NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEO Bucin dan Gaun Impian

Pasca kejadian di dermaga, nama Kenzo Aditama makin melambung. Bukan cuma sebagai pengusaha sukses, tapi juga sebagai pahlawan yang nyelamatin dokumen negara. Tapi buat Kenzo, semua pujian itu nggak ada artinya dibandingin satu hal: Nabila yang akhirnya resmi jadi miliknya.

Seminggu sebelum hari H, kantor Aditama Group bener-bener kayak mau hajatan. Kenzo nggak tanggung-tanggung, dia nyewa wedding organizer terbaik di Asia buat ngurusin semuanya. Tapi masalahnya cuma satu: Kenzo itu perfectionist yang bikin semua orang pusing.

"Kenzo, ini udah butik kelima yang kita datengin hari ini. Kaki aku udah mau copot!" keluh Nabila pas mereka baru masuk ke butik mewah di kawasan Jakarta Selatan.

Kenzo yang lagi sibuk liatin tabletnya cuma nengok sekilas. "Empat butik tadi gaunnya standar semua, Bil. Gue mau lo pakai sesuatu yang nggak bakal dilupain orang seumur hidup."

"Tapi ini nikahan, Kenzo, bukan pameran museum!" sahut Nabila sambil duduk lemes di sofa beludru butik itu.

Nggak lama, pemilik butik yang juga desainer kondang dateng bawa sebuah gaun yang ditutupin kain putih. Pas dibuka, mata Nabila langsung melongo. Gaun pengantin warna off-white dengan detail payet berlian kecil yang berkilau kayak bintang di langit malam. Desainnya simpel tapi elegan banget, bener-bener selera Nabila.

"Coba yang ini," perintah Kenzo dengan nada bossy-nya yang khas, tapi matanya kelihatan antusias.

Nabila pasrah dan masuk ke ruang ganti dibantu beberapa asisten. Sepuluh menit kemudian, tirai ruang ganti dibuka.

Kenzo yang tadinya lagi sibuk bales email di HP, langsung diem seribu bahasa. HP-nya hampir aja jatuh ke lantai. Nabila berdiri di sana, kelihatan cantik banget kayak dewi turun dari langit. Gaun itu ngebentuk badannya dengan sempurna, bikin aura anggunnya keluar semua.

"Gimana? Jelek ya?" tanya Nabila canggung karena Kenzo cuma bengong doang.

Kenzo berdiri, dia jalan pelan nyamperin Nabila. Dia natap Nabila dari atas sampai bawah dengan tatapan yang dalem banget. "Bil... kalau gue bilang lo cantik, itu penghinaan. Karena kata 'cantik' nggak cukup buat nggambarin lo sekarang."

Pipi Nabila langsung merah padam. "Dih, gombalnya keluar lagi."

Kenzo tiba-tiba nunduk, dia bisikin sesuatu di telinga Nabila yang bikin bulu kuduk gadis itu merinding. "Gue jadi kepikiran buat ngebatalin pesta besarnya. Gue mau nikahin lo di depan penghulu aja sekarang, terus kita ngumpet di kamar selama sebulan. Gue nggak rela lo dilihat banyak cowok pakai baju kayak gini."

"Kenzo! Ada orang tahu!" Nabila nyubit pinggang Kenzo, bikin pria itu ketawa kecil.

Persiapan nggak cuma soal baju. Ayah Nabila, Ardiansyah, bener-bener jadi back-up yang luar biasa. Dia ngurusin semua daftar tamu, termasuk pejabat-pejabat penting. Tapi di tengah kebahagiaan itu, Kenzo tetep waspada. Dia nggak mau kecolongan lagi kayak kasus Paman Bram atau Ibunya.

Malam harinya, pas mereka lagi makan malem berdua di restoran rooftop, Kenzo ngasih sebuah amplop cokelat kecil ke Nabila.

"Apa lagi ini? Surat kontrak?" canda Nabila.

Buka aja," jawab Kenzo sambil motong steaknya pelan.

Pas dibuka, isinya adalah sertifikat kepemilikan sebuah yayasan panti asuhan dan sekolah gratis atas nama Nabila. Nabila kaget bukan main.

"Kenzo... ini..."

"Gue tahu lo dulu sering sedih karena nggak bisa bantu anak-anak jalanan pas keluarga lo bangkrut. Sekarang, yayasan itu punya lo. Lo bisa bantu siapa pun yang lo mau. Itu hadiah dari gue, selain mahar yang bakal gue kasih pas akad nanti," ucap Kenzo tulus.

Nabila nggak tahan lagi, dia berdiri dan langsung meluk Kenzo kenceng banget. "Makasih, Kenzo. Kamu bener-bener berubah banget dari bos galak yang dulu aku kenal."

Kenzo ngebales pelukan Nabila, dia nyium puncak kepala gadis itu. "Gue cuma galak sama orang yang mau nyakitin gue atau milik gue. Dan lo... lo itu pusat dunia gue sekarang."

Tapi, di tengah momen romantis itu, HP Kenzo getar. Ada pesan dari Surya.

“Pak, ada tamu nggak diundang di depan butik tadi. Seseorang naruh karangan bunga duka cita atas nama Nabila. Sepertinya pengikut setia Paman Bram masih ada yang berkeliaran.”

Rahang Kenzo langsung mengeras lagi. Dia nggak mau bilang sama Nabila biar calon istrinya itu nggak cemas. Dia cuma bales singkat: "Habisi tanpa sisa. Jangan sampai Nabila tahu."

Kenzo natap Nabila lagi dengan senyum yang dipaksain manis. Dia nggak bakal biarin siapa pun ngerusak hari paling bahagia dalam hidupnya minggu depan. Siapa pun pengirim bunga itu, dia bakal berurusan sama singa yang lagi laper.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!