NovelToon NovelToon
Dinikahi Pak Dokter Tampan

Dinikahi Pak Dokter Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Sci-Fi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Elisa pikir hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, karena laki-laki yang dia idamkan akan menikahinya. setelah mereka melakukan ta'aruf sebelumnya. Tapi bak disambar petir adiknya datang dan mengatakan jika calon suaminya mengatakan pernikahannya dibatalkan dulu. Tanpa alasan yang pasti.

Elisa merasa malu dan dikhianati, sampai seorang dokter datang dan mengatakan siap menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

#ini kelanjutan dari cerita " Dinikahi Duda Mandull!".

Waktu terus bergulir hingga tibalah hari yang paling

dinanti. Arka akhirnya resmi menyandang gelar dokter. Kebahagiaan keluarga itu makin lengkap karena Arka mendapatkan penempatan tugas di salah satu rumah sakit besar yang berada di kota yang sama dengan rumah orang tuanya.

Arka sudah memiliki rumah sendiri. Rumah minimalis namun elegan itu adalah hasil tabungannya selama ini, yang juga dibantu oleh Yuda sebagai hadiah atas kelulusannya. Sore itu, Kirana dan Yuda berkunjung untuk melihat rumah baru putra sulung mereka.

Namun, alih-alih memberikan pujian, Kirana justru sibuk berkeliling sambil mengomel.

"Ibu benar-benar nggak habis pikir sama kamu, Bang. Kenapa sih harus bangun rumah sendiri segala? Rumah kita itu masih luas, masih bisa nampung kamu. Jarak ke rumah sakit juga nggak jauh-jauh amat," ujar Kirana sambil mengecek kebersihan sudut ruangan.

Yuda hanya duduk tenang di sofa ruang tamu yang masih baru, memperhatikan istri dan putranya dengan senyum tipis.

"Bu, Arka kan sudah dewasa. Arka ingin belajar mandiri dan punya aset sendiri. Apalagi kalau nanti Arka harus pulang larut malam habis jaga, Arka nggak enak kalau harus berisik di rumah Ibu," Arka mencoba memberi penjelasan dengan sabar.

"Alasan saja kamu. Pokoknya Ibu pesankan satu hal ya, Bang. Jangan sesekali kamu bawa perempuan ke rumahmu ini. Ibu nggak akan maafkan kamu kalau sampai Ibu dengar macam-macam!" seru Kirana tegas.

Arka terbelalak, merasa sedikit terpojok dengan peringatan ibunya yang mendadak itu.

"Emang Arka laki-laki apaan, Bu? Arka di sini mau istirahat dan fokus kerja, bukan mau main-main."

Kirana mendengus pelan sambil merapikan letak pajangan di atas meja. "Ibu mana tau isi kepalamu. Laki-laki kalau sudah punya rumah sendiri dan jauh dari pengawasan orang tua itu suka aneh-aneh. Ingat, kamu itu dokter, jaga martabatmu."

Yuda akhirnya bangkit dari duduknya dan menghampiri mereka, merangkul bahu Kirana agar lebih tenang.

"Sudah, Sayang. Arka sudah jadi dokter, dia sudah mengerti tanggung jawab. Membangun rumah ini saja sudah bukti kalau dia punya pemikiran masa depan yang baik. Jangan diomeli terus, ini kan rumah barunya."

Arka menghela napas lega melihat ayahnya membela. "Tuh, dengar kata Ayah, Bu. Arka janji bakal jaga kepercayaan Ibu."

"Ibu begini karena sayang, Bang. Ibu mau rumah ini jadi berkah, bukan malah jadi tempat yang nggak benar," ucap Kirana akhirnya.

Meski rumah itu sudah berdiri kokoh, suasananya masih terasa kosong. Belum ada gorden yang terpasang sempurna, dan aroma cat baru masih tercium cukup kuat di beberapa sudut ruangan.

"Ya sudah, Mas, ayo kita pulang sekarang. Udah mau maghrib," ajak Kirana sambil menoleh ke arah Yuda.

Yuda berdiri dari sofa, menepuk-nepuk debu imajiner di celananya. "Loh, nggak jadi menginap di sini, Bu?" goda Yuda.

"Menginap apanya, Mas? Gorden saja belum ada, nanti orang lewat bisa lihat anak kamu tidur mangap," sahut Kirana cepat.

"Lagipula, kasur di kamar utama juga belum datang kan, Bang? Kamu mau tidur di lantai?"

Arka terkekeh sambil mengunci pintu balkon. "Iya, Bu. Lagian perlengkapan yang lain belum datang juga."

"Makanya, malam ini kamu pulang dulu ke rumah. Tidur di kamarmu yang lama. Ibu sudah masak enak tadi sebelum ke sini," titah Kirana.

Yuda merangkul bahu Arka saat mereka berjalan menuju pintu depan. "Nikmati dulu masa-masa terakhir tidur di rumah Ayah, Bang. Nanti kalau rumah ini sudah siap seratus persen, kamu bakal rindu suasana berisik di rumah sana."

Arka mengangguk mantap. Ia mengunci pintu rumah barunya dengan perasaan bangga yang membuncah.

"Siap, Yah. Arka juga masih kangen masakan Ibu kok."

"Nah, gitu dong. Ayo cepat, nanti adik-adikmu di rumah sudah kelaparan nungguin kita," ucap Kirana yang sudah lebih dulu sampai di mobil.

Pagi itu, suasana dapur terasa lebih hidup dari biasanya. Aroma bumbu ungkep dan sambal goreng memenuhi seisi ruangan. Tiara, yang kini sudah menyandang gelar sarjana, tampak cekatan membantu ibunya. Rambutnya diikat asal, persis seperti gaya Kirana dulu.

Semenjak Bi Sari memutuskan untuk pulang ke kampung halaman karena faktor usia, Tiara memang menjadi asisten setia Kirana. Keluarga Yuda pun sepakat untuk tidak mencari ART baru karena mereka ingin lebih banyak menghabiskan waktu bersama di rumah.

"Nanti rendangnya dicek lagi ya, Kak. Pastikan dagingnya sudah empuk banget."

"Iya, Bu," jawab Tiara.

Kirana kemudian menyodorkan sebuah sendok kecil berisi kuah rendang yang kental ke arah putrinya. "Coba kamu koreksi rasanya, Kak. Kurang garam atau sudah pas? Ibu dari tadi icip-icip terus sampai rasanya jadi samar."

Tiara mencicipinya dengan saksama. "Sudah pas kok, Bu. Gurihnya dapet, pedasnya juga nggak terlalu nendang"

Sembari meletakkan kembali sendoknya, Tiara bertanya, "Tante Rita kapan datangnya, Bu?"

"Katanya sih nanti setelah Dzuhur. Jadi kita masih punya waktu sedikit lagi buat beres-beres," sahut Kirana.

Namun, saat Kirana hendak menuangkan kecap manis ke dalam masakan lainnya, ia mengguncang-guncangkan botol yang ternyata sudah sangat ringan. Ia mengintip isinya dan mendesah pelan.

"Waduh, kecap manisnya habis, Kak. Masih butuh sedikit lagi supaya warnanya cantik."

Kirana menoleh ke arah Tiara yang baru saja hendak duduk beristirahat sejenak. "Kak, tolong belikan kecap manis sebentar ke warung depan ya."

"Jangan lupa pakai jilbabnya, Kak. Langsung saja ya, jangan mampir-mampir."

"Siap, Bu! Tiara ambil jilbab dulu di kamar!" seru Tiara sambil berlari kecil meninggalkan dapur, sementara Kirana kembali fokus pada kompornya.

Arka turun dari tangga dengan langkah santai, tampak lebih segar setelah beristirahat sejenak. Meskipun ia baru akan resmi mulai bekerja di rumah sakit minggu depan, aura seorang dokter sudah mulai terpancar darinya. Begitu sampai di lantai bawah, hidungnya langsung disambut aroma masakan yang memenuhi rumah.

"Banyak banget Bu masaknya," komentar Arka sambil melongok ke arah meja makan yang sudah mulai penuh dengan berbagai hidangan.

Kirana yang sedang sibuk menata piring menoleh sebentar. "Iya, nanti Tante Rita mau datang."

Arka mengerutkan keningnya sedikit heran. "Ngapain Bu?"

"Silaturahim," jawab Kirana singkat.

"Ohh..." Arka mengangguk-angguk mengerti. Ia kemudian meraih kunci mobil yang terletak di atas bufet.

Melihat putranya bersiap-siap pergi, Kirana menghentikan kegiatannya sejenak. "Kamu mau kemana Bang?"

"Jemput Aira Bu, udah pulang kayaknya," jawab Arka.

"Ya sudah, hati-hati. Langsung pulang ya, jangan mampir jajan dulu, sebentar lagi Dzuhur," pesan Kirana.

"Siap, Bu!" Arka melambaikan tangan lalu melangkah keluar, sementara Kirana kembali fokus ke dapurnya, menunggu Tiara kembali membawa kecap manis agar masakannya tuntas.

1
aroem
bagus
Aghitsna Agis
lis cerita ke mas arka biar nga salah faham
𝐈𝐬𝐭𝐲
arka kok jadi seorang yg pencemburu ya🤔 cemburu boleh tapi jgn terlalu malah jadinya gak baik...
Aidil Kenzie Zie
si Arka pencemburu
Aidil Kenzie Zie
ingat waktu TK dulu Liam dibuat nangis sama Tiara gara gara diajak menikah sama Liam e. taunya beneran mau dinikahi 🤭🤭🤭🤭🤭
𝐈𝐬𝐭𝐲
Luar biasa
𝐈𝐬𝐭𝐲
Lumayan
Aghitsna Agis
arka kan lilisnya juga nga nerima rama malah nolak keras sm rama hrsnya arka senang lilis nolak rama bkn malah meledak marah2 kalau nerima batu metasa harga firinya diinjak2
Nice1808
Gila rama ngaku bujang padahal bristri dan anak, wadoh tau agama kok gak terus terang🤭🤣
Aghitsna Agis
lilis harus hati kalau dirumah sendirian takutnya tiba2 rama datang lagi dan rama senak jidatnya aja faham agama dari mana kaya gitu
Ryan Dynaz
sepupu blh nikah tuh...oke aja kok
falea sezi
sah aja masih kaku
Aidil Kenzie Zie
udah sah juga dibiasakan aja💪💪💪
Sri Supriatin
mampir Thor, langsung gercep semangat 8 bab nich, lanjut Thor 🤭🤭🙏🙏🙏
Nice1808
lanjut thor semngat💪💪💪
・゚・ Mitchi ・゚・
bukannya sepupu ga bisa nikah ya thor, kan masih hubungan darah mba rita sama arya. 🤔
Nabila Nabil: Arya sama rita sekandung lhooo.....
total 2 replies
Evi Lusiana
arka sm lilis itu sepupu an y thor,arka anakny arya,adikny mb rita
ig: denaa_127: iya Arya almarhum ayah arka dan tiara
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Lilis 🤔🤔🤔
ig: denaa_127: namanya Lilis, tapi nama asli Elisa 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
Arka beneran gercep
Aidil Kenzie Zie
mampir tor padahal cerita maknya belum kelar dibaca malah lari kesini 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!