NovelToon NovelToon
GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

GILA! IDOLA SMA-KU JADI ATASAN YANG GENIT BANGET

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Idola sekolah
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Abu

Zea pernah diam-diam mencintai Bara, sang kakak kelas di SMA . Namun sebuah kejadian memaksanya pergi, meninggalkan perasaan itu tanpa sempat terungkap.

Sepuluh tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali dalam posisi yang berbeda yaitu Bara sebagai atasan dan Zea sebagai bawahan.

Perasaan lama yang Zea kira telah hilang, ternyata masih tersimpan rapi. Tanpa ia sadari, Bara pun menyimpan hal yang sama selama ini.

Namun waktu telah mengubah banyak hal. Rahasia masa lalu, jarak yang dulu tercipta, dan keadaan sekarang menjadi penghalang yang tak mudah dilewati.

Kini, keduanya harus memilih bertahan dalam diam, atau akhirnya memperjuangkan cinta yang sempat tertinggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Abu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengawasan sampai depan pintu

Mobil mewah itu akhirnya berhenti tepat di depan gerbang rumah Zea. Lampu jalan yang remang-remang menerangi wajah keduanya yang masih menyimpan ketegangan.

Zea tanpa menunggu lama langsung membuka pintu mobil dan turun dengan langkah cepat.

"Ya sudah, sampai juga nih! Makasih ya tumpangannya! Selamat malam Tuan!" serunya langsung tanpa menoleh, berniat kabur.

Tapi langkahnya terhenti karena mendengar suara pintu mobil sebelah ikut terbuka.

''Gila... ini orang beneran nggak tahu diri!'' batin Zea mendengus kesal.

Benar saja, Bara turun dari mobil dan berjalan santai mengejar langkah Zea. Pria itu berjalan dengan gaya percaya diri, tangan dimasukkan ke saku celana, menatap rumah tempat tinggal asistennya itu dengan tatapan menilai.

"Lama banget sih jalannya. Ayo saya antar sampai depan pintu." ucap Bara santai.

Zea langsung berbalik badan, menatap Bara dengan mata melotot.

"NGGAK USAH! Itu kan cuma beberapa langkah lagi! Tuan ngapain sih turun segala?! Malu dilihat tetangga!" desisnya tajam.

Bara malah tersenyum miring, tidak peduli. Ia terus berjalan mendekat sampai berdiri tepat di samping Zea.

"Siapa yang peduli sama tetangga? Tugas saya sebagai Bos dan... sebagai orang yang peduli, harus memastikan kamu sampai di rumah dengan selamat dan benar-benar masuk ke dalam." jawabnya datar.

Zea mendecakkan lidah keras-keras, kesal setengah mati.

"Kan saya sudah gede! Bisa jaga diri sendiri! Lagian kan sudah di depan rumah! Bahaya apanya lagi sih?!" serunya membela diri.

Bara menatap mata Zea dalam-dalam, suaranya merendah dan tegas.

"Karena dulu kamu sering kabur di tengah jalan. Sekarang saya mau pastiin... kunci pintunya, nyalakan lampunya, dan pastikan kamu benar-benar ada di dalam. Baru saya tenang." ucapnya lembut namun mendominasi.

DEG!

Kalimat itu membuat Zea kaku. Ia tidak bisa berkutik. Ia hanya bisa berjalan tertatih menuju pintu utama rumahnya dengan Bara yang berjalan setapak demi setapak mengiringi di sebelahnya.

Akhirnya mereka sampai di depan pintu kayu itu.

Zea buru-buru merogoh tas mencari kunci, tangannya sedikit gemetar karena campuran kesal dan deg-degan.

"Ya sudah... Tuan lihat kan? Sudah sampai depan pintu. Sekarang Tuan bisa balik kanan pergi!" gumamnya pelan.

Bara tidak pergi. Ia justru bersandar santai di tiang pintu, menyilangkan tangan di dada, menatap Zea lekat-lekat.

"Buka dulu pintunya, masuk ke dalam, kunci dari dalam... baru saya percaya. Saya nunggu di sini." tantangannya.

Zea mendongak kaget.

"APA?! Tuan ini ngoyo banget sih! Nanti orang tua saya keluar lihat ada cowok ganteng begini gimana? Repot!" serunya panik.

Bara menyeringai semakin lebar.

"Kenapa? Harusnya mereka seneng dong, anaknya diantar pulang sama Bos sendiri yang bertanggung jawab. Atau... kamu malu kenalin saya ke orang rumah?" godanya.

Zea memekik kesal, wajahnya memerah padam.

"Malu apanya! Ya sudah! Tunggu situ!" desisnya.

Dengan gerakan kasar, Zea akhirnya berhasil memasukkan kunci dan memutarnya.

KLIK!

Pintu terbuka sedikit. Cahaya lampu dari dalam rumah mulai terlihat.

Zea langsung melesat mau masuk, tapi tiba-tiba lengan bajunya ditarik pelan oleh Bara.

"Zea." panggilnya lembut namun tegas.

Zea menoleh kaget.

"Makasih ya malam ini... walaupun kamu jutek dan banyak alasan, tapi saya senang bisa habisin waktu sama kamu. Istirahat yang cukup ya, jangan lupa makan obat 'panas dalam'-nya." bisik Bara tepat di depan wajahnya, tatapannya lembut sekali.

JLEB!

Zea terpaku diam.

''Ya Tuhan... kenapa pas dia lembut gitu gue jadi luluh sih! Jangan Zea! Jangan kalah! Tetap jutek!''batinnya berteriak panik.

Zea langsung menarik tangannya kasar lalu masuk cepat ke dalam rumah.

"Iya iya! Selamat malam Tuan! Hati-hati dijalan! Jangan ngebut-ngebut!" serunya dari ambang pintu sebelum menutup.

"Siap, Sayang! Sampai ketemu besok pagi!" jawab Bara tersenyum lebar, mengangkat tangannya memberi salam.

DAB!

Pintu tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

Bara masih berdiri di situ beberapa saat, menatap pintu tertutup itu dengan senyum puas.

"Permainan baru saja dimulai, Zea. Kali ini kamu nggak bakal bisa lari jauh lagi." gumamnya penuh tekad.

1
paijo londo
aduuuh zea kamu bikin bara gregetan campur penasaran tuh🤦🤦🤭🤭🤭
paijo londo
lucu ya kalo malu malah g mau ketemu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!