NovelToon NovelToon
Pendekar Mulut Sampah

Pendekar Mulut Sampah

Status: sedang berlangsung
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: ikyar

Li Zhen terbangun di ranjang jerami yang gatal, menggaruk kepalanya dengan wajah bingung. Dia menyadari dirinya terlempar ke Benua Awan Surgawi, masuk ke tubuh pemuda lemah dengan nama yang sama.

Alih-alih berlatih ilmu kanuragan seperti kultivator lain, Li Zhen hanya menguap lebar sambil menatap langit-langit yang bocor. Dia memilih menggunakan lidahnya yang setajam pisau untuk bertahan hidup di dunia persilatan yang kejam ini.

Dia tidak pernah sekalipun memukul lawan, namun musuhnya sering menangis tersedu-sedu sambil memeluk lutut. Ini adalah kisah berputar-putar tentang seorang pemuda yang mengacaukan dunia kultivasi hanya dengan ocehan tanpa henti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ikyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Matahari ganda di Benua Awan Surgawi mulai bergeser condong ke arah barat, mengubah warna langit menjadi perpaduan ungu tua dan merah tembaga yang tampak seperti lukisan berdarah. Cahaya sore yang terik itu menembus celah-celah daun pinus raksasa, menciptakan bayangan panjang yang meliuk-liuk di atas tanah merah lereng gunung.

Angin lembah bertiup membawa aroma belerang dari kawah aktif di kejauhan, bercampur dengan bau keringat asam dari puluhan kultivator yang sedang disiksa secara fisik. Di halaman gubuk reyot yang nyaris runtuh itu, pemandangan tragis yang meruntuhkan martabat dunia persilatan masih terus berlanjut tanpa henti.

Kepala Sekte Zhao Wuji menghela napas dengan sangat berat, tangannya yang gemetar berusaha mencabut sebatang akar ilalang berduri yang sangat keras kepala. Pria yang biasanya memancarkan wibawa kaisar itu kini menggigit bibir bawahnya hingga berdarah, menahan rasa sakit luar biasa dari korset baja yang menyiksa perut buncitnya.

Keringat dingin membasahi seluruh punggung jubah emasnya, membuat kain sutra mahal itu menempel menjijikkan pada kulitnya yang mulai melepuh karena panas matahari. Dia tidak berani berdiri tegak untuk meregangkan tulang punggungnya, matanya terus melirik ketakutan ke arah pintu gubuk yang tertutup rapat.

Di sudut lain halaman, murid jenius Chen Feng sedang menyikat batu berlumut di pinggir selokan dengan menggunakan sikat jerami yang kasar. Pemuda tampan idola para murid perempuan itu sesenggukan pelan, air mata terus mengalir membasahi pipinya yang kotor oleh noda lumpur hitam.

Tangan halusnya yang selama ini hanya digunakan untuk memegang pedang giok kini dipenuhi oleh luka lecet dan lepuhan air yang terasa sangat perih. Dia menggosok batu itu dengan gerakan kasar yang dipenuhi rasa frustrasi, melampiaskan kehancuran mentalnya akibat rahasia mesumnya yang terbongkar ke publik siang tadi.

Sementara para penguasa sekte itu menderita layaknya budak rendahan, Li Zhen justru sedang mendengkur halus di atas kasur bulu angsanya yang sangat mewah. Pemuda kurus itu berguling ke sisi kanan, memeluk guling sutranya dengan erat sambil menampilkan senyuman damai yang sangat kontras dengan kekacauan di luar.

Hawa sejuk dari kain sutra kualitas dewa itu membelai kulit kasarnya, memberikan kenyamanan yang belum pernah dia rasakan sejak terlempar ke dimensi aneh ini. Li Zhen menguap lebar-lebar hingga rahangnya berbunyi gemeretak, lalu perlahan membuka kedua matanya yang masih terasa sangat berat karena kantuk.

Dia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, meregangkan kedua lengannya ke atas hingga seluruh persendiannya berbunyi saling bersahutan. Suara decakan pelan keluar dari bibirnya yang kering, menandakan bahwa tidur siang berdurasi empat jam itu masih terasa kurang memuaskan baginya.

"Udara di tempat ini terlalu kering, tenggorokanku rasanya seperti baru saja digunakan untuk menelan segenggam pasir gurun," gerutu Li Zhen dengan suara serak. Dia bangkit duduk di tepi ranjang kayunya, menggaruk rambutnya yang berantakan seperti sarang burung gagak yang ditinggalkan induknya.

Pemuda bermulut sampah itu memanggil antarmuka sistemnya hanya dengan sebersit pikiran, memunculkan layar biru neon transparan yang melayang di depan wajahnya. Suara dentingan mekanis kembali bergema di dalam tengkoraknya, menampilkan deretan angka saldo Poin Sampah yang jumlahnya membuat siapa pun akan menelan ludah.

[Ting! Saldo Poin Sampah Inang saat ini: 115.800 poin.]

Melihat angka fantastis itu, sebuah seringai licik langsung terbentuk di wajah tirus Li Zhen, matanya berkilat memancarkan keserakahan yang tidak terbatas. Dia tidak terburu-buru untuk meningkatkan kekuatan fisiknya, karena dia sangat menikmati posisinya saat ini sebagai manusia fana yang menindas para dewa.

"Sistem, aku sangat haus dan butuh minuman sore yang elegan, carikan aku teh fana kualitas terbaik beserta set cangkirnya," perintah Li Zhen di dalam hati. Layar biru itu berkedip dengan patuh, langsung menampilkan sebuah gambar set teko porselen putih dengan daun teh melati legendaris dari bumi.

[Menemukan Set Teh Melati Porselen Kekaisaran (Level Fana). Harga: 100 Poin Sampah. Apakah Inang ingin membelinya sekarang?]

"Beli sekarang, dan seduhkan tehnya dalam suhu yang sempurna agar aku tidak perlu repot-repot meniupnya lagi," jawab Li Zhen dengan nada sangat manja. Seketika itu juga, sebuah nampan kayu jati berisi teko porselen yang mengepulkan asap harum muncul di atas meja kayunya yang pincang.

Aroma bunga melati yang sangat menenangkan langsung memenuhi seluruh sudut gubuk reyot itu, mengusir sisa bau kayu lapuk dan tanah kering. Li Zhen mengangkat cangkir porselen itu dengan gaya elegan yang dipaksakan, menyesap teh hangat itu sambil memejamkan mata penuh kenikmatan.

Rasa haus yang menyiksa tenggorokannya lenyap seketika, digantikan oleh kehangatan yang mengalir perlahan hingga ke dalam perutnya. Dia meletakkan cangkir itu kembali dengan suara dentingan pelan, lalu bangkit berdiri untuk memeriksa hasil kerja dari pasukan budak gratisannya di luar.

Langkahnya diseret dengan santai saat dia berjalan menuju ambang pintu gubuk yang siang tadi baru saja dipasangi engsel baru oleh Tetua Zhao. Li Zhen mendorong pintu kayu jati itu hingga terbuka, mengamati sekeliling halamannya dengan tatapan menilai layaknya seorang mandor bangunan yang kejam.

Halaman gubuk yang tadinya dipenuhi rumput liar setinggi lutut itu kini sudah bersih tak bersisa, menampakkan tanah merah yang rata dan rapi. Selokan kecil yang biasanya berbau busuk kini mengalirkan air jernih, berkat kerja keras Chen Feng dan para murid elit yang menyikatnya hingga mengkilap.

Para tetua sekte yang kelelahan itu langsung menghentikan pekerjaan mereka saat mendengar suara decitan pintu gubuk yang terbuka. Mereka secara serempak menjatuhkan diri ke tanah berlumpur, bersujud menghadap Li Zhen dengan tubuh gemetar hebat menahan rasa takut yang mencekam jiwa.

"Senior Agung telah bangun dari meditasinya, junior ini menyambut dengan penuh rasa hormat!" seru Kepala Sekte Zhao Wuji dengan suara parau yang menyedihkan. Pria itu sama sekali tidak berani mendongakkan kepalanya, wajahnya yang penuh lumpur menempel erat pada tanah merah di bawah kakinya.

Li Zhen mendengus meremehkan, melipat kedua lengannya di dada sambil menatap kerumunan kultivator kuat itu dengan pandangan yang sangat jijik. Dia baru saja akan membuka mulutnya untuk melontarkan hinaan baru, ketika tiba-tiba langit sore di atas mereka berubah menjadi gelap gulita.

Awan-awan hitam bergulung dengan sangat cepat, membawa tekanan spiritual yang luar biasa berat hingga membuat udara di sekitar gubuk menjadi sulit untuk dihirup. Suara gemuruh petir menyambar-nyambar di balik awan hitam tersebut, menciptakan fenomena alam buatan yang sangat menakutkan bagi manusia biasa.

Dari balik pusaran badai itu, melesat turun sebuah pedang perunggu raksasa selebar daun pintu yang membelah udara dengan suara desingan tajam. Di atas pedang raksasa itu, berdiri seorang pria tua berbaju zirah perak dengan janggut putih panjang yang berkibar liar tertiup angin kencang.

1
Bambang Slamet
m
T28J
mantap kakak 👍 like dan hadiah💪
Kalong Super
💪💪💪💪👍👍 mantul
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!