NovelToon NovelToon
GODDESS AGAINST FATE

GODDESS AGAINST FATE

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: XING YI

​Tiga puluh ribu tahun peperangan berakhir dengan kehancuran Alam Dewa. Lin XingYu, sang Dewa Primordial terakhir, harus mengorbankan 99% basis kultivasinya demi memukul mundur sembilan Iblis Agung. Di ambang kematian, ia melintasi dimensi untuk mencari penerus dan menemukan Ling Xinyue—seorang gadis bumi berusia 16 tahun yang tengah menghitung detik terakhir hidupnya akibat kanker otak.

​Kini, dengan jiwa manusia yang rapuh dalam raga dewi tercantik di jagat raya, Xinyue harus memulai perjalanan mustahil sejauh 50.000 mil menuju Pulau Warisan. Bersama Lian Yue, sang Merak Bulan Es, ia harus belajar menguasai kekuatan yang sanggup mengguncang semesta sebelum para Iblis Agung bangkit kembali. Ini bukan lagi tentang bertahan hidup dari penyakit, ini tentang menaklukkan takdir para dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XING YI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17:Menemukan Kolam Esensi

Salju yang turun pagi itu terasa berbeda, butirannya lebih besar dan tajam, seolah-olah langit sendiri sedang menghunuskan ribuan jarum kecil ke arah luar.

Di tengah cuaca yang mampu membekukan napas dalam sekejap, seorang pemuda dengan jubah biru muda yang berkibar tertiup angin kencang melangkah menuju pusat otoritas Halaman Luar.

​Chen Lin berdiri di depan gerbang Aula Penatua. Bangunan ini tidak terbuat dari kayu atau marmer, melainkan dipahat langsung dari inti gunung es yang tidak pernah mencair selama ribuan tahun.

Aura yang terpancar dari dinding-dindingnya begitu berat, sebuah manifestasi dari kekuatan ranah True Essence yang mendiami tempat tersebut.

​Dua penjaga di depan pintu, yang keduanya berada di Marrow Purification Tingkat 9, menatap Chen Lin dengan tatapan menyelidik. Mereka telah mendengar desas-desus tentang murid baru yang menembus tiga tingkat dalam tiga hari, namun melihat sosok Chen Lin yang tampak kurus dan tenang, mereka merasa sulit untuk percaya.

​"Penatua Lu sudah menunggumu di dalam. Masuklah, dan jaga sopan santunmu," ucap salah satu penjaga sambil membukakan pintu berat yang terbuat dari perunggu beku.

​Chen Lin mengangguk pelan, melangkah masuk ke dalam ruangan yang luas dan sunyi. Di ujung ruangan, duduk Penatua Lu di balik meja besar yang penuh dengan gulungan perkamen kuno.

Cahaya dari lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit memberikan efek dramatis, menciptakan bayangan panjang yang menari di dinding es.

​"Murid 'Chen Lin' memberi hormat kepada Penatua Lu," ucap Chen Lin sambil membungkuk dengan derajat yang sempurna, tidak terlalu rendah namun menunjukkan rasa hormat yang tulus.

​Penatua Lu tidak langsung menjawab. Ia meletakkan kuasnya, lalu menatap Chen Lin dengan mata yang seolah-olah bisa membedah setiap helai meridian di dalam tubuh pemuda itu.

Keheningan di ruangan itu terasa sangat menekan, seolah-olah udara sengaja dipadatkan untuk menguji mentalitas sang murid.

​"Tingkat 3 Marrow Purification dalam waktu kurang dari seminggu," suara Penatua Lu memecah kesunyian, berat dan berwibawa.

"Banyak orang akan menyebut ini mukjizat. Sebagian lagi akan menyebutnya sebagai penggunaan obat-obatan terlarang yang merusak masa depan. Namun, aku melihat matamu, dan aku tidak melihat kegoyahan energi. Kau memiliki fondasi yang sangat murni, bahkan mungkin terlalu murni untuk ukuran murid luar."

​Chen Lin tetap tenang, meskipun di dalam hatinya ia waspada.

​"Junior ini hanya bekerja keras dan memanfaatkan lingkungan sekte yang luar biasa, Penatua," jawab Chen Lin dengan nada rendah hati yang terukur.

​Penatua Lu terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar seperti es yang bergesekan.

"Kerja keras saja tidak akan membuatmu melompati tingkat secepat itu. Tapi aku tidak di sini untuk menginterogasi rahasiamu. Setiap jenius memiliki rahasia mereka sendiri. Aku memanggilmu karena aku memiliki sesuatu yang membutuhkan 'pedang' yang tajam dan tidak mencolok."

​Penatua Lu mendorong sebuah gulungan berwarna merah darah ke arah Chen Lin. Di Sekte Bing Si, gulungan merah berarti misi tingkat tinggi yang melibatkan risiko nyawa yang nyata.

​"Di perbatasan utara wilayah sekte, terdapat sebuah tempat yang disebut Lembah Bayangan Es. Akhir-akhir ini, tim pengumpul herbal kami melaporkan adanya anomali. Beberapa monster di sana bermutasi menjadi lebih agresif, dan yang lebih mengkhawatirkan, ada jejak keberadaan murid dari Sekte Qian Jian yang terlihat berkeliaran di sana. Misimu adalah menyelidiki sumber anomali tersebut dan menyingkirkan siapa pun yang mencoba mencuri sumber daya sekte kita. Jika kau berhasil, aku akan memberikan rekomendasi langsung untuk ujian kenaikan murid dalam."

​Chen Lin mengambil gulungan itu. Ia bisa merasakan sisa energi dari Penatua Lu yang kental tertanam di dalamnya.

"Junior akan menyelesaikan misi ini dengan segenap kemampuan."

​"Ingat, Chen Lin," Penatua Lu menambahkan, matanya berkilat dingin.

"Dunia ini tidak hanya tentang seberapa cepat kau naik tingkat, tapi seberapa lama kau bisa bertahan hidup di bawah langit yang kejam. Kembalilah jika memang tidak mampu, ingat nyawa yang pertama."

​Keluar dari Aula Penatua, Chen Lin segera menuju asramanya untuk mempersiapkan perlengkapan. Namun, di tengah jalan, ia dihadang oleh Feng Jian dan Li Mei. Wajah kedua seniornya itu tampak sangat cemas begitu mereka melihat gulungan merah di tangan Chen Lin.

​"Kau gila? Kau benar-benar mengambil misi merah?" seru Li Mei, suaranya cukup keras karena terkejut.

"Chen Lin, kau baru saja mencapai Tingkat 3! Lembah Bayang Es itu adalah tempat di mana murid Tingkat 6 pun sering menghilang!"

​Feng Jian meletakkan tangannya di bahu Chen Lin, ekspresinya sangat serius.

"Adik Chen, aku tahu kau berbakat, tapi misi ini adalah jebakan politik. Penatua Lu mungkin ingin mengujimu, tapi murid-murid dari Sekte Qian Jian yang berkeliaran di sana bukanlah praktisi sembarangan. Mereka dikenal sangat egois dan membenci sekte kita."

​Chen Lin menatap kedua seniornya dengan rasa terima kasih yang tulus. Di tengah dinginnya dunia sekte, kepedulian mereka terasa seperti api kecil di tengah badai.

"Aku tahu risikonya, Senior. Tapi jika aku terus bersembunyi di balik dinding sekte, kekuatanku hanya akan menjadi hiasan. Aku butuh pertarungan hidup dan mati untuk benar-benar menguasai ranahku."

​"Kau benar-benar keras kepala," keluh Li Mei sambil menghela napas panjang. Ia kemudian mengambil sebuah botol kecil dari sakunya dan menyerahkannya kepada Chen Lin.

"Ini adalah Bubuk Penyembuh Embun Es. Gunakan ini jika kau terluka. Dan tolong, jangan sampai mati. Siapa lagi yang akan menyirami tanaman di kebun obat jika kau tidak ada?"

​Feng Jian juga memberikan sebuah jimat pelindung kecil.

"Ini bisa menahan satu serangan dari praktisi tingkat True Essence untuk sesaat. Gunakan hanya dalam keadaan terdesak."

​"Terima kasih, Senior. Aku berjanji akan kembali untuk berlatih tanding dengan kalian lagi," ucap Chen Lin dengan senyum tipis yang membuat Li Mei sedikit tersipu sebelum akhirnya ia berpaling.

​Perjalanan menuju Lembah Bayang Es memakan waktu satu hari penuh. Semakin jauh Chen Lin melangkah ke arah utara, vegetasi di sekelilingnya semakin aneh.

Pohon-pohon tidak lagi memiliki daun, melainkan duri-duri es yang mengeluarkan aroma logam yang tajam. Udara di sini terasa sangat berat, seolah-olah mengandung partikel-partikel es mikroskopis yang mencoba menyumbat paru-paru setiap makhluk hidup yang masuk.

​Chen Lin bergerak dengan sangat waspada. Ia mengaktifkan indra spiritualnya di permukaan kulitnya sebagai sensor alami. Ia tidak lagi menyamar sebagai pemuda yang lemah, di sini, ia adalah pemburu yang sedang mencari mangsa.

​"Hati-hati, Chen Lin. Aku merasakan aura yang sangat tidak stabil di depan," bisik Lin XingYu di dalam kepalanya.

"Ada campuran antara energi es murni dan energi pedang yang sangat tajam. Sepertinya kabar tentang Sekte Qian Jian itu benar."

​Chen Lin merunduk di balik sebuah batu besar ketika ia mendengar suara dentingan logam dari kejauhan.

Ia melompat dengan ringan ke atas pohon es, menyembunyikan kehadirannya di balik kabut tebal. Di bawah sana, di sebuah lembah kecil yang dipenuhi oleh Bunga Kristal Berdarah, tiga orang pemuda dengan seragam putih bersulam pedang emas, seragam khas Sekte Qian Jian sedang mengepung seekor Macan Tutul Bayangan Es yang terluka.

​"Cepat habisi makhluk ini! Kita harus segera mengambil semua bunga ini sebelum para tikus dari Bing Si datang!" teriak salah satu dari mereka, seorang pria dengan bekas luka di pipinya yang memancarkan aura Marrow Purification Tingkat 5.

​"Tenanglah, Kakak Senior Han Feng. Bahkan jika mereka datang, mereka hanya akan menjadi pupuk bagi bunga-bunga ini," sahut murid lainnya dengan nada meremehkan.

​Chen Lin menyipitkan matanya. "Han Feng? Bukankah itu orang yang menempati peringkat pertama di ujian kualifikasi? Jadi dia benar-benar dikirim ke sini."

​Chen Lin tidak berniat menyerang secara langsung. Ia menunggu momen yang tepat. Saat Han Feng melancarkan serangan akhir ke arah macan tutul tersebut, perhatian ketiga murid Qian Jian teralihkan sepenuhnya.

"​Sekarang!"

​Chen Lin melesat turun seperti elang yang menyambar mangsanya. Ia tidak menghunus pedangnya terlebih dahulu, melainkan melepaskan dua bayangan pedang dari Jurus 7 Pedang Bayangan untuk menyerang dua murid yang lebih lemah di sisi Han Feng.

​"Siapa?!" teriak Han Feng, refleksnya sangat cepat.

Ia memutar pedang emasnya, menangkis salah satu bayangan pedang Chen Lin, namun murid di sampingnya tidak seberuntung itu. Bahu salah satu murid teriris cukup dalam oleh bayangan pedang kristal yang tajam, membuatnya berteriak kesakitan.

​Chen Lin mendarat dengan anggun di tengah-tengah mereka, pedang besi esnya kini sudah terhunus, memancarkan uap dingin yang membekukan tanah di bawah kakinya.

​"Murid Sekte Bing Si? Jadi kalian benar-benar berani datang ke sini?" Han Feng menatap Chen Lin dengan mata yang penuh kebencian.

"Tunggu... kau adalah murid peringkat ketiga itu, kan? Si pengecut yang bersembunyi di balik teknik es!"

​"Tempat ini adalah wilayah Sekte Bing Si. Kalian adalah pencuri yang melanggar batas," ucap Chen Lin dengan suara yang tenang namun dingin, menggetarkan udara di sekitarnya.

​"Hukum ditentukan oleh siapa yang memegang pedang paling tajam!" Han Feng menerjang maju.

Teknik pedang Sekte Qian Jian sangat berbeda dengan Bing Si, jika Bing Si fokus pada pembekuan dan kehalusan, Qian Jian fokus pada kecepatan dan kekuatan penghancur yang murni.

​Pedang emas Han Feng membelah udara dengan suara siulan yang tajam. Chen Lin harus menangkisnya.

Benturan kedua senjata itu menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan salju di sekeliling mereka. Chen Lin merasakan tangannya sedikit bergetar, kekuatan fisik Han Feng di Tingkat 5 memang jauh di atasnya.

​"Kau hanya Tingkat 3? Beraninya kau melawanku!" Han Feng tertawa mengejek, serangannya semakin beringas. "Teknik Pedang Matahari Terbit!"

​Sebuah cahaya emas yang menyilaukan meledak dari pedang Han Feng, mencoba membakar hawa dingin di sekitar Chen Lin. Namun, Chen Lin tidak mundur. Ia menutup matanya sesaat, membiarkan jiwa dewi di dalamnya mengambil alih kontrol sirkulasi energi.

​Tiba-tiba, tujuh bayangan pedang muncul secara simultan di sekeliling Han Feng. Berbeda dengan latihan sebelumnya, kali ini bayangan-bayangan tersebut mengandung niat membunuh yang nyata. Mereka bergerak dengan pola yang rumit, menjerat Han Feng dalam jaring es yang mematikan.

​"Apa?! Teknik macam apa ini?" Han Feng mulai panik. Ia mencoba menebas bayangan-bayangan itu, namun mereka seperti hantu, setiap kali ia menebas satu, yang lain menyerang dari sudut yang mustahil.

​"Es tidak hanya membekukan raga, Han Feng. Ia juga membekukan waktu dan ruang lawan," bisik Chen Lin yang tiba-tiba sudah berada di belakang Han Feng.

​Pertarungan itu berubah menjadi tarian maut di tengah badai salju. Han Feng, yang merasa terhina karena ditekan oleh murid dengan ranah lebih rendah, mulai mengeluarkan teknik terlarangnya. Tubuhnya mulai memancarkan uap merah, sebuah tanda ia sedang membakar darahnya untuk meningkatkan kekuatan.

​"Aku akan menghancurkanmu dan seluruh sekte kotormu itu!" teriak Han Feng gila. Pedangnya membesar dua kali lipat, dibalut oleh api emas yang membara.

​Chen Lin tahu ia tidak bisa menahan serangan ini secara langsung. Ia harus menggunakan esensi dari Esensi Tulang Rembulan secara maksimal. Ia memusatkan seluruh energinya ke ujung pedangnya, menciptakan sebuah titik biru yang sangat kecil namun mengandung kepadatan energi yang luar biasa.

​"Gunakan teknik 'Napas Rembulan yang Membeku', Chen Lin! Serap panas dari apinya dan ubah menjadi kekuatanmu!" Lin XingYu memperingatkan.

​Saat pedang raksasa Han Feng menghantam turun, Chen Lin tidak menghindar. Ia menusukkan pedangnya langsung ke tengah-tengah api emas tersebut.

​Bum!

​Ledakan energi yang dihasilkan sangat dahsyat. Namun, bukannya api yang membakar es, justru cahaya biru Chen Lin yang perlahan-lahan menelan api emas Han Feng. Udara di lembah itu seolah-olah tersedot ke satu titik, sebelum akhirnya meledak keluar dalam bentuk gelombang beku yang mutlak.

​Han Feng terlempar sejauh sepuluh meter, menabrak dinding tebing hingga retak. Seluruh tubuhnya kini ditutupi oleh lapisan es tipis yang mencegahnya untuk menggerakkan meridiannya. Dua murid lainnya, melihat pemimpin mereka dikalahkan, segera melarikan diri ke dalam hutan tanpa menoleh ke belakang.

​Chen Lin berdiri di tengah lapangan yang kini telah hancur. Napasnya terengah-engah, dan ada sedikit darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Menggunakan energi Rembulan secara agresif tadi sangat menguras staminanya.

​Ia mendekati Han Feng yang masih setengah sadar. "Beritahu sekte kalian... Utara adalah milik Sekte Bing Si. Dan jangan pernah meremehkan apa yang tidak bisa kau pahami."

​Chen Lin tidak membunuhnya, ia tahu membunuh murid inti sekte besar akan memicu perang yang tidak diinginkan saat ini. Ia mengambil tas penyimpanan Han Feng yang berisi bunga-bunga kristal yang dicuri, lalu berbalik pergi meninggalkan Han Feng.

​Namun, saat Chen Lin hendak meninggalkan lembah, ia merasakan getaran yang lebih kuat dari dalam sebuah gua yang tersembunyi di balik reruntuhan tebing akibat pertarungan tadi. Aroma anomali yang dibicarakan Penatua Lu berasal dari sana.

​Dengan sisa tenaganya, Chen Lin melangkah masuk ke dalam gua tersebut. Di sana, di tengah ruangan yang dipenuhi kristal es yang bersinar, terdapat sebuah kolam air kecil yang memancarkan cahaya murni ,sangat mirip dengan aura Esensi Tulang Rembulan miliknya.

​"Ini... ini adalah 'Mata Air Sumsum Rembulan'!" suara Lin XingYu bergetar karena kegembiraan yang luar biasa.

"Chen Lin, ini adalah keberuntungan yang tak terbayangkan! Mata air ini terbentuk dari akumulasi ribuan tahun energi bulan yang murni. Jika kau berkultivasi di sini, kau tidak hanya akan menstabilkan Tingkat 3-mu, tapi kau bisa langsung menuju tingkat 4 Marrow Purification!"

​Chen Lin menatap kolam itu dengan mata berbinar. Ia menyadari mengapa anomali terjadi, energi dari mata air ini bocor dan mempengaruhi monster di sekitarnya. Dan ia juga menyadari bahwa ia tidak boleh melaporkan keberadaan mata air ini kepada sekte. Ini adalah rahasia yang harus ia simpan sendiri jika ia ingin memiliki kekuatan untuk melampaui semua orang.

​Tanpa membuang waktu, Chen Lin duduk bersila di pinggir kolam. Ia melepaskan penyamarannya sepenuhnya, dan dia melangkah ke pinggiran kolam yang dangkal itu, membiarkan tubuh wanitanya menyatu dengan energi murni dari mata air tersebut. Di dalam gua yang sunyi itu, dikelilingi oleh kristal yang bercahaya, Ling Xinyue tampak seperti dewi es yang sesungguhnya.

​Selama dua hari berikutnya, Ling Xinyue menghilang dari radar siapa pun. Ia tenggelam dalam kultivasi yang paling mendalam dalam hidupnya. Setiap tetes air dari mata air sumsum itu meresap ke dalam pori-porinya, memperkuat tulangnya hingga menjadi sekeras berlian namun sehalus giok.

​Ketika ia akhirnya keluar dari gua pada hari ketiga, ia telah menggunakan kembali penyamaran prianya, auranya telah berubah total. Ia tidak lagi hanya terasa tajam, ia terasa luas dan tak terduga. Ia telah mencapai Marrow Purification Tingkat 4 puncak, dan pondasinya kini setara dengan murid-murid jenius di Halaman Dalam.

​Sambil berjalan kembali menuju sekte dengan membawa laporan misi, Chen Lin menatap langit Utara yang luas. Ia tahu bahwa kepulangannya kali ini akan mengguncang tatanan Halaman Luar. Peringkat ketiga? Murid baru yang lemah? Semua label itu akan segera hancur, digantikan oleh kenyataan baru bahwa sebuah bintang baru telah lahir di bawah naungan Sekte Bing Si.

1
Milk Lk
udh nabung 2 minggu lebih gas momentum walau cuman 20 chapter, semangat terus thor up nya
Milk Lk
Wah bagus sih ini, gas next chpter tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!