NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Ardiansyah turun dari mobil mewahnya, melihat lahan yang cukup luas di tempat yang strategis, dekat dengan pusat perbelanjaan,serta tepat berada di depan rumah sakit, Ardiansyah sendiri membeli rumah warga yang siap di gusur dengan harga tinggi, membuat warga dengan suka rela menjual nya dan berpindah ke tempat yang lebih murah, jadi uang lebihan nya bisa untuk tabungan,atau juga untuk bisnis yang lain.

Ia berjalan, mencari suasana yang membuat kepala nya segar, ia melihat warung kopi yang letaknya tidak jauh dari lokasi proyek, ia mendekat dan memesan kopi hitam...

" Pak, kopinya satu, gulanya sedikit saja" ucap Ardiansyah sopan.

" Baik tuan" balas penjual warung kopi dengan ramah.

Ardiansyah menyeruput kopinya, sambil melihat wajah-wajah Ratu di berbagai ekspresi.

Ia iseng-iseng membuka social media tentang Ratu dan muncullah foto profil Ratu, Jarinya bergerak ingin melihat foto-foto Ratu, dan kebanyakan foto Ratu berada di luar negri,namun semua foto ratu adalah yang terbaru, karena pakaian Ratu tidak ada yang terbuka seperti saat pertama kali Adriansyah bertemu dengan Ratu yang memakai pakaian kurang bahan.

Bibirnya menyunggingkan senyum ketika melihat ekspresi Ratu yang lucu, tidak malu memposting fotonya dengan wajah-wajah konyol. Setelah merasa cukup tenang hanya dengan melihat foto-foto Ratu ,ia mendekat ke arah pekerja, melakukan pekerjaannya kembali sambil menunggu team Angga datang.

Suasana di lokasi proyek yang awalnya tenang mendadak riuh ketika sebuah mobil mewah berwarna gelap berhenti tepat di depan tenda pantau. Ardiansyah yang sedang memeriksa cetak biru bangunan bersama tim teknisnya mengerutkan kening. Begitu pintu mobil terbuka, Pramuji turun dengan langkah gagah, diikuti oleh Angga yang tampak sangat akrab di sampingnya.

"Nak Ardi! Maaf ya Ayah datang mendadak, ini sekalian mengantar Nak Angga. Tadi dia jemput Saya ke rumah, lalu Saya meminta Angga untuk sekalian menjemput Nisya" seru Pramuji dengan suara lantang, mengabaikan tatapan bingung para staf lapangan.

Ardiansyah meletakkan helm proyeknya, matanya menatap tajam ke arah Angga yang berdiri dengan senyum santai. Nisya yang baru turun dari kursi belakang mobil Angga hanya bisa berdiri mematung, kepalanya tertunduk sangat dalam.

"Nak Ardi harus tahu, dunia ini memang sempit ya. Ternyata Nak Angga ini bukan orang asing bagi kami. Dia ini teman lama Nisya, satu yayasan sekolah dulu waktu di Jakarta sebelum Nisya pindah ke pesantren." tutur Pramuji dengan bangganya.

"Oh, begitu? Saya pikir Pak Angga hanya rekan bisnis baru kita." sahut Ardiansyah dengan suara dingin.

Pramuji tertawa sambil menepuk bahu Angga "Lebih dari itu, Ardi! Dulu waktu Nisya masih SMP dan Angga SMA, hampir tiap pagi dia mampir ke rumah. Alasannya sih mau berangkat bareng, tapi sebenarnya cuma mau minta sarapan nasi uduk buatan Ibu Siska. Nak Angga ini sudah seperti keluarga sendiri dulu." balas Pramuji terkekeh.

Angga melirik ke arah Nisya yang masih gemetar, lalu menatap Ardiansyah dengan sorot mata yang seolah berkata bahwa dia mengenal Nisya jauh lebih lama.

"Betul, Pak Ardi. Nasi uduk Ibu Siska itu tidak ada duanya. Dulu saya rela bangun pagi-pagi sekali cuma supaya bisa melihat Nisya... maksud saya, supaya bisa sarapan bareng sebelum berangkat sekolah." timpal Angga dengan semangat.

Nisya berbisik parau, meremas ujung blazernya "Ayah... sudah, tidak perlu diceritakan semua. Itu kan masa lalu."

"Lho, kenapa tidak boleh? Nak Ardi harus tahu kalau calon istrinya ini sangat cantik , dari dulu memang jadi rebutan anak-anak sekolah. Tapi ya, jodoh memang tidak lari ke mana. Sekarang malah Nak Angga yang bangun hotelnya, Nak Ardi yang punya lahan serta peralatan nya. Pas sekali, kan?"

Ardiansyah merasakan gejolak aneh di dadanya. Ada rasa kesal melihat betapa leluasanya Angga masuk ke dalam ruang lingkup keluarga Nisya melalui bantuan Pramuji. Ia meraih ponselnya dengan kasar, mencoba mengalihkan kemarahannya pada data proyek.

"Pak Pramuji, ini lokasi proyek, bukan tempat reuni. Kalau urusan nasi uduk sudah selesai, kita kembali ke agenda utama,teknis pembangunan hotel." ucap Ardiansyah datar.

Pramuji sedikit tersentak tapi tetap tidak peka "Galak sekali menantuku ini kalau sudah bicara kerjaan. Santai sedikit, Ardi. Nak Angga saja santai, ya kan?"

Angga hanya tersenyum tipis. Ia sempat mendekati Nisya dan menyerahkan sebuah botol air mineral. "Minum dulu, Nisya. Wajahmu pucat, apa panas matahari Jakarta membuatmu lupa caramu tersenyum seperti saat di kantin sekolah dulu?"

Nisya segera mengambil air itu dengan canggung, namun ia tidak meminum nya, hanya memegang nya saja, untuk menghargai Angga.

Saat Ardiansyah berjalan mendahului untuk meninjau fondasi, Angga berbisik pelan pada Pramuji yang masih setia mengekor di sampingnya.

"Pak Pram, sepertinya Pak Ardi sedang stres berat. Bagaimana kalau setelah ini saya ajak Bapak dan Nisya makan siang di tempat yang lebih tenang? Biar Pak Ardi fokus kerja dulu di sini."

"Ide bagus itu! Memang Nak Angga yang paling mengerti suasana hati orang tua." sahut Pramuji sumringah.

Ardiansyah mendengarnya. Ia berhenti melangkah, punggungnya menegang. Ia ingin sekali berbalik dan menarik Nisya, namun bayangan Ratu yang bebas dan tangguh tadi pagi mendadak melintas di pikirannya, membuatnya bimbang, haruskah ia mempertahankan Nisya yang dipenuhi rahasia, atau mengejar kejujuran yang ia temukan pada sosok Ratu?

Terik matahari di lokasi proyek pembangunan hotel bintang 5vdi kawasan Jakarta Pusat itu terasa membakar, namun suasana di antara empat orang yang berdiri di sana jauh lebih panas. Angga berdiri dengan penuh percaya diri di atas gundukan tanah, menunjuk ke arah struktur baja yang mulai naik, sementara Pramuji berdiri di sampingnya dengan wajah yang terus-menerus sumringah.

Ardiansyah berada beberapa langkah di belakang mereka. Matanya memang menatap ke arah maket bangunan, tapi pikirannya tersangkut di lampu merah tadi pagi, saat Ratu berlutut mengikat tali sepatu Noah.

"Pak Ardi, desain sayap kiri ini akan menggunakan konsep ultra-modern glass. Saya ingin tamu yang datang merasa mereka berada di atas awan. Bagaimana menurut Anda?"

Ardiansyah tidak menyahut. Ia sedang membayangkan bagaimana jaket kulit Ratu yang kokoh itu bisa menampung sisi lembutnya sebagai seorang Tante.

Pramuji menyenggol lengan Ardiansyah "Eh, Nak Ardi... ditanya Nak Angga itu lho. Bagus kan idenya? Nak Angga ini memang visioner sekali, persis seperti yang saya bayangkan untuk mitra Suhadi Group."

Ardiansyah tersentak, suaranya agak kaku "Ah... iya. Pakai saja material terbaik. Saya percayakan teknisnya pada tim Anda, Pak Angga."

Angga tersenyum miring. Ia menyadari kegelisahan Ardiansyah dan mulai memanfaatkannya untuk mendekati Nisya yang berdiri diam sambil memegang payung.

"Nisya, menurutmu bagaimana? Kamu dulu kan suka sekali dengan bangunan yang punya banyak jendela besar. Ingat tidak waktu kita di perpustakaan sekolah dulu?" tanya Angga dengan lembut, berbeda dengan Ardiansyah yang selalu berbicara dingin padanya.

Nisya langsung menegang. Ia melirik Ardiansyah dengan takut, lalu menunduk dalam-dalam sambil meremas gagang payungnya.

"Itu... itu sudah lama sekali, Pak Angga. Saya rasa selera saya sekarang sudah mengikuti selera Kak Ardi."

Pramuji tertawa keras, berusaha mencairkan suasana namun malah memperkeruh. "Hahaha! Nisya ini memang penurut, Nak Angga. Tapi ya, kalau ada masukan dari ahli konstruksi seperti kamu, kenapa tidak? Ardi, kamu jangan terlalu kaku. Lihat Nak Angga, dia sukses tapi tetap santai."

Ardiansyah menatap Pramuji dengan tatapan dingin yang tajam. Ia merasa ada yang salah dengan cara calon mertuanya memuji Angga.

1
Uba Muhammad Al-varo
si Tom and Jerry ketemu lagi,rame euy........../Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
@Mita🥰
udah nanti Siska di biayai Ardi
Uba Muhammad Al-varo
bagus 👍👍👌
Sri Supriatin
tks upnya....lanjut Thor.... Selamat hari Kartini utk wanita Indonesia......🙏🙏🙏
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!