Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Sore hari Nadila mencoba untuk menemui Fabian, namun beberapa kali Nadila mengetuk pintu tak ada jawaban dari Fabian.
Nadila pun akhirnya mencoba menghubungi Fabian, namun sayangnya Fabian tidak mengangkat panggilan dari Nadila.
" Apa dia marah yah " ucap Nadila sendiri
Nadila kembali mengetuk pintu, namun tetap saja tak ada tanda-tanda dari Fabian didalam.
" Apa dia pergi ? Hmm, mungkin"
Nadila pun beranjak pergi dari depan pintu kedepan kaca, ia melihat kendaraan yang ada dijalan sana.
" Ngapain lo disitu ? "
Nadila dengan cepat menoleh, dan ia pun tersenyum begitu melihat Fabian.
" Lo darimana Bian ? "
" Abis dari luar, kenapa ? "
" Hmm, ini gue tadi ada beli pizza buat lo. Kan katanya lo ga suka manis, jadi gue beli ini buat lo "
" Ada apa lo ngasih gue ginian ? "
" Ya soal tadi, gue minta maaf karena bikin lo cemas "
" Kalau mau ngobrol di dalem aja, mau masuk ga ? "
Nadila menggangguk dengan cepat, ia pun langsung mengikuti Fabian masuk kedalam.
" Bian "
" Apa dil ? "
" Lo marah ya sama gue ? "
" Gue ga marah, gue cuma khawatir aja sama lo. Kalau ternyata makanan itu ada apa apanya gimana coba ? Lo harusnya jangan asal aja Dil "
" Iya gue tadi laper banget Bian, terus gue pikir lo yang ngasih gue makanan jadi yaudah gue makan "
" Kalau gue mending gue ajak langsung keluar buat apa kayak gitu "
" Yaudah nih sekarang sebagai permintaan maaf lo makan ya "
" Ga ah males, gue masih males sama lo Dil "
Fabian duduk disofanya sambil memainkan ponsel miliknya.
" Ya gue kan udah minta maaf Bian "
" Lo tau ga Dil, gue itu sampai ngebut di jalan, gue lari lari naik tangga "
" Yaudah maaf Bian, gini deh gue harus apa biar lo maafin gue ? "
Nadila pun duduk disamping Fabian, tak lupa ia memasang wajah gemasnya kepada Fabian.
" Gue boleh minta apapun ? "
" Boleh, asal jangan yang aneh aneh Bian "
" Gue pengen.. "
" Pengen apa ? "
Fabian mendekatkan wajahnya kepada Nadila, hingga jarak keduanya pun kini semakin dekat.
" Pengen lo masakin gue, masakan yang enak "
" Ma..masak ? "
" Iyah, kenapa ? Lo ga mau ? Ya kalau ga mau ya yaudah "
" Mau mau, cuma gue ga ada bahannya. Lo temenin gue ya cari bahan buat masak "
" Yaudah iya "
" Yaudah oke, gue siap-siap dulu ganti baju yah "
Dengan wajah ceria Nadila pun keluar dari ruangan Fabian, sedangkan Fabian ia pun ikut tersenyum melihat tingkah dari Nadila.
....
Sudah 10 menit Nadila dan Fabian berkeliling di supermarket, Fabian tak tau apa yang Nadila akan masak untuk dirinya.
" Masak apa sih Dil ? "
" Rahasia Bian "
Nadila kembali memasukkan barang kedalam troli belanjaannya, sedangkan Fabian ia hanya mengikuti langkah Nadila.
" Lo suka pedes ga Bian ? "
" Suka "
" Oke "
Kembali Nadila memasukan barang kedalam troli, Fabian benar-benar penasaran apa yang akan Nadila masak untuk dirinya.
" Dulu lo sering masakin mantan lo gini Dil ? "
" Ga sering tapi pernah beberapa kali, tapi ya gitu responnya ga ada senengnya biasa aja "
" Terus lo marah atau ngambek gitu ? "
" Ya awalnya iya, cuma ke beberapa kali udah biasa aja dan akhirnya gue males masakin lagi "
" Oohh "
" Udah yuk bayar, udah semua sih kayaknya "
" Yakin udah semua ? "
" Yakin Bian "
Segera mereka pun pergi menuju kasir, saat Nadila hendak mengeluarkan uang untuk membayar Fabian justru melarangnya
" Biar gue yang bayar " ucap Fabian yang langsung memberikan kartu miliknya
" Makasih Bian "
Setelah selesai mereka pun segera kembali pulang, karena jarak yang tak terlalu jauh Fabian pun memilih untuk menaiki motornya.
Setelah sampai Nadila menyuruh Fabian untuk menunggu di tempat Fabian sendiri, sedangkan Nadila ia pun segera memulai masak.
Dengan percaya diri Nadila mulai memasak makan untuk Fabian, masakan sederhana yang mungkin Fabian suka.
Spaghetti carbonara, Nadila ingin memasak untuk Fabian malam ini.
Walaupun terlihat sederhana, tapi Nadila sangat berharap jika Fabian menyukai masakan Nadila.
Hampir satu jam Fabian menunggu, hingga akhirnya ia pun mendapatkan panggilan dari Nadila.
" Bian, sini udah Mateng " ucap Nadila dari telpon nya
Segera Fabian pun langsung menemui Nadila, begitu ia membuka pintu tercium aroma masakan yang begitu harum.
" Wangi banget Dil "
" Iyah dong, sini ayo makan "
Segera Nadila meletakan masakan yang sudah ia masak itu kedalam piring, Fabian yang sudah tak sabar langsung mencicipi masakan Nadila.
" Gimana ? Enak ga ? "
" Hmm "
" Gimana Bian ? Enak gaa ? "
" Enak Nadila enak, makasih ya ini enak banget beneran. Kalau gue nambah boleh ga ? "
" Boleh banget dong "
Fabian bisa melihat jelas wajah Nadila yang ceria, tapi jujur saja memang masakan Nadila ini sangat enak.
..
Setelah selesai makan Fabian membantu Nadila untuk mencuci piring bekas masak dan makan, Fabian menghabiskan 3 piring masakan Nadila.
Kini ia merasa perutnya sangat begah, tapi Fabian akui memang masakan Nadila sangat enak.
" Makasih ya Dil, sumpah enak banget "
" Sama sama Bian, syukur lah kalau lo suka "
Fabian mengajak Nadila untuk duduk disampingnya, dan Nadila pun mengangguk.
" Dil.. "
" Ya, apa Bian ? "
" Dengerin gue ya, lain kali kalau emang ada makanan yang lo ga tau siapaa yang kasih jangan di makan dulu. Lo harus make sure ini dari siapa, setidaknya lo hubungi gue dulu "
" Iyah Bian gue ingat ko "
" Ya emang harus ingat, jangan ceroboh jadi orang "
" Bian.. "
" Apa ? "
" Lo emang kayak gini ke semua cewek ya ? Maksud gue tuh kayak perhatian gini gitu "
" Engga, kenapa gitu ? "
" Ya engga apa apa sih, cuma lo sadar ga sih hal kayak gini tuh bikin cewek baper Bian "
Fabian tertawa kecil sambil menatap Nadila.
" Jadi lo baper sama gue Dil ? "
" Engga gue ga baper, ngapain gue baper sama lo"
" Loh tadi kan lo yang bilang, dengan sikap gue kayak gini bisa bikin cewek baper. Nah berarti dengan artinya lo itu baper kan ? "
" Engga gue ga baper, gue cuma ngasih tau Bian. Kan kasian aja gitu, misalkan cewek udah baper eh lo malah main main atau ngasih harapan palsu "
" Gue ga sejahat itu Nadila, tapi lo tenang aja gue itu ga kayak gini ke perempuan lain ko "
" Atau jangan jangan Bian.. "
" Jangan jangan apa ? "
" Lo suka sama gue ya Bian ? ya kan ? ngaku deh, lo suka kan sama gue ? "
Nadila menaikkan alisnya sambil tersenyum, Fabian yang merasa gemas langsung mencubit kedua pipi Nadila.
" Udah malem, gue mau istirahat dulu "
" Lo belum jawab pertanyaan gue Bian "
" Pertanyaan apa Nadila ? "
" Ya pertanyaan itu, lo suka ya sama gue ? "
" Nanti juga lo tau sendiri jawabannya, udah lo istirahat sana gue balik dulu. "
lanjut ya thor👍😄