bagaimana mungkin aku lupa dengan masa itu, bagaimana mungkin aku lupa dengan kenangan kisah cinta kita, yang kita jalin bertahun tahun lamanya, dan tidak pernah ku sangka kisah kita berakhir dengan pengkhianatan yg sadis, kau balas cinta dan pengorbanan ku dengan luka yg begitu hebat, hingga luka itu merubah ku menjadi bukan diriku, hari hari ku di penuhi rasa dendam, hingga muncul niat dalam pikiran ku untuk membunuh mu, namun takdir berkata lain.
aku nyaris kehilangan akal sehat, dan hampir gila dengan alur cerita hidup ku, hingga aku kehilangan arah tujuan hidup ku, sampai pada suatu hari tuhan menghadirkan se orang wanita yg menyadarkan ku, dan menyelamatkan hidup ku, dia merubah hidup ku menjadi berarti, dan bangkit meraih mimpi ku, hingga tuhan mempersatukan ku dengan dia, dan tuhan menganugrahkan kebahagiaan yg luar biasa tak pernah ku rasakan dalam hidup ku bersama dia sebelumnya.
dan kau lah jawaban doa dalam hati ku. HANUM RUSYDAH.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
putus sekolah, dan candaan sang kekasih
Saat malam hari sehabis main dengan teman teman ku, aku pulang ke rumah mengendarai vespa ku, sesampainya di rumah, aku melihat rumah sangat begitu sepi, tak ku rasakan kehangatan seperti dulu, lalu aku mengetuk pintu dan memanggil ibu ku, dan tak lama kemudian ibu ku membuka kan pintu.
" Kemana saja kamu nak...? " Tanya ibu ku.
" Abis maen sama temen mi.." ucap ku sambil berjalan masuk rumah.
" Satria tunggu, duduk sebentar ibu mau bicara sama kamu..." Ucap ibu ku, Lalu aku menghentikan langkah kaki ku, aku penasaran apa yg ingin ibu ku katakan itu, lalu aku pun duduk, dan ibu ku pun duduk di dekat ku.
" Nak besok kamu sekolah lagi ya nak.." ucap ibu ku dengan lembut, aku terdiam saat ibu ku berkata seperti itu.
" Biaya dari mana mi kalau satria sekolah lagi.." ucap ku dengan tatapan kosong.
" Kamu jangan pikirkan itu, sekarang ibu sudah kerja nak jadi art, ibu bisa pulang tiap hari, dan ibu rasa penghasilan ibu cukup buat biaya kamu sekolah.." ucap ibu ku merayu agar aku masuk sekolah lagi, lalu aku tersenyum dan teringat dengan kata kata bapak ku dulu, yg selalu menyuruh ku untuk rajin sekolah.
" Maaf mi satria gak bisa, satria lebih baik putus sekolah mi, satria mau berhenti sekolah aja.." ucap ku, lalu aku berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamar ku.
Dan sementara ibu ku terdiam menatap ku mendengar keputusan ku itu memilih untuk putus sekolah, dengan perasan sedih kecewa ibu ku menundukan kepala.
Saat di dalam kamar aku duduk merenung, aku ingin sekolah kembali, namun di sisi lain aku bingung biaya dari mana untuk sekolah, bahkan saat itu aku dan ibu ku untuk makan sehari hari pun terkadang tidak ada, aku merasa berantakan sejak di tinggalkan oleh bapak ku, lalu aku mencoba meyakinkan dengan apa keputusan ku itu.
Tidak lama kemudian hp ku berdering menerima pesan dari elina, lagi lagi elina menanyakan mengapa aku tidak pernah lagi masuk sekolah, entah aku harus memberi alasan apa, aku pun membiarkan pesanya itu dan tidak membalasnya.
Ke esokan harinya, ibu ku sedang besiap siap berangkat kerja, sementara aku masih tertidur, lalu ibu ku berjalan keluar rumah, setelah menutup pintu rumah dan akan berjalan berangkat kerja, ia melihat kursi di depan rumah ku dimana biasanya bapak ku duduk sambil menikmati kopi di kursi itu, ibuku membayangkan bapak ku duduk di kursi itu, lalu ibu ku tersenyum, dan kemudian ibu ku berjalan pergi berangkat kerja.
Saat hari telah senja, saat itu aku sedang memancing ikan di danau sendirian, sambil menunggu pancingan ku di sambar ikan, aku terdiam memikirkan bagaimana nasib hidup ku nanti, dan tiba tiba saja ada yg menutupi mataku dengan tangan dari belakang, lalu orang itu berkata.
" Tebak siapa hayohhhh?...!! " Ucap nya, aku mengenal suara itu.
" Orangnya imut, cantik, namanya elina...!!" Ucap ku, lalu ia melepaskan tanganya dari wajah ku.
" Kok kamu tau kangg...? " Tanya elina.
" Ya tau lah, masa iya aku gak kenal suara pacar sendiri.." ucap ku, lalu aku tersenyum kepadanya.
" Hehe, iya ya..!!!, kamu sendirian aja kang..? " Ucap elina sambil duduk di sampingku.
" Iya, kok kamu tau aku ada di sini...? " Tanya ku.
" Tau dong..!!!" elina.
" Tau dari mana..? " Aku.
" Dari radar cinta, hehe.." elina.
" Bisa aja kamu..!!! " Aku.
" Kenapa kamu gak bales chat aku samalem hah..." Tanya elina dengan kesal sambil mencubit pinggang ku..
" Aduh sakit lin..iya maaf, ketiduran aku samalem lin.." aku.
" Bohong, bilang aja kalau udah gak peduli sama aku.." ucap dia dengan manja nya.
" Masa iya aku gak peduli sama kamu lin.." aku.
" Jawab pertanyaan aku kang, kenapa kamu gak pernah mau masuk sekolah lagi.. " tanya elina kepadaku, sejenak aku terdiam saat elina bertanya seperti itu kepada ku.
" Lin udah dong,,, jangan nanya itu mulu.." ucap ku.
" Ya makanya jawab dulu.." ucap elina.
Sbenarnya aku tidak mau menjelaskan alasan ku tidak mau sekolah lagi, namun elina terus saja memaksa dan mempertanyakan itu dari hari hari yg lalu.
" Bukanya aku gak mau sekolah lagi lin, tapi aku bingung harus gimana lin, aku gak punya biaya untuk sekolah.." ucap ku dengan perasaan malu, sejenak elina terdiam saat aku berkata seperti itu.
" aku kesepian gak ada kamu di sekolah kang, Kang kamu sekolah lagi aja ya, aku bisa bantu kamu kok kang.." ucap elina.
" Bantu apa..? Bantu buat biaya buat aku sekolah, di mana harga diri aku lin kalau gituh.." ucap ku sambil tersenyum tipis, Elina terdiam saat aku berkata seperti itu.
" maaf ya kalau kamu cuma dapetin cowok orang susah kayak aku, maaf kalau kamu merasa gak seberuntung cewek lain di luar sana.." ucap ku, Lalu tiba tiba elina memeluk ku dan bersandar bi bahuku, lalu ia berkata.
" Kamu jangan ngomong gituh dong kang, justru aku merasa paling beruntung dari yg lain, karena dimiliki kamu.." ucap elina memeluk.
" Bisa ajah kamu lin, emang apa sih kamu harapkan dari aku..? " Tanya ku.
" Kesetiaan, cinta dan ketulusan kamu.." ucap elina, sejenak aku terdiam saat dia berkata seperti itu kepada ku, lalu ia tersenyum kepada ku, aku pun tersenyum kepadanya.
" Bisa aja kamu, anak siapa si ini hah..!!! " Ucap ku sambil mencubit pipi elina dengan gemas.
" Aww,,,, sakit tau..!!!" elina dengan kesakitan, lalu ia memukul pundak ku dengan kesal, sementara aku menertawainya. Dan setelah itu tiba tiba elina melihat pancingan ku bergarak, ia memberi tau ku, lalu dengan cepat aku menarik pancingan ku itu, lalu dengan girang elina mencoba merebut pacingan dari tangan ku.
" Kang mana sini akau aja kang, aku mau nyobainn.." ucap elina sambil merebut pacingan di tangan ku.
" Yaudah nih, hati hati awas lepas ya..!!" ucap ku memberikan pancingan itu kepada elina, dan tiba tiba saja ikan itu berontak melawan tarikan elina.
" Kang gimana ini, ikan nya ngamuk..!!" ucap elina dengan panik takut ikanya lepas, sementara aku ketawa melihat nya.
" Udah gak papah, tarik terus lin.." ucap ku, sambil menyemangatinya.
Dan hingga akhirnya elina berhasil mendapatkan ikan itu, ikan itu cukup besar, bahkan aku pun belum pernah mendapatkan ikan sebesar yg elina dapatkan itu, sesampainya di permukaan, aku mencoba menagkap ikan itu dengan tanganku, elina sangat senang sekali, ia sangat girang melihat ikan hasil memancingnya itu, saat aku mencoba menankap ikan itu, saat sudah dalam gemgaman tangan ku, tiba tiba ikan itu berontak melompat dan terlepas kembali ke danau, aku hanya bisa terdiam cenga melihat ikan itu lepas dari tangan ku, dan sementara elina pun terdiam cenga saat melihat ikan itu loncat ke air.
" Ahhh kmu mahhhhh, kok di lepasinn sihh ahh, ahh aku gak mau tau ah, tangkep lagi, kamu mhhh aku udah capek capek tau dapetinya, ah kamu mahhh..!" ucap elina bertingkah kesal manja seperti anak kecil, aku tertawa melihatnya.
" Iya iya, maaf, entar aku ganti deh, entar kita beli aja di pasar ya,,!!!." ucap ku sambil mengetawainya.
Waktu terus berjalan hari hari pun berganti.