NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: CAMBUK DAN NAGA

Cambuk kulit bertatahkan besi itu melesat dengan kecepatan kilat, menyambar udara dengan suara WUSH yang mematikan. Pengawal itu mengayunkannya dengan penuh kekuatan, berniat mencambuk punggung pemuda "kampungan" itu hingga kulitnya terkelupas dan hancur, sebagai pelajaran agar tahu diri.

Orang-orang di sekitar berteriak kaget dan memejamkan mata. Mereka sudah bisa membayangkan pemuda malang itu akan roboh berdarah.

Namun...

TRANG!!!

Suara benturan keras terdengar, bukan suara daging yang robek.

Semua orang membuka mata dan terbelalak tak percaya.

Cambuk itu... berhenti di udara! Tangan kiri Chen Si terangkat santai, mencengkeram ujung cambuk itu sekuat baja! Tidak peduli seberapa keras pengawal itu menarik dan mengerahkan energi, cambuk itu tidak bergerak sedikitpun. Seolah-olah yang dipegangnya bukan tangan manusia, tapi tiang penyangga langit!

"Kau... lepaskan!!" teriak pengawal itu panik, wajahnya memerah padam karena mengerahkan tenaga.

Chen Si menoleh perlahan. Tatapannya dingin, tanpa emosi, tapi mata itu membuat jantung si pengawal seolah berhenti berdetak.

"Anjing pun tahu cara menggonggong pada tempatnya," kata Chen Si pelan, namun suaranya terdengar jelas di telinga semua orang. "Tapi kau... lebih buruk dari anjing."

CRAK!

Dengan gerakan pergelangan tangan yang ringan, Chen Si menarik sedikit.

BUK!

Pengawal bertubuh kekar itu langsung terlempar dari atas kudanya! Tubuhnya yang berat melayang di udara, lalu jatuh menggelinding di tanah keras tepat di depan kaki Chen Si, menimbulkan debu tebal.

 

Kekacauan di Gerbang Kota

"Berani melawan?! Serang dia!!" teriak pengawal lain yang melihat rekannya dikalahkan begitu mudah.

Tiga pengawal lainnya langsung menghunus pedang, energi biru memancar keluar. Mereka mengepung Chen Si dengan gerakan waspada.

"Heh! Berani melawan keluarga Murong di kota sendiri? Kau pasti bosan hidup!"

"Potong tangan dia! Bawa dia ke penjara bawah tanah!"

Mereka menyerang bersamaan! Tiga pedang menyambar leher, dada, dan kaki Chen Si dari sudut yang sulit dihindari.

Chen Si tidak bergeming. Ia hanya menghentakkan kakinya sekali.

"Jurus Kaki Naga: Getaran Bumi!"

DUMMM!!!

Sebuah gelombang kejut tak kasat mata menyebar ke segala arah.

Tiga pengawal itu tiba-tiba merasa seperti menabrak tembok raksasa. Tubuh mereka terlempar mundur, pedang-pedang mereka terlepas dari tangan, dan mereka jatuh terpental jauh, mulut mereka memuntahkan darah segar!

Dalam sekejap mata, empat pengawal elit yang sombong itu sudah tergeletak meringkuk kesakitan di tanah!

Kerumunan orang di sekitar terdiam kaku. Suasana menjadi hening total. Mereka menatap Chen Si seperti melihat hantu atau dewa penolong. Pemuda berpakaian sederhana ini terlalu kuat!

 

Tuan Muda yang Marah

Di barisan paling depan, di atas kuda putih yang paling besar dan indah, duduk seorang pemuda tampan dengan jubah sutra berwarna emas. Wajahnya pucat karena marah, tangannya mencengkeram tali kekang kuda hingga buku-buku jarinya memutih.

Itu adalah Murong Xue, salah satu tuan muda dari cabang utama keluarga Murong. Kekuasaannya sudah mencapai level Roh Terbang Puncak, dan di kota ini, siapa pun yang menentang keluarganya sama saja menandatangani surat kematian sendiri.

"Berani-beraninya kau melukai orang-orangku..." desis Murong Xue, matanya memancarkan niat membunuh yang tajam. "Kau pikir kau siapa? Di Kota Hujan Jernih ini, kata keluargaku adalah hukum!"

Chen Si menatap pemuda kaya itu dengan tatapan meneliti. "Hukum? Hukum yang membiarkan orang kaya menabrak orang miskin seenaknya? Hukum yang membiarkan budak mencambuk orang bebas?"

"Tentu saja! Karena kami kuat! Karena kami kaya! Itu adalah aturan alam semesta! Yang lemah pantas diinjak!" teriak Murong Xue dengan arogansi yang memuncak. "Sekarang, berlutut, minta maaf, dan potong kedua tanganmu sendiri sebagai ganti rugi! Mungkin aku akan berbaik hati membiarkanmu hidup sebagai orang cacat!"

Tantangan terbuka. Murong Xue yakin pemuda ini mungkin punya sedikit kekuatan, tapi tidak mungkin berani melawan keluarga Murong yang memiliki pendukung level Raja di belakangnya.

Chen Si tersenyum. Senyum itu dingin dan menakutkan.

"Bagus. Aku suka orang yang jujur tentang kejahatannya."

Chen Si melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah di bawah kakinya retak kecil. Tekanan tubuhnya mulai dilepaskan sedikit. Bukan tekanan level Roh Terbang, tapi tekanan yang pernah menjadi Raja!

"Kau bilang yang lemah pantas diinjak? Bagus. Hari ini aku akan mengajarkanmu... bahwa di atas langit masih ada langit, dan di atas naga... masih ada NAGA PRIMORDIAL!"

 

Pukulan yang Mengguncang Kota

"Berisik! Mati!!"

Murong Xue tidak tahan lagi. Ia mengangkat tangannya, dan sebuah bola energi berwarna emas terbentuk di telapak tangannya.

"Jurus Kekaisaran: Tinju Emas Menghancurkan Jiwa!"

Tinju energi raksasa seukuran rumah meluncur ke arah Chen Si dengan kekuatan yang bisa menghancurkan bangunan batu besar!

Orang-orang berteriak ketakutan dan lari menjauh. Kekuatan ini sudah level ahli inti sekte!

Namun, Chen Si hanya tertawa kecil.

"Indah. Sangat indah... untuk ukuran mainan anak kecil."

Chen Si tidak bersiap-siap, tidak berteriak. Ia hanya mengayunkan tangan kanannya secara acak, seolah hanya menepis nyamuk.

"Tangan Alkemis: Satu Pukulan Bersih!"

BAAAAAMMMMM!!!

Ledakan dahsyat terjadi! Cahaya menyilaukan memenuhi area gerbang kota!

Debu beterbangan tinggi menembus awan. Suara bentengannya bergema hingga ke pusat kota.

Ketika debu mulai mereda...

Semua orang menahan napas dan menelan ludah secara bersamaan.

Mereka melihat Murong Xue terbang mundur seperti peluru meriam! Tubuhnya menabrak tembok kota setinggi seratus meter itu!

BRUKKK!!!

Tembok batu kristal yang kokoh itu langsung retak parah membentuk pola jaring laba-laba yang luas!

Murong Xue melorot ke bawah, pakaiannya hancur, wajahnya babak belur, dan dia langsung pingsan tak sadarkan diri. Bahkan kuda putihnya yang gagah pun jatuh pingsan karena ketakutan menghirup aura Chen Si!

Chen Si berdiri tenang di tempat semula, tidak ada satu pun debu yang menempel di bajunya. Ia menatap gerombolan pengawal yang tersisa yang gemetar ketakutan.

"Pergi bilang pada orang tua kalian," kata Chen Si dengan suara dingin. "Kalau mau cari masalah, datanglah dengan kekuatan yang pantas. Jangan kirim anak kecil yang belum lepas dari dot."

 

Perhatian Orang Kuat

Insiden di gerbang kota itu tentu saja tidak bisa ditutup-tutupi. Hanya dalam waktu setengah jam, berita tentang "Pemuda Misterius yang memukuli Tuan Muda Murong" sudah menyebar ke seluruh penjuru kota.

Di sebuah kedai teh mewah di lantai dua bangunan tinggi, dua orang tua berjubah putih sedang duduk santai menyesap teh. Mereka menyaksikan seluruh kejadian tadi dari jauh dengan mata spiritual mereka.

"Saudara Qing, bagaimana menurutmu?" tanya orang tua yang satu dengan jenggot panjang.

Orang yang disebut Saudara Qing tersenyum misterius. "Teknik bertarungnya... sangat kasar namun sangat efektif. Tidak ada gerakan sia-sia. Dan energinya... aneh. Sangat murni, tapi terkunci rapat. Seperti gunung berapi yang sedang tidur."

"Apakah dia orang dari Benua Dalam?"

"Mungkin. Atau mungkin... lebih tinggi dari itu. Awas saja, keluarga Murong pasti akan melapor ke Tetua mereka. Malam ini pasti akan ada pertunjukan yang menarik."

 

Di Dalam Kota

Chen Si masuk ke dalam kota dengan tenang. Penjaga gerbang yang tadinya galak sekarang hanya bisa menunduk takut, tidak berani meminta bayaran masuk sedikitpun.

Suasana di dalam kota sangat berbeda. Jalanannya lebar dan bersih, terbuat dari batu pualam. Di kiri dan kanan jalan terdapat toko-toko yang menjual pil obat, senjata, teknik bela diri, hingga hewan peliharaan buas.

Energi spiritual di sini sangat padat, bahkan uang yang digunakan pun adalah batu kristal yang mengandung energi murni.

"Pertama-tama, aku butuh informasi," gumam Chen Si. "Dan juga... perut sudah lapar."

Ia melihat sebuah restoran besar di depannya bernama "Kedai Seribu Tahun". Bangunannya megah dan mewah, terlihat tempatnya orang-orang kaya dan kuat berkumpul.

Tanpa ragu, Chen Si berjalan masuk.

"Selamat datang, Tuan! Silakan masuk!" Pelayan di sana menyambut dengan ramah, tidak memandang baju Chen Si karena sudah terbiasa melihat ahli yang suka menyamar.

Chen Si memilih meja di sudut yang agak sepi namun bisa melihat seluruh ruangan.

"Berikan makanan terbaik yang kalian punya, dan satu teko anggar terbaik," perintah Chen Si santai.

"Siap, Tuan! Mohon tunggu sebentar!"

Sambil menunggu makanan, telinga Chen Si menangkap percakapan dari meja sebelah.

"Hei, kau dengar belum? Malam ini ada pelelangan besar di Istana Giok. Katanya ada barang langka yang dilelang. Bahkan dikabarkan ada potongan Kayu Dunia dan sebutir Telur Burung Phoenix!"

"Wah! Itu barang legendaris! Pasti harganya selangit. Tapi katanya acara ini diawasi langsung oleh Guild Alkemis dan Persatuan Pendekar. Jadi tidak ada yang berani main curang."

"Ya lah. Guild Alkemis itu kekuatannya di atas segalanya. Bahkan keluarga kerajaan pun harus menunduk di depan mereka."

Mendengar kata Alkemis, mata Chen Si berbinar.

"Oh? Ada pelelangan ya... Dan ada bahan-bahan bagus pula. Sepertinya aku tidak akan bosan di kota ini."

Tiba-tiba, pintu utama kedai itu terbuka lebar dengan kasar.

Sekelompok orang berseragam biru tua dengan lambang pedang dan awan masuk dengan wajah garang. Mereka memindai seluruh ruangan dengan mata tajam.

Itu adalah orang-orang dari Sekte Pedang Awan! Dan di depan mereka, terlihat wajah bengkak Zhao Yun yang dipukuli Chen Si sebelumnya!

Zhao Yun menunjuk ke arah Chen Si dengan tangan gemetar.

"KAKIELIAT! ITU DIA! ORANG YANG KITA CARI! DIA ADA DI SANA!"

Seluruh mata di restoran itu tertuju pada Chen Si. Suasana yang tadinya ramai seketika menjadi sunyi senyap.

Chen Si menghela napas panjang sambil menuangkan anggur ke gelasnya.

"Dasar nyamuk... tidak bisa diam sebentar saja sih," gerutunya malas.

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!