NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:970
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Cery Vanesa Chaseiro, gadis mungil berusia delapan belas tahun, saat ini ia baru menduduki bangku kelas sebelas SMA, namun tingkah nya masih seperti anak kecil, begitu juga dengan penampilan nya.

Bagi yang tidak tau bagaimana cerita hidup Cery yang sebenarnya, mereka mengatakan kalau Cery adalah gadis paling ceria. Itu karena Cery sangat baik dengan semua orang dan selalu membantu mereka yang kesulitan. Meskipun kenyataannya dia tidak punya teman dan sering di cemooh anak-anak di sekolah nya.

Kenapa ia di cemooh? Ya karena penampilan nya yang kusut dan terlihat sangat miskin, bukan hanya itu banyak yang mengatakan kalau Cery tidak tahu diri?

Kenapa begitu? Ya karena meskipun Cery seperti anak-anak dia tetap lah gadis remaja yang punya perasaan seperti gadis remaja pada umumnya, dia naskir dengan laki-laki tertampan di sekolah Mawar Mekar. Linus Caesar Pratama, kakak kelas sekaligus ketua tim basket di sekolah Cery, ya sekaligus anak seorang CEO kaya. Seperti raja di sekolah, Linus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

"Clara, kamu kenal anak nya Tante Tara? Dia kelihatan nya kenal banget sama kamu," ujar papa Tian yang saat ini sedang mengemudi mobil.

Pertemuan keluarga malam itu usai tepat pukul sembilan Lima puluh, dan saat ini baik Clara atau Raja sudah kembali berpisah pulang ke rumah masing-masing.

"Gak kenal kok pa, dia mungkin cuma salah lihat aja," jawab Clara sambil tersenyum kecut.

Sang papa tidak percaya, namun ia memilih untuk tidak banyak bicara dan mengganguk sebagai jawaban iya, dia juga tidak akan ikut campur dalam urusan putri nya karena telah menerima kesepakatan.

"Pa, apa perundingan tadi lancar? Papa benaran mau nikah sama Tante Tara?" tanya Clara mengalihkan pembicaraan.

"Seperti yang kamu lihat, papa dan Tante Tara akan melangsungkan pernikahan dalam dua Minggu lagi, agar lebih cepat kita tinggal serumah," ujar sang papa dengan wajah yang terlihat penuh semangat.

Clara menatap senyum yang terlukis di bibir papanya saat ini, jika sudah soal Tante Tara sang papa pasti akan sangat bahagia.

"Jadi mau bikin pesta pa?" tanya Clara lagi.

"Iya, sederhana saja," jawab papa Tian sambil mengangguk.

Sementara itu di sisi lain.

Raja dan mama nya sudah tiba di rumah, namun mood Raja sedari tadi terlihat sangat kacau ia bahkan tidak sedikitpun mengubris pertanyaan sang mama saat mereka sedang di mobil.

"Ma, mama yakin mau nikah sama om Tian?" Pertanyaan yang di ucapkan Clara kini di ucapkan oleh Raja kepada mama nya.

"Iya, memang nya ada apa? Bukan nya kamu udah setuju ya?" ujar mama Tara sambil menatap bingung sang anak.

"Iya sih ma, tapi anak nya ... " Raja mengantung kalimat nya.

Mama nya lagi-lagi mengerutkan keningnya dan kemudian memegang pundak Raja.

"Ada apa? Kamu kelihatan nya kenal banget sama dia, tapi mama lihat dia gak kenal kamu, lain kali mama minta agar kamu lebih sopan ya, untungnya om Tian orang baik, dia gak marah kamu sentuh Clara kayak tadi, mama juga gak suka kamu sok kenal gini, dia jadi takut sama kamu kedepanya kalian bakal jadi Adek kakak,"

Sang mama mulai terus-menerus menasehati Raja karena ia tidak tau apa penyebab putra nya melakukan hal itu.

"Kalau gak salah kalian satu sekolah kan? Kedepannya mama mau kamu bantuin jaga Clara, dia anak baik dan manis, mama suka melihat nya," tutur sang mama yang memang selalu membayangkan kalau ia punya anak perempuan bisa di ajak shoping.

"Mama selalu mikirin diri sendiri, mama gak tau apa yang aku rasain bukan masalah nya mama nikah tapi Clara sangat mirip dengan Cery ma, Cery orang yang Raja suka," ungkap Raja tidak tahan untuk mengeluarkan semua unek-unek yang ada di hatinya.

Seketika Tara terdiam, ia menatap wajah Raja begitu dalam, namun dirinya masih tidak mengerti, karena selama ini Raja tidak pernah mengatakan apapun, Raja juga sudah kelas tiga SMA tapi tidak pernah pacaran.

"Apa yang kamu katakan? Sudah lah di dunia ini ada tujuh orang yang mirip kamu, mirip mama, bisa jadi dia juga mirip," jelas Tara.

"Aku masuk kamar ma, ngantuk," Raja yang tak kuasa berdebat dengan sang mama memutuskan untuk menaiki tangga menuju kamar nya yang ada di lantai dua.

Sementara itu sang mama hanya bisa menarik nafas panjang dan kemudian ikut pergi dari ruang tengah sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Raja.

Raja mengunci dirinya di dalam kamar, ia duduk bersandar di tepi ranjang, bayangan wajah Cery terlihat jelas di wajah Clara Calon adik tirinya.

"Gak mungkin cuma mirip, beda penampilan sama dandanan doang kok," ujar nya sambil berusaha mengingat kembali wajah Cery.

Flashback on

"Kak, nama kamu siapa?"

Setelah di suruh untuk jalan-jalan berdua dengan Raja, Clara mengajak Raja untuk turun ke pantai menikmati suasana pantai yang indah di malam hari, sementara mama dan papa mereka mengobrol.

"Lo tau nama gue, gak usah pura-pura," Raja terus melangkah dan masih tidak percaya kalau yang berjalan di samping nya saat ini Clara bukan Cery.

Clara teridam, ia tidak mengatakan sepatah kata pun lagi, namun kaki nya terus melangkah mengiringi Raja.

"Ngapain Lo pura-pura mati dan ngubah penampilan?" merasa Clara diam, Raja kembali mengeluarkan suara.

Namun kali ini Clara yang marah menghadang Raja, membuat laki-laki tampan nan tinggi itu berhenti melangkah.

"Dari pertama ketemu kakak kayak kenal sama aku, aku penasaran deh, orang-orang di sekolah juga kayak kenal sama aku sok kenal apa gimana ya?" ucap Clara yang kini berdiri di hadapan Raja.

"Ya iyalah, Lo itu Cery kan? Jujur sama gue!" umpat Raja sedikit meninggikan nada suara nya.

"Apaan sih? Cery, Cery! Gue ini Clara bukan Cery, capek deh!" Setelah berkata demikian, Clara pun meninggalkan Raja sendirian.

Raja yang melihat nya kesal sedikit merasa bersalah, baru pertama ketemu dengan calon adik nya, ia sudah membuat Clara tidak menyukai dirinya.

Flashback off.

Malam pun segera berlalu dengan cepat.

Keesokan harinya.

Seperti biasa, Clara berangkat pagi-pagi sekali ke sekolah, meksipun ia menggunakan mobil dengan kecepatan tinggi, ia tidak peduli karena sekolah cukup jauh dari letak rumah nya.

"Hiuh, akhirnya tiba tepat waktu," ujar Clara turun dari mobil seusai memarkirkan mobil tersebut di parkiran sekolah.

"Woy! Tunggu!" ujar seseorang berlari di belakang Clara.

Clara yang mendengar langkah kaki tersebut segera berbalik dan melihat siapa yang ada di belakang nya.

"Astaga ternyata satu sekolah toh? Kok aku nggak ngeh ya," batin nya sambil memicingkan mata melihat ke arah Raja yang kini tinggal beberapa langkah mendekati Clara.

"Yok!" ujar Raja terlihat sok akrab mengandeng tangan Clara tampa basa-basi dan mengajak nya berjalan menyusuri koridor.

"Ishhh! Lapasin," Clara menarik tangan nya dari genggaman Raja lalu menatap laki-laki tersebut dengan tatapan tajam.

"Masih marah soal tadi malam? Maafin gue, gue salah paham sama Lo, karena wajah Lo memang mirip sama Cery, cuma beda perilaku dan penampilan aja," uajar Raja yang kini tak lagi bersikeras mengangap Clara adalah Cery.

Clara teridam, ia merasa sedikit lega di hatinya karena Raja tak lagi mencurigai dirinya sebagai Cery.

"Kenapa kakak tiba-tiba minta maaf?" ujar Cery singkat.

"Emangnya kenapa? Salah? Gue cuma gak mau Lo suruh bokap Lo batalin pernikahan cuma karena masalah sepele ini, karena mama gue udah lama pengen punya seseorang yang kelak bakal nemenin hari tua nya dia," ujar Raja lagi.

Clara menyadari kalau pikiran Raja sama dengan pikiran nya, sebelumnya ia yang malah takut kalau Raja lah yang akan membatalkan pernikahan kedua orang tua mereka cuma karena masalah itu.

"Siapa bilang? Aku Clara, dan aku gak suka ngekang papa, sama kayak kak Raja, aku juga memikirkan masa tua papa," jawab Clara dengan angkuhnya.

"Gue kan belum ada sebut nama gue, kok Lo tau?" Raja membenarkan dasi nya sambil menunduk menatap Clara.

Seketika Clara sedikit gugup, ia menoleh ke kiri dan ke kanan sambil beberapa kali mengeuk ludahnya.

"Emm ... itu di baju kan ada nama, masa gak tau sih barusan aku baca, tadi malam kan Tante Tara manggil kakak juga kan Raja," jawab Clara dengan brani sambil memegang nama yang ada di baju Raja.

Tampa mereka sadari, dua pasang mata dari sisi yang berbeda sedang menatap ke arah mereka.

"Kenapa kak Raja tiba-tiba dekat sama Clara? Bukanya kemarin dia gak percaya kalau Clara mirip Cery?" Della yang sudah dari awal datang memperhatikan mereka segera berjalan untuk menghampiri.

"Raja ngapain?" ujar Linus juga sedari tadi menatap mereka.

Sama seperti Della, Linus juga berjalan menghampiri Raja dan Clara.

"Kalian ngapain di sini?" tanya Della yang sudah lebih dulu tiba di dekat mereka.

Raja dan Clara menoleh ke arah Della yang ada di samping mereka.

"Memang nya kenapa? Ini kan koridor," jawab Clara dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

"Raja, istirahat ini kita mulai latihan lagi di lapangan, gue gak mau tim kita kalah sama sekolah sebelah," kini giliran Linus yang tiba dan langsung angkat bicara soal latihan basket.

"Oke," jawab Raja singkat.

Cery memeprhatikan tatapan Linus kepada diri nya dan juga Raja, itu terlihat seperti ads arti yang begitu dalam.

Bel sekolah pun alih-alih berbunyi, menandakan bahwa sebentar lagi pelajaran pertama akan segera berlangsung.

Seluruh siswa dan siswi bergegas masuk ke dalam kelas masing-masing, begitu juga dengan Clara, tampa mempedulikan Raja, Linus atau Della, ia segera melangkah masuk ke dalam kelas. Begitu juga dengan Della.

Sementara itu Linus dan Raja berjalan menuju kelas mereka, meskipun belum berbaikan sama sekali, mereka tetap terlihat tenang satu sama lain.

Satu jam setengah pun akhirnya berlalu, itu artinya jam pelajaran pertama sudah selesai, Linus, Raja dan beberapa anggota basket mereka segera pergi ke lapangan untuk latihan.

Dan semua itu atas permintaan kepala sekolah, mereka sudah lama tidak berlatih karate perseteruan ini, membuat kepala sekolah khawatir dan akhirnya menyuruh Linus untuk kembali memimpin tim nya untuk lebih tegas mengatur jadwal latihan.

"Gue boleh duduk di sini gak?" tanya seseorang yang saat ini memegang nampan berisi semangkuk mie dan juga segelas air putih kepada Clara yang tengah asik menyantap bakso nya di kantin sekolah.

"Bangku nya bukan punya papa gue, ngapain Lo ijin ke gue? Mau duduk ya duduk aja sih," jawab nya tampa melihat orang tersebut.

"Sombong banget sih Lo, Lo pikir Lo siapa? Gue itu Rena ketua OSIS di sekolah Mawar Mekar, Lo sebagai anak baru gak ada sopan santun sama sekali, padahal gue cuma mau tes Lo," tutur perempuan tersebut yang ternyata adalah Rena, kakak kelas Clara.

Clara mengambil beberapa lembar tisue dan kemudian mengelap mulut dan tangan nya, ia kemudian berdiri sambil menumpu kan kedua tangan di meja tempat ia makan sambil menatap Rena dengan sebuah senyuman.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!