gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17
"Buset malah kayak lagi musuhan aja lo berdua. " ucap Bagas menoleh pada Al dan El.
Bukan hanya Bagas yang melihat tapi semua mata tertuju pada kedua sejoli ini.
Al sendiri hanya melihat sekilas dan kembali memainkan ponsel.
"Apa" tanya El yang mendongak melihat semua yang tengah memperhatikan nya dan Al.
Mereka yang tersadar memilih untuk mengalihkan pandangan, berpura-pura tidak tau dengan dua kulkas itu.
"Mau bikin apa" Ucap Al mengalihkan pandangan mata nya dari ponsel nya.
"Lo sendiri.? " tanya El yang juga mengalihkan pandangan nya.
"Terserah lo aja" jawab Al.
"Oke" jawab El dan kedua nya kembali sibuk dengan ponsel masing-masing.
"Buset itu lagi diskusi apa gimana. " batin Bagas tanpa menoleh, tapi suara kedua nya terdengar cukup keras.
"Mereka beneran lagi ngerjain tugas apa gimana sih. " batin Risa yang juga meringis mendengar obrolan dua kulkas.
Tak lama bell pulang sekolah berbunyi , sebelum pulang guru berpesan agar tugas kelompok di kerjakan di rumah saja.
"Di rumah gue aja. " ucap Al yang hanya di jawab dengan anggukan oleh El.
Sebelum menuju parkiran, El terlebih dahulu mengganti rok nya dengan celana karena dia akan ikut Al untuk ke rumah pria itu mengerjakan tugas kelompok.
"Si Al makin deket aja sama sama El ga sih. " ucap Bagas berbisik pada Nino.
"Mending lo pura-pura ga liat aja. " bisik Nino yang tidak mau Al malah ngamok nanti.
"Tau tuh, udah tau dua dua nya nyeremin, ngamok nanti mampus lo. " ucap Ryan membuat Bagas meringis.
Tak lama El datang, Al sendiri menyerah kan helm pada El, dan helm itu di antar oleh bawahan nya.
"Dadah Al dan El. " ucap Bagas melambaikan tangan pada dua kulkas yang sudah pergi itu.
"Buset kagak ada malu nya. " ucap Nino yang segera pergi juga, karena dia juga sudah janjian dengan adik kelas nya yang satu kelompok dengan nya.
"Anjir gue malah di tinggal. " ucap Bagas saat semua sahabat nya telah pergi.
Al mengendarai motor nya menuju mension kedua orang tua nya dengan El yang ada di boncengan nya.
Tak lama mereka sampai, El sendiri hanya diam bukan karena kagum melihat mension mewah keluarga Al, tapi perasaan nya saja yang tidak seperti biasa nya.
"Ayo masuk. " ajak Al membuat El mengangguk patuh.
"Lo duduk dulu. " ucap Al yang segera mencari mama nya.
"Bikinin minuman buat teman saya. " ucap Al kepada pelayan dan dia segera pergi menuju kamar mama nya.
"Loh tumben udah pulang Al.? " tanya sang mama yang baru saja keluar kamar.
"Al mau ngerjain tugas kelompok sama temen. " jawab Al.
"Ya sudah kamu ganti baju dulu, abis itu makan setelah nya baru kamu bikin tugas. " ucap mama yang di angguki oleh Al.
Mama Daisy segera turun untuk menemui teman Al, kasihan juga di biarkan sendiri.
"Nak." ucap mama Daisy saat sudah berada di dekat teman Al.
El mengangkat kepala nya menatap suara lembut seorang wanita yang menyejukan hati.
Deg Deg
Jantung mama Daisy berdebar cukup kuat saat melihat wajah gadis yang ada di hadapan nya.
"Mama kenapa.? " tanya Al yang ada di dekat mama nya yang diam terpaku.
"Dia.? " tanya mama menunjuk El.
"Dia teman Al, yang mau bikin tugas kelompok. " jawab Al yang merasa heran.
"Ah ya sudah, sana kamu ajak makan dulu, mama mau ke kamar. " ucap mama Daisy yang segera pergi dari sana.
"Kita makan siang dulu. " ucap Al kepada El yang membuat El kesal, karena dia masih ada banyak urusan yang harus di urus.
"Bikin tugas aja dulu, makan nya nanti aja. " tolak El yang tak mau lama-lama, tapi tidak mungkin juga dia tidak mengerjakan tugas lagi, kan sudah mendapatkan peringatan dari guru.
"Ga mau, gue udah laper. " ucap Al kekeh ingin mengajak El makan siang.
"Ya udah lo makan aja biar gue kerjain bagian gue. " ucap El yang masih kekeh ingin segera pergi.
"Makan dulu. " ajak Al yang tak suka di bantah, dan El justru sangat keras kepala sekali.
"Udah gue bilang kalau gue ga mau. " ucap El yang masih tegus di atas pendirian nya.
"Kenapa kalian berdua berdebat.? " tanya mama. Daisy yang kembali datang dan kali ini dia bisa melihat dengan jelas wajah teman Al.
Mama Daisy mencoba menahan perasaan nya agar tidak menangis histeris, dia akan memastikan segala nya lebih dulu.
"Ayo nak makan dulu. " ucap mama Daisy yang memegang lembut tangan teman Al.
Deg deg
Jantung kedua nya berdebar cukup cepat, El sendiri merasakan ada hal yang berbeda saat mama Al menyentuh nya dengan lembut, sentuhan yang bahkan dia tak pernah mendapatkan nya dari ayah kandung nya.
"Iya tante. " jawab El yang masih terkesan datar tapi tak dapat menolak ajakan mama Al.
Al sendiri melongo saat melihat El yang tidak keras kepala saat bersama mama nya, malah. terkesan menurut saja.
Akhir nya mereka bertiga makan siang bersama, Mama Daisy sedikit banyak nya tau jika El bukan gadis yang banyak bicara, sama seperti putra nya Al, yang tidak suka banyak bicara.