NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan

Dorrrrr!

Sebuah tembakan itu menembus tepat di kepala Rex yang sedang berjalan di atas altar saat dia dan Delana hendak melangsungkan pernikahan.

Suasana bahagia itu berubah mencekam. Semua tamu berhamburan membuat kepanikan semakin menjadi.

Sekuat tenaga Delana berlari menghampiri Rex, namun tangan kekar Sharga menariknya ke belakang, menjauh dari lokasi Rex terkapar bersimbah darah.

“Pah, lepaskan!”

“Jangan, Delana. Bahaya!”

Sekuat-kuatnya Delana ingin melepaskan diri dari cengkeraman Sharga, masih tudak cukup untuk melawannya.

Pria itu menatap Delana yang semakin menjauh, perlahan matanya mulai terpejam.

“Tidakkkkk, Rex!”

Delana terbangun dari tidurnya. Nafas nya terengah-engah. Keringat membasahi dahi dan tubuhnya.

“Selamat pagi, Nona.”

Sapaan itu membuat Delana tersadar, bahwa itu hanyalah sebuah mimpi.

“Siapa kamu?” Tanya Delana dengan nafas yang masih tidak stabil.

“Saya Darmi, pelayan baru di rumah ini.”

Delana mengangguk meski dia merasa heran, kenapa Rex merekrut pegawai perempuan di mention -nya.

“Saya mau mandi, keluarlah.” Delana menarik nafas dalam, mimpinya yang terasa begitu nyata membuat rasa takut dan sedihnya terbawa ke alam nyata.

“Baik, Nona.”

Delana sadar satu hal, dia memanggilnya nona, bukan nyonya. Delana tersenyum karena panggilan nona terdengar lebih nyaman di telinga.

Usai mandi dan berganti pakaian, Delana segera turun ke bawah untuk sarapan. Di sana Rex sudah duduk dengan secangkir kopi.

“Maaf ya, Pak. Kesiangan. Mau dimasakin apa?”

“Nggak perlu, aku harus segera ke kantor. Gimana? Tidur mu nyenyak?”

Delana menggelengkan kepala.

“Ada apa? Masih membayangkan yang kemarin?”

Wajah Delana langsung merona merah.

Rex tersenyum sebelum menyeruput tetesan terkahir kopinya.

“Pak, pegawai baru itu kenapa perempuan?”

“Kenapa? Kamu mau pelayan pribadi kamu laki-laki?”

“Setidaknya pria muda.” Delana menggoda Rex.

Pria itu menyimpan cangkir dengan kasar hingga menimbulkan bunyi.

Delana tertawa.

“Hari ini aku nggak ada kuliah.”

“Lalu?”

“Gak apa-apa, cuma ngasih tau.”

“Mau pergi?”

“Nggak. Takut diculik lagi.”

“Aku temani.”

“Gak usah. Kalau mau kerja, gak apa-apa pergi aja. Aku di rumah.”

“Aku akan segera pulang.”

Delana tersenyum senang.

“Mau dibawakan apa saat aku pulang?”

“Emmmm, apa ya? Gak mau apa-apa kayaknya. Udah pernah dan udah punya semuanya.”

“Baiklah. Aku pergi dulu.”

“Hati-hati ya, cepat pulang. Kita makan malam bersama. Aku yang masak.”

Rex tersenyum.

“Pak, sebentar.”

Rex kembali diam, menoleh pada Delana yang berlari menghampiri nya.

“Ada apa?”

“Dasinya miring, sini aku rapihin. Bapak nunduk, tangan aku gak nyampe.”

Rex menundukkan kepala. Gadis itu merapikan dasi Rex hingga rapi.

“Udah?”

Delana mengacungkan jempol tangan nya.

“Pak, tunggu.”

Pria itu kembali menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh pada Delana.

“Ada apa lagi, Lana?”

Gadis itu memeluk Rex dengan erat. Seolah ingin menyampaikan permintaan maaf yang sangat mendalam.

“Kenapa?”

Delana masih terdiam.

“Masih mau belajar—“

Delana menggelengkan kepala cepat sambil melepaskan pelukanny.

“Pak, makasih ya untuk semuanya. Apapun yang terjadi, aku tidak ingin menyakiti bapak.”

Rex tertawa. “Kamu bisa menyakitiku seperti apa? Pukulanmu mungkin akan terasa seperi sentuhan manja untukku.”

Gadis itu tersenyum hampa.

“Cepat pulang.”

Rex mengangguk, lalu pergi. Kali ini Delana tidak menghentikan langkah nya. Dia mengikuti dari belakang, berdiri di depan pintu saat pria itu pergi.

“Pak, tumben dianter sampe depan pintu. Dikasih apa?” Tanya Angga.

“Namanya juga perempuan, asal kita sabar mereka pasti luluh.”

“Ngomong-ngomong, bibir nya kenapa bengkak sedikit? Ahhhh, faham gue.”

“Diam atau—“

Angga menutup mulutnya dengan tangan. Dia menoleh ke arah luar sambil tersenyum.

Delana kembali ke kamar Rex. Mengunci pintu lalu mencari apa yang diminta oleh Sharga.

Gadis itu pernah melihat Rex membuka lemari di samping lemari koleksi jam tangan dan parfum nya. Di sana Rex menyimpan bebebrapa map di lemari itu.

Dengan buru-buru Delana membuka lemari itu yang ternyata masih terbuka sedikit dengan kunci menggantung. Rupanya Rex lupa kembali mengunci dan menyimpan kuncinya kembali.

Setelah mencari, akhirnya Delana menemukan berkas yang diminta oleh Sharga.

Setelah mendapatkan bekas itu, Delana pergi ke kamarnya.

“Bi Darmi, saya mau pergi belanja dulu.”

“Non, tapi isi kulkas masih penuh.”

“Ada yang mau saya beli.”

“Baik, Nona.”

Delana memanggil supir dan satu pengawal untuk mengantar nya berbelanja.

Dibantu oleh satu ajudan, delana memilih beberapa bahan yang akan dia masak.

“Mas, saya ke toilet sebentar. Tunggu di depan pintu ya.”

“Siap, Nyonya.”

Saat masuk ke dalam toilet, ada tiga orang wanita yang juga ikut masuk. Salah satu dari wanita itu adalah suruhan Sharga. Di dalam toilet, Delana menyerahkan berkas yang diminta Sharga.

Setelah tugasnya selesai, Delana kembali berbelanja.

Usai belanja, Delana meminta supir untuk mengantarnya ke kafe. Di sana Delana membeli kopi dan dessert. Dia ingin menenangkan dirinya agar sampai rumah nanti dia sudah tidak terlihat gugup lagi.

Kini dia sudah merasa tenang, dan memutuskan untuk kembali segera ke rumah.

Sesampainya di rumah, Delana mulai memasak. Hanya saja dia tidak terlalu fokus. Delana teriris saat mengiris bawang, dia pun kena cipratan minyak. Saya hendak mengangkat panci, Delana lupa menggunakan sarung tangan anti panas, dan memegang panci dengan tangan telanjang.

“Sudah, Non. Biar kami saja yang melanjutkan masakan nya.”

Delana mengangguk. Dia merendam tangan nya di baskom yang berisi air es.

“Kenapa tanganmu, Lana?”

“Pak?”

Rex segera mendekati Delana. Dia memeriksa tangan wanitanya.

“Jangan memasak lagi.”

“Maaf.”

“Kenapa minta maaf padaku?”

“Bapak pasti cemas kan? Hehehe. Saya memang gak pernah berguna. Selain merepotkan orang, membuat orang cemas, dan mungkin akan membuat orang marah dan kecewa.”

“Kamu bicara apa, Lana?”

“Ayo mandi, kita makan malam. Masakan nya udah selesai kok. Mereka hanya melanjutkan saja.”

Rex masih menatap Delana dengan kebingungan.

Gadis itu pun ikut pergi menaiki tangga bersama Rex. Dia menggandeng tangan Rex dengan erat.

“Lana, apa ada yang ingin kamu bicarakan?”

Gadis itu diam. Berjalan sambil menunduk, menaiki anak tangga.

“Pak, aku mandi dulu ya. Bapak juga. Setelah itu kita makan bersama.”

“Hmm.”

Dia pergi meninggalkan Rex yang masih menatap dirinya hingga hilang di balik pintu.

Saat makan malam pun, mereka tidak banyak bicara seperti biasanya. Delana fokus makan meski hatinya sangat gusar. Tangan Delana merasa lemas, bahkan dia merasa tidak punya tenaga untuk mengangkat sendok makan ke dalam mulutnya.

Ponsel Rex berbunyi.

“Halo, kenapa?”

“Pak, rancangan proyek gedung Menara Avlorie castle bocor.”

“Di mana?”

“Restantion Group.”

Deg!

Rex menatap lekat gerak gerik Delana yang terlihat gusar sejak dia pulang kerja.

Kini Rex mengerti kenapa Delana nampak gelisah setelah mendengar nama perusahaan Sharga disebut oleh Angga di telpon.

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!