NovelToon NovelToon
Satu Nama, Selamanya

Satu Nama, Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rea Sayne

Aku Andrea Sayne memiliki Satu kakak laki laki bernama Hazel, kakak ku Memiliki banyak teman Salah satu nya Panggil saja Luq, Luq bukan sekadar teman baik Hazel. Bagiku, dia adalah "bintang" yang selalu mampir ke ruang tamu kami, membawa tawa yang sama, namun dengan efek yang berbeda di hatiku.
Sejak kecil, aku sudah terbiasa melihat punggung Luq saat dia berjalan masuk ke rumah, atau mendengar candaannya dengan Kak Hazel dari balik pintu kamar. Aku tumbuh dengan mengaguminya dalam diam, membiarkan perasaan itu menetap, bahkan ketika aku mulai beranjak remaja dan menyadari bahwa perasaanku tidak lagi sesederhana saat kami masih bermain Mobile Legends Bersama Di ruang tamu.
Dulu, aku hanya "adik kecil yang menyebalkan". Sekarang, saat aku beranjak dewasa, jarak antara aku dan Luq terasa semakin membingungkan. Apakah mungkin dia melihatku lebih dari sekadar "adiknya Hazel"? Atau, apakah perasaanku hanya akan menjadi rahasia yang terkunci rapat di balik pintu ruang tamu kami?..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rea Sayne, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 19: Jalur Berbeda, Tujuan Sama

Tiga bulan berlalu sejak duka itu, dan hidup kembali bergerak dengan kecepatannya sendiri. Di bengkel Pak Edi, suasana terasa lebih tenang. Proyek kompetisi teknologi yang kami kerjakan bersama—sistem manajemen bengkel berbasis AI—ternyata membuahkan hasil yang manis. Tidak hanya membawa kami ke juara tiga tingkat regional, tapi juga menjadi portofolio emas bagi masa depan kami.

Hari ini adalah hari terakhirku di bengkel sebelum aku benar-benar fokus pada persiapan keberangkatan. Di atas meja, surat penerimaan dari Zhejiang High School terlipat rapi di samping laptop. Aku berhasil. Aku akan bersekolah di China, meraih beasiswa SMA yang sudah kupimpikan sejak kelas 8.

Luq masuk ke dalam bengkel, tapi dia tidak memakai seragam SMK-nya yang lama. Dia memakai seragam sekolah baru.

"Sudah rapi?" tanyaku, mencoba menyembunyikan nada sedih di suaraku.

Luq tersenyum, meski ada kilat kerinduan di matanya. "Iya. Hari pertama pindahan. Sekolah baru, lingkungan baru. Pak Edi sudah kasih izin gue buat tetap kerja di sini pas weekend."

Luq memutuskan untuk pindah ke SMK lain yang punya program kelas industri lebih baik, persiapan agar dia bisa masuk ke PTN Teknik Informatika yang dia incar. Dia harus meninggalkan lingkungan lamanya, meninggalkan sekolah yang penuh kenangan pahit-manis, demi masa depan yang lebih jelas.

"Gila, ya," kata Luq sambil menatap papan roadmap kami yang kini sudah penuh coretan DONE. "Dulu kita ngerencanain ini pas gue masih jadi mekanik yang hampir putus asa, dan kamu masih anak SMP yang takut gagal ujian matematika."

"Dan sekarang kita beneran di sini," kataku pelan.

Kak Hazel masuk ke bengkel, membawa kunci motornya. Dia melihat kami berdua, lalu tersenyum maklum. "Udah siap? Pesawat Rea bulan depan, dan Luq mulai kelas 11 besok. Dunia beneran lagi muter, ya?"

Kami bertiga terdiam. Kak Hazel menepuk bahu Luq dengan keras. "Tenang, Luq. Lo pindah sekolah bukan berarti lo jauh. Lo tetap sahabat gue, dan tetap 'mentor' buat adek gue ini."

Luq tertawa, suara tawa yang kini jauh lebih dewasa. "Siap, Zel. Gue nggak bakal ke mana-mana."

Sore itu, kami duduk di tempat favorit kami di pojok bengkel. Tidak ada coding, tidak ada diskusi soal piston motor. Hanya ada kami berdua.

"Kak Luq," panggilku. "Kalau nanti aku di China, dan Kakak di Indonesia, siapa yang bakal bantu aku kalau aku stuck sama kodingan?"

Luq mengeluarkan sebuah flashdisk kecil dari saku seragamnya, lalu memberikannya padaku. "Di sini ada source code final BengkelLog sama beberapa dokumentasi yang gue tulis. Kalau kamu stuck, buka ini. kamu bakal nemu catatan gue di sana. Gue udah kasih komentar di setiap baris yang sekiranya susah."

Aku menerima flashdisk itu dengan tangan gemetar. "Kakak... kenapa repot-repot?"

"Karena kamu bakal jadi programmer hebat, Rea. Dan gue nggak mau kamu berhenti cuma karena gue nggak ada di samping kamu buat debugging." Dia menatapku dalam. "kami harus janji, jangan pernah berhenti jadi ambisius. Dunia ini luas, jauh lebih luas dari bengkel Pak Edi."

"Janji," jawabku.

"Dan satu lagi," Luq mengeluarkan sebuah gantungan kunci kecil berbentuk miniatur mesin motor—karya tangan pertamanya saat belajar di bengkel ini. Dia menaruhnya di telapak tanganku. "Biar kamu nggak lupa sama rumah."

Mataku memanas. "Kak Luq juga janji ya. Masuk PTN, jadi mahasiswa Teknik Informatika, terus nanti kita ketemu lagi pas aku sudah kuliah di China dan Kakak sudah lulus sarjana."

Luq mengangguk mantap. "Nggak ada janji yang bakal gue langgar, Rea. Apalagi janji sama partner gue."

Malam itu, saat aku pulang, aku tidak lagi merasa takut akan perpisahan. Aku sadar, perpisahan ini bukan berarti hubungan kami berakhir. Ini adalah update sistem. Kami masing-masing sedang menginstal patch baru ke dalam hidup kami agar bisa berjalan lebih kencang.

Aku membuka laptop, melihat layar yang menampilkan logo universitas impianku di China. Di sampingnya, gantungan kunci mesin motor dari Luq tergantung di meja belajarku.

Jalur kami mungkin berbeda sekarang. Aku ke Timur, dia tetap di sini memperjuangkan masa depan. Tapi satu hal yang pasti: kami sedang menuju ke garis finis yang sama.

1
Andrea Zye
Lucu banget Luq
Andrea Zye
nooo Dia Berubah.
Andrea Zye
LUQ APAKAH ITU KAMUU? :(
Andrea Zye
Duh Mau jadi Reaaa
Andrea Zye
Kasian banget... luq nya
Andrea Zye
semangatt Kak luq yang gantengg
Andrea Zye
Keren kakk, Aku sukaaa
Andrea Zye
seruu banget alurnyaa
Rea
cerita remaja menginspirasi, semangat othor
Andrea Zye: Terimakasih authorr sudah Membuat novel Ini, Saya sangat sukak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!