang.

​"Kakak Senior Su," panggil Lin Chen dengan nada santai. "Kau sangat cerdas. Kau benar, Dantianku memang telah hancur. Tapi, Benua Langit Azure ini luas. Apakah menurutmu memupuk Qi di Dantian adalah satu-satunya jalan menuju puncak?"

​Su Yue terkesiap. "Maksudmu... kau mempraktikkan teknik kultivasi fisik kuno? Teknik yang menggunakan tubuh sebagai wadah?"

​"Sebut saja begitu," jawab Lin Chen diplomatis. "Kakak Senior tidak perlu khawatir. Rahasiaku adalah nyawaku, dan aku tidak memiliki niat buruk padamu. Sebaliknya, kau butuh orang yang bisa mengatasi energi-energi ekstrem untuk membantumu dalam alkimia, dan aku butuh tempat yang aman serta sumber daya elemen untuk memperkuat fisikku. Kita saling menguntungkan."

​Su Yue terdiam, mempertimbangkan kata-kata itu. Pemuda di depannya ini berbahaya, sangat misterius, tapi... dia memang selalu menyelamatkannya. Tanpa Lin Chen, karirnya sudah hancur malam ini.

​"Baik," Su Yue akhirnya mengangguk. "Selama kau tidak membahayakan sekte, aku akan menutupi keberadaanmu. Sebagai gantinya, mulai sekarang kau adalah pelindung pribadiku."

​"Dengan senang hati, Tetua Kehormatan Su," Lin Chen menunduk hormat dengan senyum tipis, lalu undur diri ke kamarnya.

​Di dalam kamar, Lin Chen menutup pintu rapat-rapat. Proyeksi Guru Lin Tian langsung muncul, melayang dengan tawa tertahan.

​"Gadis kecil yang cukup pintar," puji Lin Tian. "Namun, dia tidak akan pernah bisa membayangkan bahwa teknik fisik yang kau miliki adalah Seni Kekosongan Bintang."

​Lin Chen melepas jubahnya. Rasi bintang dari 108 Titik Bintang di sekujur tubuhnya kini berdenyut harmonis, memancarkan perpaduan cahaya perak, merah darah, dan kilatan biru es. Kekuatan fisiknya terasa seakan bisa merobek langit.

​"Guru, Siklus Surga Besar telah selesai. Apa langkah selanjutnya?" tanya Lin Chen tak sabar.

​Ekspresi Lin Tian berubah serius. "108 titik adalah fondasi untuk Alam Pembentukan Cangkang. Saat ini, kekuatan fisikmu secara kasar setara dengan kultivator tahap awal Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul). Kulitmu, ototmu, dan tulangmu kini sekeras baja spiritual kelas atas."

​Mendengar itu, Lin Chen mengepalkan tinjunya. Jiwa Baru Lahir! Di Kota Awan Merah, tidak ada satupun kultivator tahap itu. Bahkan Pemimpin Sekte Pedang Awan saja baru berada di puncak tahap Inti Emas! Artinya, murni dari segi kekuatan pukulan dan ketahanan fisik, Lin Chen sekarang sudah tak terkalahkan di sekte ini.

​"Tapi jangan sombong dulu," potong Lin Tian, menyiramkan air dingin pada semangat Lin Chen. "Kekuatanmu murni fisik. Kau tidak bisa terbang dengan pedang, tidak bisa menembakkan Qi dari jarak jauh, dan tidak bisa menggunakan teknik sihir. Jika musuh yang pintar menyerangmu dari langit dengan racun atau formasi ilusi, kau tetap bisa kalah."

​"Lalu, bagaimana cara saya mengatasi kelemahan itu?"

​"Tahap selanjutnya adalah Kondensasi Inti Bintang," jelas Lin Tian. "Kau harus memampatkan energi dari 108 titik itu menuju pusarmu, membentuk Dantian Bintang palsu. Begitu Inti Bintang terbentuk, kau akan bisa memanipulasi energi ke luar tubuh, bertarung layaknya kultivator Qi normal, tapi dengan kepadatan energi jutaan kali lipat lebih berat!"

​Lin Chen mengangguk paham. Perjalanan masih panjang. Namun untuk malam ini, ia butuh istirahat. Ia menyingkirkan pikirannya dan berniat pergi ke sumur di halaman belakang untuk mengambil air mandi.

​Malam semakin larut. Kabut tebal menyelimuti Puncak Alkimia.

​Saat Lin Chen menarik ember kayu dari dalam sumur tua di halaman belakang, telinganya yang kini sangat sensitif menangkap suara gesekan udara yang tidak wajar. Suara itu sangat halus, seperti jarum yang melesat membelah angin.

​Seseorang sedang mengawasinya dari atas dahan pohon ek besar, lima puluh meter di belakangnya.

​Di atas pohon itu, seorang pria berpakaian hitam ketat menyatu sempurna dengan bayang-bayang. Ia adalah Bayangan Hantu, pembunuh bayaran pribadi milik klan Ye yang dibawa Ye Feng ke dalam sekte. Kultivasinya berada di tahap puncak Pembangunan Fondasi (Foundation Establishment), satu langkah lagi menuju Inti Emas!

​"Tuan Muda Ye Feng terlalu paranoid," batin Bayangan Hantu sambil menatap Lin Chen yang tampak seperti pelayan fana biasa yang sedang menimba air. "Menyuruhku membunuh orang cacat ini? Benar-benar membuang bakatku. Biar kuselesaikan dalam satu tarikan napas tanpa rasa sakit."

​Bayangan Hantu menarik sebilah belati pendek berwarna hitam legam. Belati itu dilapisi racun pencair darah. Dengan gerakan seringan bulu, ia melesat turun dari pohon, berubah menjadi hembusan angin kelam yang langsung membidik leher belakang Lin Chen.

​WUSSS!

​Jaraknya tinggal dua meter. Satu meter. Bayangan Hantu tersenyum kejam di balik cadarnya. Kematian sudah pasti.

​Namun, Lin Chen bahkan tidak menoleh. Ia tetap tenang menarik ember airnya.

​TRANG!!!

​Suara benturan logam yang sangat keras memecah keheningan malam. Bunga api menyembur keluar saat ujung belati beracun itu menghantam tengkuk Lin Chen.

​Mata Bayangan Hantu melebar hingga hampir robek. Belati spiritual kelas menengah miliknya—senjata yang bisa membelah batu karang—patah menjadi dua bagian saat menusuk kulit pelayan itu! Kulit pemuda itu sama sekali tidak terluka, bahkan tidak ada goresan merah sedikit pun. Terasa seperti menusuk bongkahan baja langit yang tak tertembus.

​"Apa—?!" Bayangan Hantu berseru tertahan, kepanikan absolut melanda jiwanya. Ia langsung membalikkan badan, berniat menggunakan teknik melarikan diri tingkat tinggi.

​Tapi sebuah tangan yang dingin dan sekeras penjepit naga tiba-tiba mencengkeram wajahnya dari belakang.

​"Cepat sekali terburu-buru," suara Lin Chen terdengar berat dan datar, bergema langsung di telinga si pembunuh. "Siapa yang mengirimmu? Ye Feng?"

​"L-Lepaskan! Aku adalah—" Bayangan Hantu mencoba meledakkan Qi Pembangunan Fondasinya untuk melepaskan diri. Namun, tenaga Qi yang ia banggakan itu terasa seperti uap air hangat saat berbenturan dengan tubuh Lin Chen. Sama sekali tidak berguna!

​Lin Chen memutar tubuhnya, menatap lurus ke mata si pembunuh yang kini penuh dengan teror.

​"Tidak mau bicara? Tidak masalah. Aku sudah tahu jawabannya," bisik Lin Chen dingin.

​Tanpa belas kasihan, Lin Chen mengeratkan cengkeramannya. Ia tidak menggunakan Qi sama sekali, hanya mengandalkan tekanan fisik murni dari 108 Titik Bintangnya.

​KRAAAK!

​Bahkan sebelum Bayangan Hantu sempat menjerit, leher dan tengkoraknya remuk seketika seperti tomat busuk yang diremas. Tubuh tanpa nyawa itu jatuh berdebum pelan ke tanah.

​Lin Chen menatap mayat di bawah kakinya dengan ekspresi hampa. Di Benua Langit Azure, yang lemah adalah mangsa, dan ia tidak akan pernah lagi menjadi yang lemah.

​"Kau mengirim anjing untuk mengujiku, Ye Feng," gumam Lin Chen seraya menendang mayat itu hingga hancur menjadi debu darah menggunakan tendangan berkekuatan ratusan ribu jin. Angin malam meniup sisa-sisanya hingga tak berbekas.

​"Tunggulah. Sebentar lagi, giliran 'Akar Roh Guntur' di Dantianmu yang akan kucabut langsung dari perutmu."

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!