Kebun jagung milik Bu Sarah selalu berbuah lebat setiap saat, dengan luas yang begitu luar biasa sehingga bila tidak tau jalan maka akan tersesat di dalam sana.
Namun kabar yang beredar mengatakan bahwa kebun jagung itu memang meminta tumbal nyawa manusia, kebun milik janda cantik itu memang sudah di jauhi oleh para warga karena Mereka sangat takut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Masih misteri
"Ini reda seperti ini lebih baik kita pulang sajalah dulu." ajak Alan.
"Ya sudah mau bagaimana lagi karena hujan memang sangat deras." Razi juga mulai mengusap wajah yang terasa begitu dingin.
"Tapi kan aneh sekali ya kalau Imron bisa menghilang seperti itu dan sama sekali tidak ada jejak." Alan mulai berpikir keras.
Razi terdiam tidak tahu mau menjawab apa karena menurut dia ini juga sangat aneh, padahal bila memang tersesat pada bagian sini bisa saja sekarang sudah ketemu. walau tidak bertemu dengan mereka tapi tidaknya bertemu dengan para warga yang ada di sekitar sini, mereka pasti akan tahu bahwa Imron sedang berusaha mencari rumah Amir.
Bisa dibilang bahwa seluruh warga sini saling mengenal satu sama lain dan mereka hidup berdampingan dengan baik, kalau kadang masih ada yang julid namun tetap saja mereka tetap mengenal satu sama lain di desa pandan Arum ini. jadi tidak mungkin ketika Imron tersesat dan bertanya tentang rumah Amir, para warga tidak mengetahui di mana rumah Amir.
Jelas mereka semua akan langsung memberitahu keberadaan rumah Amir itu, ini ketika mereka semua sudah berkeliling dan bertanya kepada seluruh warga maka mereka hanya menjawab tidak ada sama sekali. sebab mereka memang tidak bertemu dengan orang yang bernama Imron bersama dengan istri dia, jelas itu menjadi pertanyaan besar di kepala mereka semua.
Terasa agak aneh dan saat ini mereka sedang berusaha untuk mencari tahu tentang keberadaan Imron bersama dengan Alia juga, sudah ke sana kemari Mereka bertanya kepada para warga namun mereka tetap mengatakan tidak melihat ada orang asing yang datang ke desa ini.
Bingung dan juga panik karena saat itu Imron sempat mengabari kepada Amir bahwa dia telah memasuki kawasan desa pandan Arum, bahkan Imron tempat mengirimkan foto jalan yang bercabang kala itu dan Amir memberitahu agar dia belok kanan untuk menuju rumah mereka, namun setelah foto itu terkirim maka Imron tidak ada kabar sama sekali.
Memang ketika dia selesai mengirim foto kepada Amir maka ponsel Imron mati seketika akibat kehabisan baterai, oleh sebab itu mereka tidak berhasil menemukan di mana rumah Amir dan justru tersesat di kebun jagung milik Bu Sarah, lalu menghilang sampai saat ini dan tidak berhasil mereka temukan.
"Masa sih kebun jagung ini memang ada hantu nya?" Razi menatap Alan yang ada di sebelah dia.
"Apa? mendadak saja ngomongin hantu dan ini kita lagi di dekat kebun jagung!" Alan langsung sewot karena dia takut.
"Aku kepikiran kalau ternyata Mereka ada di dalam kebun jagung itu dan tidak menemukan jalan keluar." cemas Razi.
"Ih jangan berpikir seperti itu, itu sama saja jadi fitnah dan nanti kalau ada yang dengar malah jadi perdebatan." Alan menghentikan ucapan Razi.
"Kan aku hanya cemas dan berbicara kepada dirimu, kau lihat saja itu hamparan kebun jagung yang begitu luas." Razi menatap ke bundaku milik Bu Sarah yang memang begitu luas sekali.
"Memang kalau dilihat seperti ini terasa horor, seolah ada seseorang yang ada di kebun jagung itu untuk mengejar kita." Alan juga mulai terbawa suasana.
"Tadi kau larang aku berbicara tentang kebun jagung itu, sekarang malah Kau yang punya pikiran sangat jauh." Razi tambah takut dan dia segera menyambar helm.
Alan juga segera menyambar jaket beserta dengan helm karena dia tidak mau di tinggal sendirian oleh Razi di kebun ini, suasana yang ada di kebun jagung memang terasa begitu horor untuk manusia biasa seperti mereka, jadi wajar bila saat ini mereka berdua merasa takut.
Razi segera menghidupkan motor dan melaju kencang meninggalkan kawasan itu sebelum melihat sesuatu yang tidak biasa, sebab sejak tadi dia terus saja mendengar suara bergesekan antara daun jagung itu dengan yang lain sehingga untuk berteduh saja mereka sama sekali tidak merasa tenang, memang suasana terasa sangat aneh dan mencekam ketika mereka semua mendekati kebun jagung itu.
...****************...
"Sama sekali tidak ada yang melihat mobil itu juga orang asing masuk di desa ini." Tamrin berkata kepada mereka semua.
"Kan, aku juga sudah bertanya pada ujung bagian sana dan mereka mengatakan memang tidak ada orang asing yang datang." ujar Joko.
"Jadi ke mana saudara mu itu pergi ya, Mir?" Pak RT bertanya dengan nada bingung.
Jelas saja mereka bingung dan tidak tahu mau mencari kemana karena ini jelas sangat rumit sekali, untuk tidak di cari juga tidak mungkin karena Amir tetap saja merasa cemas kepada saudara dia yang baru datang dari kota.
Dengan cara mereka menghilang seperti itu tentu saja membuat Amir dan Ridwan beserta yang lain juga menjadi bingung serta panik, mau tidak mau maka mereka besok harus menuju kota agar bisa memastikan apa memang benar Imron dan sang istri sudah menuju desa ini namun tidak sampai ke rumah mereka.
Hal itu harus di perjelas terlebih dahulu karena ini juga tidak bisa mau bertanya kepada yang lain, Imron pergi dari kota karena ingin melarikan diri untuk sesaat setelah kebangkrutan yang dia alami, jelas tidak akan dia memberitahu orang lain karena itu pasti akan sangat memalukan untuk pasangan suami istri itu.
"Kalau di lihat lagi mungkin saja mereka berubah pikiran dan pergi ke rumah teman kali." Julia berkata kepada Ridwan.
"Tapi dia sudah kirim foto pada Amir dan mengatakan akan memasuki desa ini." sanggah Ridwan kepada sang adik ipar.
"Lalu kenapa sampai sekarang mereka tidak ada kabar dan tidak berhasil kita temukan?" Julia juga merasa bingung.
Semua yang ada di sana juga merasa bingung dengan hilang nya Imron ini, terlebih lagi Arya dan Purnama sudah mengatakan bahwa Imron dan sang istri tidak ada tersesat di alam gaib mana saja. jadi sebenarnya mereka sudah mencari di alam manusia dan alam gaib, tidak berhasil menemukan keberadaan pasangan suami istri itu.
"Sama sekali tidak ada yang menyesatkan mereka, bahkan tidak ada yang melihat keberadaan Imron dan Alia." Purnama membuka suara setelah lama terdiam.
"Nah ini sangat sulit sekali dan aku rasa Dia memang tidak masuk desa ini." Arya berkata dengan sangat yakin.
"Apa rombongan para iblis tidak ada yang melihat keberadaan mereka, Mas?" Ridwan bertanya kepada Arya.
Arya menggeleng dengan sangat yakin karena dia juga sudah bertanya kepada para iblis, tidak ada yang pernah melihat keberadaan Imron dan sang istri sehingga pencarian mereka masih menemukan jalan buntu, tidak tahu mau mencari kemana lagi karena semua ini masih seperti misteri.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
apakah itu iblis peliharaan nya Bu Sarah ❓❓
siap2 aj di bantai duluan sama sang kakak...
belum tau dia kekuatan sang ratu burung hantu....
ternyata banyak toh hantunya yang ada di kebun jagung itu ya...
ta kira cuma 2 satu di kebun 1 lagi di gudang...
oh iya ma gimana keadaannnya Clara...