Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
열 번째 장
"A apakah putri ku renkarnasi Dewi? tapi bagaimana bisa? dan Chyen Ming yang mengerti keinginan nya? sedangkan aku ayahnya tidak bisa mendengar suara mungil nya itu? oh.... tidak sayang, aku harus terus mengawasi putri kita. aku tidak mau terjadi apa-apa dengan nya" gumam Kaisar Ming. dia pun langsung kembali ke ruang kerja nya, Kaisar Ming malam ini akan tidur di ruang kerja nya. biarkan Chyen Ming untuk menemani adiknya malam ini.
...----------------...
Hari keberangkatan Chyen Ming pun tiba. Mei Hui Ming yang berada di pelukan sang ayah pun hanya bisa menyadarkan kepalanya, Kaisar Ming mengelus lembut kepala sang putri.
"Gege pertama kamu mau berangkat, Hui'er sama ayah ya.... kalau bisa biarkan ayah juga mengerti ucapan Hui'er, biar nanti ayah yang menggantikan Gege untuk berbicara dengan Hui'er" ucap lembut Kaisar Ming. Mei Hui Ming memiringkan kepalanya, Kaisar Ming terkekeh geli melihat ekspresi wajah sang putri. dia benar-benar terlihat seperti mendiang istrinya, Kaisar Ming melihat kearah Chyen Ming yang mendekati nya.
"Izin kepada Yang Mulia Kaisar Ming.... putra mahkota ini akan pergi beberapa hari, tolong terus bersama dengan adik hamba... agar hamba tidak cemas saat menjalani tugas ini" ucap Chyen Ming. Kaisar Ming melirik kesal kearah putra pertama nya itu, apa maksud nya.
"Dia putri ayah Chyen'er... tentu ayah akan menjaga adikmu, kau tenang saja! adik lelaki mu tidak akan menganggu adik bungsu mu. kalau mereka macem-macem ayah akan mengirim mereka ke perbatasan" jawab Kaisar Ming. Chen Ming yang mendengar ucapan sang ayah pun langsung menatap tak percaya kepada ayahnya, sedangkan Chan Ming terkekeh geli melihat ekspresi Gege kelimanya itu.
"Ayah dan Gege memiliki trauma kepada kita karena Gege kelima, sampai kita ingin bermain dengan mei mei pun sering di batasi.... aku tidak mau mengikuti Gege kelima lagi, untuk menjahili mei mei" ucap Chan Ming. Chen Ming menatap tajam kearah adik lelaki nya itu, dia juga melihat Mei Hui Ming. yang lebih nyaman di pelukan sang ayah.
"Aku kan hanya gemas! hais.... ayah dan Gege pertama itu selalu berprasangka buruk pada lelaki tampan ini" ucap Chen Ming. Chun Ming dan Chan Ming mendengus saat mendengar ucapan Chen Ming, gara-gara Chen Ming. Mereka jarang bisa lama bermain dengan Mei Hui Ming,
"Kalau kau tidak membuat mei mei seperti boneka hantu mungkin kita tidak akan dilarang" jawab Chon Ming. dan ketiga saudara nya pun mengangguk, Chen Ming hanya meringis mengingat kelakuan nya.
"Tapi kalian juga malah tertawa bukan?" tanya Chen Ming. dan semua pun diam, saat melihat Chyen Ming mendekati mereka.
Chyen Ming menatap tajam kearah lima adik lelaki nya itu, dia pun menatap Chen Ming lebih intens.
"Kalian berhenti bermain-main, ingat selama Gege tidak ada di istana.... kalian harus membantu ayah, ingat Chen Ming.... kau sudah berumur lima belas tahun, bersikap lah dewasa.. mulai lah berfokus dengan pelajaran mu, agar kau tidak konyol dan membuat eksperimen yang tidak penting. dan berhenti untuk terus mendandani mei mei seperti boneka hantu terus" ucap datar Chyen Ming. walau suaranya terdengar datar tapi di setiap kalimat yang keluar dari mulut Chyen Ming, terdengar perhatian. Chin Ming pun mengangguk mengiyakan keinginan sang Gege, Chun Ming dan Chan Ming pun manggut-manggut saja.
"Gege akan pergi selama satu bulan... jaga mei mei, jangan sampai ada orang yang mencelakai adik perempuan kita satu-satunya itu.... Gege mempercayai kalian berlima, kalau sampai kalian lengah dan adik perempuan kita terluka kalian yang akan gege hukum" ucap Chyen Ming.
"Kami mengerti Gege...." jawab kelima nya.
"Atu juga mengelti Gege" sahut Mei Hui Ming. Chyen Ming yang mendengar suara lucu adiknya pun terbatuk kecil, Chyen Ming kembali mendekati sang adik.
CUP
"Ingat... kalau ayah mendengkur? kau masukan saja tempat minum susumu, jangan main dorong ayah seperti beberapa hari lalu... kau ini pinggang tuanya itu rapuh" canda Chyen Ming. Kaisar Ming menatap kesal kearah putra pertama nya, dia memang tak bisa berkata-kata lagi kalau Mei Hui Ming dan Gegenya bila sedang bersatu itu.
"Sudah cepat pergi... kau ini kalau menghasut adik mu tak pernah tanggung-tanggung" ucap kesal Kaisar Ming. Mei Hui Ming yang di gendongan ayah nya pun cekikikan, Kaisar Ming yang mendengar cekikikan sang putri pun langsung menciumi wajah gadis mungil itu.
Chyen Ming pun sudah naik kuda dan pergi keluar istana Ming. Mei Hui Ming yang melihat pundung sang Gege pun mulai berkaca-kaca, Kaisar Ming mendengar suara putrinya pun langsung menimang-nimang Mei Hui Ming.
...----------------...
Menuju desa Ciun memakan waktu satu hari, Mei Hui Ming juga sudah memberikan sebuah pistol yang membuat Chyen Ming tercengang. apa lagi letusan yang keluar dari benda itu membuat pohon bolong, Chyen Ming hanya memiliki satu buah pistol. Mei Hui Ming tak memberikan terlalu banyak, Mei Hui Ming hanya memberikan timahnya. yang begitu banyak, Chyen Ming terus menarik tali kuda. dia sudah tidak ingin mengulur waktu lagi.
SREK
Ngikkkkkkkk
"Lindungi Yang Mulia putra mahkota...
BERSAMBUNG.....